Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kemunculan lubang raksasa sejak awal tahun 2000-an di Aceh Tengah terus memanjang dan melebar. Kini luasnya diperkirakan mencapai tiga hektare.

Fenomena geologi ini kian mengkhawatirkan karena berada di tengah perkebunan dan permukiman warga, bahkan telah memutus akses jalan utama. Apa yang menyebabkan lubang ini terus melebar?

Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia bersama Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga melihat langsung kondisi tanah yang hingga kini masih bergerak.

Bupati menjelaskan, kedalaman lubang raksasa diperkirakan mencapai 50 hingga 100 meter, dengan potensi pelebaran yang masih terus terjadi. Lantas, upaya apa yang telah dan akan dilakukan pemerintah daerah?

Kepala Desa Kampung Balik,Reje Aliyono menunjukkan lokasi-lokasi yang kini terancam, sekaligus menjelaskan pembangunan jalan alternatif akibat terputusnya akses utama warga.

Bahkan, saluran udara tegangan tinggi terpaksa diturunkan karena lubang semakin meluas dan membahayakan pasokan listrik.

Sekretaris Desa Pondok Balik, M. Lucky, dan Kepala Dusun Aramiku mengungkapkan, sekitar 900 warga yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan mengalami penurunan hasil panen akibat terganggunya akses dan kondisi lahan. Kekhawatiran pun menguat: bagaimana keberlangsungan ekonomi warga jika kondisi ini dibiarkan?

Dipo juga menemui Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah ESDM Aceh, Ikhlas, yang memaparkan perkembangan lubang raksasa dari tahun ke tahun melalui citra satelit, serta hasil penelitian lapangan berbasis pengambilan sampel langsung.

Sementara itu, Bambang Setiawan, Ahli Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala sekaligus anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Aceh, menyoroti lemahnya respons jangka panjang pemerintah dan menguraikan langkah mitigasi yang seharusnya segera dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar.



Selengkapnya saksikan Program DIPO Investigasi episode Marabahaya Lubang Raksasa. Tayang Senin, 9 Februari 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.



#acehtengah #sinkhole #fenomena



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/649795/full-fenomena-lubang-raksasa-di-aceh-tengah-ancaman-permukiman-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Terima kasih telah menonton
00:30Negeri Serami Mekah yang tengah berjuang usai diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor di akhir tahun 2025
00:45kini kembali harus berjuang di tengah ancaman lubang raksasa
00:50Tak hanya melenyapkan area perkebunan hingga memutus akses jalan lubang raksasa juga berpotensi mengancam keselamatan warga
00:59Lalu bagaimana pemerintah menyikapi fenomena langkah ini dan benarkah ada unsur pembiaran
01:04sejak pertama kali lubang raksasa muncul di awal tahun 2000-an
01:08Inilah episode ke-59 di Poinvestigasi
01:11Saya Dupontor Bahagia
01:12Saya akan menelusuri dan mencari bukti secara langsung dari Negeri Serami Mekah, Provinsi Aceh
01:17Setelah saya kembali menginjakkan kaki di Provinsi Aceh, tempatnya di Kabupaten Aceh Tengah
01:36Saya akan lakukan investigasi terkait dengan munculnya lubang raksasa di permukaan
01:43Ketika pertama kali lubang ini semakin membesar, Bapak melihat situasinya seperti apa, Pak?
01:51Situasinya memang waktu itu warga resah yang melewati jalan ini
01:55Bahkan mereka melapor, Pak, itu jalannya sudah mau roboh
01:58Sudah jatuh mungkin ya, Pak?
02:16Sudah jatuh, sudah jatuh, sudah jatuh
02:17Ketika longselan terjadi, apakah Bapak mungkin melihat atau mendengar sesuatu, Pak?
02:26Mendengar, kemuruh gitu
02:27Kadang-kadang 3 jam sekali, jatuh karena ada jatuh
02:30Apakah ada muncul rasa takut ketika mendengar suara itu?
02:39Kalau rasa takut kan ada, Pak
02:40Mungkin nggak kita, tanahnya sudah keguguran kayak gitu, kita nggak takut
02:45Setiap jatuh, getar, saya gitu
02:48Kami pun kan takut, maka nggak takut kayak gini, Pak
02:50Kemana kita mau pergi?
02:57Saya melihat di situ ada tulisan zona merah, Pak
02:59Boleh kita lebih mendekat, Pak?
03:01Ini kan kalau kita lihat
03:02Begitu kejadian rencana bulan November tanggal 26
03:06Ini berapa bulan kecepatan longselan sudah sampai kemarin
03:10Dan ini terputus total, Pak, jalannya?
03:12Terputus total
03:12Kita tidak bisa lupa bahwa di akhir tahun lalu juga masih
03:17Teringat memori bencana, banjir, dan tanah longsor
03:20Apakah lubang raksasa ini juga semakin
03:22Membebani proses pemulihan yang ada di Aceh Tengah?
03:25Sudah pasti
03:25Ini kan muncul masalah baru lagi
03:28Ini berefek kepada masyarakat juga
03:30Menurut analisa Bapak sebagai seorang bupati
03:32Apakah kemunculan lubang raksasa ini sebelumnya tidak diantisipasi?
03:36Ini adalah jalan utama yang pada tahun 2002 sempat digunakan dan terputus
03:46Dan bisa Anda lihat begitu dalam
03:48Kami berharap untuk pemerintah pusat dengarkan keluh gasah masyarakat yang selama ini berjarak kurang lebih 100 meter dari titik lokasi ini
03:59Kalau kita tarik garis lurus ya dari pondok balik ini
04:04Kita lihat ada 700 meter ke arah barat
04:07Dan juga 1 kilometer ke arah timur pemukiman
04:11Apakah itu juga artinya saat ini warga sudah harus mulai direlokasi?
04:15Setelah saya kembali menginjakkan kaki di Provinsi Aceh tempatnya di Kabupaten Aceh Tengah bisa dilihat
04:39Itu adalah Gapura yang menunjukkan lokasi saya berada
04:44Yakni di Kampung Pondok Balik, Jamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah
04:49Saya akan lakukan investigasi terkait dengan munculnya lubang raksasa di permukaan
04:55Saya akan masuk lebih ke dalam saudara
04:58Tetapi sebelum itu saya akan ceritakan dan gambarkan terlebih dahulu
05:01Awal mula terbentuknya lubang raksasa di lokasi ini sejak awal tahun 2000an
05:07Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Aceh Tengah
05:17Fenomena lubang raksasa diawali dengan munculnya lubang kecil yang terbentuk sejak awal tahun 2000an
05:23Pergerakan tanah terjadi secara bertahap sejak tahun 2004 hingga membuat kondisi lubang semakin membesar
05:30Pada tahun 2006, longsoran tanah tersebut sempat memutus akses jalan penghubung
05:35Antara Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Benar Meriah
05:38Bahkan pada tahun 2013 hingga 2014, masyarakat yang tinggal di Kampung Bas Rempah direlokasi ke Kampung Serempah Baru
05:47Pada tahun 2021, luas lubang raksasa di Kabupaten Aceh Tengah berkisar 20.000 meter persegi
05:53Belesat drastis atau bertambah 7.000 meter persegi hanya dalam waktu 1 tahun
05:58Luasan lubang raksasa menjadi 28.000 meter persegi
06:02Dan pada tahun 2026, luas lubang raksasa telah mencapai angka 30.000 meter persegi
06:08Atau seluas lebih dari 3 hektare dan terus bertambah hingga menyebabkan jalan simpang balik belang mancung terputus
06:15Sudah saya berjalan kurang lebih 800 meter dari perbatasan Kabupaten Benar Meriah dengan Aceh Tengah
06:25Dan tadi saya melihat ada beberapa bangunan milik warga yang memang ditinggali
06:31Ada beberapa titik diantara dan ini adalah titik yang semakin dekat dengan lubang raksasa
06:36Saya akan tunjukkan, sudah ada beberapa pelang ya
06:39Yang kemudian dipasang di sini, dilarang mendekat, longsoran aktif
06:43Di sini juga ada satu lajur yang kemudian dialihkan
06:47Dan ada beberapa penanda lain untuk kemudian menandakan bahwa daerah ini adalah daerah yang rawan
06:54Sehingga tidak boleh sembarang orang untuk masuk
06:55Saya akan coba lebih mendekat, tapi saya tidak akan sendiri
06:58Saya akan bersama dengan Bupati Aceh Tengah, Bapak Haily Yoga
07:02Pak Haily, terima kasih untuk waktunya Pak
07:04Ya, terima kasih
07:05Pak, kita sudah berada lebih dekat, Pak, dengan lubang raksasa?
07:08Ya, sudah dekat sekitar 15 meter lagi nih
07:11Sekitar 15 meter?
07:12Ini area yang sudah dapat dipastikan aman atau seperti apa?
07:16Ini tidak aman nih
07:17Ini sudah tidak aman nih
07:19Oke
07:19Karena setiap hari kan longsor nih
07:21Setiap hari longsor
07:23Yang baru aman adalah 50 meter
07:25Baru aman 50 meter? Dari titik longsor?
07:27Dari titik longsor
07:28Artinya tidak sembarang orang boleh masuk ke wilayah ini?
07:31Tidak boleh sembarang masuk
07:32Tapi boleh kita lebih mendekat, Pak?
07:33Boleh, Pak
07:34Oke, kita akan coba lebih mendekat ya, Saudara ya
07:36Ini ada peta ya, Pak?
07:43Ya, ini sudah ada
07:44Oke, ini kondisi longsoran kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah
07:47Mungkin bisa dijelaskan, Pak Haily?
07:49Ya
07:49Pertama, perlu kami sampaikan bahwa peta ini adalah
07:52Ini kan zona daerah di desa, apa?
07:56Onok Bali
07:57Onok Bali
07:57Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah
07:59Ya
08:00Nah ini kecepatan tanahnya longsor
08:02Sekarang lebih cepat
08:04Oke
08:04Sebelumnya ada 500 meter dari sini kan jalan utama ini
08:07Ya
08:07Jalan utama 500 meter
08:09Jalan utama dulu
08:10Ini dipindah kemari
08:11500 meter
08:12Oke
08:13Beberapa saat ini 400 meter sudah sampai kemari
08:16Oke
08:16Nah ini jalan ini kan tinggal sedikit nih
08:19Dari sini juga ke jembatan
08:21Ini hanya sekitar 450 meter
08:23Hanya sekitar 450 meter?
08:25Nah ini yang kita khawatirkan
08:26Kalau ini tidak secepatnya kita antisipasi
08:28Ini 400 meter ini kan setahun nanti sudah sampai ke sana
08:32Oke
08:32Maka dia akan terbelah
08:33Dan kita tahu, Pak
08:35Video viral yang kemudian menunjukkan lubang raksasa itu
08:37Pada pertengahan Januari
08:382026
08:40Belum menyentuh jalan
08:41Itu masih di sini dia
08:42Betul
08:43Jauh sekali, Pak
08:43Tetapi di awal Februari ini sudah seperti ini
08:45Sudah seperti ini dia
08:46Bergerak terus ya
08:47Boleh bergerak terus longsornya
08:48Dan longsornya tanahnya tidak nampak
08:50Tanahnya tidak nampak?
08:51Tidak nampak ini
08:51Berlubang
08:52Ini kan tanaman cabai masyarakat
08:55Ke penduduk tidak jauh lagi nih
08:57Oke
08:57Dan ini jalannya sudah terputus, Pak
08:59Sudah terputus ini
09:00Sudah lewat lagi
09:01Saya melihat di situ ada tulisan zona merah, Pak
09:03Boleh kita lebih mendekat, Pak?
09:05Oke
09:06Ini zona merah
09:10Ya
09:10Tentu daerah yang sangat berbahaya
09:13Saya dengan Pak Bupati Saudara akan lebih dekat
09:16Di zona merah
09:17Ini sudah ditandai ya
09:19Ya
09:19Red zone area bahaya
09:21Area tanah labil
09:22Longsoran aktif
09:23Artinya tanah di bawah ini masih bergerak?
09:26Bergerak ini
09:27Ini kan tinggal
09:285 meter sudah bergerak ini
09:30Oke
09:31Dengan kecepatan setiap harinya
09:33Berapa meter nih?
09:35Setiap hari ada longsor
09:35Maka harus ada
09:37Pak ini
09:37Ada kepala desa yang jaga
09:39Pak Camat juga jaga
09:41Nanti Pak Camat disiapkan anggotanya
09:42Tidak boleh lewat sembarangan
09:43Oke
09:44Jadi tidak boleh kita
09:45Masyarakat
09:47Tiba-tiba datang tanpa kita wasi
09:49Ini sangat berbahaya
09:50Oke
09:50Pak
09:50Izin Pak
09:51Memang tidak boleh melewati garis putih
09:53Untuk dibalik ini
09:53Untuk mengintip sedikit
09:54Boleh ya Pak ya?
09:55Boleh
09:55Oke
09:55Kita akan
09:57Lihat Saudara
09:58Oke
09:59Wah ini besar sekali ya Pak ya
10:01Besar sekali
10:01Nah ini kan kalau kita lihat
10:05Dari
10:06Ini sebelumnya kan tidak ada
10:07Sebelum bencana kemarin kan
10:09Tidak ada lagi sebenarnya
10:10Begitu
10:11Sejadian bencana
10:12Bulan November tanggal 26
10:14Ini berapa bulan
10:16Kecepatan longsoran
10:17Sudah sampai kemari
10:18Berapa meter
10:18Dan ini terputus total Pak
10:20Terputus total
10:21Sekitar
10:23Hampir
10:24Ya
10:2530 meter
10:2640 meter
10:2740 meter ya Pak
10:28Lebih lah
10:29Hampir 50 meter
10:30Ini sudah terputus
10:31Dalam keadaan
10:33Sewaktu
10:33Satu bulan setengah
10:34Satu bulan setengah
10:36Ini sudah seperti ini
10:36Dan kalau dilihat
10:38Dari konturnya
10:38Ini sudah tidak mungkin lagi
10:39Menjadi jalan seperti dulu Pak
10:41Tidak mungkin lagi
10:41Ini tidak mungkin lagi
10:42Sudah tidak mungkin ya
10:44Tidak mungkin lagi
10:44Luas area selama satu bulan
10:46Sudah habis ini
10:47Sekitar
10:4730.000 meter
10:4830.000 meter ya
10:503 hektare
10:513 hektare secara total
10:52Kalau mungkin kita ke sana
10:54Bisa nih Pak
10:54Bisa sedikit
10:55Biar kita lihat
10:59Supaya lebih jelas mungkin Pak
11:01Boleh?
11:02Oke baik
11:02Kita akan coba
11:04Masuk ya
11:05Dengan
11:06Bapak Bupati
11:09Oke
11:11Oke
11:15Saya akan tunjukkan
11:18Saudara ini
11:18Baik
11:22Baik
11:27Ini saya akan tunjukkan
11:28Baik
11:29Saya akan tunjukkan
11:29Saudara dengan Pak
11:30Bupati
11:31Aceh Tengah
11:32Secara eksklusif
11:33Ini sudah lubang disini Pak
11:46Sudah lubang disini
11:48Sudah lubang disini
11:48Sudah membentuk rongga mungkin di bawah ya
11:54Rongga
11:54Dan ini dalamnya
11:5750 meter
11:5950 meter
12:0150 meter ini
12:02Kedalaman ke bawah
12:03Jadi setiap tanah yang jatuh
12:05Tanahnya hilang
12:06Iya
12:07Jadi seharusnya longsor kan ada
12:09Tumpukan tanah
12:10Betul
12:10Tidak ada
12:11Kosong
12:11Kosong sama sekali
12:12Mungkin analoginya seperti
12:15Bumi sholat terbelah Pak
12:16Terbelah
12:17Terbelah seperti itu
12:18Oke
12:19Yang ingin saya tanyakan tentu
12:21Keselamatan warga Pak
12:22Betul bahwa
12:23Jalan ini terputus
12:25Sutet juga sudah
12:27Runtuh
12:28Bagaimana dengan keamanan warga
12:30Yang mungkin
12:30Tinggal di sekitar area ini
12:32Nah ini memang
12:32Untuk masyarakat kan
12:34Sudah kita sosialisasikan
12:35Melalui Bapak Pelay Desa
12:36Pak Camat
12:37Sudah kita siapkan
12:39Rambu-Rambu
12:40Jadi sehingga nanti
12:41Masyarakat berapa meter lagi
12:42Nggak boleh lagi
12:43Ini contoh ini kan rumah ini
12:44Kan harus pindah
12:45Bangunan itu ya Pak ya
12:46Dibangun ini sudah
12:47Tinggal 3 meter lagi itu
12:49Tambah satu lagi yang di ujung
12:50Oke
12:51Dan beberapa rumah
12:52Ini nggak boleh lagi
12:53Masyarakatnya boleh tinggal lagi
12:54Nah ke pemukiman
12:56Ini paling
12:5740 meter
12:59Terdapat ke sana
13:00Atau 40 atau 50 meter
13:01Kan sangat berbahaya
13:02Hanya 40 hingga 50 meter
13:04Ke pemukiman warga
13:05Pemukiman warga itu
13:06Nggak jauh lagi
13:07Oke
13:08Saya yang khawatir adalah
13:09Ini kan
13:10Pergerakan tanah
13:12Setiap hari bergerak
13:13Betul
13:13Ini beberapa hari sudah
13:15Sekitar hampir
13:1620 meter nih
13:17Bergerakannya
13:18Ini kan menuju ke
13:20Sungai
13:21Di sana ada jembatan yang
13:22Putus juga
13:23Jembatan yang
13:24Apa
13:25Sebenar
13:25Sebenar balik
13:26Panjang itu
13:27Itu sudah putus
13:28Kalau ini nanti sampai ke sungai
13:31Itu sudah selesai
13:32Dan ini tentu menjadi
13:34Tantangan untuk
13:36Pak Hailey sendiri yang
13:37Kalau tidak salah
13:38Menjabat pada Februari
13:392025 Pak
13:40Pak ini setahun
13:41Setahun menjabat
13:42Setahun menjabat
13:43Dan kita tidak
13:44Bisa lupa bahwa
13:45Di akhir tahun lalu
13:46Juga masih
13:47Teringat memori bencana
13:48Banjir dan tanah longsor
13:50Saat ini masih masa pemulihan
13:52Apakah lubang raksasa ini
13:53Juga semakin
13:54Mohon maaf
13:55Membebani proses pemulihan
13:56Yang ada di Aceh Tengah
13:57Sudah pasti
13:58Ini kan muncul masalah baru lagi
14:00Awalnya kan ini tidak muncul
14:02Ini kan muncul lagi
14:03Ini berefek kepada masyarakat juga
14:05Kan harus ada solusi
14:08Ini semakin dari jatuh
14:10Jatuh
14:10Jatuh
14:11Jatuh
14:11Jatuh
14:12Tentu berdampak kepada ekonomi
14:14Ekonomi
14:15Ini kita lihat cabai
14:16Pertama masa panen berakhir ini
14:19Seperti itu
14:21Ada mungkin Pak solusi dari pemerintah
14:23Selain proses pemulihan pasir bencana
14:26Tapi juga lahan-lahan ini
14:28Untuk mata pencarian warga yang kehilangan
14:30Lahannya seperti apa ke depan Pak?
14:32Pertama kalau disini tidak mungkin lagi
14:33Ini kan harus kita cari solusi
14:35Lahan yang lain
14:36Yang mungkin ada potensi beberapa tempat yang lain
14:39Nanti kita ajak masyarakat
14:41Kalau itu disini nanti kita cari lahan yang lain
14:43Ini pun yang tidak bertentangan dengan mungkin
14:45Kalindung
14:46Dan lain sebagainya
14:48Kalaupun nanti ada hutan lindung
14:49Kita minta nanti penurunan status menjadi hutan produksi
14:52Saya izin tanyakan Pak
14:53Mungkin ini agak sedikit sensitif
14:54Tetapi
14:55Bahwa betul Bapak baru
14:57Satu tahun ya Pak ya
14:59Baru mau satu tahun
15:00Dan lubang raksasa ini sudah berjalan bertahun-tahun
15:02Ya 13 tahun
15:03Menurut analisa Bapak sebagai seorang bupati
15:05Apakah
15:05Kemunculan lubang raksasa ini sebelumnya
15:08Mohon maaf
15:09Tidak diantisipasi
15:10Ya tidak ada
15:12Tidak ada antisipasi
15:13Dibiarkan saja
15:14Seperti ini terjadi
15:16Longsor
15:19Ya sudah
15:19Karena tidak ada berpikir bahwa sebesar ini
15:22Oke
15:23Karena 13 tahun pergerakannya tidak ada
15:25Pergerakan selama 13 tahun tidak ada
15:27Kalaupun ada hanya sedikit
15:29Dibandingkan dengan
15:31Seperti yang akan bisa berkaitan
15:32Sebulan satu bulan
15:33Satu bulan setengah
15:34Oke
15:34Terus saya akan lebih
15:46Melihat secara utuh
15:47Seperti apa sebenarnya situasi
15:49Di sekitar lubang raksasa di Aceh Tengah
15:52Bersama dengan kepala desa
15:53Pondok Balik
15:54Bapak Reji Aliano
15:55Pak Reji, terima kasih untuk waktunya Pak
15:56Pak
15:57Tadi kita sudah lihat jalan putus
15:59Ini ada jalan
16:01Yang bisa dilalui masyarakat
16:02Apakah ini jalan yang sudah lama
16:04Atau seperti apa
16:04Ini
16:05Terima kasih jalan baru
16:07Yang pemerintah buat
16:09Jalan alternatif
16:10Jalan alternatif
16:11Iya
16:11Oke
16:12Dan tadi kita lihat bahwa
16:14Mohon maaf
16:15Sekali lagi tidak kita harapkan
16:17Tetapi lubang raksasa
16:19Seakan pergerakannya menuju
16:20Ke jalan ini juga Pak
16:22Betul
16:22Betul sekali
16:23Antara jaraknya
16:25Dari lubang raksasa
16:26Ke jalan alternatif yang kami buat
16:28Seminggu yang lalu
16:29Itu sekitar berjarak 50 meter lagi
16:32Tinggal 50 meter
16:33Tinggal 50 meter lagi
16:34Dan itu masih terus bergerak ya Pak ya
16:36Terus bergerak
16:37Boleh kita lihat Pak
16:38Oke
16:39Kita akan coba lihat ya Saudara ya
16:40Ini jalannya masih berkontur hasil ya Pak ya
16:45Yang dipadatkan ya
16:46Dipadatkan ya
16:47Dan ini masih kebun warga yang tadi disebut ya Pak ya
16:50Betul ini kebun warga yang masih panen
16:53Mereka masih gemas dengan adanya kongkuran ini
16:58Untuk lokasi saluran udara tegangan tinggi atau SUTT disana?
17:04Disana
17:05Disana Pak
17:05Boleh kita lebih mendekat Pak?
17:06Silahkan
17:06Oke kita coba lebih mendekat ya
17:08Di area SUTT yang sebelumnya juga menjadi fokus
17:13Dari PLN untuk kemudian dibenahi
17:15Dan sayangnya saat ini sudah tidak ada
17:17Tidak ada
17:18Sudah dipindahkan oleh tinggal PLN
17:21Karena jaraknya tinggal 5 meter lagi dari tiang konteks ini
17:26Tinggal 5 meter lagi?
17:27Tinggal 5 meter lagi
17:28Oke
17:29Kita akan coba lebih mendekat ya
17:31Dan ini masih zona merah
17:33Tapi saya didampingi oleh kepala desa
17:36Untuk melihat secara lebih utuh ya
17:39Silahkan coba lebih dekat lagi ya
17:51Untuk melihat mungkin patahan ya
17:53Atau sisa-sisa dari SUTT yang kemudian sudah tidak ada disini
17:56Ini berasanya ya Pak ya
18:01Ada satu video menarik Pak
18:05Ketika SUTT tersebut terjatuh
18:07Bapak ada disini juga?
18:09Kebetulan kami disebelah sana
18:11Disebelah sana Pak?
18:12Karena pihak PLN waktu itu untuk warga jangan dekat
18:15Karena tiang akan kami rogohkan sementara
18:18Untuk menghindari itu kami dari disebelah barat ya
18:24Oke dan ini masih ada sisa-sisa tiangnya ya
18:27Sisa-sisa tiang
18:28Oke mungkin bisa ditunjukkan
18:30Ada 4 ya
18:32Yang SUTT yang masih berada disini
18:34Yang sebelumnya berdiri kokoh
18:35Tapi karena lubang rasa-sasa ini sudah tidak bisa lagi digunakan ya Pak ya
18:40Tapi aliran listrik sudah direlokasi Pak?
18:43Sudah
18:43Sudah diperbaiki ya?
18:44Sudah diperbaiki
18:45Alhamdulillah untuk warga untuk listrik Alhamdulillah
18:48Sudah aman
18:49Sudah terkendali lah
18:50Ini ya
18:53Tiang-tiangnya bisa dilihat
18:54Satu, dua, tiga, empat
18:56Dan di depan sana adalah lubang raksasa
18:58Bisa dilihat saudara itu adalah tadi guncangan yang terjadi
19:17Sudah jatuh mungkin ya Pak?
19:18Jatuh, jatuh yang diketemak
19:20Tadi jatuh
19:20Terima kasih sudah menonton!
19:50Saya akan coba mendekat lagi saudara ke bangunan terdekat
19:55Dari lubang raksasa
19:57Tapi sebelum kita tiba di bangunan tersebut
19:59Saya akan tampilkan visual yang menunjukkan bahwa
20:02Jalan alternatif yang kemudian saat ini digunakan oleh warga
20:07Hanya berjarak kurang lebih 50 meter ya Pak?
20:1250 meter
20:1350 meter dengan lubang raksasa
20:14Dan tidak menutup kemungkinan bahwa lubang raksasa tersebut
20:18Mengarah ke jalan alternatif
20:21Yang saat ini menjadi satu-satunya akses warga
20:23Dan ini adalah bangunan terdekat ya Pak ya?
20:38Bangunan terdekat warganya
20:40Dari lubang raksasa kita akan coba lihat saudara
20:44Aksesnya menuju ke sini Pak?
20:48Iya
20:48Oh samping ya?
20:49Samping rumah warganya
20:50Ini bangunan apa Pak?
20:56Ini bangunan warga untuk budang
21:00Budang mereka untuk jual beli
21:04Oh oke
21:05Jual beli?
21:06Hasil pertanian
21:07Hasil pertanian?
21:08Oh ini dekat sekali
21:09Nah ini ya
21:10Oke dan ini bisa dilihat ya
21:13Bangunannya memang sudah kosong ya Pak?
21:14Sudah dikosongkan?
21:15Sudah dikosongkan
21:16Sebelumnya digunakan tapi ya?
21:17Sebelumnya digunakan
21:18Oke
21:18Saya akan tunjukkan itu adalah
21:21Air irigasi ya Pak?
21:23Drainase
21:23Drainase ya Pak?
21:24Drainase
21:25Air yang mengalir jatuh
21:28Ke lubang raksasa air drainase
21:30Dan bisa dilihat ini sangat dekat sekali
21:32Dan dipasang garis polisi
21:33Retakan
21:36Ini retakannya ini juga dekat juga
21:38Retakan yang sangat dekat
21:39Dengan titik kami berdiri saat ini
21:43Oke
21:45Ini tiang listriknya robo Pak?
21:49Ya disini satu
21:50Kemarin
21:51Dua pun
21:52Dua
21:52Tiang
21:54Telkom
21:55Tiang
21:56Listrik
21:57Dua
21:58Oke
21:59Ini seperti
22:01Tertarik ya Pak ya?
22:03Tertarik
22:04Karena
22:04Sudah kebawah ya?
22:07Iya
22:07Saya ingin tanyakan
22:08Ketika pertama kali
22:09Lubang ini
22:10Semakin membesar
22:12Bapak melihat situasinya seperti apa Pak?
22:14Situasinya memang
22:15Waktu itu warga resah
22:17Yang melewati jalan ini
22:18Bahkan mereka melapor kepada kami
22:21Sebagai kepala desa Pak
22:22Itu jalannya udah mau roboh
22:24Kan begitu
22:24Tapi ketika retakan itu terjadi
22:26Yang menggunakan bangunan ini
22:28Aman Pak?
22:29Atau seperti apa?
22:30Kebetulan ini warga
22:32Dia bukan warga asli kampung Pondobalek
22:35Yang punya gudang ini
22:36Mereka orang benar meriah
22:37Setiap harinya mereka kesini
22:39Selam pagi
22:41Berusaha disini
22:42Kemudian kita
22:44Himbaw kepada mereka
22:45Pihak yang punya bangunan
22:47Yang untuk jangan
22:48Datang kesini lagi
22:50Untuk berusaha
22:51Dan kemudian kami suruh
22:52Untuk dibongkar rumahnya
22:54Dibongkar ya?
22:55Dibongkar terus
22:56Yang bisa dipakai
22:57Dipakai
22:58Oke
22:59Ini lumayan besar
23:00Dan ini
23:00Sepertinya tidak akan nama lagi
23:02Untuk langsor ya Pak?
23:03Kalau hujan
23:04Nanti malam bisa jatuh
23:06Tadi yang kami bahas
23:20Bersama dengan Bupati juga Pak
23:22Bahwa
23:23Dari
23:24Lubang Raksasa ini
23:25Tidak jauh ya Pak ya
23:27Ke perumahan warga?
23:28Ya
23:28Untuk yang pertama yang dekat
23:30Ini sekitar
23:3150 sampai 100 meter
23:34Itu warga yang
23:3450 sampai 100 meter
23:37Yang berdekatan dengan lombang
23:39Masih dihuni Pak?
23:41Masih dihuni
23:41Itu yang masih dihuni
23:42Oke
23:43Kita sudah beri
23:44Aba-aba kepada
23:45Warga yang
23:46Sangat dekat ini
23:47Oke
23:48Ini gubuk Pak?
23:50Gubuk
23:51Sudah tidak dipakai juga ya?
23:54Iya
23:54Oh ini juga
23:56Berdekatan sekali Pak
23:57Bisa dilihat saudara
24:10Itu adalah tadi
24:11Guncangan yang terjadi
24:13Sudah jatuh mungkin ya Pak?
24:15Jatuh
24:15Jatuh yang kita tengok
24:16Tadi jatuh
24:16Oke
24:17Tadi
24:18Tiang listriknya seolah tertarik ya?
24:21Iya
24:21Dan lebih baik kita tidak mendekat ya Pak?
24:24Takut
24:25Ada sesuatu
24:26Oke
24:38Dan ini
24:39Rumahnya saudara
24:40Saya akan coba
24:42Pak Sutino
24:42Iya Pak Sutino
24:43Oke
24:43Saya akan coba
24:44Berbincang dengan
24:45Pohoni Roma
24:46Apakah
24:47Sempat mendengar
24:49Ataupun merasakan
24:49Sesuatu ketika
24:51Lubang raksasa tersebut
24:53Terbentuk
24:54Assalamualaikum
24:55Assalamualaikum
24:55Pak Sutino Pak
24:57Iya
24:57Dipo Pak dari Kompas TV Pak
24:59Iya
25:00Pak Sutino
25:01Betul pemilik rumah ini ya Pak ya?
25:02Betul
25:03Rumah terdekat
25:05Dari lubang raksasa
25:06Iya
25:06Saya ingin tanya Pak
25:08Ketika
25:08Longsoran terjadi
25:10Apakah Bapak mungkin melihat
25:12Atau mendengar sesuatu Pak?
25:13Iya
25:14Kalau malam
25:15Mendengar
25:16Kalau pagi
25:17Cepat melihat gitu
25:18Kesana
25:18Malam itu mendengarnya seperti apa?
25:20Mendengar
25:20Kemuruh gitu
25:22Aduh suara gemuruh
25:23Suara
25:23Suara longsoran itu
25:25Dengar gitu
25:25Dari jarak 100 meter
25:27Terdengar
25:29Selain suara gemuruh
25:31Ada mungkin getaran Pak?
25:33Iya getaran
25:33Getaran itu
25:34Getaran juga terasa?
25:35Getaran terasa
25:36Gak getar
25:37Longsor terus gitu
25:38Ketika itu
25:39Proses longsoran
25:40Seperti apa yang Bapak lihat?
25:42Pokoknya
25:43Kadang sekitar
25:45Kadang-kadang 3 jam sekali
25:46Jatuh tanah dari atas
25:48Gitu
25:48Ke bawah
25:49Bapak tinggal sama Ibu?
25:51Sama Ibu
25:51Sama anak
25:52Yang dibawah sana tadi kan
25:53Dekat air besar
25:55Begitu banjir
25:56Mendekati rumah
25:57Saya bawa ke Mariana
25:58Bapak masih akan bertahan disini
26:01Atau seperti apa?
26:01Itu belum tahu
26:01Pindahnya kemana
26:02Belum tahu
26:03Kita ini kan
26:04Ibu
26:07Mungkin ada tanggapan Bu
26:09Ibu akan tetap bertahan disini
26:10Atau seperti apa Bu?
26:12Ya
26:12Maunya ya bertahan disini
26:14Tapi kayak mana lagi
26:15Gak dengerin kayak gitu
26:17Mau pindah
26:18Pindah kemana?
26:20Tidak ada tempat lain Bu
26:22Tempat lain di bawah tadi
26:25Tempat lain
26:29Ancamannya banjir
26:31Ada satu bangunan lagi yang cukup dekat
26:44Dengan lubang raksasa
26:46Saya akan coba
26:47Tanyakan apakah
26:48Pemilik bangunan ini juga
26:50Sempat mendengar suara gemuruh
26:53Ketika
26:53Longsor terjadi
26:55Permisi
26:56Assalamualaikum
27:00Izin
27:01Iya pak
27:03Dengan mas siapa?
27:04Mawan pak
27:05Mas Mawan
27:05Mas Mawan pemilik bangunan ini?
27:07Iya pak
27:08Saya ingin tanyakan mas Mawan
27:09Tadi saya sudah ke rumah Pak Sutino
27:11Bahwa beliau
27:13Sempat mendengar suara gemuruh
27:15Ketika longsoran terjadi
27:16Apakah
27:16Bang Mawan juga
27:17Merasakan atau mendengar hal yang sama?
27:20Dengar juga pak
27:20Sering itu pak
27:21Ini bapak-bapak ini pun juga dia kan
27:23Kapa juga kan?
27:24Bapak juga mendengar pak?
27:25Iya dengar
27:26Bapak rumah yang ini?
27:27Iya ini rumah
27:28Oke
27:29Maksudnya getarannya sampai ke sini dia
27:31Kalau pak jatuh
27:31Getarannya sampai ke sini?
27:33Iya
27:34Saya izin ke sini ya pak
27:35Getarannya sampai ke sini pak?
27:37Iya
27:37Bapak dengan bapak siapa?
27:39Pak Selamat
27:40Pak Selamat
27:41Oke
27:41Tinggal dengan ibu?
27:43Iya
27:44Berdua saja?
27:45Iya
27:45Bisa diceritakan pak saat itu
27:47Ketika longsor terjadi
27:49Bapak bilang ada getaran
27:50Ceritanya seperti apa?
27:52Pokoknya bergetar lah
27:53Ketika sampai ke sini dia
27:54Bergetar
27:55Jam berapa itu pak?
27:56Kadang-kadang jam 5
27:58Jam 5 pagi kan
27:59Jam 5 pagi malam
28:02Sering?
28:03Sering
28:04Kadang-kadang tiap malam pun
28:06Jatuh tuh
28:08Sampai saat ini?
28:09Iya
28:10Sampai saat ini pun
28:10Sampai saat ini masih?
28:11Iya
28:11Tadi pagi pun masih
28:12Pokoknya tiap hari dah
28:15Jatuh
28:16Dan bapak
28:18Dengan
28:19Mas Mawan juga
28:20Tetap bertahan di sini?
28:22Iya
28:22Kalau enggak gimana lagi?
28:23Bagaimana lagi rumah di sini pak?
28:24Cuma ini
28:25Ini rumah cuman kan
28:27Oke
28:28Kan harus bertahan kita di sini dulu
28:29Kalau udah bahaya
28:31Kecuali baru
28:33Tapi bapak sama ibu
28:35Mohon maaf
28:36Tadi kan gemuruhnya setiap hari
28:37Iya
28:38Apakah ada
28:39Muncul rasa takut
28:41Ketika mendengar suara itu?
28:42Ya kalau rasa takut kan ada pak
28:44Takut pak
28:44Mungkin enggak takut
28:45Mungkin enggak kita
28:46Tanahnya udah keguguran
28:48Kayak gitu
28:48Kita enggak takut
28:49Sedangkan getaran seng pun
28:51Sudah
28:51Setiap jatuh
28:53Getar seng
28:54Kita pikir gempakan
28:56Jauh ini mungkin ada
28:57Himbawan gitu pak
28:59Atau sosialisasi mungkin dari
29:01Pemerintah?
29:02Iya pak
29:03Sudah?
29:03Belum ada pak
29:04Belum ada
29:04Belum ada
29:05Belum ada himbawan kan
29:07Belum ada ini baru ada
29:08Tanya-tanya ini pak
29:09Termasuk himbawan untuk pindah
29:12Belum ada?
29:12Belum
29:13Belum ada
29:14Oke
29:14Takut kan kami pun kan takut
29:17Masa enggak takut kayak gini pak
29:18Bagaimana enggak ada
29:20Dari pemerintahku
29:21Kemana kita mau pilih
29:22Agar penanganannya
29:34Bersifat
29:35Komprehensif
29:37Sudah disampaikan oleh tim
29:38Ada beberapa hal yang mau kita kejarkan
29:41Gritting
29:42Ada 3-4 item
29:44Jadi sekarang
29:45Kita harus lakukan penanganan cepat
29:50Saya minta
29:51Pekerjaan fisiknya sudah dilakukan
29:53Nah tadi kan
29:54Kalau saya tersadakan
29:55Ada
29:56Rasa gempa ya
29:57Berarti area disitu kan
29:59Tidak 100% secure gitu kan
30:02Jadi
30:02Bahwa ini di bawah ini
30:03Masih ada pergerakan air
30:04Pergerakan airnya
30:06Masih bisa stop
30:06Perlu waktu
30:08Tapi
30:09Kita upayakan maksimal
30:12Agar jalan di tour pertama
30:13Yang lebih pendek
30:14Itu
30:15Tidak
30:16Tidak hancur
30:18Ini adalah jalan utama
30:23Yang pada tahun 2002
30:24Sempat digunakan
30:25Dan terputus
30:25Kami berharap
30:27Untuk pemerintah
30:28Pusat
30:28Untuk memfasilitasi
30:29Warga yang resah ini
30:30Yang selama ini
30:31Berjarak kurang lebih
30:33100 meter
30:34Dari titik lokasi ini
30:35Terima kasih sudah menonton!
31:05Awal tahun 2021, Kabupaten Aceh Tengah menjadi sorotan.
31:22Sebuah lubang yang semula kecil menjelma menjadi lubang raksasa,
31:26terus memanjang dan melebar hingga membelah daratan.
31:29Keluasnya lubang besar kini memutus akses jalan utama desa.
31:32Domina ini menjadi tanda rapuhnya struktur tanah Aceh Tengah
31:35sekaligus peringatan ancaman bencana di bawah permukaan.
31:40Hasil kajian yang menunjukkan bahwa pada lokasi terjadinya longsor secara geologi
31:45tersusun oleh batuan kolkanik, didominasi oleh tufa dan pasir yang mudah pas,
31:54kemudian longsor juga terjadi karena dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi
31:59serta lereng yang curang.
32:01Ini kami menghimpau juga agar semua pihak dan masyarakat
32:05muas padai terhadap kondisi ini dan lebih bekal terhadap
32:11terutama pada saat-saat terjadinya hujan.
32:16Ancaman lubang raksasa muncul di saat Aceh belum sepenuhnya pulih
32:20akibat dampak banjir badang dan tanah longsor yang belanda akhir tahun 2025 lalu.
32:26Nanganan bencana di Aceh Tengah menjadi tantang yang besar
32:28menilik anggaran yang dimiliki pemerintah daerah tahun 2025
32:32alokasi anggaran untuk bencana yang berasal dari anggaran belanja tidak terduga
32:35atau BTT sebesar 3,1 miliar rupiah.
32:39Rumah ini terbilang minim karena harus menopang upaya mitigasi,
32:42kesiap siagaan, hingga penanganan darurat.
32:45Setelah bencana besar melanda akhir tahun 2025,
32:48pola anggaran pun berubah, melonjak signifikan menjadi 80,9 miliar rupiah
32:54merespons kebutuhan penanggulangan pasca bencana.
32:59Meski secara resmi Provinsi Aceh telah beralih status dari tanggap darurat
33:03ke fase pemulihan bencana,
33:05namun dampak banjir badang dan tanah longsor masih membayangi hingga kini.
33:10Di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, warga desa Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Reduk
33:14masih terisolasi akibat jalan dan jembatan utama hancur.
33:18Untuk keluar masuk desa, warga terpaksa bergelantungan di kabel seling
33:21yang dipasang melintasi sungai dan menjadi satu-satunya akses beraktifitas
33:26termasuk mengangkut hasil pertanian.
33:29Sementara di Kabupaten Biran, lebih dari 20 hektare sawah di desa Tepin Raya,
33:33kecamatan Pesangan Siblah Krueng, masih tertimbun pasir sisa banjir bandang.
33:38Sawah yang seharusnya memasuki musim tanam, kini rata dan kering.
33:41Demi bertahan hidup, para petani menanam semangka dan jagung di atas lahan berpasir
33:46meski risiko gagal panen, mengintai.
33:50Di sektor pendidikan, dampak bencana juga terasa di Aceh Tamiang.
33:53Siswa madrasa ithidayah negeri masih belajar di sekolah darurat.
33:57Kondisi serupa terlihat di SMA Negeri 2 meredupi di jaya.
34:00Siswa masih belajar di atas lumpur, beralaskan terpal, dan di dalam tenda darurat.
34:06Meski sederet permasalahan pasca bencana banjir dan longsor belum usai,
34:10kini Aceh harus kembali dihadapkan pada ancaman baru, fenomena lubang raksasa.
34:16Peristiwa geologi juga terjadi di desa Padasari, Kecamatan Jatimegara,
34:20Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada 2 Februari lalu.
34:23Bencana tanah bergerak di picu hujan ekstrim,
34:25merusak sekitar 500 rumah, serta fasilitas umum seperti jalan, sekolah, dan pondo pesantren
34:31hingga memaksa 1.700 warga mengungsi.
34:34Negerakan tanah belum sepurnia berhenti dan berpotensi terjadi bencana susulan.
34:38Sementara pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat,
34:42menyiapkan hunian sementara, dan merancang relokasi jangka panjang.
34:48Rentetan bencana di beberapa titik di tanah air menjadi penanda bahwa mitigasi tak bisa ditunda.
34:53Kerentanan alam yang bertaut dengan cuaca ekstrim menuntut kesiap-siagaan dan upaya mitigasi yang berkelanjutan.
34:59Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama agar ancaman bencana tak lagi merembut nyawa.
35:08Sebenarnya saya bersama dengan Pak Luki, selaku sekretaris desa Pondok Balik ya Pak ya?
35:24Dan juga dengan Kepala Dusun Aramiko dengan Pak Adi.
35:28Saya ingin konfirmasi, Bapak-Bapak.
35:31Ini jalan yang dulu juga sempat digunakan warga.
35:37Ceritanya ini jalan ini putus juga atau seperti apa, Pak?
35:40Sekitar 2002.
35:42Jalan ini dilalui.
35:44Jalan utamanya ini dulu.
35:46Sebelum putus.
35:48Setelah putus, barulah pindah di jalur yang putus sekarang ini.
35:52Saya luruskan, Pak. Artinya tahun 2002 jalan yang kita injek saat ini adalah jalan utama di Inggris Pondok Balik.
36:00Putus karena lubang raksasa kemudian berpindah ke jalan yang ada SUTT-nya.
36:05Iya, iya.
36:06Dan sekarang putus lagi?
36:07Putus lagi.
36:08Dan baru ada jalan alternatif yang dibuat?
36:11Iya.
36:12Artinya longsoran ini atau jalan putus karena lubang raksasa sudah terjadi dua kali?
36:18Dua kali.
36:18Kita bisa lihat ya, Pak, ya? Ujungnya ini bisa terlihat dari sini?
36:22Bisa-bisa.
36:22Oke, kita akan coba lihat ya, Saudara.
36:26Tapi ini masuk ke zona aman atau seperti apa?
36:29Kalau sementara ini, kalau yang sebelah sini bisa dikatakan aman.
36:34Kalau yang sebelah sana, itulah jatuh-jatuh saja.
36:37Oke, kita akan coba lebih mendekat.
36:42Luar biasa dalam ya, Pak, ya?
36:44Itulah tanahnya.
36:47Sedalam ini, Pak.
36:49Cuma kalau yang sebelah sana, perasaan lebih dalam.
36:55Saya tunjukkan dulu yang ini ya.
36:56Ini adalah jalan utama yang pada tahun 2002 sempat digunakan dan terputus.
37:02Dan bisa Anda lihat begitu dalam lubang yang ada bahkan sudah tumbuh pepohonan ya, Pak.
37:07Itu yang air dari lubang tadi, Pak.
37:28Yang berwarna coklat itu, ya?
37:32Atau airnya kan nggak bisa sekali.
37:33Air dry naso tadi ya, Pak, ya?
37:38Pak Luki, Pak Adi, tadi juga kita sudah berbincang ya, Pak, dengan beberapa warga.
37:44Untuk di Desa Pondok Balik ini sendiri, jumlah warga secara total ada berapa?
37:49Secara total keseluruhan 970.
37:52970 kakak?
37:55970 jiwa.
37:56970 jiwa.
37:58Untuk yang mungkin sudah dipetakan, Pak, yang berada bisa dikatakan mungkin di daerah-daerah rawan jumlahnya mungkin kisaran berapa?
38:04Kisaran mungkin 15 kakak mungkin ada, Pak.
38:08Artinya kurang lebih ada 15 kakak yang berada di daerah yang bisa dikatakan tidak amat karena dekat dengan lubang aksesan.
38:15Tapi ketika warga berharap di relokasi, apakah mungkin pemerintah desa ataupun mungkin pemerintahan dusun juga membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, Pak, untuk menyediakan tempat tinggal atau seperti apa?
38:27Ya, harapan kami sebagai pemerintahan kampung Pondok Balik ya, sendiri, ya kami berharap untuk pemerintah pusat untuk memfasilitasi warga yang resah inilah.
38:39Kami mendengarkan keluh kesah masyarakat yang selama ini berjarak kurang lebih 100 meter dari titik lokasi ini, supaya untuk didengar itu.
38:51Kami meminta untuk pemerintah pusat untuk membuat secepatnya akses jalan, karena untuk membawa hasil bumi kami, inilah jalan satu-satunya.
39:02Ini satu-satunya jalan ini.
39:03Masyarakat Ketol pada umumnya, membawa hasil panen mereka, ya inilah jalan satu-satunya untuk diakses ke luar.
39:16Kalau kita tarik garis lurus ya dari Pondok Balik ini, nah ini kan kita lihat ada 700 meter ke arah barat dan juga 1 kilometer ke arah timur pemukiman.
39:29Apakah itu juga artinya saat ini warga sudah harus mulai direlokasi?
39:33Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan.Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan-Jalan
40:03Setelah saya sudah bersama dengan KBT Geologi dan Air Tanah, Dinas SDM Provinsi Aceh dengan Pak Ikhlas.
40:09Pak Ikhlas, terima kasih untuk waktunya, Pak.
40:11Pak, kita tahu bahwa fenomena yang terjadi di Aceh Tengah ini tidak bisa dianggap sebelah mata.
40:17Semakin hari, lubang raksasa yang kemudian terbentuk ini semakin besar.
40:21Bahkan terlihat bumi seolah terbelah.
40:23Fenomena apa yang sesungguhnya terjadi, Pak?
40:24Baik, ini adalah selongsoran yang diakibatkan oleh erosi bawah permukaan yang membentuk morfologi ngarai yang ada di Desa Pondok Bali, Kecamatan Ketol.
40:33Sudah memantau perkembangan longsor ini sejak tahun 2011 melalui time series Google dan juga langsung ke lapangan.
40:41Jadi kita lihat dari 2011 ada 7.000 meter persegi ya, luasan dari longsoran kemudian berkembang menjadi 12.000 di 2015 sampai di 2021 di atas 20.000 meter persegi.
40:53Dan terakhir kami ini berkembang terus pada 22 Januari 2006, 26 sudah di atas 30.000 meter persegi.
41:02Jadi ada peningkatan 10.000 meter persegi dari 2021 ke 2026.
41:06Bahwa di tahun 2011 ini luasnya hanya dapat dikatakan 7 hektare, Pak.
41:11Dan dari 2021 menuju ke 2026 peningkatannya cukup drastis.
41:17Apa yang sesungguhnya terjadi, Pak?
41:18Baik, ini kalau kita lihat mungkin dari Genesa ya, kalau kita lihat di Google Earth.
41:23Fenomena ini adalah fenomena ngarai.
41:29Nah ini kita lihat longsor ini berkembang beberapa kilometer ya, dari awalnya sana mungkin ada beberapa kilometer sampai ke Ketol.
41:37Kalau kita tarik garis lurus ya dari pondok balik ini ke seperti sumbernya di situ.
41:43Nah itu sekitar 4 kilometer.
41:464 kilometer?
41:474 kilometer.
41:47Dan ini nampak sekali bentukan yang sudah lama sekali terbentuk ya.
41:52Nah ini ada patahan di Ketol.
41:54Namanya patahan laut tawar dan patahan pesangan.
41:58Patahan ini adalah deformasi dari patahan sesar besar Sumatera yang berjarak sekitar 37 kilometer.
42:04Ini sesar besar Sumatera.
42:07Ini sesar Sumatera?
42:08Ya, sesar besar.
42:08Artinya ada hubungannya dengan lubang raksasa ini?
42:11Pembentukannya.
42:12Jadi ini berjarak 36 meter.
42:14Ketika ini aktif juga membentuk sesar-sesar deformasi yang kecil ya, yang kita lihat tadi.
42:20Itu berarah N304 derjat east ke arah Tenggara.
42:24Sedangkan perkembangan longsor ini juga ke arah Tenggara.
42:27Kita bisa melihat adanya rembesan air.
42:31Ya ini sini kita lihat ada rembesan-rembesan air.
42:33Kalau misalnya di beberapa titik ini, Pak?
42:35Ya, ada banyak itu rembesan.
42:36Karena air tanah ini kan jenuh dia.
42:38Tufa ini bersifat poros.
42:41Jadi mudah menyerap air sehingga mudah jenuh air.
42:44Apalagi ketika hujan.
42:46Dan ini ditambah dengan tebing yang curang.
42:49Kita hitung sampai 70 sampai 80 derjat.
42:52Dengan kedalaman sekitar 50 meter.
42:5450 meter.
42:54Ya, itu menambah ketidakstabilan lereng di area tersebut.
42:57Apalagi ketika siklon senyar kemarin menambah masa hujan dan pembebanan di area ini.
43:03Dan ini bergerak ke arah Tenggara.
43:06Nah, ini kan kita lihat ada 700 meter ke arah barat dan juga 1 kilometer ke arah timur pemukiman.
43:16Dan jarak ke sungai itu juga sekitar 700 meter.
43:19Oke, ini ke pemukiman ya.
43:20Dan ini ke arah sungai?
43:22Nah, itu ke arah sungai.
43:23Ini bisa nyatu nanti ke sungai ya kalau terus berkembang.
43:26Ini ada vegetasi yang sudah lebat ya.
43:29Ini artinya sudah stabil.
43:31Artinya ini yang sudah ada vegetasi ini sudah stabil ya?
43:33Ya, sudah stabil.
43:34Karena kalau bergerak dia pasti sudah hilang.
43:36Oke.
43:37Nah, ini kan ada.
43:38Dan ini memanjang terus.
43:39Begitu juga nanti ini bakal tumbuh vegetasi.
43:41Tapi kalau kita ingin meminimalisir dampak, ya kita lakukan penanaman di sini.
43:45Dilakukan penanaman.
43:47Dan itu memungkinkan?
43:48Memungkinkan.
43:49Bisa saja kita menanam jenis tanaman tertentu yang akarnya dalam.
43:52Oke.
43:53Ya, itu bisa.
43:54Kemarin juga saya sudah melihat secara langsung, Pak.
43:57Lubang raksasa yang kemudian ada di Kecamatan Ketol ini.
44:00Bahkan warga yang kemudian tinggal, Pak.
44:02Di daerah sini ketika lubang terjadi,
44:05mendengar suara gemuruh.
44:07Termasuk juga merasakan getaran.
44:08Kalau dilihat dari besarnya lubang raksasa ini,
44:12yang paling memungkinkan apakah terus meluas ke area sungai
44:16atau bahkan mungkin saja ke perumahan warga?
44:19Ya, ini kalau kita lihat perkembangannya dari retakan-retakan yang muncul,
44:23itu arahnya ke Tenggara.
44:24Ke Tenggara?
44:24Tenggara itu ke arah Sutek ini ya.
44:26Oke.
44:27Sutek ke sana gitu ya.
44:28Ini itu ke arah Tenggara ke sana.
44:29Ke arah sana ya?
44:30Iya.
44:31Gitu ya.
44:32Artinya paling memungkinkan menuju ke arah sungai?
44:34Ke sana.
44:34Karena kita lihat retakan-retakan ini.
44:36Ini ada retakan-retakan.
44:38Itu arahnya Tenggara.
44:41Ya, ini adalah retakan di mahkota longsornya.
44:43Ya, di tebing longsor yang terbaru gitu ya.
44:45Jadi, retakan ini kami menemukan ada beberapa yang memang arahnya ke arah Tenggara.
44:51Oke.
44:51Jadi, ini salah satu tanda bahwa dia bergerak ke Tenggara.
44:54Dan ini kondisinya bercelah seperti ini, Pak?
44:56Ya, betul.
44:57Ini karena sudah tidak stabil.
44:59Lerengnya dia di erosi oleh air.
45:02Air tanah ada rembesan.
45:04Kemudian, karena tebingnya curam.
45:06Ini hampir 90 derajat ya.
45:0880 derajat mungkin.
45:09Itu jadi ada gravitasi yang menekan ke bawah.
45:12Ditambah dengan adanya, ini bekas dari dry nasion yang jatuh.
45:16Ketika kita melihat, Pak Ikhlas, bahwa dalam beberapa waktu terakhir,
45:20peningkatan luas dari lubang raksasa ini meningkat cukup drastis.
45:24Apakah itu juga artinya, saat ini warga sudah harus mulai direlokasi?
45:28Atau seperti apa?
45:29Jadi, mitigasi yang sebaiknya dilakukan itu adalah mitigasi bertahap.
45:33Karena untuk melakukan relokasi itu banyak kajian aspek,
45:37ada aspek ekonomi, sosial, dan sebagainya.
45:39Jadi, secara bertahap, ketika ini berkembang terus,
45:44apakah bisa dilihat dengan pemantauan berkala,
45:47atau ada teknologi seperti CCTV,
45:49atau alat early warning system lainnya,
45:51itu akan ada kebijakan nanti oleh pemerintah Kupaten.
45:55Oh, ini sudah tidak mungkin lagi, dia harus segera direlokasi.
45:59Misalnya jaraknya sudah terlalu dekat.
46:01Karena langsoran ini bersifatnya pelan-pelan,
46:04yang tidak langsung tiba-tiba luas.
Komentar

Dianjurkan