Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sebuah lubang yang semula kecil menjelma menjadi lubang raksasa di Aceh Tengah. Lubang terus memanjang dan melebar, hingga membelah daratan.

Luasnya lubang besar kini memutus akses jalan utama desa. Kejadian ini menjadi tanda rapuhnya struktur tanah Aceh Tengah sekaligus peringatan ancaman bencana di bawah permukaan.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik mengatakan hasil kajian yang menunjukkan bahwa pada lokasi terjadinya longsor secara geologi tersusun oleh batuan vulkanik, didominasi oleh tufa dan pasir yang mudah lepas.

Kemudian longsor juga terjadi karena dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi serta lereng yang curam. Ini kami mengimbau juga agar semua pihak dan masyarakat mewaspadai terhadap kondisi ini dan lebih pekat terhadap terutama pada saat-saat terjadinya hujan.

Selengkapnya saksikan Program DIPO Investigasi episode Marabahaya Lubang Raksasa. Tayang Senin, 9 Februari 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.



https://youtu.be/RZH8m0Xol9Q?si=OicAw_VhWTGDHNAA



#acehtengah #sinkhole #fenomena



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/649806/kepala-dinas-esdm-aceh-ungkap-pemicu-terjadinya-lubang-raksasa-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Terima kasih telah menonton
00:30Awal tahun 2020 dam, Kabupaten Aceh Tengah menjadi sorotan
00:34Sebuah lubang yang semula kecil menjelma menjadi lubang raksasa
00:38Terus memanjang dan melebar hingga membelah darata
00:41Luasnya lubang besar kini memutus akses jalan utama desa
00:44Pindamanya ini menjadi tanda rapuhnya struktur tanah Aceh Tengah
00:48Sekaligus peringatan ancaman bencana di bawah permukaan
00:51Hasil kajian yang menunjukkan bahwa pada lokasi terjadinya longsor secara geologi
00:57Tersusun oleh batuan volkanik
01:00Didominasi oleh tufa dan pasir yang mudah pas
01:05Kemudian longsor juga terjadi karena dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi
01:11Serta lereng yang curah
01:13Ini kami mengimbau juga agar semua pihak dan masyarakat
01:18Muas padai terhadap kondisi ini
01:21Dan lebih peka terhadap terutama pada saat-saat terjadinya hujan
01:26Ancaman lubang raksasa muncul di saat Aceh belum sepurnya pulih
01:32Akibat dampak banjir badang dan tanah longsor yang melanda akhir tahun 2025 lalu
01:37Nanganan bencana di Aceh Tengah menjadi tantang yang besar
01:40Menilik anggaran yang dimiliki pemerintah daerah tahun 2025
01:44Alokasi anggaran untuk bencana yang berasal dari anggaran belanja tidak terduga
01:48Atau BTT sebesar 3,1 miliar rupiah
01:51Jumlah ini terbilang minim karena harus menopak upaya mitigasi, kesiap siagaan, hingga penanganan darurat
01:57Setelah bencana besar melanda akhir tahun 2025
02:00Olah anggaran pun berubah, melonjak signifikan menjadi 80,9 miliar rupiah
02:06Merespons kebutuhan penanggulangan pasca bencana
02:11Meski secara resmi Provinsi Aceh telah beralih status dari tanggap darurat ke fase pemulihan bencana
02:17Namun dampak banjir bandang dan tanah longsor masih membayangi hingga kini
02:21Di kecamatan Ketola, Aceh Tengah, warga desa Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Reduk
02:26Masih terisolasi akibat jalan dan jembatan utama hancur
02:30Untuk keluar masuk desa, warga terpaksa bergelantungan di kabel seling
02:34Yang dipasang melintasi sungai dan menjadi satu-satunya akses beraktifitas
02:38Termasuk mengangkut hasil pertanian
02:40Sementara di Kabupaten Biran, lebih dari 20 hektare sawah di desa Tepin Rayak
02:46Camatan Pesangan Siblah Krueng
02:47Masih tertimbun pasir sisa banjir bandang
02:50Sawah yang seharusnya memasuki musim tanam, kini rata dan kering
02:54Demi bertahan hidup, para petani menanam semangka dan jagung
02:57Di atas lahan berpasir, meski risiko gagal panen, mengintai
03:01Di sektor pendidikan, dampak bencana juga terasa di Aceh Tamiang
03:05Siswa Madrasa Ibtidayah Negeri masih belajar di sekolah darurat
03:09Kondisi serupa terlihat di SMA Negeri 2 meredupi di jaya
03:12Siswa masih belajar di atas lumpur, beralaskan terpal, dan di dalam tenda darurat
03:17Meski sederet permasalahan pasca bencana banjir dan longsor belum usai
03:22Kini Aceh harus kembali dihadapkan pada ancaman baru, fenomena lubang raksasa
03:26Peristiwa geologi juga terjadi di desa pada Sari, Kecamatan Jatimegara
03:32Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada 2 Februari lalu
03:35Bencana tanah bergerak di picu hujan ekstrim, berusak sekitar 500 rumah
03:39Serta fasilitas umum seperti jalan, sekolah, dan pondo pesantren
03:43Hingga memaksa 1.700 warga mengungsi
03:46Pergerakan tanah belum sepenuhnya berhenti dan berpotensi terjadi bencana susulan
03:50Sementara pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat
03:54Menyiapkan hunian sementara dan merancang relokasi jangka panjang
03:58Rentetan bencana di beberapa titik di tanah air menjadi penanda bahwa mitigasi tak bisa ditunda
04:05Rentanan alam yang bertaut dengan cuaca ekstrim menuntut kesiap-siagaan dan upaya mitigasi yang berkelanjutan
04:11Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama agar ancaman bencana tak lagi berenggut nyawa
04:17Sebenarnya saya bersama dengan Pak Luki selaku Sekretaris Desa Ondok Balik ya Pak ya
04:37Dan juga dengan Kepala Dusun Aramiko dengan Pak Adi
04:40Saya ingin konfirmasi Bapak-Bapak
04:43Ini jalan yang dulu juga sempat digunakan warga
04:47Ceritanya ini jalan ini putus juga atau seperti apa Pak?
04:52Sekitar 2002 jalan ini dilalui
04:56Jalan utamanya ini dulu sebelum putus
05:00Setelah putus barulah pindah di jalur yang putus sekarang ini
05:04Saya luruskan Pak, artinya tahun 2002 jalan yang kita injek saat ini adalah jalan utama di Pondok Bali
05:12Putus karena lubang raksasa kemudian berpindah ke jalan yang ada SUTT-nya
05:17Iya, iya
05:18Dan sekarang putus lagi
05:19Putus lagi
05:20Dan baru ada jalan alternatif yang dibuat
05:23Iya
05:24Oke
05:25Artinya longsoran ini atau jalan putus karena lubang raksasa sudah terjadi dua kali?
05:30Dua kali
05:31Kita bisa lihat ya Pak ya, ujungnya ini bisa terlihat dari sini?
05:34Bisa-bisa
05:34Oke, kita akan coba lihat ya saudara
05:36Tapi ini masuk ke zona aman atau seperti apa?
05:41Kalau yang sebelah sini bisa dikatakan aman
05:45Cuma kalau yang sebelah sana itulah jatuh-jatuh aja
05:49Oke, kita akan coba lebih mendekat
05:51Luar biasa dalam ya Pak ya?
05:58Itulah tanahnya
06:00Sedalam ini Pak?
06:00Namun kalau yang sebelah sana
06:02Rasaan lebih dalam
06:04Saya tunjukkan dulu yang ini ya
06:08Ini adalah jalan utama yang pada tahun 2002 sempat digunakan
06:13Dan terputus
06:14Dan bisa Anda lihat begitu dalam
06:16Lubang yang ada bahkan sudah tumbuh pohonan ya Pak?
06:20Iya
06:20Air dari lubang tadi Pak?
06:28Yang berwarna coklat itu ya?
06:42Yang berwarna coklat itu ya?
06:43Ya
06:44Airnya kan nggak bisa sekali
06:45Air dry naso tadi ya Pak ya?
06:50Pak Luki tadi juga kita sudah berbincang ya Pak?
06:55Dengan beberapa warga
06:56Untuk di desa Pondok Balik ini sendiri jumlah warga secara total ada berapa?
07:01Secara total keseluruhan 970
07:04970
07:05970
07:06970 jiwa
07:09970 jiwa
07:10Untuk yang mungkin sudah dipetakan Pak yang berada bisa dikatakan mungkin di daerah-daerah rawan jumlahnya mungkin kisaran berapa?
07:16Kisaran mungkin 15 kakak mungkin ada Pak
07:20Artinya kurang lebih ada 15 kakak yang berada di daerah yang bisa dikatakan tidak amat karena dekat dengan dulu Pak asasah
07:27Tapi ketika warga berharap di relokasi apakah mungkin pemerintah desa ataupun mungkin pemerintahan dusun juga membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat Pak untuk menyediakan tempat tinggal atau seperti apa?
07:40Ya harapan kami sebagai pemerintah kampung Pondok Balik ya
07:43Sendiri ya kami berharap untuk pemerintah pusat untuk memfasilitasi warga yang resah inilah mendengarkan keluh resah masyarakat yang selama ini berjarak kurang lebih 100 meter dari titik lokasi ini
08:01Supaya untuk didengar itu kami meminta untuk pemerintah pusat untuk membuat secepatnya lah akses jalankan
08:10Karena untuk membawa hasil bumi kami ini inilah jalan satu-satunya ini
08:14Ini satu-satunya?
08:15Satu-satunya jalan ini
08:16Masyarakat Ketol pada umumnya membawa hasil panen mereka
08:21Ya inilah jalan satu-satunya untuk diakses ke luar
08:24Kalau kita tarik garis lurus ya dari Pondok Balik ini
08:32Nah ini kan kita lihat ada 700 meter ke arah barat dan juga 1 kilometer ke arah timur pemukiman ya
08:41Apakah itu juga artinya saat ini warga sudah harus mulai direlokasi?
08:45Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan