Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan presiden dan wakil presiden ke Istana Kepresidenan Jakarta Selasa (3/3/2026) malam ini. Mantan Presiden Jokowi dan SBY hadir dalam undangan ini.

Selain itu ada sejumlah menteri kabinet merah putih yang hadir. Diantaranya adalah Mensos Saifullah Yusuf serta Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca Juga [FULL] Beda Dubes dan Pakar HI Soal Pernyataan Prabowo yang Siap Jadi Mediator AS-Iran di https://www.kompas.tv/nasional/654712/full-beda-dubes-dan-pakar-hi-soal-pernyataan-prabowo-yang-siap-jadi-mediator-as-iran

#prabowo #undanganistana #menterikeuangan #menterisosial

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654719/turut-hadir-dalam-undangan-prabowo-begini-kata-menkeu-purbaya-mensos-saifullah-yusuf
Transkrip
00:00Saat ini tamu-tamu masih terus berdatangan, satu persatu akan memasuki Istana Merdeka yang baru datang adalah Menteri Sosial Saifullah
00:09Yusuf.
00:10Kita dengarkan dulu pernyataan persnya.
00:13Tentu kalau ada waktu kami akan melaporkan tentang bantuan sosial sesuai pendukasan Presiden yang melalui Kementerian Sosial.
00:21Ada bantuan sosial reguler, ada bantuan sosial adaptif untuk kebencanaan atau untuk respon kasus, dan yang ketiga adalah bantuan sosial
00:32untuk kebencanaan, dan yang terakhir bantuan sosial untuk penyelenggaraan sekolah rakyat.
00:39Saya ulang lagi ya, jadi yang pertama bantuan sosial reguler, bantuan sosial reguler itu ada PKH, Sembago, dan PBI.
00:48Kemudian yang kedua adalah PANSUS adaptif untuk kebencanaan, dan yang kedua untuk respon kasus, dan yang terakhir adalah untuk penyelenggaraan
00:58sekolah rakyat.
00:59Tiga itu, ya cukup ya.
01:01Puan khususnya Pak, Pak, perempuan yang ingin sampaikan?
01:04Enggak ada, saya sudah sampaikan kemarin.
01:06Oke, soal ini Pak, biopolitik ini mengganggu enggak apa dengan keuangan kita di Indonesia, Pak?
01:12Kan channelnya pasti melalui ekstur ataupun melalui harga minyak.
01:23Berarti tidak ada kekhawatiran dari Anda, Pak?
01:26Enggak, kita bisa adjust, kita bisa atur.
01:28Itu langkah artisipasi yang ditiapkan aja, Pak?
01:30Kalau misalnya terkaitan penutupan selanpormat, kalau misalnya terdampak ke impor.
01:35Semakin parah gimana, Pak?
01:37Kalau impor semakin parah kan harganya mahal ya.
01:41Kan akan menekan defisit, menekan defisit.
01:44Ya kita pastikan aja, pertama, tax collection kita, pengumpulan pajak kita sama Cukai, enggak ada yang bocor.
01:50Itu sudah mengurangi tekanan ke defisit.
01:53Nanti kalau lebih bagus, itu lebih bagus, kita lihat dampaknya seperti apa.
01:57Baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan.
02:00Oke, itu ini termasuk dengan 20 hari stok yang dibilang oleh Pak Bahlil, itu persiapannya ada enggak?
02:05Kalau harga itu harga setahun kan, kalau kita asumsinya setahun.
02:0820 hari itu kalau enggak ada supply yang sama sekali baru berantakan, tapi biasanya enggak seperti itu.
02:14Kita pasti bisa dapat supply, tapi harganya lebih tinggi, itu aja.
02:17Tapi pasti terkendali gitu ya, Pak?
02:19Kita bisa, saya bisa hitung dengan asubje tadi, kita masih bisa mengendalikan defisit kita.
02:24Kita masih bisa maju, enggak ada masalah.
02:27Dan kalau gelebangnya jatuh, selama kita bisa jaga domestic demand yang 90% kontribusinya ke ekonomi,
02:32kita juga masih bisa survive.
02:39Tadi Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa saat ditanya oleh wartawan bagaimana menghadapi kondisi geopolitik saat ini,
02:47menyatakan bahwa kita masih bisa survive.
02:49Selain Menteri Purbaya, juga anggota Kabinet Merah Putih masih terus berdatangan.
Komentar

Dianjurkan