Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah ketegangan Iran dengan Amerika Serikat, sebuah kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat terlihat berlabuh di Pelabuhan Eilat, Laut Merah, Israel.

Untuk mengulas bagaimana kelanjutan negosiasi Amerika Serikat dengan Iran terkait pelucutan nuklir, sore ini kita bahas bersama Efatha Filomeno Borromeu Duarte, dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit.

Baca Juga Khamenei Ancam Perang Regional Jika Diserang AS, Trump Kirim Kapal Perang ke Dekat Iran di https://www.kompas.tv/internasional/648005/khamenei-ancam-perang-regional-jika-diserang-as-trump-kirim-kapal-perang-ke-dekat-iran

#amerikaserikat #israel #iran #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/648069/full-saat-iran-siap-ladeni-ajakan-perang-as-siapa-sekutunya-begini-analisis-mantan-dubes-ahli
Transkrip
00:00Di tengah ketagangan Iran dengan Amerika Serikat, sebuah kapal perusahaan angkatan laut Amerika Serikat terlihat berlabuh di pelabuhan Eilat, Laut Merah Israel.
00:11Rekaman yang ditayangkan oleh channel 12 News Israel ini menunjukkan USS Dalbert D. Black berlabuh di pelabuhan tersebut dengan puluhan pelaut yang terlihat di dekapal.
00:22Seorang pejabat militer Israel mengatakan kedatangan kapal itu merupakan peristiwa rutin.
00:30Mengulas bagaimana kelanjutan negosiasi Amerika Serikat dengan Iran terkait dengan peluncuran nuklir.
00:37Sore ini kita bahas bersama Evata Filomeno Boromew, Duarte, dosen ilmu politik Universitas Udayana.
00:45Selamat petang, Mas Evata.
00:49Selamat petang, Pak. Terima kasih.
00:51Dan hadir juga sore hari ini ada mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirangjurin. Selamat malam, selamat sore, Pak Dian.
01:00Selamat sore, Mbak Audrey. Selamat sore, Pemirsa.
01:03Iya, saya mau tanya ke Mas Evata dulu. Mas Evata, kalau dilihat dari kacamata Anda,
01:07sebenarnya seberapa efektif ancaman Amerika Serikat ini bisa menekan Iran dalam hal negosiasi nuklir?
01:13Baik, yang paling pertama kita harus memahami bahwa situasi Iran dalam peperangan kali ini tidak sendirian.
01:23Sehingga bisa kita katakan diplomasi memang cukup terlihat agak terlambat.
01:28Melihat bahwa tadi sudah disampaikan bahwa belum ada satu etiket yang baik yang bisa dilihat Iran dalam negosiasi ini,
01:34tetapi pintu masih tentunya terbuka.
01:37Namun eskalasi ini tentu tidak dapat dibendung lagi dan apa yang disampaikan bukan cuma retorika diplomatis biasa.
01:44Eskalasinya ini kalau dilihatnya memang sangat serius sekali atau enggak, Dih?
01:48Karena kalau merujuk kepada pernyataan Trump, Mas Evata, ya bahkan berharap Iran ini mengupayakan negosiasi.
01:55Baik, Iran dianggap oleh Amerika kali ini sebagai aset bermasalah.
02:02Sehingga meratakan Iran secara total memang tidak diperlukan.
02:05Tetapi kita bisa melihat bahwa gerakan-gerakan tambahan dari operasi-operasi dan juga persiapan militer ini sudah sampai 80%.
02:13Dan Iran pun besok nanti akan mengelanggarakan latihan di wilayah-wilayah yang tentunya sangat berdekatan dengan kapal perang Amerika.
02:20Ini tanda bahwa Iran sudah siap dan Amerika juga tentu sangat agresif kali ini.
02:25Oke, kalau gitu dengan sama-sama kedua negara ini sudah siap untuk berperang, Pak Dian, seberapa besar perang ini kemungkinan akan bisa terjadi?
02:36Terima kasih, saya berkali-kali, berkali-kali menyatakan perang tidak akan terjadi.
02:41Banyak faktornya, tadi yang disampaikan pertama ya, tolong diingat, ancaman nuklir Iran, sejak kapan Iran mengancam nuklir ketetangganya.
02:49Yang punya nuklir itu yang jelas de facto punya nuklir itu Israel, yang dikelilingi oleh negara Arab.
02:56Loh, ancamannya kok dibilang Iran, yang sampai saat ini belum terbukti punya senjata nuklir.
03:02Bahwa dia punya program nuklir, iya.
03:05Masalahnya yang diperdebatkan apakah program nuklir itu bisa membuat senjata nuklir atau tidak,
03:10itu masih proses cerita yang butuh waktu verifikasi.
03:14Jadi tidak benar kalau dibilang Iran mengancam tetangganya dengan senjata nuklir.
03:20Sama sekali tidak benar.
03:21Yang mengancam adalah Israel.
03:22Kedua, tadi disampaikan bahwa Amerika sudah mengerahkan kapal-kapal.
03:26Satu, sudah merapat di Perabuan Eliad.
03:29Perabuan Eliad itu di Laut Merah.
03:32Di Laut Merah itu masih jauh dari Iran.
03:34Kalau dia mau mendekati Iran, dia harus keluar lewat selat yang diapit oleh Djibouti.
03:42Itu baru sampai Laut Hindia.
03:44Lautan Hindia.
03:46Nah, di Lautan Hindia itu berkumpul kapal-kapal Amerika yang sebelumnya.
03:50Termasuk Abraham Lincoln, kapal Induk.
03:53Nah, kalau dibilang perang, ya masih jauh.
03:56Apalagi, tolong diingat.
03:59Hari-hari ini adalah menjelang Iran merayakan hari nasionalnya.
04:04Hari revolusinya.
04:05Yang ke-47.
04:06Artinya apa sih?
04:07Nah, tadi disebutkan latihan perang dengan Cina dan Rusia.
04:12Itu juga indikasi bahwa Iran sekarang lebih siap.
04:15Kedua, sejalan dengan peringatan hari revolusinya, sudah pasti yang disiapkan Iran itu luar biasa dari persiapan sebelumnya.
04:24Oke, kalau gitu dengan masuknya kapal Induk Amerika menuju ke Iran, terus kemudian Trump juga selalu menarasikan, terbuka untuk negosiasi, jangan sampai nanti membuat hal-hal yang tidak diinginkan.
04:39Pertanyaannya untuk apa kalau gitu Trump ini ngomong seperti itu kepada Iran, apakah ini jangan-jangan hanya gertak sambal aja kepada Iran, supaya Iran takut?
04:48Saya cuma mau menegaskan, ini hanya gertak sambal Amerika yang dilakukan dari waktu ke waktu dengan berbagai intensitasnya.
04:58Tujuannya?
04:59Tujuannya ya hanya mengalihkan perhatian dari masalah dalam negerinya, belum lagi dia sudah berbuat ulah di Venezuela, sekarang dia mau coba di Ukraina ternyata nggak berhasil, di Taiwan nggak berhasil.
05:13Mungkin dia mencoba minta perhatian di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal-kapalnya ke arah lautan Persia, yang sampai sekarang belum sampai itu mereka masih jauh.
05:28Dan kalau dibilang ancaman ya buat saya, apanya yang mengancam?
05:33Karena perang Iran-Israel dan Amerika dulu kan membuktikan, Israel yang jauh itu bisa ditembus meskipun mereka punya Iron Dome yang melindungi negara itu.
05:45Nah sekarang kapal induk yang jaraknya cuma ratusan kilometer, ya itu kan sasaran empuk lah buat Iran.
05:52Nah, oke kalau tadi Pak Dian bilang Mas Evata nampaknya tidak mungkin terjadi perang,
05:58dan kemudian ini hanya gertak-gertak sambal aja, Trump untuk negara Iran.
06:02Kalau gitu apa yang ingin dicari oleh Amerika Serikat?
06:07Baik, terima kasih.
06:08Tentu ini berangkat dari satu data ya bahwa Amerika Serikat kali ini sudah menerapkan satu doktrin peran yang baru.
06:15Kita bisa melihat bahwa apa yang terjadi di Venezuela dengan penggunaan diskombobulator ya,
06:22satu alat yang tentunya nanti akan digunakan kembali dalam perang atau eskalasi yang mungkin nanti akan meningkat di Iran,
06:29ini tanda bahwa sebenarnya Donald Trump tidak sedang bermain-main,
06:33dan ini merupakan satu upaya dan daya keseriusan Donald Trump untuk segera mengamankan situasi
06:38yang nanti mungkin akan menimpa Israel itu sendiri.
06:41Kita bisa melihat bahwa sebenarnya penebalan pasukan ini untuk mencegah serangan ganda ya,
06:48mungkin nanti akan terkait dengan konfrontasi dengan Nisbullah,
06:51dan juga ada konfrontasi-konfrontasi yang mungkin bisa mengenai Israel.
06:55Dan ancaman Iran itu tentu sudah tidak main-main,
06:58mereka juga mengancam beberapa titik-titik lokasi untuk nanti dijatuhi bom nuklir,
07:01dan penebalan ini tentu untuk mempertahankan apa yang nanti mungkin akan terjadi terhadap Israel sebagai aliansi utama Amerika Serikat itu sendiri.
07:09Dan kita bisa melihat bahwa Amerika juga tentu nanti akan menerapkan pola-pola negosiasi yang lebih agresif,
07:16tetapi kita bisa melihat bahwa hal-hal ini juga masih belum menemukan satu titik yang cukup jelas.
07:21Tetapi kalau ditanya apakah Donald Trump cukup serius, ya sangat serius,
07:25dan bocorannya mungkin akan dalam waktu dekat ini ada satu serangan yang bisa terjadi dan menciptakan eskalasi penuh.
07:32Dan latihan itu bisa saja nanti malah menjadi eskalasi yang lebih besar ketika misalkan ada drone yang menabrak kapal perang Amerika,
07:40ataupun misalkan ada rudal-rudal yang sengaja ditembakkan dekat kapal perang,
07:44ataupun mengenai pesawat dan sebagainya, tentu akan menjadi percikan yang memicu perang itu sendiri.
07:48Oke, tidak ada yang menginginkan perang terjadi,
07:51tapi kalau-kalau sampai kemungkinan itu ada, Mas Evata pertanyaannya,
07:56gimana dengan kekuatan peta masing-masing dari Amerika Serikat sekutunya siapa yang akan membantu,
08:01dari Iran juga siapa negara yang akan membantu?
08:05Baik, dalam beberapa catatan kita bisa melihat bahwa ternyata Iran kali ini telah dibantu intelijennya oleh MSS China.
08:14Jadi kita bisa melihat bahwa China memberikan kunci dan juga akses real time untuk melihat situasi pergerakan kapal Amerika Serikat.
08:22Dan kita bisa melihat bahwa hari ini juga ada pertemuan yang dilakukan dari pejabat tinggi keamanan Iran terhadap Vladimir Putin,
08:32dan di sana tanda bahwa nanti ke depannya akan ada beberapa logistik-logistik perang yang akan dikirimkan.
08:36Dan kita bisa melihat ada juga beberapa kapal-kapal khusus yang dikirimkan dari Rusia untuk membantu Iran nanti dalam operasi dan juga eskalasi yang lebih buruk ke depannya.
08:47Maka tadi sudah disampaikan bahwa Iran kali ini tidak sendirian dan mereka cukup siap.
08:51Tetapi tentu kalau ditanya situasi dan petanya tentu sangat timpang.
08:55Kekuatan Amerika saat ini berada di atas, tetapi dengan perang ketika ada eskalasi,
09:00militer mungkin bertahan berbulan-bulan, bahkan bisa bertahun-tahun.
09:04Tetapi kalau dalam situasi politik, rezim Teheran bisa segera diganti.
09:08Ini yang sebenarnya diinginkan oleh Donald Trump.
09:10Kekacauan dari dalam dan juga upaya untuk mengganti rezim ini yang cukup mengganggu dalam serangan Amerika Serikat.
09:16Itu yang mereka lihat.
09:17Oke, kalau gitu Pak Dian, seberapa solid konsolidasi di dalam negeri Iran untuk menghadapi ancaman Amerika Serikat ini?
09:25Terima kasih Mbak.
09:26Begini loh, sejak perang 12 hari lalu bulan Juni itu,
09:29Iran juga tidak tinggal diamlah.
09:32Apa yang menjadi titik lemah waktu itu bahwa Amerika bisa masuk sampai menyerang dengan bunker basternya ke salah satu fasilitan nuklip,
09:40membuktikan bahwa ada celah di pertahanan Iran.
09:44Tidak disangkal.
09:45Tapi dari Juni sampai sekarang itu cukup waktu untuk memperbaiki semua itu.
09:49Kalau tadi dikatakan bahwa Amerika mau pakai teknologi apapun lah, terserah lah.
09:54Tapi lawan Venezuela itu Mbak, Mbak ya nggak usah dibandingkan dengan Iran lah.
09:59Jauh sekali Venezuela dibandingkan sama Iran ya nggak.
10:02Sama Iran aja Amerika bukan apple to apple, tapi kalau sama Venezuela ya itu apple sama kuaci lah.
10:10Bedanya begitu, jangan dibandingkan.
10:12Nah, saya mau syatat satu lagi yang penting, diplomasi.
10:15Diplomasi yang diharapkan atau ingin dikemajukan oleh Amerika itu diplomasi versi Amerika yang isinya tekanan, persyaratan yang harus dipenuhi oleh Iran.
10:27Dimanapun diplomasi harus mulai dengan equal footing, setak kesetaraan.
10:32Selama sudah menerapkan persyaratan, Iran tidak akan pernah terima.
10:36Oke, diplomasi kesetaraan itu yang diharapkan supaya tidak ada perang yang diinginkan oleh negara manapun.
10:41Terima kasih untuk ulasannya, Pak Dian, Mas Efata, selamat sore.
10:46Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan