Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla menanggapi niat Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator damai antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran.

Jusuf Kalla mengatakan niat Prabowo patut dihormati, namun suasana tak mudah sebab pihak yang berkonflik sudah saling balas serangan.

"Ini harus dihormati niat yang baik, tapi suasananya bukan suatu yang mudah. Apalagi sudah diserang, apalagi dua negara, dua lawan satu. Jadi kemudian kalau perdamaian itu apa yang dapat diserahkan win-win solution, apa yang dapat ditawarkan," ujar Jusuf Kalla, Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga [FULL] Jusuf Kalla Bicara Perang Iran vs AS-Israel: Kematian Khamenei hingga Prabowo jadi Mediator di https://www.kompas.tv/nasional/653837/full-jusuf-kalla-bicara-perang-iran-vs-as-israel-kematian-khamenei-hingga-prabowo-jadi-mediator

#jusufkalla #presidenprabowo #iran

Video Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653880/jusuf-kalla-tanggapi-niat-prabowo-jadi-mediator-damai-as-israel-dan-iran
Transkrip
00:00Pertama, semua konflik yang melibatkan Amerika itu
00:05wujudnya ancaman senjata, ancaman roket, ancaman itu.
00:11Dan itu diperlakukan dengan suatu todongan.
00:16Dan ini sebenarnya, seperti kita tahu,
00:20sudah dalam perundingan di Oman, di Genewa,
00:25antara Iran dengan Amerika.
00:27Tapi tetap saja Amerika melancarkan serangan dengan Israel.
00:31Jadi memang niatnya Amerika itu bukan niat baik untuk berunding, tidak.
00:38Hanya itu alasan bahwa dia ingin menguasai, menyerang pemerintahan tertentu.
00:44Jadi semua perundingan tidak akan tercapai.
00:47Berunding langsung saja tidak tercapai.
00:49Apalagi ya tentu niat baik ini dari Presiden tentu kita hargai.
00:53Namun, ini situasi sangat sulit untuk didamaikan sampai dengan Iran menyerah.
01:02Di situ terjadinya.
01:05Humania saja sudah wafat, dan ini apalagi yang lain.
01:10Dan mereka mengancam akan menghabis itu.
01:13Ini adalah ciri yang Amerika.
01:14Hal itu dilakukan di Irak, hal itu dilakukan di Afganistan, hal itu dilakukan di Libya.
01:20Jadi memang ini Amerika suatu membuat imperialisme baru kepada negara-negara itu.
01:28Jadi sulit diatasi hal tersebut, sampai dengan dia juga mengalami kekalahan.
01:36Contohnya di Vietnam, di Afganistan, setelah 10 tahun, 20 tahun lupang, dia lari juga Amerika itu.
01:45Seperti saya kata, ini harus dihormati niat yang baik.
01:49Tapi suasananya bukan suatu mudah, apalagi sudah diserang.
01:56Apalagi dua negara, dua lawan satu.
01:58Jadi kemudian, kalau perdamaian itu, apa yang dapat diserahkan, win-win situasi, apa yang dapat ditawarkan.
02:07Sudah kalau serap perang begini, dengan kekuatan militer yang begitu besar, maka tinggal satu, Iran menyerah atau tidak.
02:16Itu saja.
02:18Tidak sudah sulit, dan hanya suatu penyelesaian dan damai sudah sulit.
02:22Ya, berusaha tentu ada baiknya, tapi sudah sangat sulit untuk mendamaikan kekuatan sebesar ini lawan Iran dalam situasi di Kepung
02:36seperti ini.
02:37Apalagi negara-negara juga, apakah itu Qatar, apakah itu Emirat, Saudi, Ibarat.
02:47Itu juga sekarang terlibat dalam arti Iran menyerang itu karena situasi dalam pangkala militer Amerika.
02:54Dan menurut Iran, itu hak dia, karena itu Amerika melawan dia.
03:24Saudara kecepatan informasi dan akurasi data.
03:28Sampai jumpa di Indonesia malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan