00:00Saudara perang Iran versus Israel Amerika Serikat memasuki babak baru target serangan kini tidak lagi hanya menyasar fasilitas militer melainkan
00:08juga ke sumber-sumber energi di sekitar negara teluk.
00:11Lantas apa dampak yang mungkin akan dirasakan Indonesia dalam situasi yang semakin memanas kita bergabung melalui sembungan zoom dengan pengamat
00:21hubungan internasional Universitas Pajajaran Dina Sulaiman Budina.
00:25Selamat siang Assalamualaikum.
00:28Waalaikumsalam Mbak Medo.
00:30Budina setelah militer Amerika Serikat pekan lalu menyerang Pulau Khark yang menjadi pusat ekspor minyak utama Iran, kini Iran juga
00:39kian intensif menargetkan fasilitas energi di Timur Tengah.
00:43Apakah ini akan semakin memperluas konflik Budina?
00:48Ya tentu saja dampaknya sebenarnya ini ya luar biasa dari sisi bahwa sepertinya negara-negara teluk juga tidak menyangka bahwa
01:00Iran akan memberikan balasan yang sedemikian masif ya.
01:03Meskipun sebelumnya Iran itu sudah berkali-kali mengatakan kalau ini ya infrastruktur minyaknya dan gasnya diserang pasti akan membalas dengan
01:13setara.
01:14Selain di Pulau Khark kan juga ada serangan dari Israel ke South Park ya ini kilang gas terbesar milik Iran
01:22dan kemudian akhirnya Iran memberikan balasan dengan menyerang beberapa infrastruktur energi ya di negara-negara teluk.
01:32Nah kemudian kita lihat bagaimana Arab Saudi itu juga sudah memberikan balasan yang keras juga ya pernyataan keras bahwa kalau
01:40perlu akan menyerang.
01:41Nah ini yang dikhawatirkan kalau negara-negara teluk kemudian bergabung bersama Amerika Serikat untuk melakukan serangan balasan.
01:49Kalau itu terjadi tentu akan besar ya eskalasinya.
01:52Tapi saya pikir dengan situasi saat ini ketika melihat bahwa Amerika Serikat sebenarnya juga sudah mulai kehabisan amunisi ini diakui
02:01sendiri oleh pihak Amerika Serikat.
02:04Maksudnya bukan pemerintah ya tapi orang-orang di luar pemerintah dan kemudian juga bagaimana Amerika Serikat ternyata tidak berhasil melindungi
02:12negara-negara teluk tersebut dari rudal dan drone yang dikirimi Iran.
02:16Saya memprediksi negara-negara teluk ini juga tidak punya keberanian juga ya untuk betul-betul bergabung dalam perang.
02:25Karena sekarang saja situasinya sudah berat buat mereka secara ekonomi apalagi kalau betul-betul berperang.
02:32Oke, kalau kita lihat juga kan perubahan pola serangan ini apakah akan meningkatkan eskalasi di Temur Tengah secara intensif?
02:44Ya, kalau dari sisi Irannya ya, kalau dari sisi Irannya kan dia selalu menyatakan para pejabatnya juga menelunya itu kan
02:54mengatakan bahwa kalau diserang akan dibalas.
02:57Sehingga artinya situasi ini sangat bergantung, eskalasi akan sangat bergantung pada sikap dari Amerika Serikat dan Israel sebagai penyerang pertama.
03:07Nah, dan kalau kita lihat bagaimana situasi ini sudah sangat berat, ini kan sebenarnya situasinya lebih ke perlawanan terhadap imperialisme
03:17global ya.
03:18Jadi yang dilawan oleh Iran itu imperialisme.
03:20Apa beda imperialisme dengan kolonialisme?
03:22Kalau kolonialisme itu, si kolonial itu ingin menguasai wilayah atau teritori.
03:27Oke, sementara imperialisme itu ingin menguasai sistem perdagangan, sistem ekonomi, aliran modal di antara berbagai kawasan.
03:35Nah, Amerika selama ini berperan sebagai imperialis itu ya.
03:39Dia mengontrol semua ekonomi global dengan penguasaan dolarnya, dengan hegemoni dolarnya.
03:47Dan saat ini, ketika Selat Hormuz ditutup oleh Iran dan hanya beberapa negara saja yang boleh dan itu pun dengan
03:56syarat kalau membayar dengan yuan,
03:58ini menunjukkan bahwa Iran sudah berusaha mengguncang sistem ekonomi yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat atau Barat.
04:07Nah, ketika ini terus-menerus terjadi, situasinya berat sekali ya.
04:11Jadi, tidak sekedar militer, tapi juga ekonomi.
04:15Saya pikir ini akan memberikan pukulan yang sangat berat kepada Amerika dan negara-negara Barat,
04:20sehingga sangat mungkin ya, ini yang akan memberikan peluang bahwa Amerika memutuskan untuk berhenti menyerang,
04:30sehingga situasinya bisa deaskalasi.
04:33Tapi selama Amerika Serikat berkeras melakukan penyerangan, apalagi yang dibombardir selalu sipil ya,
04:41baik itu gedung sipil ataupun infrastruktur gas dan minyak, ya situasinya akan terus tereskalasi.
04:50Oke, Budina, Menlu-Menlu di kawasan Arab kan juga sudah menyerukan, bakal menggunakan kekuatan militer.
04:58Jika diperlukan, seberapa serius Anda menilai pernyataan ini terhadap peningkatan ketegangan di Timur Tengah?
05:05Ya, seperti yang saya sampaikan tadi itu ya, sebenarnya kan negara-negara Teluk ini militernya memang di atas kertas itu
05:13unggul ya,
05:14artinya mereka punya fasilitas militer yang luar biasa, tapi itu disuplai oleh Amerika Serikat.
05:20Sehingga artinya kemampuan mereka pun juga bergantung pada Amerika.
05:25Di saat ini, justru Amerika Serikat betul-betul kewalahan, karena ini ya, pangkalan militer mereka yang ada di negara Teluk,
05:34kemudian juga suplai amunisi, cadangan interceptor, itu semua sudah jauh berkurang di 21 hari perang ini.
05:44Untuk meminta tambahan, produksi itu tidak secepat yang diinginkan tentu saja.
05:50Sehingga pertanyaan besarnya, dengan cara apa negara-negara Teluk ini kemudian betul-betul berperang melawan Iran,
05:57ketika situasinya mereka sendiri militernya sangat bergantung pada suplai dari Amerika Serikat.
06:02Jadi, kalau saya pikir, ini hanya berupa retorika ya, karena memang mereka betul-betul sudah tertekan sekali ya,
06:17dengan situasi ini, mereka itu kan sebenarnya tidak ingin perang ya,
06:21artinya mereka juga tahu bahwa ini merugikan ekonomi mereka sendiri,
06:26dan juga perang ini kan sebenarnya juga bukan untuk membela negara Teluk ini,
06:30mereka tahu betul bahwa ini sebenarnya untuk Israel.
06:33Sehingga buat mereka itu dilematis banget, tapi tentu pernyataan diplomatik ya wajar ya,
06:39kalau harus disampaikan dengan nada yang keras.
06:41Oke, bicara soal negara-negara Teluk, negara-negara Teluk kan di satu sisi menghadapi ancaman keamanan ya, Budi.
06:50Namun di sisi lain kan keterlibatan dalam perang ini bakal memicu reaksi negatif,
06:55terutama di dunia Islam. Kemungkinan-kemungkinan apa saja yang bisa terjadi, Budina? Anda lihat.
07:02Ya, kalau kita melihat ini ya, sentimen dari dunia Islam, bagaimana publik ya,
07:09itu ternyata berbeda dengan para elit.
07:13Kita melihat bagaimana, saya melihatnya dari ini ya, media sosial.
07:18Kalau yang namanya publik, kelihatan sekali betul-betul mendukung Iran ya,
07:23banyak sekali yang mendukung Iran untuk melakukan serangan kepada pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat
07:28di negara-negara Teluk ini, plus juga menyerang ke Israel.
07:33Karena keprihatinan dunia Islam itu sudah betul-betul jelas ya,
07:38bagaimana selama dua tahun lebih, sejak 2023, itu Gaza digenosida,
07:42tapi tidak ada yang bisa melakukan langkah nyata untuk menghentikan Israel gitu.
07:48Sekarang muncul Iran yang berani untuk melakukan serangan langsung.
07:52Tapi kemudian masalahnya kan opini publik berbeda ya dengan elit,
07:58karena elit punya kepentingan-kepentingannya sendiri.
08:00Saya pikir dari sisi ini, juga ada peluang, ada kemungkinan terjadi ketegangan di dalam negeri mereka masing-masing.
08:09Sekarang saja misalnya di Uni Emirat Arab itu sudah ada larangan misalnya untuk mempublikasikan kerusakan-kerusakan yang terjadi.
08:19Ini kan menunjukkan adanya upaya untuk menutupi informasi dan mengkhawatirkan adanya gerakan-gerakan yang membahayakan posisi pemerintah di negara tersebut.
08:30Artinya pada akhirnya ini menjadi ujian ya bagi rezim-rezim monarki teluk ini,
08:37apakah mereka masih terus tunduk pada Amerika Serikat yang jelas-jelas berlawanan dengan kepentingan nasional mereka,
08:44dengan keinginan bangsa mereka, dengan harapan opini publik mereka,
08:48atau ya mereka berpihak kepada yang diinginkan oleh masyarakat.
08:53Dalam hal ini yang kita sebut dunia Islam tentu ya sebagian besar juga ada di tanah mereka ya,
08:58umat muslim sedunia, juga kita di Indonesia semuanya berharap agar Palestina merdeka dan perjuangan Iran ini melawan Amerika Serikat dan
09:06Israel
09:06itu kan sebenarnya satu paket ya dengan urusan Palestina.
09:09Nah seandainya Iran tidak memberikan bantuan persenjataan kepada para pejuang Palestina,
09:16kepada Asyarullah Yaman, atau kepada Hezbollah Libanon,
09:20itu Iran nggak akan diserang seperti sekarang.
09:22Tapi Iran diserang dan sebelumnya puluhan tahun di embargo,
09:26karena posisi kebijakan luar negerinya yang terus-menerus memberikan bantuan kepada perjuangan anti-Israel itu ya.
09:32Oke selain serangan langsung yang menggunakan drone,
09:35Budina hingga rudal sejak awal Iran memang menggunakan tekanan tidak langsung melalui jalur strategi seperti Selat Hormuz.
09:43Nah kemudian apakah strategi ini Anda lihat efektif untuk bisa menekan Amerika Serikat dan juga Israel?
09:49Saya pikir ya, tadi yang saya sampaikan mengenai imperialisme ya,
09:53sebenarnya kan yang terjadi di Timur Tengah ini adalah hegemoni dan dominasi ekonomi dari Amerika Serikat,
10:00terutama dengan dolarnya, makanya disebut petrodollar gitu ya.
10:04Sekarang Selat Hormuz ditutup dan Iran memilih siapa saja yang boleh lewat dengan menggunakan yuan,
10:12ini kan menjualkan perlawanan terhadap petrodollar ini.
10:15Dan ini kalau terus-menerus terjadi itu akan melumpuhkan perekonomian di Amerika Serikat sendiri.
10:22Banyak sekali pengamat ekonomi dari Amerika Serikat yang memperingatkan ini akan menuju ke resesi ekonomi
10:28yang sangat berat buat Amerika dan secara global juga terjadi resesi ekonomi.
10:33Dan saya pikir ini betul-betul Trump akan ditekan ya dari oleh banyak pihak ya,
10:39karena yang ketika ekonomi yang menjadi taruhan,
10:44yang merasakannya itu semua pihak gitu ya,
10:47bukan hanya militer saja, bukan hanya elit yang melakukan perang,
10:53tapi semuanya termasuk rakyat kecil.
10:54Nah ini saya pikir Indonesia juga bisa melakukan perannya di sini juga,
11:00yang memberikan tekanan juga kepada Amerika Serikat untuk segera menghentikan perang ini,
11:04karena memang pihak Iran itu kan merespon ya,
11:09kalau Amerika Serikat menghentikan perang dan menuruti kehendak Iran,
11:14antara lain, Iran itu kan sebenarnya bukannya tidak ingin gencatan senjata,
11:18tapi ingin perang dihentikan.
11:20Kalau gencatan senjata, suatu-suatu nanti Iran akan diserang lagi.
11:23Tapi dia bilang, kami inginnya perang dihentikan,
11:25ada jaminan nggak akan lagi diserang selamanya.
11:28Nah Amerika Serikat sekarang yang harus melakukan pilihan.
11:32Oke, kalau gitu apa yang bisa dilakukan Indonesia untuk bisa meminimalkan dampak perang di Iran,
11:40untuk kondisi di dalam negeri?
11:43Kalau di dalam negeri tentu itu urusan ini ya,
11:47Menteri Ekonomi, Menteri Perdagangan, yang jelas perlu mitigasi yang jelas ya,
11:52karena situasi ini kan tidak bisa diprediksi berapa lama tentu,
11:56dan saat ini harga minyak dunia itu semakin naik,
12:00dan selat hormus ini bukan cuma, urusannya juga bukan cuma minyak atau gas ya,
12:05ada urea, ada sulfur, ada petrokimia.
12:10Kebayang kalau ini ya, pupuk terhambat,
12:14apa itu namanya, persediaan pupuk terhambat,
12:17karena suplai urea dari Timur Tengah juga terhambat,
12:22tentu pertanian kita juga ada masalah.
12:24Artinya ini dampaknya itu luas banget,
12:27tidak sebatas minyak dan gas.
12:29Artinya, pemerintah betul-betul harus memikirkan kedaulatan ya,
12:34kedaulatan energi, kedaulatan pangan,
12:36tidak bisa lagi terus menggantungkan situasi pada pasar global.
12:40Kalau kita berdaulat,
12:42dari segala sisi tentu apapun yang terjadi di luar,
12:45kita tidak terlalu berdampak.
12:47Nah, langkah-langkah strategis ini,
12:49langkah strategis dan fundamental tentu perlu dilakukan oleh pemerintah,
12:53tidak sekedar sekarang ada konflik,
12:55sekarang ada masalah,
12:56lalu berusaha dicari solusi jangka dekat,
13:01tapi melupakan hal-hal fundamental yang harus betul-betul diperbaiki.
13:05Oke, baik.
13:07Terima kasih atas pandangannya.
13:09Di Breaking News Kompas TV hari ini,
13:10pengamat hubungan internasional Universitas Pajajaran,
13:13Ibu Dina Sulaiman, sehat selalu.
13:15Budina.
13:16Terima kasih, Mbak Maido.
13:20Saudara Breaking News Kompas TV,
13:21jeda sejenak tetaplah bersama kami.
Komentar