Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KLATEN, KOMPAS.TV - Seorang ibu rumah tangga di Klaten, Jawa Tengah, rela merawat orang yang diterlantarkan keluarganya. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia menanggung biaya operasional dari uang pribadi.

Inilah Titik Budi Rahayu, perempuan berhati mulia dari Klaten, Jawa Tengah. Ia tampak telaten merawat seorang pasien yang diterlantarkan keluarganya. Dengan kelembutan, Titik sesekali mengajak pasien tersebut berkomunikasi. Pasien yang terbaring lemah diperlakukannya istimewa. Pasien ini hanya satu dari empat pasien yang tengah dirawat Titik di rumahnya. Di rumah yang sederhana tanpa peralatan medis yang memadai ini, Titik telah merawat 12 pasien.

Kesehariannya sebagai relawan yang menangani pasien kanker, Titik banyak diminta orang untuk merawat pasien yang diterlantarkan keluarganya. Ia berjuang mandiri dengan mengandalkan biaya yang didapat dari suaminya yang memiliki usaha mitra ternak ayam. Sesekali ia mengandalkan biaya dari donatur.

Dinas Sosial Pemkab Klaten mengaku pernah memberi bantuan pada pasien-pasien yang dirawat Titik. Namun, karena Titik relawan mandiri tidak di bawah yayasan, maka bantuan untuk Titik terkendala regulasi. Pemkab juga sudah mendorong Titik untuk menjangkau bantuan dari CSR serta Baznas.

Ketulusan Titik merawat pasien yang diterlantarkan keluarganya menjadi potret masih banyak orang yang berhati mulia tanpa menghiraukan kesulitan yang juga tengah dirasakannya.

#klaten #baznas #dinassosial

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/647679/irt-di-klaten-rawat-12-pasien-terlantar-bertahan-dengan-donasi-dan-uang-pribadi-dinsos-dorong-ini
Transkrip
00:00Informasi lain, seorang ibu rumah tangga di Klaten, Jawa Tengah rela merawat orang yang ditelantarkan keluarganya.
00:06Di tengah keterbatasan ekonomi, ia menanggung biaya operasional dari uang pribadi.
00:17Inilah Titi Budi Rahayu, perempuan berhati mulia dari Klaten, Jawa Tengah.
00:23Ia tampak Klaten merawat seorang pasien yang ditelantarkan keluarganya.
00:27Dengan kelembutan, Titi sesekali mengajak pasien tersebut berkomunikasi.
00:33Pasien yang terbaring lemah diperlakukannya istimewa.
00:37Pasien ini hanya satu dari empat pasien yang tengah dirawat Titi di rumahnya.
00:42Di rumah yang sederhana tanpa peralatan medis yang memedai ini, Titi telah merawat 12 pasien.
00:48Kesehariannya sebagai relawan yang menangani pasien kanker, Titi banyak diminta orang untuk merawat pasien yang ditelantarkan keluarganya.
00:58Ia berjuang mendiri, mengandalkan biaya yang didapat dari suaminya yang memiliki usaha mitra ternak ayam.
01:05Sesekali, ia mengandalkan biaya dari donatur.
01:08Karena dikenal oleh mereka, saya biasa menjadi relawan ini, banyak yang menghubungi ketika ada pasien terlantar.
01:18Terus akhirnya, kalau terlantar saya bawa pulang sendiri, karena saya ini kan relawan mandiri, jadi tidak di bawah yayasan.
01:27Dinsos Pemkap Klaten mengaku pernah memberi bantuan pada pasien-pasien yang dirawat Titi.
01:31Namun karena Titi relawan mandiri tidak di bawah yayasan, maka bantuan untuk Titi terkendala regulasi.
01:38Pemkap juga sudah mendorong Titi untuk menjangkau bantuan dari CSR serta Basnas.
01:43Awalnya kami berikan jadup, jadup ini kan sifatnya hanya stimulan, jadi hanya untuk sekali ajuan.
01:51Untuk berikutnya, yang sudah dilakukan selama ini Mbak Titi untuk mencari donatur.
02:01Ketulusan Titi merawat pasien yang ditelantarkan keluarganya, menjadi potret masih banyak orang yang berhati mulia tanpa menghiraukan kesulitan yang juga tengah dirasakannya.
02:14Nani Hastuti, Kompas TV, Klaten, Jawa Tengah
02:17Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, Kompas TV, K
Komentar

Dianjurkan