00:00Saudara untuk membahas lebih dalam soal konflik yang terjadi di Timur Tengah dan apa dampaknya bagi Indonesia.
00:07Sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring pengamat Timur Tengah, Hasibullah Sastrawi.
00:12Selamat malam Pak Hasibullah.
00:15Selamat malam Mbak Valen dan pemirsa Kompas TV.
00:19Ya selamat malam, terima kasih sudah mau menyediakan waktunya untuk kami di Kompas Malam.
00:24Pak ini jadi bagaimana seharusnya pemerintah Indonesia dalam menyikapi konflik Iran, Israel dan Amerika?
00:31Yang pertama sebelum menjawab pertanyaan Mbak Valen, karena saya mengikuti konflik ini dan tampil dalam beberapa kali acara,
00:43kita perlu update untuk perkembangannya terutama sekarang di waktu kurang lebih 32 jam lewat 30 menit
00:55semenjak serangan dilakukan oleh Israel dan Amerika pada siang hari waktu Indonesia kemarin.
01:03Saya melihat perkembangannya dua Mbak apa namanya yang saya catat.
01:08Yang pertama adalah serangan demi serangan itu masih terjadi dan makin intensif.
01:15Bahkan yang terbaru, serangan yang paling besar itu terjadi di Israel di daerah Beth Shemesh atau Beth Shemesh kalau dalam
01:24bahasa Arab.
01:25Di mana puluhan korban diberitakan menjadi korban dari serangan yang dilakukan oleh Iran sebagai balasan atas serangan yang dilakukan oleh
01:37Israel.
01:38Dan yang kedua konteks yang menarik adalah justru pernyataan pers secara eksklusif yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas
01:46Aragji kepada Al-Jazirah kurang lebih 30 menit yang lalu.
01:50Banyak hal yang disampaikan oleh Ambas Aragji yang pertama diantara yang paling penting menurut saya bahwa Iran mempunyai sistem dan
02:01konstitusi yang sudah cukup kuat termasuk ketika mengantisipasi masa-masa krisis seperti sekarang.
02:08Dalam pernyataan yang disampaikan Aragji bahwa sekarang sudah mulai terbentuk yang namanya Dewan Kemimpinan Transisi yang dipimpin dari tiga unsur
02:21yaitu dari unsur Presiden Iran Mas Besaskian kemudian dari unsur Mahkamah Agung dan juga dari unsur Dewan Penjaga Konstitusi.
02:32Nah apa namanya Dewan ini akan menjalankan roda pemerintahan dan kepimpinan pada masa-masa transisi.
02:40Dan yang kedua yang sangat apa namanya sangat kuat menurut saya penyataan Abbas Aragji bahwa kurang lebih dalam satu hari
02:51atau dua hari ke depan kemungkinan akan sudah mulai terpilih pengganti daripada Ayatullah Ali Al-Khamenei sebagai pemimpin tertinggi.
02:59Nah itu artinya kurang lebih dua hari lagi paling lama Iran akan kembali pulih sistem kepemimpinannya dalam bentuk piramida yang
03:09selalu sampaikan bahwa serangan kemarin berhasil membunuh beberapa orang yang berada di ujung tertinggi piramida kemimpinan.
03:17Tapi dengan adanya sistem yang sudah cukup kuat termasuk konstitusi yang mengatur pemerintahan dan tata kola kemimpinan di Iran maka
03:27yang disampaikan oleh Abbas Aragji menjadi semacam bukti bahwa Iran mungkin bisa diserang.
03:35Malah ini juga disampaikan oleh Abbas Aragji, Iran mungkin bisa diserang dan dibunuh salah satu pimpinannya tapi sistemnya sudah berjalan
03:43dengan sangat kuat.
03:44Konstitusinya sudah mengatur waktu demi waktu yang harus dilakukan pada masa-masa krisis seperti sekarang.
03:52Mbak Valen.
03:52Lantas bagaimana sikap Indonesia dalam menyikapi konflik ini Pak Asyibullah?
03:57Ya menurut saya ini untuk masyarakat Indonesia terutama dan juga pemerintah kepada masyarakat menurut saya karena masyarakat kita memiliki kecenderungan
04:09untuk dukung-mendukung.
04:11Jadi dan sekali lagi karena ini juga sifatnya emosional dan tokoh penting jadi masyarakat akan menempatkan dukungannya berdasarkan mungkin warna
04:23-warna atau mungkin keadaan-keadaan kebudayaan tertentu dan dari situ kemudian merasa mendukung yang satu dan tidak mendukung yang lain.
04:33Itu adalah sikap umum daripada masyarakat yang memang di Indonesia itu menjadi ciri khas.
04:38Nah yang paling menentukan menurut saya dan ini harus diperhatikan justru oleh pemerintah.
04:43Yang pertama pemerintah harus betul-betul berpegangan kepada nilai-nilai kebangsaan kita, panduan-panduan kebangsaan kita terutama berkaitan dengan negara
04:54-negara yang sedang berkonflik seperti Iran dan Amerika dan Israel sekarang.
04:59Tentu yang dilakukan oleh Israel dan Iran itu tidak bisa dibenarkan karena itu adalah agresi.
05:04Itu adalah serangan terhadap negara yang berdaulat dan Iran mempunyai hak secara hukum, secara moral untuk melakukan pembalasan.
05:15Dan itu juga tadi yang disampaikan oleh menurut Iran bahwa Iran memiliki pijakan hukum dan pembenaran untuk melakukan serangan balasan.
05:25Namun demikian sekali lagi pemerintah harus menurut saya berpegangan kepada perspektif kebangsaan kita terutama kaitannya dengan turut serta menciptakan perdamaian
05:35dunia berdasarkan perdamaian abadi.
05:39Jadi ini adalah sebuah konteks yang sangat kuat.
05:42Nah oleh karena itu kalau Bapak Presiden mengusulkan agar menjadi mediator dalam situasi ini menurut saya ini usulan yang sangat
05:51kontekstual.
05:52Walaupun kalau kita cermati di dalam perkembangan global secara umum mungkin kalau hanya sendiri itu akan sangat terbatas ya untuk
06:00bisa menjadi mediasi.
06:02Saya di TV sebelah barusan menyampaikan saya melihat minimal ada tiga negara atau tiga pemimpin yang sekarang kalau ini menjadi
06:11trio kerjasama mungkin akan bisa memudahkan kerja-kerja mediasi untuk meredakan perang ini.
06:17Yang pertama adalah Indonesia dengan Pak Prabowo yang sudah mengusulkan tadi.
06:22Yang kedua juga Turki dengan Erdogan yang kita tahu Turki juga punya hubungan dekat sama Amerika, sama Donald Trump.
06:30Dan banyak juga dipuja-puji di dalam forum-forumnya.
06:34Bahkan ada kayak semacam hubungan segitiga di antara Trump kemudian Netanyahu dan Erdogan saking dekatnya gitu.
06:42Dan yang ketiga menurut saya ini yang bisa juga dimainkan dalam peran mediasi adalah Presiden Putin dari Rusia.
06:50Jadi kalau kita baca Presiden Putin mungkin dia bisa berganti peran dengan Trump.
06:55Kalau Trump dalam konteks perang Rusia dengan Ukraina, Trump menjadi mediator untuk bisa mengakhiri perang ini.
07:03Maka perang yang sekarang dilakukan oleh Amerika dan Israel dengan Iran justru bisa juga digunakan oleh Putin dan Rusia untuk
07:10menjadi mediator.
07:12Tapi apakah Iran ini akan kembali ke meja perundingan? Kemungkinan yang terjadi seperti apa Pak Asyibullah?
07:19Kalau saya mengikuti diri perkembangan terbaru dari menilai Abbas Araki tadi, sebenarnya walaupun pahit bagi Iran, traumatik bagi Iran.
07:27Kenapa traumatik? Karena tadi juga dikutip dalam wawancaranya.
07:31Bayangkan ini dua kali.
07:33Iran sedang berunding dan baik-baiknya lalu tiba-tiba diambil serangan oleh Israel dan oleh Amerika.
07:39Jadi cukup traumatik.
07:40Tapi saya melihat Iran juga masih membuka diri bagi terjadinya upaya-upaya diplomasi atau upaya untuk menurunkan tensi perang ini.
07:53Tapi memang ini butuh para mediator yang mungkin bisa diterima oleh tiga pihak paling tidak, yaitu Iran, Israel, dan Amerika.
08:01Dan tiga nama tadi atau tiga negara tadi menurut saya bisa untuk menjangkau menjadi perkat bagi tiga negara yang sedang
08:08perang ini.
08:09Komposisi ini menurut saya belum sempurna karena mestinya ada dari Eropa yang juga punya peran menentukan dalam setelah sekarang.
08:16Tapi kita tahu Eropa dengan Rusia, dengan Putin, dia tidak akan pernah ketemu.
08:22Jadi kalau ada Putin maka sudah pasti tidak akan ada Eropa.
08:25Nah kalau kita masukkan Eropa, kita tahu Eropa dengan Trump sendiri sekarang juga tidak terlalu harmonis.
08:31Terutama dengan kebijakan Trump yang kurang juga menghargai Eropa terkait dengan Greenland,
08:37terkait juga dengan apa namanya upaya yang mau dilakukan di Greenland ya.
08:46Dan di tempat-tempat lain yang itu membuat kehormatan Eropa tidak diperlakukan sebagaimana mestinya oleh Trump.
08:53Nah oleh karena itu formula tiga negara dan tiga pemimpin ini menurut saya bisa untuk saling mungkin saling memulai upaya
09:02mediasi.
09:03Sekali lagi upaya mediasi ini penting karena ini dampaknya sudah mulai kemana-mana.
09:08Dan mulai menyangkut kepada kepentingannya banyak pihak bukan hanya regional Timur Tengah tapi juga berkaitan dengan kehidupan dunia secara umum.
09:20Nah yang perkembangan terbaru juga yang menurut saya ini juga akan menentukan ke depan kalau komunitas internasional yang tidak segera
09:28mengambil inisiatif,
09:29ini sekarang yang sekarang lagi posisinya wait and see adalah negara-negara Arab Teluk.
09:36Negara Arab Teluk ini kan sudah diserang sedemikian lupa oleh Iran.
09:39Dan lagi-lagi dalam perkembangan terbarunya menurut Iran cukup kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Al-Jazeera karena kenapa kok kemudian
09:49yang diserang justru negara-negara Arab Teluk.
09:51Jadi Iran tetap bersikuku bahwa itu adalah serangan bukan ditujukan kepada negara-negara Arab Teluk tapi itu ditujukan kepada pangkalan
10:00Amerika yang ada di negara-negara ini.
10:02Tapi persis seperti ilustrasi duri dalam daging walaupun yang ditarget adalah durinya tapi dagingnya yang ada di sekitarnya juga terkena.
10:11Dan itulah sekarang yang dirasakan oleh negara-negara Arab Teluk yang menjadi terdampak secara langsung dari perang ini.
10:17Nah pada perkembangan 32 jam lewat 30 menit ini kurang lebih saya mencatat ini kalau negara-negara Arab Teluk nanti
10:28menjadi konklusif berkaitan dengan sikap yang akan diambil ke depan.
10:34Maka ini akan bisa membawa perang atau dimensi baru di dalam perang ini.
10:39Minimalnya yang saya baca adalah bahwa mungkin negara Arab Teluk bisa meredefinisi ulang.
10:47Yang disebut sebagai musuh.
10:49Kalau saya menggunakan terminologi redefinisi karena kalau kita merujuk kepada katakanlah peristiwa rekonsiliasi yang terjadi di antara Arab Saudi dengan
10:58Iran pada awal tahun 2023 lalu.
11:02Maka sebenarnya praktis yang menjadi musuh bagi negara-negara Arab Teluk atau negara Timur Tengah secara umum itu hanya Israel.
11:09Dan ini berbeda dengan situasi atau definisi musuh bagi negara-negara Arab di Timur Tengah sebelumnya di mana ada dua
11:20yaitu Israel di satu sisi dan Iran di sisi yang lain.
11:23Karena mereka juga sempat ada masalah.
11:25Tapi dengan adanya rekonsiliasi per awal 2023 maka secara efektif yang menjadi musuh hanya Israel karena Iran lalu kemudian sudah
11:36diterima bahkan hubungan sangat baik termasuk dengan Arab Saudi termasuk dengan negara-negara lain di Qatar.
11:43Nah dalam situasi perang ini sekali lagi kalau situasinya tidak membaik dan kemudian Iran dimasukkan kembali sebagai musuh dan dijadikan
11:53alasan yang sah untuk diserang karena memang sudah menyerang mereka.
11:58Maka menurut saya ini juga akan mengubah peta persekutuan, peta permusuhan di negara-negara Timur Tengah.
12:06Dan mungkin kalau itu dilakukan justru yang menjadi musuh bersama itu adalah Iran dan setelah tidak langsung justru negara-negara
12:14ini akan lebih dekat dengan Israel.
12:17Ya Pak Asibulor.
12:17Sekarang mereka sudah dengan Israel.
12:19Ya maaf saya potong kami paham maksudnya tapi konflik yang terjadi ini baik langsung maupun tidak ini kan pasti akan
12:24berdampak pada Indonesia.
12:26Baik posisi Indonesia dalam hubungan internasional serta dalam hal ekonomi pasti.
12:30Nah rekomendasi apa yang bisa Anda berikan pada pemerintah mengenai hal ini?
12:35Yang pertama menurut saya pemerintah sekarang dalam situasi perang yang terus meningkat harus betul-betul melihat dan mengkaji situasi lapangan
12:46terutama melalui semua kedutaan besar,
12:50Bapak Duta Besar kita di wilayah-wilayah konflik ini untuk memastikan perlindungan dan keselamatan bagi warga negara.
12:58Sekali lagi itu adalah mandat konstitusi yang paling penting.
13:02Sebelum kita bicara yang lain maka yang harus dikedepankan, diutamakan adalah bagaimana warga negara kita yang ada di Arab, yang
13:09ada di Iran, ada di Timur Tengah secara umum tidak terdampak dari perang yang sudah mulai membesar dan hampir tidak
13:19terkontrol ini.
13:20Dan sekali lagi ujung tombak daripada kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah adalah Bapak Duta Besar yang berkuasa penuh di
13:28wilayah masing-masing untuk memaping dan memeta kondisi lapangan dari warga negara kita.
13:35Langkah-langkah yang dibutuhkan menurut saya itu harus ditimbang secara cepat.
13:40Saya di TV sebelah barusan dengan Bapak Dubes kita di Iran.
13:47Dan menurut saya bagan analisanya saya sampaikan ini bisa mengikuti bagan bahwa ke depan kemungkinan yang terjadi adalah di antara
13:57dua skenario,
13:58yaitu skenario perubahan rezim secara peksa yang itu diinginkan oleh Amerika dan Israel atau justru skenario penguatan atau pembaharuan revolusi
14:10Islam Iran.
14:11Jadi konteksnya itu adalah dua dan itu akan melahirkan dampak dan ancaman keamanan yang berbeda.
14:18Kalau yang terjadi adalah katakanlah penguatan daripada revolusi Islam Iran, maka mungkin tidak akan terlalu membahayakan keamanan di jalanan.
14:33Karena serangan-serangan mungkin tidak akan terlalu intensif walaupun tetap kemungkinannya juga terbuka.
14:41Begitu Mbak.
14:42Baik, terima kasih atas insidenya.
14:44Sudah berbagi bersama kami di Kompas Malam, Pengamat Timur Tengah, Bapak Asyipullah Sastrawi.
14:48Terima kasih Pak, salam sehat selalu.
14:51Terima kasih Pak Baleng.
Komentar