Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang siswa sekolah dasar ditemukan meninggal. Ia diduga mengakhiri hidupnya karena kecewa tak mampu membeli pensil dan buku untuk bersekolah.

Begitu memilukan, di usia yang semestinya bisa menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain dan mengenyam pendidikan, namun terhenti karena tekanan hidup yang penuh keterbatasan dan tak tersentuh bantuan. Peristiwa yang dialami bocah di Ngada ini membuat Gubernur NTT marah.

Seorang siswa kelas 4 SD mengakhiri hidupnya karena dipicu persoalan ekonomi menjadi tamparan bagi negara.

Di depan jajaran pemerintahan NTT, ia murka.

Ia menyebut tragedi kemanusiaan ini terjadi sebagai kegagalan pemerintah menciptakan sistem perlindungan sosial bagi warganya. Ia meminta jajarannya untuk mengevaluasi kejadian ini dan meminta peristiwa ini menjadi yang terakhir kalinya.

Baca Juga [FULL] Gubernur NTT Update Pencarian WN Spanyol Korban Kapal Tenggelam: Pencarian Diperpanjang di https://www.kompas.tv/nasional/645138/full-gubernur-ntt-update-pencarian-wn-spanyol-korban-kapal-tenggelam-pencarian-diperpanjang

#ntt #ngada #siswasd

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649403/siswa-sd-di-ngada-ntt-pilih-akhiri-hidup-karena-tak-mampu-beli-pensil-buku-pemerintah-dievaluasi
Transkrip
00:00Topik selanjutnya saudara, seorang siswa sekolah dasar ditemukan meninggal dunia.
00:06Ia diduga mengakhiri hidupnya karena kecewa tak mampu membeli pensil dan buku untuk bersekolah.
00:13Begitu memilukan, di usia yang semestinya bisa menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain dan mengenyam pendidikan,
00:20namun terhenti karena tekanan hidup yang penuh keterbatasan dan tak tersentuh bantuan.
00:26Ia pergi meninggalkan luka yang tak akan pernah kering dan sepucuk surat yang berisi pesan memilukan.
00:37Surat terakhir untuk mama.
00:39Di atas kertas kusam, jemari kecilnya menoreh kalimat untuk sang mama untuk terakhir kalinya.
00:48Surat yang berisi pesan cinta sekaligus pesan perpisahan kepada sang mama.
00:52Ia meminta agar mama tak menangis dan merelakan kepergiannya.
00:58Begitu pilu, tekanan kehidupan yang semestinya tak dirasakan oleh bocah seusianya terpaksa harus ia lalui.
01:08Terhimpit keadaan keputusannya hingga membuat dirinya mengambil keputusan yang tragis.
01:14Saudara korban adalah anak bungsu dari lima bersaudara.
01:23Di usia yang seharusnya dipenuhi cerita, tawa, dan angan-angan, korban justru memikul beban yang terlalu berat untuk anak seusianya.
01:34Mereka hidup jauh dari kata layak.
01:37Hidup dalam tekanan ekonomi sejak ditinggal kepala keluarga yang tak pernah kembali.
01:42Di tengah himpitan ekonomi, mereka dipaksa hidup terpisah.
01:49Sejak usia 1 tahun 7 bulan, korban tak lagi tinggal bersama ibu kandungnya.
01:56Ia diasuh sang nenek.
01:57Untuk menopang hidup, korban kerap membantu sang nenek berjualan di pasar.
02:03Sedangkan untuk makan sehari-hari, mereka mengandalkan hasil kebun seadanya.
02:08Sebelum mengakhiri hidupnya, korban diketahui sempat meminta uang 10 ribu rupiah untuk membeli buku dan pena kepada ibunya.
02:38Namun, mendapatkan uang 10 ribu rupiah bukanlah hal mudah, sodara.
02:44Bagi sang ibu yang bekerja sebagai petani dan pekerja serabutan, uang 10 ribu rupiah sangat sulit.
02:52Dengan keterbatasan, ia harus membiayai 5 orang anaknya.
02:55Nilai yang mungkin kurang untuk harga secangkir kopi di kota besar ternyata menjadi beban hidup yang tak tertanggung bagi bocah malang tersebut.
03:06Peristiwa yang dialami bocah di Ngada ini membuat gubernur NTT marah.
03:16Seorang siswa kelas 4 SD mengakhiri hidupnya karena dipicu persoalan ekonomi menjadi tamparan bagi negara.
03:24Di depan jajaran pemerintahan NTT, ia murka.
03:30Ia menyebut tragedi kemanusiaan ini terjadi sebagai kegagalan pemerintah menciptakan sistem perlindungan sosial bagi warganya.
03:39Ia meminta jajarannya untuk mengevaluasi kejadian ini dan meminta peristiwa ini menjadi yang terakhir kalinya.
03:47Ini kan kita tetap apa yang salah, tapi peran atas sosial kita berarti gagal.
03:56Pemerintah kita juga gagal, provinsi sama, perbuatan Ngada juga sama.
04:03Kita punya peran atas agama juga gagal, peran atas budaya juga gagal, sampai orang mati dari sini.
04:11Nah untuk itu saya minta kita sebagi di tempat ini, karena kita berdua di tempat ini, saya juga berdua di tempat ini, jadi diri saya sendiri.
04:16Saya berdua di tempat ini, saya berdua di tempat ini.
Komentar

Dianjurkan