Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Video Lengkap

HIDUP DALAM KAWASAN ILAHI  (BAG 18)
HODOS
https://dai.ly/xa15lvy
Transkrip
00:00Kemudian kita merindukan pulang ke surga.
00:05Ini sudah zamannya kita menjadi orang Kristen yang benar-benar serius.
00:12Kalau serius pasti merindukan rumah Bapak.
00:17Jadi ingat ya dua kebenaran penting ini.
00:21Pertama Allah selalu memiliki anak yang berkenan.
00:26Jadi anak Allah pasti berkenan, harus berkenan.
00:31Yang kedua, semua anak-anak Allah ini akan dimuliakan bersama Tuhan Yesus.
00:38Itulah sebabnya terkait dengan yang pertama, semua anak-anak Allah harus berkenan kepadanya.
00:49Semua orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus dan bersedia menjadi anak-anak Allah harus berjuang untuk menjadi manusia yang
01:01berkenan kepada Allah.
01:03Harus berjuang.
01:08Harus berjuang.
01:14Harus berjuang.
01:17Perjuangan ini harus menjadi agenda tunggal.
01:23Nah ini problemnya.
01:24Karena kita sudah biasa memiliki banyak agenda saudara.
01:30Dan kita menganggap itu normal.
01:33Kita menganggap bahwa agenda kita itu normal.
01:37Padahal itu tidak normal saudara.
01:41Agenda yang tidak normal itu.
01:46Agenda kita tunggal satu.
01:51Yaitu berjuang untuk menjadi manusia yang berkenan kepada Allah.
01:57Supaya kita ini bisa menjadi anak-anak kesukaan Bapak yang bersekutu dengan Bapak.
02:08Jadi saudaraku, Allah Bapak itu ingin ya orang-orang yang dipilih ya untuk dipilih mendengar Injil ini menjadi orang-orang
02:23yang bisa bersekutu, bercengkerama dengan Allah.
02:28Tidak semua orang diberi kesempatan mendengar Injil.
02:33Tidak semua terpilih saudara.
02:35Hanya orang-orang yang terpilih.
02:39Dan memang sejak, maaf, sebelum dunia dijadikan, Allah memang mengendaki ada anak-anak itu.
02:48Ia merancang adanya orang-orang yang berkualitas sebagai anak-anak Allah yang bisa, boleh menyukakan hati Allah.
03:01Nah sekarang kita sadar, kita mau menjadikan ini agenda kita.
03:09Ya, menjadikan ini agenda kita saudara.
03:14Saya mulai berpikir saudara, begitu sibuknya saya di dalam kegiatan pelayanan baik di kerja lokal, di sinode maupun di STT
03:29ekumene dan lain sebagainya.
03:32Saya mulai berpikir, kelelahan ini, keletihan ini, kesibukan ini, kalau tidak membuat saya menjadi anak kesukaan Allah, dan tidak membuat
03:47orang yang saya sentuh menjadi kesukaan Allah, percuma.
03:53Jadi saya melihat tragisnya hidup, hidupnya pendeta, hidupnya pelayan Tuhan, kalau hanya memiliki banyak kesibukan tetapi tidak mengubah orang,
04:09ya juga tidak berubah untuk menjadi orang-orang yang menjadi kesukaan Allah, itu tragis loh.
04:15Tragis saudaraku, menyedihkan, untuk apa kelelahan ini?
04:24Nah sekarang saya menyampaikan ini kepada saudara-saudara, maksudnya adalah saudara jangan meleset.
04:31Jadikan ini agenda hidup saudara-saudara, supaya saudara bisa menjadi anak-anak Allah yang dinikmati oleh Tuhan.
04:47Di dalam keselamatan itu karakter seseorang itu diubah secara total, untuk menjadi sempurna seperti Bapak atau serupa dengan Yesus.
05:06Tetapi ini sebuah proses yang harus berlangsung sepanjang hidup kita.
05:12Kalau hal ini benar-benar bisa berlangsung dan seseorang mengalami perubahan secara benar, secara berarti, secara signifikan,
05:26maka orang tersebut barulah pantas dan layak menjadi anak-anak Allah dan layak dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus.
05:36Ingat dua kebenaran tadi, semua anak-anak Allah adalah orang-orang yang berkenan kepada Allah, mesti harus berkenan.
05:47Dan semua anak-anak Allah adalah orang yang dimuliakan bersama Yesus, tidak ada pilihan.
05:56Jadi bagi orang percaya itu proyeksi hidupnya, ya ini proyeksi yang Allah kehendaki, bukan hanya masuk surga,
06:07tetapi juga dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus, Roma 8 ayat 17.
06:14Aduh saudara, yuk kita fokus ke sini yuk saudara, sebelum terlambat.
06:23Saya bicara begini kadang-kadang seperti nabrak tembok, tapi saya bicara terus, pasti ada orang yang disisakan.
06:33Saya mengerti ada orang-orang yang berkata, ini kok gak nyambung ya dengan hidup kita.
06:39Ya karena kau sudah terlalu jauh dari kebenaran Tuhan.
06:43Dulu juga saya tidak bisa bicara ini, karena saya juga memiliki kesenangan-kesenangan dan hidup masih dalam kedaulatan saya sendiri.
06:54Nah sekarang baru belajar untuk hidup di dalam kedaulatan Allah, artinya hidup sesuai dengan maksud Allah menciptakan kita.
07:04Hidup di dalam penurutan terhadap kehendak Allah.
07:10Jadi di dalam keselamatan karakter seseorang diubah secara total untuk menjadi sempurna seperti Bapak.
07:20Dan model manusia yang sempurna seperti Bapak itu Tuhan Yesus.
07:25Nah itu baru menjadi anak kesukaan.
07:28Jadi memang sedikit sekali, sedikit sekali orang yang menjadi anak kesukaan ini.
07:37Tetapi kita mau menjadi anak kesukaan saudaraku ya.
07:42Makanya kita senang ya nyanyi lagu ini.
07:44Kiranya engkau temukan, di matamu aku berkenan di antara manusia.
08:00Itulah kehormatanku, terindah dalam hidupku.
08:08Kebahagiaan di hadiratmu.
08:12Bapak, dari ketinggian tatamu.
08:18Bapak, dari ketinggian tatamu.
08:27Kau selidiki setiap kalbu.
08:41Kau yang menguji.
08:48Bapak, aku sungguh merindukan.
08:57Menjadi anak kesukaan, seperti simponi yang merdu di hadapan.
09:13Bapak, ketinggian tatamu.
09:15Katakan kiranya, nyanyikan.
09:17Kiranya engkau temukan, di matamu aku berkenan.
09:24Di antara manusia.
09:50Di antara manusia.
10:04Itulah kehormatanku, terindah dalam hidupku.
10:11Kebahagiaan di hadiratmu.
10:20Sudara.
10:21Jadi kalau kita sudah melayani capek-capek, lalu kita sendiri tidak berubah, tidak menjadi anak kesukaan Bapak.
10:30Dan kita juga tidak menjadi berkat untuk orang.
10:35Orang.
10:36Orang juga tidak menjadi kesukaan Bapak.
10:39Tidak jadi anak kesukaan Bapak.
10:41Waduh, sudara.
10:42Tragis, sudara.
10:44Tragis.
10:46Rasanya saya mau berkata.
10:49Pensiun.
10:51Pensiun.
10:52Saya pensiun saja.
10:55Doa, persiapan khutbah.
10:58Khutbah, sudah.
11:00Jabatan ambillah.
11:01Semua jabatanku boleh diambil.
11:03Kalau dulu masih menikmati keberatannya menyerahkan ke orang lain.
11:10Sekarang sudah tidak.
11:14Cuman masalahnya apakah ada orang yang bisa menggantikan tugas besar ini.
11:20Kalau ada, monggo.
11:24Silahkan.
11:25Tuhan tahu.
11:27Sebab yang penting kita ini nanti kalau meninggal dunia itu berkenan.
11:32Makanya sekarang ini kita harus berjuang untuk bertanya kepada Bapak.
11:38Bapak, aku harus jadi manusia macam apa ya yang bisa kau nikmati.
11:49Yang kau bisa nikmati gitu loh.
11:52Aduh, Tuhan tolong aku.
11:54Tuhan.

Dianjurkan