00:00Tiga bulan sudah, kapal nelayan menumpuk di kolam labuh di Pelabuhan Muara Angke.
00:06Imbasnya, pemilik kapal merugi hingga ratusan juta rupiah.
00:10Lalu bagaimana situasinya kini?
00:11Berikut laporan jurnalis Kompas TV, Benediktus Aditya dan jurukamera Yogi Sherefi.
00:18Saudara, saat ini saya tengah berada di atas kapal di Pelabuhan Muara Angke,
00:23di mana Pelabuhan Muara Angke beberapa waktu yang lalu ini sempat menjadi perbincangan
00:28karena terjadinya kepadatan kapal-kapal nelayan yang bersandar di Pelabuhan Muara Angke.
00:36Nah, memang dua hari yang lalu dari Dinas Kelautan dan juga Perikanan Provinsi DKI Jakarta,
00:42kemudian juga Ditpol Airut dan juga Kementerian KKP ini juga sudah menata ulang
00:49parkir-parkir kapal yang bersandar di area Pelabuhan Muara Angke
00:54supaya para nelayan juga ini bisa memiliki akses keluar dan masuk untuk kapal-kapalnya.
01:01Nah, untuk menggambarkan kepada Anda, Saudara,
01:05jurukamera Kompas TV Yogi Sherefi akan memperlihatkan kepada Anda situasinya pada saat ini.
01:11Kalau bisa Anda lihat, memang masih terdapat banyak kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Muara Angke.
01:19Namun, tadi kami sempat menanyakan kepada nelayan, kondisi ini memang sudah lebih baik jika dibandingkan hari kemarin
01:27karena memang kemarin ini jumlahnya masih cukup banyak kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Muara Angke.
01:34Nah, sebenarnya apa penyebab dari kepadatan kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Muara Angke ini?
01:40Memang penyebab utamanya salah satunya adalah cuaca buruk, sehingga para nelayan ini tidak bisa pergi untuk melaut
01:48selama kurang lebih dua bulan ke belakang ini sejak akhir tahun 2025 yang lalu.
01:55Kemudian juga selain dari cuaca buruk, ini juga terkait dengan antrean pengisian bahan bakar minyak
02:02untuk kapal-kapal ini pergi ke tengah laut, begitu ya.
02:07Kalau tadi kami dapatkan informasi, bahkan ada kapal nelayan yang harus mengantre lima hingga tujuh hari
02:13untuk mendapatkan bahan bakar minyak untuk bisa pergi melaut.
02:17Tentunya ini berdampak bagi omset para nelayan untuk menghidupi keluarganya sehari-hari, begitu ya.
02:23Nah, tentunya dengan adanya penataan ulang oleh pihak-pihak terkait, begitu ya.
02:30Semoga saja ke depannya memang para-para nelayan ini bisa mencari nafkah, begitu ya.
02:36Kembali mencari nafkah dengan pergi melaut.
02:38Benediktus Aditya, Yogi Syahrefi, Kompas TV, Jakarta.
02:42Kompas TV, Jakarta.
Komentar