Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA TIMUR, KOMPAS.TV - Fraksi Partai Golkar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia kembali menggelar Sarasehan Nasional untuk kelima kalinya.

Sarasehan kali ini berlangsung di Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan mengundang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta sejumlah kepala daerah kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Sarasehan Nasional ini mengangkat tema obligasi daerah sebagai alternatif sumber pembiayaan daerah sekaligus instrumen investasi publik.

Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, mendorong agar Undang-Undang Obligasi Daerah dapat segera diselesaikan.

Hal tersebut bertujuan agar pemerintah daerah mampu mengelola rumah tangganya sendiri tanpa ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.

#golkar #jawatimur #mpr

Baca Juga Pascabanjir Bandang Aceh Tamiang, Hutama Karya Pulihkan Akses Air Bersih Warga di https://www.kompas.tv/regional/648980/pascabanjir-bandang-aceh-tamiang-hutama-karya-pulihkan-akses-air-bersih-warga



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648981/fraksi-golkar-mpr-ri-gelar-sarasehan-nasional-dorong-obligasi-daerah-sebagai-sumber-pembiayaan
Transkrip
00:00Fraksi Partai Golongan Karya Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
00:03menggelar Sarasehan bersama sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.
00:07Dalam Sarasehan ini, Fraksi Partai Golkar MPR RI
00:10mendorong obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan daerah.
00:18Fraksi Partai Golkar Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
00:22kembali menggelar Sarasehan Nasional untuk yang kelima kalinya.
00:26Sarasehan kali ini bertempat di Kota Surabaya, Jawa Timur
00:30dengan mengundang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa
00:34serta sejumlah kepala daerah Kabupaten Kota se-Jawa Timur.
00:39Sarasehan Nasional mengambil tema obligasi daerah
00:43sebagai alternatif sumber pembiayaan daerah dan instrumen investasi publik.
00:49Ketua Fraksi Golkar MPR RI Melkias Markus Mekeng
00:52mendorong agar Undang-Undang Obligasi Daerah dapat segera diselesaikan.
00:57Hal ini bertujuan agar pemerintah daerah mampu mengurus rumah tangga sendiri
01:02tanpa ketergantungan fiskal daerah ke pemerintah pusat.
01:06Ini momentum yang paling tepat, daerah-daerah mempersiapkan diri
01:12dan untuk menerbitkan obligasi daerah.
01:15Kenapa saya katakan momentum yang paling tepat?
01:18Tahun 2000 seminar ini sudah pernah dilaksanakan,
01:20tapi momentumnya belum tepat.
01:22Sekarang tepat karena apa?
01:24Kebijakan Pak Prabowo untuk minta daerah-daerah itu lebih mandiri
01:28dengan memotong TKD sehingga daerah-daerah itu harus mulai kreatif
01:32untuk mencari financing yang lain, pembiayaan-pembiayaan lain.
01:37Nah pembiayaan yang biasa dilakukan hampir di seluruh dunia
01:41itu adalah obligasi daerah atau sukum daerah
01:44yang kalau di luar negeri itu istilahnya municipal board.
01:49Melkias mengatakan bahwa hasil dari Sarasehan Nasional
01:52nantinya akan dirangkum dalam naskah akademik
01:55dan akan diserahkan langsung ke DPR RI
01:58untuk proses mekanisme legislasi.
02:01Melkias bilang, apabila seluruh tahapan melalui persetujuan DPRD, BPK,
02:06Kementerian Keuangan hingga OJK,
02:08maka obligasi daerah bisa menjadi instrumen pembiayaan
02:12yang sehat dan berkelanjutan.
02:22Menjelang tahun baru Imlek,
02:25musim nasional seni dan kerajinan di Beijing, Tiongkok
02:27menggelar pameran bakpao atau roti kukus rambut.
Komentar

Dianjurkan