00:08Intro
00:23Hingga pekan ketiga, perang di timur tengah berkecamuk.
00:26Iran masih memberikan perlawanan menyerang Israel dan fasilitas vital Amerika Serikat di timur tengah.
00:32Selasa dini hari, serangan Iran menyasar kedutaan besar AS di Baghdad, Irak.
00:37Kompleks diplomatik tersebut dihantam oleh gelombang rudal, drone, dan roken.
00:43Tak hanya Amerika Serikat yang tampaknya mulai kewalahan atas perang di timur tengah.
00:47Sekutu AS, Israel, kini juga tengah fokus menghadapi serangan Hisbullah dari Lebanon.
00:52Hisbullah menembakkan rudal berpemandu yang diarahkan ke tentara Israel di Jabal al-Blat di selatan Lebanon.
00:59Amerika Serikat dan Israel kini terpecah harus mengatasi serangan-serangan yang menyasar fasilitas penting masing-masing negara.
01:06Selain itu, penutupan selat hormus di tengah perang juga masih terjadi.
01:12Amerika Serikat kini meminta bantuan sekutunya untuk terlibat atas perang yang terjadi di timur tengah.
01:26Terima kasih telah menonton!
02:01Dosen hubungan internasional Venus University, Tia Mariatul, menilai Amerika Serikat salah strategi sejak awal.
02:08Menurut Tia, Amerika Serikat kini dihadapkan pada situasi yang dilematis.
02:12Saya melihatnya betul-betul Amerika itu dari awal pun sudah salah strategi ya.
02:20Dari ketika Israel mengizinkan Israel untuk menyerang Iran, itu saja sudah salah begitu strateginya.
02:26Jadi kesini pun ketika mau mengakhiri perang pun, Trump kebingungan sendiri.
02:33Kemudian mengajak sekutunya berharap bisa join.
02:36Tidak ada yang mau.
02:37Dan sekarang Iran memainkan strategi berikutnya dengan menutup selat hormus pun.
02:42Trump mengajak yang lain supaya mengirimkan kapal untuk security untuk atas nama keamanan ke hormus pun.
02:49Tidak ada yang mau juga, sampai harus call China pun, itu saya pikir China juga tidak akan mau begitu ya.
02:55Jadi sekarang posisinya Amerika betul-betul dilematis.
03:00Selain melancarkan serangan lewat udara, kini Iran masih aktif menutup selat hormus yang menjadi uratna di jalur perdagangan minyak dunia.
03:07Penutupan selat hormus ini berdampak pada perekonomian global.
03:11Tim Liputan, Kompas TV
03:18Sudah membahas soal AS Israel yang kini mulai terpecah fokus perlawanannya hingga Trump yang meminta bantuan sekutu di perang Timur
03:26Tengah.
03:26Kita sudah bersama dengan pengamatan terorisme dan intelijen Ridwan Habib.
03:30Selamat malam Mas Ridwan.
03:33Selamat malam Mas Rahmat.
03:34Mas yang Anda bisa baca saat ini, kondisi perang AS dan juga Iran itu bagaimana?
03:39Mengarah kemana saat ini?
03:40Ya saat ini Amerika tampaknya makin kebingungan ya, karena baru saja kita mendapatkan informasi
03:47Yosef Ken atau National Counter Terrorism Center Director
03:53atau Direktur Kontraterorismenya Amerika
03:56mengundurkan diri Mas Rahmat
03:58baru saja kira-kira ya 15 menit 20 menit sebelum kita live ini
04:03mengundurkan diri dan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Trump
04:07bahwa dia merasa Amerika akan kalah dalam perang melawan Iran.
04:11Artinya apa Mas Ridwan?
04:13Ini menunjukkan bahwa di internal mereka sendiri, ini Direktur Kontraterorisme.
04:18Kalau di Indonesia mungkin setara BNPT lah ya, setara kepala BNPT-nya begitu.
04:23Dia sudah merasa bahwa Amerika akan kalah dalam perang ini.
04:28Artinya ini analisa yang langsung dari pihak yang sudah berperang dengan Iran.
04:33Tampaknya memang demikian Mas Rahmat.
04:35Tampaknya tidak ada lagi strategi yang bisa dilakukan Amerika kecuali melakukan pengeboman membabi buta.
04:41Dan kalaupun di bom pun, sekalipun di bom membabi buta,
04:44tadi Kompas TV menayangkan pengeboman di beberapa tempat-tempat warga sipil berkumpul,
04:50ini menunjukkan makin frustrasinya Israel dan Amerika karena mereka kehilangan target-target strategis
04:55dan melakukan pengeboman secara masif bahkan di tempat-tempat sipil ya.
05:00Dan itu melanggar hukum-hukum perang internasional.
05:03Oke, jadi terlihat Amerika Serikat dan juga Israel kini hilang fokus,
05:08mereka jadi terpecah.
05:09Ada yang harus menghadapi Hezbollah Israel ini kan?
05:12Kemudian Iran, Amerika menghadapi Iran?
05:15Ya, sementara proksi-proksi dari Iran berjalan terus maksimal ya.
05:19Hezbollah yang diduga pada awalnya tidak mempunyai kekuatan yang signifikan,
05:24justru meluncurkan satu operasi yang disebut dengan Operasi Al-Fil.
05:28Itu operasi yang luar biasa melakukan serangan darat maupun serangan rudal ke Haifa
05:33di sebelah utara Israel yang berbatasan dengan Lebanon.
05:37Lalu, gerilyawan Irak, Irak People Mobilation Force,
05:41yang itu juga simpatisan dari Iran, pro-Iran.
05:46Mereka melakukan serangan dan bahkan bisa menghancurkan satu pesawat refueling,
05:51kerosin cargo 135 memilih Amerika Serikat yang dijatuhkan di Irak Barat.
05:55Sementara pesawat ini sebenarnya sangat signifikan untuk melakukan refueling jet-jet tempur.
06:00Tanpa refueling, jet-jet tempur itu nggak bisa terbang.
06:03Jadi artinya dari sisi Iran masih sangat gigih,
06:06proksi-proksi meka bergerak,
06:08Hoti di Yaman juga bergerak, di Lebanon bergerak,
06:11Sementara dari Israel dan Amerika tampaknya strateginya ya asal ngebom-ngebom-ngebom saja,
06:16yang kemudian mengarah ke fasilitas-fasilitas sipil ya,
06:19fasilitas-fasilitas warga yang sebenarnya dilarang dalam hukum perang internasional.
06:23Tadi selain proksi yang dekat berkaitan dengan Iran,
06:29apalagi yang membuat Iran bisa bertahan sejauh ini,
06:33pecah fokus AS dan juga Israel ini?
06:35Ya, Mas Rahmat, kapasitas Iran ini kan sudah dibangun puluhan tahun ya,
06:41sebelum dilakukan serangan oleh Amerika ini.
06:44Mereka menyadari bahwa mereka didesak untuk bersiap.
06:47Dan ini terbukti bahwa fasilitas drone mereka tidak habis.
06:50Walaupun hampir setiap hari ratusan jet tempur menyerbu,
06:53ternyata dronenya juga masih ada yang terbang.
06:56Dan statistik dronenya yang terbang juga tidak menurun drastis ternyata,
07:02dalam kapasitas sehari sekitar 100 drone itu sudah sangat signifikan.
07:06Dan kemudian mereka juga bahkan meluncurkan,
07:09mulai meluncurkan rudal-rudal baru ya,
07:12rudal balistik terbaru misalnya si Jill.
07:14Si Jill ini multi-warhead,
07:16dia begitu meledak di udara,
07:19dia akan keluar beberapa rudal-rudal kecil begitu,
07:22disperse, kemudian mentarget dengan akurasi di bawah 100 meter dari target.
07:28Jadi ini sangat presisi, sangat presisi.
07:30Dan kecepatannya sekitar 13 maaf atau 13 kecepatan suara.
07:3413 kecepatan suara itu sekitar 30 ribu kilometer per jam.
07:39Artinya dengan 3 minggu ini ternyata kapasitas Iran tidak berkurang signifikan,
07:45warganya masih sangat resisten, warganya masih sangat militan,
07:49pemerintahnya masih fokus,
07:51dan tidak ada kesan-kesan sekalipun bahwa Iran akan kalah dalam perang kali ini.
07:56Ini Amerika Serikat, Donald Trump tadi kita tampilkan sampai meminta bantuan sekutunya,
08:01tentu negara-negara sekutu untuk bisa terlibat secara cepat di timur tengah ini.
08:06Apakah ini jadi simbol?
08:08Jika Amerika Serikat tak mampu hadapi Iran untuk saat ini?
08:11Ya, sementara ini sebenarnya bukanlah tidak mampu,
08:14tetapi mereka kebingungan karena analisa mereka terkait dengan ideologi Irannya salah.
08:19Mereka berpikir ketika Ayatullah Ali Khomeini, pemimpin tertingginya itu wafat,
08:25dibunuh oleh serangan jet tempur itu,
08:28maka mentalitas tentara dan mentalitas warga Iran akan jatuh.
08:31Lalu rezimnya akan jatuh dan berganti ke pemerintahan baru yang pro-Amerika.
08:36Tapi kan dugaan ini ternyata salah,
08:38karena walaupun misalnya Ali Rahayatullah Khomeini wafat,
08:42itu ternyata tidak menyurutkan semangat rakyat,
08:45tentaranya masih gigih,
08:46menhanya dibunuh, muncul lagi penggantinya,
08:48penggantinya dibunuh, muncul lagi penggantinya,
08:51kemudian kolonel-kolonelnya juga dengan sangat gagah berani,
08:54jumpa pers dengan kantor media mereka ya,
08:57bahkan jumpa pers dengan bahasa Inggris ya,
09:00untuk menyindir Trump bahwa Trump itu cukup dihadapi level kolonel untuk Iran.
09:06Jadi ini memang luar biasa,
09:09saya kira pertarungan kubu Iran yang sampai hari ini masih sangat gigih.
09:13Sampai kapan, Mas Iduan ini,
09:15kalau Anda melihat dengan kondisi yang terjadi saat ini,
09:18sampai kapan perang akan berakhir?
09:20Ya sekarang Israel ini kan tampaknya mulai frustasi
09:24dengan tidak mau bergabungnya negara-negara teluk melakukan serangan ya.
09:29Mereka kan berharap negara-negara teluk itu ikut membantu Israel dan Amerika menekan Iran.
09:34Tetapi kan sebaliknya,
09:36negara-negara teluk ini justru mereka menahan diri,
09:39bahkan para pengusaha-pengusaha besarnya itu menahan investasinya ke Amerika Serikat.
09:44Dan ini menakutkan sekali buat ekonomi Amerika,
09:47karena mereka sangat berharap dari investasi dari Timur Tengah.
09:51Tampaknya memang kalau pertanyaan Mas Rahmat Ibrahim tadi sampai kapan,
09:55Iran ini kan menunggu ya, menunggu perang darat terjadi.
09:59Ini yang disampaikan oleh Menteri Luar Negerinya,
10:02Araji, di dalam wawancara media internasional,
10:05dia mengatakan Iran siap menunggu tentara Israel dan tentara Amerika
10:11masuk ke Iran untuk perang darat.
10:13Dan kalau itu terjadi ya, saya kira bisa dalam hitungan bulan ya,
10:16mungkin 3 sampai 6 bulan akan terus berlangsung peran ini.
10:20Mas Irwan, mengapa negara sekutu yang tidak ingin langsung membantu,
10:26tidak menanggapi permintaan bantuan dari Donald Trump?
10:31Ya, Donald Trump meminta ada bantuan untuk membuka Selat Hormuz.
10:34Tetapi ternyata pada faktanya,
10:37mayoritas dari negara-negara besar dunia itu menolak.
10:40Termasuk juga bahkan Inggris sekalipun dia menolak mengirimkan kapal perangnya.
10:44Australia menolak.
10:45Beberapa negara yang lain, apalagi negara-negara Eropa ya,
10:49memikirkan keselamatan negara mereka masing-masing.
10:52Jadi saya kira memang karakteristik Trump yang dianggap terlalu arogan,
10:58mendikte kepentingan internasional,
11:00ini yang kemudian membuat negara-negara itu tampaknya menahan diri, Mas Rahmat.
11:05Termasuk juga mereka memikirkan keselamatannya,
11:08keselamatan tentaranya dan kapal perang mereka sendiri.
11:12Dan ini kan memang Iran ini kan memang mati-matian ya,
11:15menjaga Selat Hormuz.
11:17Dia menyiapkan banyak sekali prau-perau kecil,
11:20kapal-kapal patroli kecil yang siap menghadang
11:23siapapun yang nekat menerobos tanpa izin mereka.
11:26Jadi artinya walaupun ada ancaman dari Trump,
11:28ada sindiran dari Trump,
11:29soal bagaimana porsi mereka menggunakan minyak dari Timur Tengah,
11:32ini tidak akan mengubah mereka untuk tetap belum membantu Amerika?
11:37Ya, sampai hari ini kan nyatanya belum ada dukungan konkret ya.
11:40Bahkan beberapa pihak justru menyalahkan Trump ya,
11:45karena justru karena Trump lah mereka kesulitan sumber daya minyak.
11:49Dan tampaknya kalau ini terus menerus,
11:51tidak ada perubahan dari sisi sikap politik internasional negara-negara itu,
11:55ya Israel dan Amerika akan terkucilkan sendiri,
11:59dan Iran makin lama makin mendapatkan support dari negara-negara
12:02di kawasan Timur Tengah maupun di kawasan Eropa,
12:05bahkan Asia Pasifik.
12:07Baik, terima kasih Mas Ridwan Habib
12:10untuk pandangannya di program Kompas Malam hari ini,
12:13pengamatan terorisme dan intelijen.