Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo menanggapi pertanyaan jurnalis senior Najwa Shihab terkait kritik masyarakat yang ditujukkan ke pemerintah.

Keduannya pun terlibat adu argument saat mendalami isu aksi-aksi massa yang kerap dituding sebagai makar.

Debat panas ini pun sempat akan dihentikan oleh mantan Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Hasan Nasbi, namun Prabowo meminta untuk melanjutkan diskusi agar bisa menjelaskan ke publik.

"Soal bom molotov, ada yang protes nggak, jujurlah. Come on, sudahlah jujur buka rekam jejaknya," ujar Prabowo.

"Sepertinya cukup ya," potong Hasan Nasbi.

"Nggak, nggak biar saja. Ayo silakan nggak apa-apa ini kesempatan bagi saya menjawab. Ada yang rebut soal bom Molotov nggak, come on, nggak objektif," kata Prabowo.

Baca Juga Presiden Prabowo Takbiran di Sumut, Salat Idulfitri bersama Warga di Aceh Tamiang di https://www.kompas.tv/nasional/658236/presiden-prabowo-takbiran-di-sumut-salat-idulfitri-bersama-warga-di-aceh-tamiang

#presidenprabowo #prabowosubianto #prabowo

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658284/prabowo-debat-najwa-shihab-soal-kritik-rakyat-ke-pemerintah-ini-kesempatan-saya-jawab
Transkrip
00:00Karena yang terjadi adalah dampaknya yang kita lihat, Pak. Mereka yang bersuara kritis.
00:05Iya, tapi kadang-kadang ada orang, Mbak Nana, kita ini bukan anak kecil, kita sudah hidup lama.
00:11Kadang-kadang kan ada peristiwa yang justru dibuat seolah, Anda ngerti ya, itu namanya provokasi.
00:18Itu ada di buku, Mbak Nana. Ada di buku Intelligence, ada itu.
00:22Itu namanya False Flag Operation.
00:26Iya kan? Melakukan aksi teror seolah yang lakukan orang Palestine.
00:31Tapi yang lakukan bukan orang Palestine, yang lakukan Mossad, itu terjadi.
00:36Anda paham ya? Jadi sama juga ini. Ini mau mengarah bahwa rezim kita otoriter.
00:44Sebetulnya spekulasi-spekulasi itu muncul karena ketidakadaan jawaban, Pak Presiden.
00:50Jadi kerap kali kasus-kasus yang terjadi ini berhenti begitu saja, tidak terselesaikan.
00:56Sehingga kemudian muncullah persepsi publik bahwa, wah kalau ini tidak selesai, berarti ini ada unsur negara yang bermain dan sebagainya.
01:05Karena tidak ada jawaban, maka kemudian...
01:07Saya ingin menjamin, saya ingin membangun Indonesia yang beradab.
01:14Itu cita-cita saya. Saya ingin membangun pemerintah yang bersih.
01:20Saya ingin punya polisi yang bersih. Jaksa yang bersih. Intelijensi yang bersih.
01:26Anda tahu, saya mau tanya sekali lagi ya. Saya ini korban juga.
01:31Tapi saya itu berpikir yang besar.
01:34Konsumen rakyat, pangan, energi, benar nggak?
01:39Dengan perang, harga pangan bisa naik.
01:42Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadan.
01:45Harga pangan terkendali atau tidak?
01:48You know, I think we are doing a good job.
01:51Saya...
01:52Jadi, percayalah, saya tidak akan mengizinkan hal-hal seperti itu terjadi.
01:57Itu yang ingin kami dengar, Pak.
01:59Percayalah, saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat.
02:04Tapi kita waspada. Saya minta diusut, benar.
02:09Justru sampai aktornya.
02:11Iya, sampai aktornya.
02:12Saya rasa pernyataan Pak Presiden sudah bol soal yang itu.
02:15Dan berarti, Bapak tadi bicara secara tegas,
02:19tidak boleh ada warga yang diintimidasi, yang diteror karena mengkritik pemerintah?
02:24Tidak boleh.
02:25Jaminan langsung dari Presiden Republik Indonesia?
02:27Kalau bonang ada, itu saya lakukan.
02:32Bapak, apakah memberikan tengkat waktu ke Kapolri, Pak, untuk pengusutan kasus ini?
02:38Ya, saya ini orang realistis dan saya seorang yang adil.
02:42Dari segi kapasitas, kita biarkanlah mereka bekerja.
02:48Tapi tidak hanya Polri, banyak lembaga lain juga harus bekerja.
02:54Lembaga lain, penegak hukum juga yang keluar ke Polisi.
02:58Iya, penegak hukum.
02:58Apakah Bapak terbuka dengan ide membentuk tim independen untuk membackup ini, Pak?
03:04Kita bisa pertimbangkan.
03:07Kita bisa pertimbangkan.
03:09Saya independen ya.
03:11Independen.
03:11Jangan semua LSM-LSM yang sudah a priori benci sama pemerintah,
03:17yang dapat uang dari luar negeri.
03:19Iya kan?
03:21Iya kan?
03:23Kalau Anda mau bicara apadanya, saya juga bicara apadanya.
03:29Tapi yang jelas malam ini, kami sudah mendengarkan langsung statement dari Presiden.
03:34Presiden sangat tegas.
03:36Saya ingin menegakkan hukum.
03:39Saya ingin menegakkan hukum.
03:41Bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini?
03:44Kalau itu dari aparat.
03:46Dan saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya.
03:51Kita menemukan deep state.
03:54Kita menemukan ada dirjen-dirjen.
03:57Yang berani ngelawan menteri.
03:59Akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirjen-dirjen.
04:02Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable.
04:06Ada lembaga-lebaga yang merasa gak boleh di audit.
04:11Ini pekerjaan tidak ringan.
04:13Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh.
04:17Atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat.
04:20Ya ini pekerjaan saya, saya dilantik.
04:22Untuk itu saya bersihkan.
04:24BUMN saya sedang bersihkan.
04:30BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar.
04:37Jadi dari Ban Ani memang ini masalah Indonesia gitu.
04:41Di mana-mana.
04:43Iya kan?
04:45Jadi tapi percayalah bahwa tidak ada niat dari pemerintah apalagi yang saya pimpin untuk lakukan seperti itu.
04:52Come on.
04:53Apa sih?
04:54Benda gak?
04:55Rakyat kita gak bodoh.
04:58Saya mau ingatkan ya sampai hari ini.
05:01Rakyat yang di bawah itu dukung saya.
05:04Persis yang disampaikan tadi Pak Dede.
05:09Iya kan?
05:10Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan rame-rame.
05:15Tapi mereka tahu kalau rusuh semua negara yang rugi.
05:21Mau ganti saya tunggu dong 2029.
05:26Jadi negara yang beradab ya?
05:28Sabar ya?
05:29Iya sabar.
05:30Tapi yang saya lihat ya.
05:32Ban Ani harus objektif juga ya.
05:36Sebagai seorang tokoh bahwa destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara.
05:51Jadi ada negara-negara tertentu yang punya keahlian di situ.
05:55Resume change.
05:57Color revolution.
05:59Come on.
06:00Maksudnya Anda gak pernah baca, gak pernah lihat.
06:02Iya kan?
06:02Apakah Bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat yang Bapak sebut tidak patriotik seperti tadi pertanyaan Mbak Eno.
06:10Atau dari orang-orang yang memang selama ini kritis terhadap pemerintah itu semuanya bermuara pada keinginan untuk resume change Pak
06:17Presiden?
06:20Tidak semuanya.
06:21Saya tidak pernah mengatakan semuanya.
06:23Tapi ada.
06:25Oh jelas ada.
06:27Jadi begini.
06:28Bagaimana Bapak membedakan itu Pak?
06:29Mana yang menurut Bapak memang ini sudah keluar jalurnya, sudah saya ingat istilah Bapak makar waktu dulu bulan Agustus ada
06:38demo.
06:38Dan mana yang memang, ya ini sesuatu yang wajar.
06:41Jelas waktu Agustus ya jelas makar.
06:43Dia mau bakar gedung DPR.
06:47Kantor gubernur.
06:48Kantor gubernur.
06:51Institusi pemerintahan mau dibakar.
06:52Dia semakar.
06:54Bikin kerusuhan.
06:55Bawa bom Molotov.
06:58Iya kan?
07:00Tidak ada LSM yang ribut soal bom Molotov.
07:04Banyak yang menyampaikan.
07:05Ada yang protes nggak?
07:06Banyak Pak yang protes.
07:07Banyak yang protes.
07:08Ya come on.
07:09Sudahlah.
07:09Banyak yang protes.
07:10Jujur.
07:10Buka rukam jejaknya.
07:11Rukam digitalnya.
07:12Tetapi dalam, ya.
07:13Tahun satunya kita cukupkan dulu ya.
07:15Nggak, nggak, nggak.
07:15Biar aja.
07:16Biar aja.
07:17Ayo silahkan.
07:20Oh iya, nggak apa-apa.
07:21Ini kesempatan bagi saya jawab.
07:23Betul Pak.
07:24Terima kasih kesempatan.
07:25Ada yang ribut nggak soal bom Molotov?
07:26Banyak Pak.
07:27Aduh, come on.
07:28U nggak objektif.
07:29Banyak yang dibut.
07:30Nggak ada.
07:31Ada yang ribut nggak gedung DPR mau dibakar?
07:33Banyak Pak.
07:34Oh come on.
07:34Banyak soal itu.
07:35Nggak ada itu.
07:36Pemerintahan media banyak soal itu.
07:37Banyak-banyak yang mengecapkan.
07:38Saya hormati itu.
07:39Silahkan.
07:40Tapi begitu bakar-bakar, itu kriminal.
07:47Iya.
07:47Tapi kenyataannya Pak, rapusan yang ditangkap kemarin, itu kebanyakan justru mahasiswa, ada satu penelitian yang menyebut terbesar sejak zaman reformasi
08:00penangkapan yang terjadi pada mahasiswa dan aktivis Pak.
08:04Tetapi provokatornya atau siapapun yang bertanggung jawab, aktor yang menyuruh dan sebagainya, itu tidak pernah terungkap alih-alih dibawa ke
08:12pengadilan Pak Presiden.
08:14Ya itu tantangan kita.
08:15Kita harus cari.
08:17Saya baru menjabat berapa tahun?
08:19Satu setengah tahun.
08:20Satu setengah tahun.
08:21Masih ada waktu untuk saya membuktikan?
08:23Kami tunggu pembuktian itu Pak Presiden.
08:26Kami tunggu pembuktian itu.
08:28Hah?
08:28Jumlah koruptor yang saya tangkap berapa?
08:31Come on.
08:32Ya kan?
08:32Saya percaya, saya sumpah untuk membela rakyat saya.
08:37Saya pertarungan jiwa saya berkali-kali.
08:40Saya tidak rela.
08:41Saya tinggalkan negara ini nanti pada saat saya dipanggil Tuhan.
08:45Saya tidak rela ini jatuh ke tangan maling-maling bandit-bandit.
08:49Saya tidak rela.
09:02Saya tidak rela.
09:19Lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
09:22Saksikan Kompas Pagi di Kompas TV Channel 11 pada televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan