Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aktivitas penukaran uang yang mencapai miliaran rupiah. Aktivitas tersebut diduga dilakukan oleh mantan Gubernur Jawa Barat dan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB.

Temuan baru KPK ini menyoroti adanya penukaran uang dalam jumlah besar yang diduga melibatkan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta kaitannya dengan penanganan kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB.

Untuk memahami makna temuan baru tersebut, serta relevansinya dalam konteks penegakan hukum, pembahasan dilakukan bersama pakar tindak pidana pencucian uang, Yenti Garnasih.

Baca Juga Terbaru! KPK Ungkap RK Diduga Tukar Uang Miliaran Rupiah di Luar Negeri, Terkait Korupsi Bank BJB? di https://www.kompas.tv/nasional/647617/terbaru-kpk-ungkap-rk-diduga-tukar-uang-miliaran-rupiah-di-luar-negeri-terkait-korupsi-bank-bjb

#kpk #bankbjb #ridwankamil #pencucianuang #breakingnews

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/647629/full-pakar-tppu-soroti-dugaan-pencucian-uang-ridwan-kamil-dalam-kasus-korupsi-bank-bjb-kpk-lama
Transkrip
00:00Lalu apa makna temuan baru KPK soal penukaran uang dalam jumlah besar oleh mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
00:07dan kaitannya dengan kasus dugaan korupsi Bank BJB?
00:11Kita bahas bersama pakar tindak pidana pencucian uang, Yenti Garnasi.
00:15Bu Yenti, selamat petang.
00:17Selamat petang.
00:18Bu Yenti, bahwa KPK sebelumnya menyampaikan ada dugaan penukaran uang dalam jumlah besar
00:24yang dilakukan oleh ex-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
00:27Bagaimana Anda memaknai statement KPK ini?
00:30Ya, statement ini harusnya mendorong ya bahwa Gubernur Jawa Barat itu kan sudah digeledah dan sebagainya.
00:36Kok lama ya belum tersangka gitu.
00:38Padahal dari, ini udah lama ya, 2024 Maret ya mulai ada penyidikan karena laporan BPK
00:46bahwa ada dana untuk pengadaan iklan, iklan produk bank itu sekitar berapa ya, 409 M lah.
00:56Dan kemudian aliran itu yang masuk-masuk untuk enam perusahaan, enam perusahaan itu juga nyatanya juga tidak tender.
01:04Dari apa yang disampaikan, enam perusahaan itu juga penunjukan.
01:08Dan itu hanya 100 miliar, artinya hampir 300 miliar ini yang kemungkinan sebagai korupsinya.
01:14Dan gini, dalam Bank Bujibu ini pemegang saham mayoritasnya itu Gubernur Jabar.
01:23Ya, itu artinya apa?
01:24Bahwa Gubernur Jabar pada waktu itu termasuk ketika menentukan adanya dana untuk promosi iklan ini juga
01:32pasti terlibatlah menentukan, bahkan Gubernur itu yang menentukan pejabat-pejabat Bank Bujibu.
01:39Jadi bagaimana tidak terlibat gitu ya, sudah dikledah dan sebagainya.
01:44Dan kemudian sekarang ada diketemukan bahwa ada penukaran di money changer.
01:48Yang saya lihat money changer di Indonesia atau di luar negeri saya nggak tahu,
01:51tapi yang jelas KPK sudah menyatakan itu, tapi dari asing ke rupiah gitu ya.
01:58Dari asing ke rupiah ini money changer mana?
01:59Dan itu money changer di seluruh dunia, hampir seluruh dunia yang mengikuti rejim anti pencucian uang itu
02:07mewajibkan money changer-money changer itu melaporkan siapapun yang melakukan transaksi
02:13atau menukarkan mata uang yang 500 juta ke atas untuk Indonesia.
02:19Di negara-negara lain itu hanya setara 10 ribu dolar.
02:22Artinya tidak sampai 500 juta itu seharusnya sudah dicatat oleh money changer itu.
02:26Artinya bahwa kalau dia menukarkan money changer di luar negeri,
02:31pasti datanya lengkap.
02:32Kapan dia, mantan gubernur ini menukarkan, berapa jumlahnya.
02:37Dan kemudian waktu itu dikaitkan dengan ketika kasus ini terjadi,
02:41yaitu mulai dari di antara 2001 sampai 2004, ini kapan, pengadaannya kapan, rapatnya kapan.
02:48Itu sebetulnya bisa sempat masuk ya.
02:50Kenapa kok persangkannya hanya lima saja dan tidak menyentuh gubernur kok aneh sekali.
02:54Oke, artinya ini kan masih dugaan karena proses hukum masih terus berjalan.
02:59Tetapi untuk kemudian memvalidasi temuan ini, siapa yang seharusnya diperiksa Bu Yenti?
03:04Ya kalau seperti ini kan money changer-nya juga diandul datanya.
03:07Ya itu pasti.
03:08Itu sudah aturannya mekanisme pencucian uang.
03:11Dan gini KPK ini kalau ada seperti ini,
03:14apalagi Anda menyampaikan bahwa ada aliran-aliran,
03:16itu artinya Anda KPK Anda bicara tentang pencucian uang.
03:19Dan Pak KPK itu harus memahami bahwa senjata yang paling ampuh untuk mengungkap korupsi itu adalah
03:25tidak pidana pencucian uang.
03:27Nah kenapa nggak buru-buru?
03:29Harusnya sekarang KPK itu menyatakan bahwa
03:33pasti yang lima ini juga terlibat pencucian uang tersangkanya.
03:36Ketersangkanya pasti ada pencucian uang, tidak mungkin tidak.
03:39Jadi jangan tidak menggunakan pencucian uang untuk tersangka lima ini.
03:42Karena bagaimanapun juga mereka terlibat korupsi yang pengadaan iklan itu,
03:49tidak mungkin mereka tidak dapat apa-apa.
03:51Kalau dapat apa-apa, baru terungkap 2024,
03:54kan Maret 2024 berarti sudah kemana-mana.
03:58Artinya apa sudah ada TPPU.
03:59Jadi gunakan pencucian uang tppu untuk mengelusuri siapa saja termasuk keluarga Getwan Kamil.
04:06Artinya upaya untuk kemudian menukarkan uang ini bisa dilihat sebagai upaya untuk mengaburkan aset?
04:12Ya, itu adalah modus yang sangat biasa oleh mereka-mereka itu
04:18menukarkan, melakukan sesuatu atas hasil korupsi itu adalah tindak pidana pencucian uang.
04:23Jadi KPK sebenarnya saja menggunakan mekanisme pencucian uang
04:28sehingga langkahnya lebih cepat daripada hanya menggunakan tindak pidana korupsi.
04:33Oke, apakah artinya Bu Yenti, mohon maaf saya potong,
04:35apakah artinya pihak keluarga dari mantan Gubernur Jawa Barat ini termasuk mantan istrinya
04:40ini juga harus diperiksa dan juga pihak-pihak yang mungkin dikabarkan keluar negeri bersama dengan mantan Gubernur Jawa Barat ini?
04:46Iya, semuanya.
04:48Jangankan mereka.
04:50Manus yang benar saja diperiksa,
04:52karena dia menerima aliran, menerima dalam artian itu menukarkan.
04:56Apalagi mereka yang betul-betul menerima dan kemudian menikmati.
04:59Aka ada tindak pidana pencucian uang aktif dan pidana pencucian uang pasif.
05:05Jadi, tindak pidana pencucian uang pasif bagi siapa saja yang menerima itu harus ditelusuri.
05:12Kalau Indonesia selalu hanya yang aktif saja tanpa yang pasif,
05:17kita tidak akan pernah selesai menyelesaikan perkara-perkara korupsi dan pencucian uang.
05:22Kenapa?
05:22Karena uang yang diterima orang lain yang harusnya ditelusuri menggunakan tindak pidana pencucian uang pasif,
05:28itu tidak dilakukan sehingga uang-uang itu tidak bisa dirampas.
05:33Dan ini yang membuat tidak jera-jera, yang membuat korupsi terjadi lagi, terjadi lagi,
05:38karena tidak ada penjeraan yang kuat untuk pelaku-pelaku korupsi dan pelaku kejahatan ekonomi yang lain.
05:44Oke, tadi di awal juga Anda sudah menyebutkan, Bu Yanti,
05:47bahwa sudah sekian lama belum ada penetapan tersangka baru.
05:51Di sisi lain, KPK juga terus mengungkap kasus ini dengan mengumpulkan bukti-bukti baru.
05:55Menurut Anda apa yang sesungguhnya saat ini tengah dialami atau dijalani oleh KPK
06:00sehingga nampak cukup lama untuk kemudian mengungkap kasus ini?
06:04Ya, kalau dijalani oleh KPK kan dia mencari bukti-bukti.
06:09Tapi yang bisa kita duga adalah KPK seperti ragu ya, ragu-ragu.
06:15Ragu-ragu hanya lima orang, begitu pejabatnya tidak.
06:18Karena dia khawatir, masyarakat publik ini kan mengawasi KPK.
06:22Apakah KPK juga sedang berhitung ya, berhitung memilah-milah itu sudah jelas salah ya.
06:28Penegakan hukum itu tidak boleh diskriminatif.
06:30Dalam hal ini, yang namanya waktu itu disebutkan, saya tidak tahu apa-apa.
06:34Tidak mungkin gubernur, gubernur dengan bank, bank provinsinya itu tidak tahu apa-apa itu tidak mungkin.
06:41Apalagi Jawa Barat jelas-jelas disampaikan bahwa
06:43Gubernur Jawa Barat itu adalah pemegang saham mayoritas sehingga mereka yang menentukan
06:48strategi-strategi yang, keputusan strategis itu pasti gubernur mementukan.
06:55Jadi kalau kemudian sekarang ada pembelembungan dan ada kerugian sekitar 300 miliar,
07:00ini ya pasti tahu lah.
07:02Jadi KPK harus bertanggung jawab mengungkap ini dengan PPU.
07:06Karena sudah mengatakan bahwa mengalir ke sini, kemudian ada dilacak, ada pertukaran
07:11dengan money changer itu adalah, itu adalah TPPU.
07:14Gitu Mas?
07:15Baik, tentu kita berharap bahwa hal ini menjadi titik tolak dalam pengungkapan kasus ini
07:20agar semakin terang-benerang.
07:21Terima kasih pakar tindak pidana penciptian uang, Ibu Yenti Garnasi,
07:24telah bergabung di Kompas Petang.
Komentar

Dianjurkan