Skip to playerSkip to main content
  • 2 hours ago
Anggota Komisi XIII DPR, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti persoalan pendataan desa.Menurut Rieke, akar masalah pemulihan bukan semata pada kurangnya anggaran, melainkan pada data yang belum akurat dan terintegrasi. Rieke bahkan secara tegas menyentil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait anggaran pendataan desa. Hal itu disampaikan Rieke Diah Pitaloka dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana bersama jajaran menteri, Rabu (18/2).
Transcript
00:01And for Sumatera Barat, this is nine days of air.
00:07It's amazing.
00:08I appreciate the TNI AU using the KASA,
00:12with a 1.500-1.800 feet,
00:17with ground sample distance or accuracy 6-8 cm,
00:21in the nine days,
00:23able to get 287.000 hectares.
00:27And kami mohon dukungannya,
00:30sekali lagi tentu saja bencana tidak hanya akan terjadi di Sumatera,
00:34tapi di seluruh Indonesia.
00:36Kepentingan dahirnya satu data yang akurat, aktual, dan relevan,
00:40bicara soal kedaulatan negara.
00:43Soal kedaulatan data,
00:45mohon dukungannya dalam kesempatan ini kepada Menteri Keuangan khususnya
00:49untuk kami melanjutkan.
00:51Kemarin didukung oleh Pak Doni Oskaria
00:54untuk piloting di beberapa kelurahan,
00:57tapi saya kira dana desa itu bisa digunakan untuk pendataan desa dan kelurahan
01:02karena sudah ada menu sistem informasi desa.
01:06Jadi tidak akan keluar uang triliunan untuk data sedetil ini.
01:10Ya, untuk data sedetil ini anggaran saya yakin Pak Menteri Keuangan akan mengatakan anggaran ada.
01:16Ya, anggaran pasti ada.
01:18Tapi alokasinya saya kira untuk data pentingnya.
01:21Ya, ini singkat terakhir pimpinan.
01:25Mohon dukungannya juga untuk penguatan terhadap TNI AU,
01:31kita tidak memiliki teledain lidar namanya untuk foto udara.
01:36Bapak dari TNI dalam kondisi geopolitik seperti ini,
01:41kondisi bencana seperti ini.
01:44Saya rasa kita perlu memperkuat TNI juga untuk hadirnya kedaulatan data.
01:48Terima kasih, maaf kalau out of context,
01:51tapi saya kira ini akan menjadi persoalan kita untuk selamanya soal data.
Comments

Recommended