00:00Ke wilayah Indonesia Tengah ada pemantauan hilal salah satunya dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara.
00:05Di IKN pemantauan hilal dilakukan di dua titik saudara yaitu di Masjid IKN dan di Rusun ASN 1.
00:13Ini merupakan pertama kalinya wilayah IKN digunakan sebagai lokasi pengawatan hilal.
00:19Pada 11 Januari lalu masjid ini digunakan untuk sholat subuh berjamaah perdana
00:24yang diimami langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
00:32Kita akan pantau di IKN di Ibu Kota Nusantara ada Iskandar Amir Dahlan.
00:40Iskandar saat ini seperti apa proses yang berlangsung di IKN sebagai titik perdana ya?
00:47Perdana IKN digunakan sebagai titik pemantauan hilal.
00:52Ya baik Friska dan saudara pengamatan hilal di Tower ASN 1 Ibu Kota Nusantara
00:59belum terlihat hasil pengamatan tim BNKC menggunakan teropong astronomi hilal berada di minus 1,481 derajat
01:09atau di bawah ufuk.
01:10Diperkirakan konjungsi akan terjadi pada pukul 8 malam jika konjungsi terjadi setelah matahari terbenam
01:18pengamatan hilal akan dilakukan pada 18 Februari atau besok.
01:23Pantauan hilal yang dilakukan di Tower ASN 1 Ibu Kota Nusantara hingga saat ini belum terlihat.
01:29Hasil pengamatan tim BNKC menggunakan teropong astronomi hilal masih berada di minus 1,4481 derajat
01:38atau di bawah ufuk.
01:39Perkiraan konjungsi akan terjadi pada malam hari ini jam 8 Wita setelah konjungsi terjadi setelah matahari terbenam
01:47pengamatan hilal akan dilakukan pada 18 Februari atau besok.
01:52besok diperkirakan ketinggian hilal sudah mencapai 8 derajat atau sudah terlihat di atas ufuk.
02:05Demikian wawancara kami dengan pengamat satu meteorologi dan biogisika BNKC Balikpapan
02:10Muhammad Al-Fatan Werdi Tadea.
02:15Untuk hari ini tanggal 17 itu karena ketinggian hilalnya masih di minus 1 ya Pak ya
02:20di minus 1,481 derajat di lokasi kita di gedung ASN1 itu ketinggiannya masih di bawah ufuk
02:28jadi tidak mungkin terlihat walaupun cuacanya cerah juga tidak mungkin terlihat.
02:32Seperti itu.
02:32Jadi ini tidak terlihat bukan karena cuaca mendung ini?
02:35Bukan karena cuaca mendung itu salah satu faktor juga.
02:37Cuma di sini kan ketinggian hilal masih di bawah ufuk jadi tidak akan terlihat.
02:41Cuma di sini karena konjungsinya itu di jam 8 malam nanti Pak.
02:45Jam 8 malam.
02:46Jam 8 malam konjungsi atau istimanya.
02:47Nah kalau konjungsi terjadi setelah matahari terbenam,
02:52otomatis kan konjungsinya jam 8 malam terjadi setelah matahari terbenam.
02:56Itu berarti pengamatan hilal akan dilaksanakan di tanggal 18 lagi nanti.
03:02Besok hari?
03:02Besok hari.
03:04Akan mengakakan pengamatan hilal lagi.
03:06Dan besok itu menurut data yang kami hitung itu ketinggian hilal sudah di 8, sekian derajat.
03:11Sudah plus berarti ya?
03:13Siap, sudah plus. Sudah di atas ufuk.
03:16Karena masih di bawah ufuk di IKN, maka hilal ini kan akan dipantau besok 18 Februari.
03:24Iskandar bisa dijelaskan bagaimana persiapan untuk pemantauan hilal esok hari?
03:30Untuk pantauan hilal esok hari tidak berbeda dengan hari ini,
03:34dimana waktu DNKG nantinya akan menggunakan teropong astronomi untuk memastikan hilal sudah terlihat atau sudah di atas ufuk.
03:44Sehingga bisa dipastikan untuk masuk ke bulan Ramadan.
03:48Terus ya?
03:49Baik, terima kasih Iskandar sudah melaporkan dari IKN.
03:56Yang IKN pada tahun ini pertama kalinya dilakukan pemantauan hilal di sana.
04:02Tadi dari laporan Iskandar Amir Dahlan, jurnalis Kompas TV, bahwa hingga saat ini masih di bawah ufuk sehingga pemantauan hilal
04:09akan dilakukan esok hari.
04:10Terima kasih telah menonton!
Komentar