Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dunia bereaksi keras setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran pada hari Sabtu (28/2/2026) dan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Serangan ini memicu kekhawatiran global pada stabilitas di Timur Tengah.

Membahas lebih dalam soal konflik yang terjadi di Timur Tengah dan apa dampaknya bagi Indonesia, sudah bergabung pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi.

Baca Juga Rute Penerbangan Umrah Diubah Imbas Konflik AS-Iran, Bagaimana Nasib Jemaah RI? Ini Kata Kemenhaj di https://www.kompas.tv/nasional/653910/rute-penerbangan-umrah-diubah-imbas-konflik-as-iran-bagaimana-nasib-jemaah-ri-ini-kata-kemenhaj

#timurtengah #perang #iran #israel #ayatollahkhamenei

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/653913/pengamat-analisis-perang-as-israel-vs-iran-pengganti-khamenei-hingga-kans-rusia-turki-jadi-penengah
Transkrip
00:00Saudara untuk membahas lebih dalam soal konflik yang terjadi di Timur Tengah dan apa dampaknya bagi Indonesia.
00:07Sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring pengamat Timur Tengah, Hasibullah Sastrawi.
00:12Selamat malam Pak Hasibullah.
00:15Selamat malam Mbak Valen dan pemirsa Kompas TV.
00:19Ya selamat malam, terima kasih sudah mau menyediakan waktunya untuk kami di Kompas Malam.
00:24Pak ini jadi bagaimana seharusnya pemerintah Indonesia dalam menyikapi konflik Iran, Israel dan Amerika?
00:31Yang pertama sebelum menjawab pertanyaan Mbak Valen, karena saya mengikuti konflik ini dan tampil dalam beberapa kali acara,
00:43kita perlu update untuk perkembangannya terutama sekarang di waktu kurang lebih 32 jam lewat 30 menit
00:55semenjak serangan dilakukan oleh Israel dan Amerika pada siang hari waktu Indonesia kemarin.
01:03Saya melihat perkembangannya dua Mbak apa namanya yang saya catat.
01:08Yang pertama adalah serangan demi serangan itu masih terjadi dan makin intensif.
01:15Bahkan yang terbaru, serangan yang paling besar itu terjadi di Israel di daerah Beth Shemesh atau Beth Shemesh kalau dalam
01:24bahasa Arab.
01:25Di mana puluhan korban diberitakan menjadi korban dari serangan yang dilakukan oleh Iran sebagai balasan atas serangan yang dilakukan oleh
01:37Israel.
01:38Dan yang kedua konteks yang menarik adalah justru pernyataan pers secara eksklusif yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas
01:46Aragji kepada Al-Jazirah kurang lebih 30 menit yang lalu.
01:50Banyak hal yang disampaikan oleh Ambas Aragji yang pertama diantara yang paling penting menurut saya bahwa Iran mempunyai sistem dan
02:01konstitusi yang sudah cukup kuat termasuk ketika mengantisipasi masa-masa krisis seperti sekarang.
02:08Dalam pernyataan yang disampaikan Aragji bahwa sekarang sudah mulai terbentuk yang namanya Dewan Kemimpinan Transisi yang dipimpin dari tiga unsur
02:21yaitu dari unsur Presiden Iran Mas Besaskian kemudian dari unsur Mahkamah Agung dan juga dari unsur Dewan Penjaga Konstitusi.
02:32Nah apa namanya Dewan ini akan menjalankan roda pemerintahan dan kepimpinan pada masa-masa transisi.
02:40Dan yang kedua yang sangat apa namanya sangat kuat menurut saya penyataan Abbas Aragji bahwa kurang lebih dalam satu hari
02:51atau dua hari ke depan kemungkinan akan sudah mulai terpilih pengganti daripada Ayatullah Ali Al-Khamenei sebagai pemimpin tertinggi.
02:59Nah itu artinya kurang lebih dua hari lagi paling lama Iran akan kembali pulih sistem kepemimpinannya dalam bentuk piramida yang
03:09selalu sampaikan bahwa serangan kemarin berhasil membunuh beberapa orang yang berada di ujung tertinggi piramida kemimpinan.
03:17Tapi dengan adanya sistem yang sudah cukup kuat termasuk konstitusi yang mengatur pemerintahan dan tata kola kemimpinan di Iran maka
03:27yang disampaikan oleh Abbas Aragji menjadi semacam bukti bahwa Iran mungkin bisa diserang.
03:35Malah ini juga disampaikan oleh Abbas Aragji, Iran mungkin bisa diserang dan dibunuh salah satu pimpinannya tapi sistemnya sudah berjalan
03:43dengan sangat kuat.
03:44Konstitusinya sudah mengatur waktu demi waktu yang harus dilakukan pada masa-masa krisis seperti sekarang.
03:52Mbak Valen.
03:52Lantas bagaimana sikap Indonesia dalam menyikapi konflik ini Pak Asyibullah?
03:57Ya menurut saya ini untuk masyarakat Indonesia terutama dan juga pemerintah kepada masyarakat menurut saya karena masyarakat kita memiliki kecenderungan
04:09untuk dukung-mendukung.
04:11Jadi dan sekali lagi karena ini juga sifatnya emosional dan tokoh penting jadi masyarakat akan menempatkan dukungannya berdasarkan mungkin warna
04:23-warna atau mungkin keadaan-keadaan kebudayaan tertentu dan dari situ kemudian merasa mendukung yang satu dan tidak mendukung yang lain.
04:33Itu adalah sikap umum daripada masyarakat yang memang di Indonesia itu menjadi ciri khas.
04:38Nah yang paling menentukan menurut saya dan ini harus diperhatikan justru oleh pemerintah.
04:43Yang pertama pemerintah harus betul-betul berpegangan kepada nilai-nilai kebangsaan kita, panduan-panduan kebangsaan kita terutama berkaitan dengan negara
04:54-negara yang sedang berkonflik seperti Iran dan Amerika dan Israel sekarang.
04:59Tentu yang dilakukan oleh Israel dan Iran itu tidak bisa dibenarkan karena itu adalah agresi.
05:04Itu adalah serangan terhadap negara yang berdaulat dan Iran mempunyai hak secara hukum, secara moral untuk melakukan pembalasan.
05:15Dan itu juga tadi yang disampaikan oleh menurut Iran bahwa Iran memiliki pijakan hukum dan pembenaran untuk melakukan serangan balasan.
05:25Namun demikian sekali lagi pemerintah harus menurut saya berpegangan kepada perspektif kebangsaan kita terutama kaitannya dengan turut serta menciptakan perdamaian
05:35dunia berdasarkan perdamaian abadi.
05:39Jadi ini adalah sebuah konteks yang sangat kuat.
05:42Nah oleh karena itu kalau Bapak Presiden mengusulkan agar menjadi mediator dalam situasi ini menurut saya ini usulan yang sangat
05:51kontekstual.
05:52Walaupun kalau kita cermati di dalam perkembangan global secara umum mungkin kalau hanya sendiri itu akan sangat terbatas ya untuk
06:00bisa menjadi mediasi.
06:02Saya di TV sebelah barusan menyampaikan saya melihat minimal ada tiga negara atau tiga pemimpin yang sekarang kalau ini menjadi
06:11trio kerjasama mungkin akan bisa memudahkan kerja-kerja mediasi untuk meredakan perang ini.
06:17Yang pertama adalah Indonesia dengan Pak Prabowo yang sudah mengusulkan tadi.
06:22Yang kedua juga Turki dengan Erdogan yang kita tahu Turki juga punya hubungan dekat sama Amerika, sama Donald Trump.
06:30Dan banyak juga dipuja-puji di dalam forum-forumnya.
06:34Bahkan ada kayak semacam hubungan segitiga di antara Trump kemudian Netanyahu dan Erdogan saking dekatnya gitu.
06:42Dan yang ketiga menurut saya ini yang bisa juga dimainkan dalam peran mediasi adalah Presiden Putin dari Rusia.
06:50Jadi kalau kita baca Presiden Putin mungkin dia bisa berganti peran dengan Trump.
06:55Kalau Trump dalam konteks perang Rusia dengan Ukraina, Trump menjadi mediator untuk bisa mengakhiri perang ini.
07:03Maka perang yang sekarang dilakukan oleh Amerika dan Israel dengan Iran justru bisa juga digunakan oleh Putin dan Rusia untuk
07:10menjadi mediator.
07:12Tapi apakah Iran ini akan kembali ke meja perundingan? Kemungkinan yang terjadi seperti apa Pak Asyibullah?
07:19Kalau saya mengikuti diri perkembangan terbaru dari menilai Abbas Araki tadi, sebenarnya walaupun pahit bagi Iran, traumatik bagi Iran.
07:27Kenapa traumatik? Karena tadi juga dikutip dalam wawancaranya.
07:31Bayangkan ini dua kali.
07:33Iran sedang berunding dan baik-baiknya lalu tiba-tiba diambil serangan oleh Israel dan oleh Amerika.
07:39Jadi cukup traumatik.
07:40Tapi saya melihat Iran juga masih membuka diri bagi terjadinya upaya-upaya diplomasi atau upaya untuk menurunkan tensi perang ini.
07:53Tapi memang ini butuh para mediator yang mungkin bisa diterima oleh tiga pihak paling tidak, yaitu Iran, Israel, dan Amerika.
08:01Dan tiga nama tadi atau tiga negara tadi menurut saya bisa untuk menjangkau menjadi perkat bagi tiga negara yang sedang
08:08perang ini.
08:09Komposisi ini menurut saya belum sempurna karena mestinya ada dari Eropa yang juga punya peran menentukan dalam setelah sekarang.
08:16Tapi kita tahu Eropa dengan Rusia, dengan Putin, dia tidak akan pernah ketemu.
08:22Jadi kalau ada Putin maka sudah pasti tidak akan ada Eropa.
08:25Nah kalau kita masukkan Eropa, kita tahu Eropa dengan Trump sendiri sekarang juga tidak terlalu harmonis.
08:31Terutama dengan kebijakan Trump yang kurang juga menghargai Eropa terkait dengan Greenland,
08:37terkait juga dengan apa namanya upaya yang mau dilakukan di Greenland ya.
08:46Dan di tempat-tempat lain yang itu membuat kehormatan Eropa tidak diperlakukan sebagaimana mestinya oleh Trump.
08:53Nah oleh karena itu formula tiga negara dan tiga pemimpin ini menurut saya bisa untuk saling mungkin saling memulai upaya
09:02mediasi.
09:03Sekali lagi upaya mediasi ini penting karena ini dampaknya sudah mulai kemana-mana.
09:08Dan mulai menyangkut kepada kepentingannya banyak pihak bukan hanya regional Timur Tengah tapi juga berkaitan dengan kehidupan dunia secara umum.
09:20Nah yang perkembangan terbaru juga yang menurut saya ini juga akan menentukan ke depan kalau komunitas internasional yang tidak segera
09:28mengambil inisiatif,
09:29ini sekarang yang sekarang lagi posisinya wait and see adalah negara-negara Arab Teluk.
09:36Negara Arab Teluk ini kan sudah diserang sedemikian lupa oleh Iran.
09:39Dan lagi-lagi dalam perkembangan terbarunya menurut Iran cukup kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Al-Jazeera karena kenapa kok kemudian
09:49yang diserang justru negara-negara Arab Teluk.
09:51Jadi Iran tetap bersikuku bahwa itu adalah serangan bukan ditujukan kepada negara-negara Arab Teluk tapi itu ditujukan kepada pangkalan
10:00Amerika yang ada di negara-negara ini.
10:02Tapi persis seperti ilustrasi duri dalam daging walaupun yang ditarget adalah durinya tapi dagingnya yang ada di sekitarnya juga terkena.
10:11Dan itulah sekarang yang dirasakan oleh negara-negara Arab Teluk yang menjadi terdampak secara langsung dari perang ini.
10:17Nah pada perkembangan 32 jam lewat 30 menit ini kurang lebih saya mencatat ini kalau negara-negara Arab Teluk nanti
10:28menjadi konklusif berkaitan dengan sikap yang akan diambil ke depan.
10:34Maka ini akan bisa membawa perang atau dimensi baru di dalam perang ini.
10:39Minimalnya yang saya baca adalah bahwa mungkin negara Arab Teluk bisa meredefinisi ulang.
10:47Yang disebut sebagai musuh.
10:49Kalau saya menggunakan terminologi redefinisi karena kalau kita merujuk kepada katakanlah peristiwa rekonsiliasi yang terjadi di antara Arab Saudi dengan
10:58Iran pada awal tahun 2023 lalu.
11:02Maka sebenarnya praktis yang menjadi musuh bagi negara-negara Arab Teluk atau negara Timur Tengah secara umum itu hanya Israel.
11:09Dan ini berbeda dengan situasi atau definisi musuh bagi negara-negara Arab di Timur Tengah sebelumnya di mana ada dua
11:20yaitu Israel di satu sisi dan Iran di sisi yang lain.
11:23Karena mereka juga sempat ada masalah.
11:25Tapi dengan adanya rekonsiliasi per awal 2023 maka secara efektif yang menjadi musuh hanya Israel karena Iran lalu kemudian sudah
11:36diterima bahkan hubungan sangat baik termasuk dengan Arab Saudi termasuk dengan negara-negara lain di Qatar.
11:43Nah dalam situasi perang ini sekali lagi kalau situasinya tidak membaik dan kemudian Iran dimasukkan kembali sebagai musuh dan dijadikan
11:53alasan yang sah untuk diserang karena memang sudah menyerang mereka.
11:58Maka menurut saya ini juga akan mengubah peta persekutuan, peta permusuhan di negara-negara Timur Tengah.
12:06Dan mungkin kalau itu dilakukan justru yang menjadi musuh bersama itu adalah Iran dan setelah tidak langsung justru negara-negara
12:14ini akan lebih dekat dengan Israel.
12:17Ya Pak Asibulor.
12:17Sekarang mereka sudah dengan Israel.
12:19Ya maaf saya potong kami paham maksudnya tapi konflik yang terjadi ini baik langsung maupun tidak ini kan pasti akan
12:24berdampak pada Indonesia.
12:26Baik posisi Indonesia dalam hubungan internasional serta dalam hal ekonomi pasti.
12:30Nah rekomendasi apa yang bisa Anda berikan pada pemerintah mengenai hal ini?
12:35Yang pertama menurut saya pemerintah sekarang dalam situasi perang yang terus meningkat harus betul-betul melihat dan mengkaji situasi lapangan
12:46terutama melalui semua kedutaan besar,
12:50Bapak Duta Besar kita di wilayah-wilayah konflik ini untuk memastikan perlindungan dan keselamatan bagi warga negara.
12:58Sekali lagi itu adalah mandat konstitusi yang paling penting.
13:02Sebelum kita bicara yang lain maka yang harus dikedepankan, diutamakan adalah bagaimana warga negara kita yang ada di Arab, yang
13:09ada di Iran, ada di Timur Tengah secara umum tidak terdampak dari perang yang sudah mulai membesar dan hampir tidak
13:19terkontrol ini.
13:20Dan sekali lagi ujung tombak daripada kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah adalah Bapak Duta Besar yang berkuasa penuh di
13:28wilayah masing-masing untuk memaping dan memeta kondisi lapangan dari warga negara kita.
13:35Langkah-langkah yang dibutuhkan menurut saya itu harus ditimbang secara cepat.
13:40Saya di TV sebelah barusan dengan Bapak Dubes kita di Iran.
13:47Dan menurut saya bagan analisanya saya sampaikan ini bisa mengikuti bagan bahwa ke depan kemungkinan yang terjadi adalah di antara
13:57dua skenario,
13:58yaitu skenario perubahan rezim secara peksa yang itu diinginkan oleh Amerika dan Israel atau justru skenario penguatan atau pembaharuan revolusi
14:10Islam Iran.
14:11Jadi konteksnya itu adalah dua dan itu akan melahirkan dampak dan ancaman keamanan yang berbeda.
14:18Kalau yang terjadi adalah katakanlah penguatan daripada revolusi Islam Iran, maka mungkin tidak akan terlalu membahayakan keamanan di jalanan.
14:33Karena serangan-serangan mungkin tidak akan terlalu intensif walaupun tetap kemungkinannya juga terbuka.
14:41Begitu Mbak.
14:42Baik, terima kasih atas insidenya.
14:44Sudah berbagi bersama kami di Kompas Malam, Pengamat Timur Tengah, Bapak Asyipullah Sastrawi.
14:48Terima kasih Pak, salam sehat selalu.
14:51Terima kasih Pak Baleng.
Komentar

Dianjurkan