Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas dengan eskalasi konflik antara Iran vs AS- Israel.

Amerika Serikat kini memasuki babak baru dalam strategi militernya, di mana target serangan tidak lagi terbatas pada fasilitas militer, tetapi juga menyasar sumber-sumber energi.

Langkah ini dikhawatirkan akan berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan energi global. Untuk membahas hal ini kami bergabung melalui sambungan Zoom dengan pengamat hubungan internasional UNPAD Dina Sulaeman.

#unpad #IRAN #AS-ISRAEL

Baca Juga Kantor PP Muhammadiyah Gelar Shalat Idulfitri | INDONESIA UPDATE di https://www.kompas.tv/regional/658198/kantor-pp-muhammadiyah-gelar-shalat-idulfitri-indonesia-update



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658201/full-pengamat-hi-unpad-soroti-soal-perang-iran-vs-as-israel-targetkan-serang-fasilitas-energi
Transkrip
00:00Saudara perang Iran versus Israel Amerika Serikat memasuki babak baru target serangan kini tidak lagi hanya menyasar fasilitas militer melainkan
00:08juga ke sumber-sumber energi di sekitar negara teluk.
00:11Lantas apa dampak yang mungkin akan dirasakan Indonesia dalam situasi yang semakin memanas kita bergabung melalui sembungan zoom dengan pengamat
00:21hubungan internasional Universitas Pajajaran Dina Sulaiman Budina.
00:25Selamat siang Assalamualaikum.
00:28Waalaikumsalam Mbak Medo.
00:30Budina setelah militer Amerika Serikat pekan lalu menyerang Pulau Khark yang menjadi pusat ekspor minyak utama Iran, kini Iran juga
00:39kian intensif menargetkan fasilitas energi di Timur Tengah.
00:43Apakah ini akan semakin memperluas konflik Budina?
00:48Ya tentu saja dampaknya sebenarnya ini ya luar biasa dari sisi bahwa sepertinya negara-negara teluk juga tidak menyangka bahwa
01:00Iran akan memberikan balasan yang sedemikian masif ya.
01:03Meskipun sebelumnya Iran itu sudah berkali-kali mengatakan kalau ini ya infrastruktur minyaknya dan gasnya diserang pasti akan membalas dengan
01:13setara.
01:14Selain di Pulau Khark kan juga ada serangan dari Israel ke South Park ya ini kilang gas terbesar milik Iran
01:22dan kemudian akhirnya Iran memberikan balasan dengan menyerang beberapa infrastruktur energi ya di negara-negara teluk.
01:32Nah kemudian kita lihat bagaimana Arab Saudi itu juga sudah memberikan balasan yang keras juga ya pernyataan keras bahwa kalau
01:40perlu akan menyerang.
01:41Nah ini yang dikhawatirkan kalau negara-negara teluk kemudian bergabung bersama Amerika Serikat untuk melakukan serangan balasan.
01:49Kalau itu terjadi tentu akan besar ya eskalasinya.
01:52Tapi saya pikir dengan situasi saat ini ketika melihat bahwa Amerika Serikat sebenarnya juga sudah mulai kehabisan amunisi ini diakui
02:01sendiri oleh pihak Amerika Serikat.
02:04Maksudnya bukan pemerintah ya tapi orang-orang di luar pemerintah dan kemudian juga bagaimana Amerika Serikat ternyata tidak berhasil melindungi
02:12negara-negara teluk tersebut dari rudal dan drone yang dikirimi Iran.
02:16Saya memprediksi negara-negara teluk ini juga tidak punya keberanian juga ya untuk betul-betul bergabung dalam perang.
02:25Karena sekarang saja situasinya sudah berat buat mereka secara ekonomi apalagi kalau betul-betul berperang.
02:32Oke, kalau kita lihat juga kan perubahan pola serangan ini apakah akan meningkatkan eskalasi di Temur Tengah secara intensif?
02:44Ya, kalau dari sisi Irannya ya, kalau dari sisi Irannya kan dia selalu menyatakan para pejabatnya juga menelunya itu kan
02:54mengatakan bahwa kalau diserang akan dibalas.
02:57Sehingga artinya situasi ini sangat bergantung, eskalasi akan sangat bergantung pada sikap dari Amerika Serikat dan Israel sebagai penyerang pertama.
03:07Nah, dan kalau kita lihat bagaimana situasi ini sudah sangat berat, ini kan sebenarnya situasinya lebih ke perlawanan terhadap imperialisme
03:17global ya.
03:18Jadi yang dilawan oleh Iran itu imperialisme.
03:20Apa beda imperialisme dengan kolonialisme?
03:22Kalau kolonialisme itu, si kolonial itu ingin menguasai wilayah atau teritori.
03:27Oke, sementara imperialisme itu ingin menguasai sistem perdagangan, sistem ekonomi, aliran modal di antara berbagai kawasan.
03:35Nah, Amerika selama ini berperan sebagai imperialis itu ya.
03:39Dia mengontrol semua ekonomi global dengan penguasaan dolarnya, dengan hegemoni dolarnya.
03:47Dan saat ini, ketika Selat Hormuz ditutup oleh Iran dan hanya beberapa negara saja yang boleh dan itu pun dengan
03:56syarat kalau membayar dengan yuan,
03:58ini menunjukkan bahwa Iran sudah berusaha mengguncang sistem ekonomi yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat atau Barat.
04:07Nah, ketika ini terus-menerus terjadi, situasinya berat sekali ya.
04:11Jadi, tidak sekedar militer, tapi juga ekonomi.
04:15Saya pikir ini akan memberikan pukulan yang sangat berat kepada Amerika dan negara-negara Barat,
04:20sehingga sangat mungkin ya, ini yang akan memberikan peluang bahwa Amerika memutuskan untuk berhenti menyerang,
04:30sehingga situasinya bisa deaskalasi.
04:33Tapi selama Amerika Serikat berkeras melakukan penyerangan, apalagi yang dibombardir selalu sipil ya,
04:41baik itu gedung sipil ataupun infrastruktur gas dan minyak, ya situasinya akan terus tereskalasi.
04:50Oke, Budina, Menlu-Menlu di kawasan Arab kan juga sudah menyerukan, bakal menggunakan kekuatan militer.
04:58Jika diperlukan, seberapa serius Anda menilai pernyataan ini terhadap peningkatan ketegangan di Timur Tengah?
05:05Ya, seperti yang saya sampaikan tadi itu ya, sebenarnya kan negara-negara Teluk ini militernya memang di atas kertas itu
05:13unggul ya,
05:14artinya mereka punya fasilitas militer yang luar biasa, tapi itu disuplai oleh Amerika Serikat.
05:20Sehingga artinya kemampuan mereka pun juga bergantung pada Amerika.
05:25Di saat ini, justru Amerika Serikat betul-betul kewalahan, karena ini ya, pangkalan militer mereka yang ada di negara Teluk,
05:34kemudian juga suplai amunisi, cadangan interceptor, itu semua sudah jauh berkurang di 21 hari perang ini.
05:44Untuk meminta tambahan, produksi itu tidak secepat yang diinginkan tentu saja.
05:50Sehingga pertanyaan besarnya, dengan cara apa negara-negara Teluk ini kemudian betul-betul berperang melawan Iran,
05:57ketika situasinya mereka sendiri militernya sangat bergantung pada suplai dari Amerika Serikat.
06:02Jadi, kalau saya pikir, ini hanya berupa retorika ya, karena memang mereka betul-betul sudah tertekan sekali ya,
06:17dengan situasi ini, mereka itu kan sebenarnya tidak ingin perang ya,
06:21artinya mereka juga tahu bahwa ini merugikan ekonomi mereka sendiri,
06:26dan juga perang ini kan sebenarnya juga bukan untuk membela negara Teluk ini,
06:30mereka tahu betul bahwa ini sebenarnya untuk Israel.
06:33Sehingga buat mereka itu dilematis banget, tapi tentu pernyataan diplomatik ya wajar ya,
06:39kalau harus disampaikan dengan nada yang keras.
06:41Oke, bicara soal negara-negara Teluk, negara-negara Teluk kan di satu sisi menghadapi ancaman keamanan ya, Budi.
06:50Namun di sisi lain kan keterlibatan dalam perang ini bakal memicu reaksi negatif,
06:55terutama di dunia Islam. Kemungkinan-kemungkinan apa saja yang bisa terjadi, Budina? Anda lihat.
07:02Ya, kalau kita melihat ini ya, sentimen dari dunia Islam, bagaimana publik ya,
07:09itu ternyata berbeda dengan para elit.
07:13Kita melihat bagaimana, saya melihatnya dari ini ya, media sosial.
07:18Kalau yang namanya publik, kelihatan sekali betul-betul mendukung Iran ya,
07:23banyak sekali yang mendukung Iran untuk melakukan serangan kepada pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat
07:28di negara-negara Teluk ini, plus juga menyerang ke Israel.
07:33Karena keprihatinan dunia Islam itu sudah betul-betul jelas ya,
07:38bagaimana selama dua tahun lebih, sejak 2023, itu Gaza digenosida,
07:42tapi tidak ada yang bisa melakukan langkah nyata untuk menghentikan Israel gitu.
07:48Sekarang muncul Iran yang berani untuk melakukan serangan langsung.
07:52Tapi kemudian masalahnya kan opini publik berbeda ya dengan elit,
07:58karena elit punya kepentingan-kepentingannya sendiri.
08:00Saya pikir dari sisi ini, juga ada peluang, ada kemungkinan terjadi ketegangan di dalam negeri mereka masing-masing.
08:09Sekarang saja misalnya di Uni Emirat Arab itu sudah ada larangan misalnya untuk mempublikasikan kerusakan-kerusakan yang terjadi.
08:19Ini kan menunjukkan adanya upaya untuk menutupi informasi dan mengkhawatirkan adanya gerakan-gerakan yang membahayakan posisi pemerintah di negara tersebut.
08:30Artinya pada akhirnya ini menjadi ujian ya bagi rezim-rezim monarki teluk ini,
08:37apakah mereka masih terus tunduk pada Amerika Serikat yang jelas-jelas berlawanan dengan kepentingan nasional mereka,
08:44dengan keinginan bangsa mereka, dengan harapan opini publik mereka,
08:48atau ya mereka berpihak kepada yang diinginkan oleh masyarakat.
08:53Dalam hal ini yang kita sebut dunia Islam tentu ya sebagian besar juga ada di tanah mereka ya,
08:58umat muslim sedunia, juga kita di Indonesia semuanya berharap agar Palestina merdeka dan perjuangan Iran ini melawan Amerika Serikat dan
09:06Israel
09:06itu kan sebenarnya satu paket ya dengan urusan Palestina.
09:09Nah seandainya Iran tidak memberikan bantuan persenjataan kepada para pejuang Palestina,
09:16kepada Asyarullah Yaman, atau kepada Hezbollah Libanon,
09:20itu Iran nggak akan diserang seperti sekarang.
09:22Tapi Iran diserang dan sebelumnya puluhan tahun di embargo,
09:26karena posisi kebijakan luar negerinya yang terus-menerus memberikan bantuan kepada perjuangan anti-Israel itu ya.
09:32Oke selain serangan langsung yang menggunakan drone,
09:35Budina hingga rudal sejak awal Iran memang menggunakan tekanan tidak langsung melalui jalur strategi seperti Selat Hormuz.
09:43Nah kemudian apakah strategi ini Anda lihat efektif untuk bisa menekan Amerika Serikat dan juga Israel?
09:49Saya pikir ya, tadi yang saya sampaikan mengenai imperialisme ya,
09:53sebenarnya kan yang terjadi di Timur Tengah ini adalah hegemoni dan dominasi ekonomi dari Amerika Serikat,
10:00terutama dengan dolarnya, makanya disebut petrodollar gitu ya.
10:04Sekarang Selat Hormuz ditutup dan Iran memilih siapa saja yang boleh lewat dengan menggunakan yuan,
10:12ini kan menjualkan perlawanan terhadap petrodollar ini.
10:15Dan ini kalau terus-menerus terjadi itu akan melumpuhkan perekonomian di Amerika Serikat sendiri.
10:22Banyak sekali pengamat ekonomi dari Amerika Serikat yang memperingatkan ini akan menuju ke resesi ekonomi
10:28yang sangat berat buat Amerika dan secara global juga terjadi resesi ekonomi.
10:33Dan saya pikir ini betul-betul Trump akan ditekan ya dari oleh banyak pihak ya,
10:39karena yang ketika ekonomi yang menjadi taruhan,
10:44yang merasakannya itu semua pihak gitu ya,
10:47bukan hanya militer saja, bukan hanya elit yang melakukan perang,
10:53tapi semuanya termasuk rakyat kecil.
10:54Nah ini saya pikir Indonesia juga bisa melakukan perannya di sini juga,
11:00yang memberikan tekanan juga kepada Amerika Serikat untuk segera menghentikan perang ini,
11:04karena memang pihak Iran itu kan merespon ya,
11:09kalau Amerika Serikat menghentikan perang dan menuruti kehendak Iran,
11:14antara lain, Iran itu kan sebenarnya bukannya tidak ingin gencatan senjata,
11:18tapi ingin perang dihentikan.
11:20Kalau gencatan senjata, suatu-suatu nanti Iran akan diserang lagi.
11:23Tapi dia bilang, kami inginnya perang dihentikan,
11:25ada jaminan nggak akan lagi diserang selamanya.
11:28Nah Amerika Serikat sekarang yang harus melakukan pilihan.
11:32Oke, kalau gitu apa yang bisa dilakukan Indonesia untuk bisa meminimalkan dampak perang di Iran,
11:40untuk kondisi di dalam negeri?
11:43Kalau di dalam negeri tentu itu urusan ini ya,
11:47Menteri Ekonomi, Menteri Perdagangan, yang jelas perlu mitigasi yang jelas ya,
11:52karena situasi ini kan tidak bisa diprediksi berapa lama tentu,
11:56dan saat ini harga minyak dunia itu semakin naik,
12:00dan selat hormus ini bukan cuma, urusannya juga bukan cuma minyak atau gas ya,
12:05ada urea, ada sulfur, ada petrokimia.
12:10Kebayang kalau ini ya, pupuk terhambat,
12:14apa itu namanya, persediaan pupuk terhambat,
12:17karena suplai urea dari Timur Tengah juga terhambat,
12:22tentu pertanian kita juga ada masalah.
12:24Artinya ini dampaknya itu luas banget,
12:27tidak sebatas minyak dan gas.
12:29Artinya, pemerintah betul-betul harus memikirkan kedaulatan ya,
12:34kedaulatan energi, kedaulatan pangan,
12:36tidak bisa lagi terus menggantungkan situasi pada pasar global.
12:40Kalau kita berdaulat,
12:42dari segala sisi tentu apapun yang terjadi di luar,
12:45kita tidak terlalu berdampak.
12:47Nah, langkah-langkah strategis ini,
12:49langkah strategis dan fundamental tentu perlu dilakukan oleh pemerintah,
12:53tidak sekedar sekarang ada konflik,
12:55sekarang ada masalah,
12:56lalu berusaha dicari solusi jangka dekat,
13:01tapi melupakan hal-hal fundamental yang harus betul-betul diperbaiki.
13:05Oke, baik.
13:07Terima kasih atas pandangannya.
13:09Di Breaking News Kompas TV hari ini,
13:10pengamat hubungan internasional Universitas Pajajaran,
13:13Ibu Dina Sulaiman, sehat selalu.
13:15Budina.
13:16Terima kasih, Mbak Maido.
13:20Saudara Breaking News Kompas TV,
13:21jeda sejenak tetaplah bersama kami.
Komentar

Dianjurkan