00:00Ya sidang hari ini cukup lumayan ya, semakin mengelucut fakta persidangan.
00:07Pertama-tama tadi pengelakuan saksi Bu Rumodang dan juga tadi Jaksa JPU menyampaikan bahwa
00:18uang tersebut mengalir ke Bu Menteri, bukan ke Pak Menteri dan ke Pak Wamin.
00:27Dan artinya bukan ke saya dan juga ke Pak Yasserli, Pak Menteri.
00:35Karena Pak Menteri saya orang baik ya, Pak Menteri sekarang orang yang pekerja.
00:40Sama hal dengan saya.
00:43Jadi itu bicara tentang fakta persidangan ya.
00:46Menteri kemudian soal pemerasan-pemerasan yang selama ini dinarasikan ke saya juga tidak terbukti.
00:52Karena tidak ada satupun pengusaha yang saya peras.
00:54Jadi kalau kawan-kawan media mengikuti awal persidangan,
01:01semua terbantakan dengan apa yang disampaikan para saksi juga oleh JPU.
01:09Jadi saya sebagai Wakil Menteri dan Agak Kerja tidak pernah melakukan pemerasan.
01:15Pertama itu kedua, tidak pernah melakukan yang namanya pungli-pungli.
01:21Apalagi mulgikan negara, tidak memeras pengusaha, tidak juga memeras duit rakyat.
01:34Karena selama ini apa yang saya lakukan kan sebetulnya itu mengganggu para pengusaha.
01:39Yang melakukan pemerasan itu adalah pengusaha.
01:42Seharusnya KPK memburu para pengusaha itu dong.
01:46Jutaan rakyat itu yang diperas itu.
01:49Kalau KPK menangkap saya dengan harga 3 miliar,
01:52saya menyelamatkan duit buru itu ratusan miliar.
01:57Bayangkan, contoh sederhana ini fakta ya yang saya sampaikan.
02:01Dan Lion Air, itu satu ijasa itu harus menebus sekitar 40 jutaan.
02:08Satu ijasa.
02:10Belum lagi para buru-buru yang lain,
02:13belum lagi ijasa-ijasa dokter,
02:16belum lagi ijasa-ijasa yang lain tenaga kesehatan.
02:18Itu variatif harganya 150 juta sampai 300 juta.
02:22Berapa banyak tenaga kerja,
02:24kedokteran yang ijasanya ditahan oleh para pengusaha,
02:28khususnya rumah sakit.
02:29KPK kemana?
02:32Diem kan?
02:34Makanya kita lihat KPK ini seperti bocil.
02:38Kelompok bocil ini periodik sekarang nih ya.
02:40Saya menyampaikan periodik kemimpinan sekarang itu adalah kelompok bocil.
02:44Bocil apa artinya?
02:46Bohong dan licik.
02:49Bang, tadi pengacara bang menyampaikan
02:51kalau ada uang yang mengalir ke permintaan uang,
02:56ke pihak kejaksaan itu bisa dijelaskan seperti apa?
02:59Saya tidak tahu,
03:00karena kan mereka yang pertemuan, bukan saya.
03:02Saya nggak ngerti soal itu.
03:04Soal ada kekejaksaan,
03:06saya nggak ngikutin itu.
03:08Karena fokus saya hanya persoalan buru ya.
03:11Apalagi kan jabatan saya kan jabatan politik,
03:13bukan jabatan birokrasi,
03:14bukan jabatan struktural.
03:16Apakah ada tugasan kejaksaan di sini
03:17berandil dalam situasi K3?
03:20Saya kurang memahami soal itu.
03:24Karena kan tadi fakta persidangan,
03:25ternyata kan problem itu sudah ada sebelum ada kejadian saya.
03:31Jadi sudah ada pertemuan-pertemuan intens
03:33antara direktur dan siapa itu ya,
03:35saya nggak tahu.
03:37Baru ke saya.
03:39Gitu loh.
03:39Tadi kan abang bilang,
03:40abang menerima uang katanya.
03:42Ya menerima uang lah saya dikasih.
03:45Menerima uang setelah saya menjabat sebulan.
03:47Dan artinya,
03:49ya saya baru sadar saya sebagai pejabat itu
03:51ketika ditangkap KPK.
03:52Karena saya tidak pernah mendahulukan jabatan saya.
03:55Tau sendiri dengan kawan-kawan.
03:57Jabatan saya hanya saya dedikasikan
03:59untuk keberpihakannya terhadap buruh
04:01dan para pekerja.
04:03Bang Rauh kan dalam tersidangan sebelumnya,
04:04Bang Rauh sempat bilang
04:05kalau siap untuk dihukum mati ya bang ya.
04:07Sebenarnya kalau pasal 12 itu kan maksimalnya cuma 20 ya bang.
04:09Ini kan berarti melebihi.
04:11Kita harus sampaikan gini,
04:12kalau seandainya saya terlibat,
04:16saya tantang KPK,
04:17karena narasi KPK kan selalu bohong.
04:19Mereka kan tipu-tipu semua.
04:21Operasi yang selama dilakukan KPK adalah operasi tipu-tipu.
04:24Kalau tidak operasi tipu-tipu,
04:25operasi titipan.
Komentar