00:00Mereka, tuh yang mimpi kamu, aku tidak mimpi, aku realistis.
00:06Makanya yang pertama, terimalah hidup ini dengan darah berpikir yang realistis memang penuh penderitaan.
00:15Kita mengalami juga apa yang dialami oleh orang.
00:20Aduh, orang sering berpikir bangsa Israel itu istimewa, maka kita sebagai orang Kristen, Israel Rohani juga istimewa.
00:27Istimewa, istimewanya apa? Jadi sesat di situ.
00:32Nah orang Israel sendiri juga hidupnya terseok-seok, maksudnya tidak mengerti sejarah bangsa Israel.
00:38Yang hanya menempati tanah lulurnya 700 sampai 900 tahun.
00:43Dan selama ribuan mereka dibuang di negeri di mana mereka menetap pun juga teraniaya.
00:51Sejarahnya saudara membaca itu teraniaya.
00:54Dan puncaknya pada waktu Perang Dunia Kedua, 6 juta orang Yahudi dibantai mati.
01:01Kok tidak mengerti ya?
01:04Ya tidak mengerti karena tidak dijelaskan.
01:07Aduh, itu teologi kemakmuran itu benar-benar menipu.
01:15Kasian banyak jemaat yang tulus-tulus disesatkan saudara.
01:21Ya tidak fatal saudara.
01:25Tapi bisa menggagalkan rencana Allah untuk mengembalikan manusia ke rencangan semula.
01:34Kepada orang-orang yang mengasih Allah, Allah sering menunjukkan kasihnya dengan membawa orang itu kepada keadaan yang sangat tidak menyenangkan,
01:43bahkan menyakitkan.
01:46Nah kalau orang berpikir di bumi kita bisa mendapat privilege istimewa, seperti bangsa Israel, dipandang dari sudut pemenuhan kebutuhan jasmani.
02:02Fokus hidup untuk kesucian, fokus hidup untuk sempurna seperti Bapak atau serupa dengan Yesus.
02:10Kugur, luruh, saudaraku.
02:14Ngerti tidak?
02:16Makanya harus menerima realitas, hidup ini memang berat.
02:20Jadi kalau mengalami kesulitan ya tidak apa-apa.
02:23Masalahnya bukan menyenangkan atau tidak, menguntungkan atau tidak, menurut kacamata dunia.
02:29Tapi apakah ini membuat kita indah?
02:32Karena aspek yang kedua kita berpikir secara realistis adalah ada Allah yang hadir,
02:40yang melalui segala peristiwa mau membuat kita indah, mendadani kita.
02:49Kepada orang-orang yang dikasih Tuhan, maksud saya mengasih Tuhan,
02:55itu Tuhan memberikan mereka penggarapan.
03:02Seperti Masmur 73, tadi kita baca bagaimana dia mengatakan,
03:07Aduh, aku dipukul tiap hari, kena hukum tiap pagi.
03:13Sudah saya jelaskan dari bahasa aslinya kata-kata itu pada jam 11 tadi pagi.
03:20Orang Kristen abad mula-mula, termasuk murid-murid Tuhan Yesus.
03:24Betapa Yesus Tuhan kita sayang kepada mereka.
03:28Tetapi mereka justru hidup dalam penderitaan yang luar biasa.
03:33Pasca kenaikan Yesus ke surga terjadi aniaya,
03:38Yaakub dipenggal kepalanya.
03:41Petrus akhirnya mati disalib dengan kepala di bawah.
03:45Thomas mati di belanga panas.
03:49Aduh, saudara.
03:51Tetapi penderitaan itu justru mempersiapkan mereka untuk memperoleh kemuliaan kekal.
03:58Nah kalau Anda tanya, Pak apakah kita masih bisa mengalami hal seperti itu sekarang?
04:06Harusnya iya, tapi dalam bentuk beda.
04:10Bukan penderitaan fisik, tapi penderitaan batin.
04:14Artinya kita memang lelah capek menghadapi hidup.
04:17Ketika kita menjaga kesucian, ketika kita diserang, ketika kita dibully, ketika kita dikianati.
04:27Aduh, capek saudaraku.
04:31Apalagi kalau kita sudah mengenal kebenaran,
04:35dan kita melihat kenyataan banyak orang melayani Tuhan itu untuk kepentingan diri.
04:41Kalau bukan uang untuk aktualisasi diri misalnya.
04:45Kita itu melihatnya sedih, susah.
04:49Karena kita juga pernah menjadi pelakunya.
04:53Tapi setelah kita sadar, waduh.
04:55Dulu saya menganiaya Tuhan.
04:58Jadi banyak pendeta menganiaya Tuhan.
05:02Memanfaatkan pelayanan untuk kepentingan sendiri,
05:05kepentingan nama organisasi dan lain-lain, saudara.
05:18Keadaan yang sulit yang dihadapi oleh orang percaya yang mengasihi Allah itu,
05:25merupakan penggarapan Allah,
05:28agar mereka memiliki rupa yang tidak hina.
05:35Jadi digarap.
05:37Nah kata rupa ini dalam bahasa aslinya menggunakan kata selem.
05:43Ingat ya, kejadian pasal 1 ayat 26 dan 27.
05:48Baiklah kita menciptakan manusia menurut selem dan demuth kita.
05:55Selem menunjuk gambar yaitu komponen yang ada pada Allah,
05:59juga ada pada manusia pikiran dan perasaannya.
06:03Pikiran dan perasaan inilah yang melahirkan kehendak.
06:09Kalau kualitas pikiran dan perasaan seseorang buruk,
06:13atau bernilai rendah di bumi ini,
06:16maka selamanya dia tetap buruk.
06:19Waktu mati, selem mereka kau pandang hina.
06:23Begitu pernyataan pemasmur tadi.
06:27Bukan begini ya,
06:28di sini buruk nanti kalau mati berubah,
06:32karena kondisinya berubah.
06:33Tidak.
06:35Wajah yang diperoleh di bumi itu wajah kekal.
06:39Dan terus terang kalau saya melihat wajah saya hari ini,
06:42saya takut juga saudara.
06:44Kenapa?
06:45Wah ini bisa tidak layak nih kalau tidak diperbaiki.
06:51Kita masih kesel, marah, dendam, benci, dan lain sebagainya.
06:56Itulah sebabnya selama hidup kita harus mengalami penggarapan.
06:59Karena itulah harta abadi seseorang.
07:02Tuhan Yesus berkata apa gunanya seseorang memperoleh segedap dunia kalau jiwanya binasa.
07:11Kata hina dalam teks aslinya itu basah, basah.
07:17Yang artinya to disistim, despise, disdain, condom, to scorn, file person.
07:27Tidak dihargai, diremehkan, terhinat, dicemoh atau orang yang dipandang hina atau orang keci.
07:34Kecil dalam arti hina.
07:37Keadaan sulit yang dihadapi oleh kekasih-kekasih Allah adalah usaha Allah untuk mempercantik mereka.
07:46Agar mereka layak menjadi anak-anak Allah.
07:52Guna menjadi mempelai bagi Kristus.
07:57Tidak masalah di bumi ini kita tidak dihargai.
08:02Tidak masalah di bumi ini kita diremehkan, dihina, dicemoh, dan tidak terpandang.
08:08Tapi dalam kerajaan surga kita menjadi orang yang keadaannya terbalik dari pandangan manusia.
08:17Ayo kita jangan salah lagi ya saudaraku.
08:23Kadang-kadang tidak diucapkan tetapi dari sikap kita itu menghargai orang karena kedudukan, kekayaan.
08:34Ini bukan orang hina nih karena kaya.
08:38Ini tidak hina, ini karena punya perusahaan besar.
08:41Big company.
08:42Ini bukan orang hina karena ini temannya jenderal-jenderal atau pejabat tinggi atau sahabatnya menteri-menteri.
08:51Oh ini tidak hina karena dia punya gelar banyak.
08:56Nah kita sering begitu.
08:58Apalagi kalau pendeta sampai jual diri.
09:01Minta-minta sumbangan sampai seperti maaf ya.
09:06Big ngemis-ngemis.
09:07Itu orang kaya makin tidak kenal dirinya.
09:10Memang aku ini indah dengan kekayaan ini.
09:13Ini pendeta tidak indah.
09:18Aduh saudaraku.
09:19Saya sudah pengalaman hal ini.
09:21Memang saya tidak minta-minta atau ngemis-ngemis.
09:25Tetapi ada unsur itu dalam hidup dan pelayanan saya dulu.
09:29Ada.
09:30Cuman caranya saya elegan atau tidak teras terang saja.
09:34Tapi intinya ngemis-ngemis juga.
09:36Jual diri juga.
09:37Dan itu membuat orang-orang kaya yang saya layani tidak bertobat.
09:42Tidak melihat kemuliaan Kristus.
09:45Nah karena hamba Tuhannya juga tidak menunjukkan kemuliaan Kristus dalam hidupnya.
09:52Nah sekarang setelah saya tahu lebih baik kerja lebih rela, kerja bangkrut daripada aku minta-minta duit orang kaya.
10:01Akhirnya orang-orang kaya itu masuk neraka gara-gara kita.
10:04Karena kita menghargai, kita menyedihkan saudara, kita menyedihkan sahabat, bahwa kita keluarga ya karena duitnya dia.
10:13Kalau orang miskin, apa berani kita berkata, oh apa kabar bro, I love you.
10:18Kita itu jahat saudara, saya melihat ada kejahatan dalam diri saya ini.
10:26Walaupun tidak nampak secara terang-terangan.
10:31Tentu sebagai orang yang berpendidikan, dengan kecerdasan yang saya miliki, saya bersikap santun.
10:39Santun, tetapi tetap itu tidak menyelamatkan dan saya menyesali itu, sangat menyesali.
10:47Kalau saya boleh kembali, waktu ini boleh tarik kembali, waduh saya sudah tidak mimpi punya kerja besar saudara.
10:57Tuhan tahu saya sedih, berat beban ini.
11:02Bukan beban uang, puji Tuhan pelayanan.
11:08GSKI Rehobot ini walaupun terseo-seo juga, tapi jalan kok bisa semua bisa dilewati.
11:15Dan indah kok Tuhan juga tidak memberi uang banyak, supaya saya jangan menyalahgunakan uang,
11:22atau supaya saya jangan sembarangan membuat proyek-proyek pelayanan yang kelihatannya untuk Tuhan,
11:30tetapi saya memiliki prestis di situ, nama saya kok terangkat.
11:35Nah yuk, kita jujur saudara ku ya.
11:39Banyak orang tidak mengenal ketidakindahannya,
11:43karena kita tidak mengarahkan mereka kepada kebenaran.
11:51Kadang-kadang kita bisa tergoda memuji-muji orang,
11:55entah dia seorang pejabat, pengacara, atau apa.
12:00Menyenangkanlah.
12:01Dan tanpa sadar kita memberikan kesan,
12:05karena hal itu dia bernilai atau berharga.
12:09Tuh, saya tidak mengatakan jabatan di pemerintahan,
12:13jabatan ini, dokter, pengacara, dan lain-lain bukan tidak bernilai.
12:18Nilainya bukan terletak pada jabatan itu,
12:20tapi penggunaan jabatan itu.
12:27Secara supan santun dunia,
12:29tidak salah kita memperkenalkan seorang menteri yang masuk di gereja,
12:34atau seorang pejabat tinggi, atau seorang pengacara.
12:36Boleh.
12:38Tapi jangan sampai kemudian kita mengesankan bahwa keindahan wajah,
12:44selam seseorang itu karena hal itu.
12:49Merti tidak ya?
12:54Ini kesalahan yang pernah saya buat.
12:59Dan saya terus terang bahwa saya telah melakukan kesalahan itu,
13:02walaupun, maaf ya, bukan bela diri,
13:05tidak parah gitu,
13:07tidak parah,
13:08tapi ada.
13:10Kalau 100 itu parahnya,
13:12maksimal parah,
13:13ya saya tidak tahu apakah saya
13:1540, 50, 60, atau 70.
13:19Ya, tidak 100, mungkin tidak 80,
13:21mungkin juga tidak 70,
13:23tapi bisa 50, bisa 40,
13:25tapi sama juga.
13:26Itu merusak manusia yang kita layani.
13:34Paling napas dulu, saudara.
13:37Karena ingat,
13:39kesalahan ini,
13:41aduh Tuhan,
13:42sedih.
13:43Bagaimana kita bisa
13:46memperbaiki kesalahan kita.
13:48Sementara kita sudah berubah,
13:51orang yang bersama kita,
13:52dan tidak lagi bersama kita,
13:54tidak melihat perubahan itu.
13:56Mereka hanya menilai kita,
13:57seperti yang mereka pernah kenal kita dulu.
14:01Sementara kita terus berubah,
14:03dan memang pengen pulang ke surga,
14:05saudaraku.
14:10Ku minta kepadamu,
14:16ya Bapak,
14:19menjadi sempurna
14:24sepertimu,
14:28sesuai
14:29rancanganmu semula,
14:35segambar dan serupa denganmu.
14:43Hanya ini tujuan hidupku,
14:49di matamu kudus,
14:54tak berjelam.
14:56Bapak,
14:59Bapak tolong,
15:01bentuklah diriku,
15:03jadi anak kesukaanmu.
15:12Ku minta
15:15kepadamu,
15:17ya Bapak,
15:20menjadi sempurna
15:25sepertimu.
15:28Sesuai
15:31rancanganmu semula,
15:35segambar dan serupa denganmu.
15:43Hanya ini tujuan hidupku,
15:48di matamu kudus,
15:54tak berjelam.
15:57Bapak tolong,
16:01bentuklah diriku,
16:05jadi anak kesukaanmu.
16:15pikiranmu dan perasaanku,
16:20sesuai pikiran perasaanmu.
16:32Semua keinginanku,
16:35seturut dengan kehendakmu,
16:40seturut dengan kehendakmu,
16:40Bapak.
16:45Hidup hanya tujuan,
16:48memperbakti,
16:53kepadamu,
16:55mahasuci.
17:01Sekarang dan selamanya,
17:06di rumah Bapak.
17:15Pikiran dan perasaanku,
17:21sesuai pikiran perasaanku,
17:32Semua keinginanku,
17:36seturut dengan kehendakmu,
17:40Bapak.
17:44Hidup hanya tujuan mengabdi,
17:53Kepadamu,
17:55mahasuci.
18:01Sekarang dan selamanya,
18:06di rumah Bapak.
18:11pikiran dan perasaanku,
18:21sesuai pikiran perasaanku,
18:31Semua keinginanku,
18:34Tuhan seturut dengan kehendakmu,
18:40Bapak.
18:45Hidup hanya tujuan,
18:48berbakti,
18:53kepadamu,
18:55mahasuci.
19:01Sekarang dan selamanya,
19:06di rumah Bapak.
19:10Bapak.
19:10Katakan pikiran.
19:15pikiran dan perasaanku,
19:21sesuai pikiran perasaanku,
19:31semua keinginanku,
19:36seturut dengan kehendakmu,
19:40Bapak.
19:44Hidup hanya tujuan mengabdi,
19:53kepadamu,
19:55mahasuci.
20:01sekarang dan selamanya,
20:06di rumah.
20:10Hidup hanya tu berbakti,
20:14hidup hanya tu berbakti,
20:21perasaanku,
20:40hidup hanya tu berbakti,
20:44hidup hanya tu berbakti,
20:53Kepadamu Maha Suci
20:57Bapak di surga
20:59Sekarang dan selamanya
21:05Di rumah Bapak
21:11Hidupannya itu berbakti
21:15Hidupannya itu berbakti
21:23Kepadamu Maha Suci
21:31Sekarang dan selamanya
21:35Di rumah Bapak
21:44Saya tidak mempromosikan hidup
21:48Penderitaan kepada saudara
21:52Dan tidak mengharapkan saudara menderita
21:55Tetapi kalau saudara memang
21:57Diperkenan Tuhan untuk menderita
21:59Terimalah itu sebagai realitas
22:02Berkat
22:04Jangan memandang dari perspektif yang salah
22:10Keadaan-keadaan yang sulit bisa menjadi seperti ombak
22:15Ombak yang menggiring kita ke pantai
22:18Pantai kehidupan
22:20Dan pantai itu adalah Tuhan
22:28Itulah cara Tuhan membela kita
22:30Saudara
22:31Seperti ketika orang-orang Kristen dapat mula-mula mengalami penderitaan
22:37Itu cara Tuhan membela mereka
22:39Penderitaan aniaya itu
22:41Karena itu menyempurnakan mereka
22:46Terima kasih telah menonton!