00:00Makanya saya selalu bilang sama Pak Yaksa, kenapa saya mau laporan Yaksa?
00:03Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?
00:13Selama saudara menjabat ya, ada gak satu bentuk ya, pelanggaran atau penyimpangan yang kira-kira menurut saudara saksi sendiri paling berat di Pertamina itu?
00:25Paling berat sudah ketemu kasus LNG, Pak.
00:28LNG, terus yang lain?
00:30Yang lain gak ada temuan Pak, kalau LNG kan memang ada kerugian dilaporkan Pak.
00:36Yang sampai kemudian, apa namanya, rekomendasinya dipecat tadi istilah saudara ya.
00:44Ya kita kirim saja pada Menteri BUMN Pak.
00:46Oke baik, ini saya ingin menanyakan aja ya penegasannya, tadi masih di poin 10 huruf A ini, keterangan saudara ini,
00:54ada dua nama, namanya Pak Joko Priyono dan Pak Masud Kamid, dua-duanya mantan direksi pada anak perusahaan Pertamina subholding ya,
01:05satu KPI, satu PPN.
01:08Ini istilah saudara seperti disini yang sudah dicopot nih.
01:11Ini ada persoalan gak dengan dua orang ini, sehingga kemudian ini disebut sebagai mantan yang sudah dicopot nih.
01:16Ada masalah gak dengan dua orang?
01:18Bagi saya, dua saudara ini adalah dirut yang terhebat yang Pertamina punya.
01:25Untuk mau perbaiki produksi kilang, termasuk perbaiki patra niaga.
01:30Makanya saya sangat senang dengan mereka.
01:32Semua yang saya arahkan, dia kerjakan.
01:35Termasuk soal editif, Pak Mahfud ini lebih baik dipecat daripada dia tanda tangan.
01:40Kau ada penjimpangan pengadaan.
01:41Makanya saya bilang ini adalah salah satu terbaik yang kita punya.
01:45Pak Joko ini, ini orang kilang asli dari kilang.
01:52Ini orang menurut saya adalah orang yang terbaik pengetahuan tentang kilang.
01:56Dia yang kasih tau saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki.
02:00Ketika dia dicopot, saya pun mau nangis, saya telepon dia.
02:04Dia bilang gini, Pak, udahlah Pak, saya di Jogja saja.
02:08Terjelas saja Pak.
02:11Saya pikir BUMN ini keterlaluan.
02:14Mencopot orang yang bukan meritokrasi.
02:17Kenapa orang yang mau lakukan, saya lakukan, dicopot.
02:21Ini orang terbaik, Pak Joko itu.
02:23Makanya saya tulis dicopot.
02:25Makanya saya selalu bilang, Pak Yaksa, kenapa saya mau laporan Yaksa?
02:28Periksa tuh sekalian BUMN.
02:30Periksa tuh Presiden bila perlu.
02:32Kenapa orang terbaik dicopot?
02:33Tolong, tolong, pengunjung.
02:42Bisa tertip, pengunjung.
02:44Pengunjung, ini persidangan.
02:45Ini bukan hiburan.
02:48Tolong.
02:48Tolong, jangan bertepuk tolong.
02:50Tadi saudara jelaskan di awal, saudara menjabat sampai dengan, di awal Januari ya?
02:56Iya.
02:56Awal Januari tahun 2024.
02:582024, saya berhenti.
03:00Anda berhenti atau mengundurkan diri?
03:02Saya mengundurkan diri.
03:03Bisa dijelaskan sedikit, apa dasar belakang Anda mengundurkan diri?
03:06Saya harusnya sudah mengundurkan diri di akhir Desember 2023, setelah saya selesai menyusun RKAP 2024.
03:17Sayangnya RKAP 2024, pengesahan RUPS oleh Menteri BUMN terlambat.
03:26Baru dilakukan di Januari.
03:29Nah, begitu dilakukan di Januari, saya mundur.
03:31Tapi disitu saya sudah meninggalkan sebuah catatan, RKAP dengan sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen.
03:42Dan direksi semua sudah tanda tangan.
03:44Nah, saya keluar karena alasan politik.
03:46Beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi.
03:49Oke.
03:50Tadi saudara juga katakan di periode saudara kan ada keuntungan yang signifikan.
03:55Setelah saudara tidak menjabat, apakah saudara pernah memantau?
03:58Saya tidak tahu, saya baca berita, saya tinggalkan untung 4,7 miliar dolar.
04:04Oke.
04:04Nah, 2024-2025 saya tidak tahu keuntungan berapa, tapi saya dengar lebih kecil daripada waktu saya tinggalkan.
04:11Menurun seperti itu.
04:12Iya.
04:13Saran, kalau misalnya direksi menemukan satu pelanggaran atau penyimpangan yang serius nih dilakukan oleh direksi,
04:22atau terkait dengan tata kelola yang ada di holding maupun sub-holding,
04:28outputnya apakah juga saran atau rekomendasi atau dia produknya tertentu gitu dong?
04:35Rekomendasi sekalian ini pecat, Pak.
04:37Iya?
04:38Pecat direksinya.
04:39Direksinya?
04:39Kalau ada kasus.
04:40Kalau misalnya ada pelanggaran serius.
04:41Sayangnya, 2 tahun terakhir, keputusan mengangkat direksi atau bukan itu tidak melalui Dekom sama sekali.
04:50Langsung di-bypass oleh Menteri BUMN.
04:53Makanya disitu saya sampai pada Pak Jaksaya pertama, disitu saya sampai kepada Pak Presiden,
04:57kalau Anda betul-betul mau saya perbaiki Pertamina, kasih saya jabatan dirut atau enggak sama sekali.
05:04Dan ketika usulan saya ditolak, soal subsidi segala macam, program tidak lakukan,
05:10saya nyatakan saya mundur.
05:12Saya bukan kejar gaji, bukan kejar jabatan.
05:14Saya kejar legasi untuk memperbaiki Pertamina, kok.
05:17Kalau Anda enggak sepakat dengan saya, walaupun Anda Presiden, saya berhenti.
05:20Itu yang saya lakukan, Pak.
05:22Sudah saya tangkap itu ya.
05:23Mungkin itu saya jelaskan situasi di dalam, Pak.
05:25Saya pernah waktu baru jadi komut, tiba-tiba ada direktur yang dicopot dari holding.
05:35Saya marah di dalam rapat.
05:38Ini apa-apaan, kok komut enggak tahu ada direktur diganti dari menteri.
05:43Lalu ada bagian kolsek, saya menurut saya kolsek itu, corporate secretary,
05:48dia angkat tangan.
05:50Mohon maaf, Pak Komut.
05:51Pak Komut itu enggak berhak untuk menentukan direksi mana diganti mana enggak.
05:55Itu haknya Menteri BUMN.
05:58Saya waktu itu mau saya lempar pakai botol air minum udah.
06:01Dia gituin saya.
06:02Tapi saat saya jalanin, saya memahami.
06:05Sistem kita memang begitu kayaknya.
06:08Makanya saya terus lapor pada Presiden.
06:10Satu tahun, dua tahun.
06:11Tidak ada reaksi.
06:13Makanya tahun ketiga saya udah putuskan.
06:16Sebetulnya awal tahun kalau saya mau ngomong.
06:18Armahum Pak Kuntoro Mangkusubroto.
06:21Dia teman baik bapak saya.
06:22Dia sudah nasehatin saya.
06:23Dia datang ke Pertamina sama Pak Eri.
06:26Pak Suki.
06:27Kamu percaya sama saya.
06:29Nggak ada guna di sini.
06:31Mendingan berhenti.
06:32Makanya saya berhenti dari Komut di PLN katanya.
06:35Karena semua ada di Menteri BUMN.
06:37Tapi saya bilang, Pak saya mau coba.
06:39Minimal saya mau perbaiki dari dalam.
06:42Sampai bisa berhasil membangun kos optimisasi.
06:45Beliau bilang, ya silahkan coba.
06:46Nah sampai beliau meninggal.
06:48Kemudian ya saya udah coba.
06:50Udah mentok di sini.
06:52Udah capai harga tertinggi.
06:53Saya berhenti.
06:55Karena nggak ada lagi orang yang boleh melanggar peraturan yang saya bikin.
06:59Kalau mau diperiksa bisa.
07:00Untung paling tinggi kok 4,7 miliar dolar.
07:03Kenapa nggak mau contoh.
07:04Sederhana sebetulnya.
07:05Kalau mau tangkap orang main.
07:06Saya bilang, saya lapor ke Jaksa.
07:09Saya punya rapat, saya kasih pada Jaksa.
07:11Silahkan Bapak periksa.
07:12Semua notul yang rapat.
07:13Tinggal ditanya kenapa tidak ikutin saran dari Dekom.
07:17Itu jauh lebih penting buat saya.
07:18Oke, baik.
07:24Saya Sintia Rompas.
07:27Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
07:34Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar