00:00Karena yang terjadi adalah dampaknya yang kita lihat, Pak. Mereka yang bersuara kritis.
00:05Iya, tapi kadang-kadang ada orang, Mbak Nana, kita ini bukan anak kecil, kita sudah hidup lama.
00:11Kadang-kadang kan ada peristiwa yang justru dibuat seolah, Anda ngerti ya, itu namanya provokasi.
00:18Itu ada di buku, Mbak Nana. Ada di buku Intelligence, ada itu.
00:22Itu namanya False Flag Operation.
00:26Iya kan? Melakukan aksi teror seolah yang lakukan orang Palestine.
00:31Tapi yang lakukan bukan orang Palestine, yang lakukan Mossad, itu terjadi.
00:36Anda paham ya? Jadi sama juga ini. Ini mau mengarah bahwa rezim kita otoriter.
00:44Sebetulnya spekulasi-spekulasi itu muncul karena ketidakadaan jawaban, Pak Presiden.
00:50Jadi kerap kali kasus-kasus yang terjadi ini berhenti begitu saja, tidak terselesaikan.
00:56Sehingga kemudian muncullah persepsi publik bahwa, wah kalau ini tidak selesai, berarti ini ada unsur negara yang bermain dan sebagainya.
01:05Karena tidak ada jawaban, maka kemudian...
01:07Saya ingin menjamin, saya ingin membangun Indonesia yang beradab.
01:14Itu cita-cita saya. Saya ingin membangun pemerintah yang bersih.
01:20Saya ingin punya polisi yang bersih. Jaksa yang bersih. Intelijensi yang bersih.
01:26Anda tahu, saya mau tanya sekali lagi ya. Saya ini korban juga.
01:31Tapi saya itu berpikir yang besar.
01:34Konsumen rakyat, pangan, energi, benar nggak?
01:39Dengan perang, harga pangan bisa naik.
01:42Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadan.
01:45Harga pangan terkendali atau tidak?
01:48You know, I think we are doing a good job.
01:51Saya...
01:52Jadi, percayalah, saya tidak akan mengizinkan hal-hal seperti itu terjadi.
01:57Itu yang ingin kami dengar, Pak.
01:59Percayalah, saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat.
02:04Tapi kita waspada. Saya minta diusut, benar.
02:09Justru sampai aktornya.
02:11Iya, sampai aktornya.
02:12Saya rasa pernyataan Pak Presiden sudah bol soal yang itu.
02:15Dan berarti, Bapak tadi bicara secara tegas,
02:19tidak boleh ada warga yang diintimidasi, yang diteror karena mengkritik pemerintah?
02:24Tidak boleh.
02:25Jaminan langsung dari Presiden Republik Indonesia?
02:27Kalau bonang ada, itu saya lakukan.
02:32Bapak, apakah memberikan tengkat waktu ke Kapolri, Pak, untuk pengusutan kasus ini?
02:38Ya, saya ini orang realistis dan saya seorang yang adil.
02:42Dari segi kapasitas, kita biarkanlah mereka bekerja.
02:48Tapi tidak hanya Polri, banyak lembaga lain juga harus bekerja.
02:54Lembaga lain, penegak hukum juga yang keluar ke Polisi.
02:58Iya, penegak hukum.
02:58Apakah Bapak terbuka dengan ide membentuk tim independen untuk membackup ini, Pak?
03:04Kita bisa pertimbangkan.
03:07Kita bisa pertimbangkan.
03:09Saya independen ya.
03:11Independen.
03:11Jangan semua LSM-LSM yang sudah a priori benci sama pemerintah,
03:17yang dapat uang dari luar negeri.
03:19Iya kan?
03:21Iya kan?
03:23Kalau Anda mau bicara apadanya, saya juga bicara apadanya.
03:29Tapi yang jelas malam ini, kami sudah mendengarkan langsung statement dari Presiden.
03:34Presiden sangat tegas.
03:36Saya ingin menegakkan hukum.
03:39Saya ingin menegakkan hukum.
03:41Bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini?
03:44Kalau itu dari aparat.
03:46Dan saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya.
03:51Kita menemukan deep state.
03:54Kita menemukan ada dirjen-dirjen.
03:57Yang berani ngelawan menteri.
03:59Akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirjen-dirjen.
04:02Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable.
04:06Ada lembaga-lebaga yang merasa gak boleh di audit.
04:11Ini pekerjaan tidak ringan.
04:13Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh.
04:17Atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat.
04:20Ya ini pekerjaan saya, saya dilantik.
04:22Untuk itu saya bersihkan.
04:24BUMN saya sedang bersihkan.
04:30BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar.
04:37Jadi dari Ban Ani memang ini masalah Indonesia gitu.
04:41Di mana-mana.
04:43Iya kan?
04:45Jadi tapi percayalah bahwa tidak ada niat dari pemerintah apalagi yang saya pimpin untuk lakukan seperti itu.
04:52Come on.
04:53Apa sih?
04:54Benda gak?
04:55Rakyat kita gak bodoh.
04:58Saya mau ingatkan ya sampai hari ini.
05:01Rakyat yang di bawah itu dukung saya.
05:04Persis yang disampaikan tadi Pak Dede.
05:09Iya kan?
05:10Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan rame-rame.
05:15Tapi mereka tahu kalau rusuh semua negara yang rugi.
05:21Mau ganti saya tunggu dong 2029.
05:26Jadi negara yang beradab ya?
05:28Sabar ya?
05:29Iya sabar.
05:30Tapi yang saya lihat ya.
05:32Ban Ani harus objektif juga ya.
05:36Sebagai seorang tokoh bahwa destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara.
05:51Jadi ada negara-negara tertentu yang punya keahlian di situ.
05:55Resume change.
05:57Color revolution.
05:59Come on.
06:00Maksudnya Anda gak pernah baca, gak pernah lihat.
06:02Iya kan?
06:02Apakah Bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat yang Bapak sebut tidak patriotik seperti tadi pertanyaan Mbak Eno.
06:10Atau dari orang-orang yang memang selama ini kritis terhadap pemerintah itu semuanya bermuara pada keinginan untuk resume change Pak
06:17Presiden?
06:20Tidak semuanya.
06:21Saya tidak pernah mengatakan semuanya.
06:23Tapi ada.
06:25Oh jelas ada.
06:27Jadi begini.
06:28Bagaimana Bapak membedakan itu Pak?
06:29Mana yang menurut Bapak memang ini sudah keluar jalurnya, sudah saya ingat istilah Bapak makar waktu dulu bulan Agustus ada
06:38demo.
06:38Dan mana yang memang, ya ini sesuatu yang wajar.
06:41Jelas waktu Agustus ya jelas makar.
06:43Dia mau bakar gedung DPR.
06:47Kantor gubernur.
06:48Kantor gubernur.
06:51Institusi pemerintahan mau dibakar.
06:52Dia semakar.
06:54Bikin kerusuhan.
06:55Bawa bom Molotov.
06:58Iya kan?
07:00Tidak ada LSM yang ribut soal bom Molotov.
07:04Banyak yang menyampaikan.
07:05Ada yang protes nggak?
07:06Banyak Pak yang protes.
07:07Banyak yang protes.
07:08Ya come on.
07:09Sudahlah.
07:09Banyak yang protes.
07:10Jujur.
07:10Buka rukam jejaknya.
07:11Rukam digitalnya.
07:12Tetapi dalam, ya.
07:13Tahun satunya kita cukupkan dulu ya.
07:15Nggak, nggak, nggak.
07:15Biar aja.
07:16Biar aja.
07:17Ayo silahkan.
07:20Oh iya, nggak apa-apa.
07:21Ini kesempatan bagi saya jawab.
07:23Betul Pak.
07:24Terima kasih kesempatan.
07:25Ada yang ribut nggak soal bom Molotov?
07:26Banyak Pak.
07:27Aduh, come on.
07:28U nggak objektif.
07:29Banyak yang dibut.
07:30Nggak ada.
07:31Ada yang ribut nggak gedung DPR mau dibakar?
07:33Banyak Pak.
07:34Oh come on.
07:34Banyak soal itu.
07:35Nggak ada itu.
07:36Pemerintahan media banyak soal itu.
07:37Banyak-banyak yang mengecapkan.
07:38Saya hormati itu.
07:39Silahkan.
07:40Tapi begitu bakar-bakar, itu kriminal.
07:47Iya.
07:47Tapi kenyataannya Pak, rapusan yang ditangkap kemarin, itu kebanyakan justru mahasiswa, ada satu penelitian yang menyebut terbesar sejak zaman reformasi
08:00penangkapan yang terjadi pada mahasiswa dan aktivis Pak.
08:04Tetapi provokatornya atau siapapun yang bertanggung jawab, aktor yang menyuruh dan sebagainya, itu tidak pernah terungkap alih-alih dibawa ke
08:12pengadilan Pak Presiden.
08:14Ya itu tantangan kita.
08:15Kita harus cari.
08:17Saya baru menjabat berapa tahun?
08:19Satu setengah tahun.
08:20Satu setengah tahun.
08:21Masih ada waktu untuk saya membuktikan?
08:23Kami tunggu pembuktian itu Pak Presiden.
08:26Kami tunggu pembuktian itu.
08:28Hah?
08:28Jumlah koruptor yang saya tangkap berapa?
08:31Come on.
08:32Ya kan?
08:32Saya percaya, saya sumpah untuk membela rakyat saya.
08:37Saya pertarungan jiwa saya berkali-kali.
08:40Saya tidak rela.
08:41Saya tinggalkan negara ini nanti pada saat saya dipanggil Tuhan.
08:45Saya tidak rela ini jatuh ke tangan maling-maling bandit-bandit.
08:49Saya tidak rela.
09:02Saya tidak rela.
09:19Lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
09:22Saksikan Kompas Pagi di Kompas TV Channel 11 pada televisi Anda.
Komentar