Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi di sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).

Dalam kesaksiannya, Ahok menyayangkan Djoko Priyono sebagai Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

"Ini orang terbaik Pak Djoko itu, makanya saya tulis dicopot. Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?" Kata Ahok.

Selain itu, Ahok mengaku marah saat salah satu direksinya diganti oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa sepengetahuannya.

"Saya marah di dalam rapat. Ini apa-apaan kok komut nggak tahu ada direktur diganti dari menteri," ujarnya.

Baca Juga Ahok Minta Jokowi Diperiksa di Kasus Korupsi, Begini Fakta Hubungan Keduanya di https://www.kompas.tv/nasional/646788/ahok-minta-jokowi-diperiksa-di-kasus-korupsi-begini-fakta-hubungan-keduanya

#ahok #basukitjahajapurnama #kasusminyak



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/647572/deretan-pernyataan-ahok-di-sidang-kasus-minyak-alasan-mundur-komut-hingga-minta-presiden-diperiksa
Transkrip
00:00Makanya saya selalu bilang sama Pak Yaksa, kenapa saya mau laporan Yaksa?
00:03Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?
00:13Selama saudara menjabat ya, ada gak satu bentuk ya, pelanggaran atau penyimpangan yang kira-kira menurut saudara saksi sendiri paling berat di Pertamina itu?
00:25Paling berat sudah ketemu kasus LNG, Pak.
00:28LNG, terus yang lain?
00:30Yang lain gak ada temuan Pak, kalau LNG kan memang ada kerugian dilaporkan Pak.
00:36Yang sampai kemudian, apa namanya, rekomendasinya dipecat tadi istilah saudara ya.
00:44Ya kita kirim saja pada Menteri BUMN Pak.
00:46Oke baik, ini saya ingin menanyakan aja ya penegasannya, tadi masih di poin 10 huruf A ini, keterangan saudara ini,
00:54ada dua nama, namanya Pak Joko Priyono dan Pak Masud Kamid, dua-duanya mantan direksi pada anak perusahaan Pertamina subholding ya,
01:05satu KPI, satu PPN.
01:08Ini istilah saudara seperti disini yang sudah dicopot nih.
01:11Ini ada persoalan gak dengan dua orang ini, sehingga kemudian ini disebut sebagai mantan yang sudah dicopot nih.
01:16Ada masalah gak dengan dua orang?
01:18Bagi saya, dua saudara ini adalah dirut yang terhebat yang Pertamina punya.
01:25Untuk mau perbaiki produksi kilang, termasuk perbaiki patra niaga.
01:30Makanya saya sangat senang dengan mereka.
01:32Semua yang saya arahkan, dia kerjakan.
01:35Termasuk soal editif, Pak Mahfud ini lebih baik dipecat daripada dia tanda tangan.
01:40Kau ada penjimpangan pengadaan.
01:41Makanya saya bilang ini adalah salah satu terbaik yang kita punya.
01:45Pak Joko ini, ini orang kilang asli dari kilang.
01:52Ini orang menurut saya adalah orang yang terbaik pengetahuan tentang kilang.
01:56Dia yang kasih tau saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki.
02:00Ketika dia dicopot, saya pun mau nangis, saya telepon dia.
02:04Dia bilang gini, Pak, udahlah Pak, saya di Jogja saja.
02:08Terjelas saja Pak.
02:11Saya pikir BUMN ini keterlaluan.
02:14Mencopot orang yang bukan meritokrasi.
02:17Kenapa orang yang mau lakukan, saya lakukan, dicopot.
02:21Ini orang terbaik, Pak Joko itu.
02:23Makanya saya tulis dicopot.
02:25Makanya saya selalu bilang, Pak Yaksa, kenapa saya mau laporan Yaksa?
02:28Periksa tuh sekalian BUMN.
02:30Periksa tuh Presiden bila perlu.
02:32Kenapa orang terbaik dicopot?
02:33Tolong, tolong, pengunjung.
02:42Bisa tertip, pengunjung.
02:44Pengunjung, ini persidangan.
02:45Ini bukan hiburan.
02:48Tolong.
02:48Tolong, jangan bertepuk tolong.
02:50Tadi saudara jelaskan di awal, saudara menjabat sampai dengan, di awal Januari ya?
02:56Iya.
02:56Awal Januari tahun 2024.
02:582024, saya berhenti.
03:00Anda berhenti atau mengundurkan diri?
03:02Saya mengundurkan diri.
03:03Bisa dijelaskan sedikit, apa dasar belakang Anda mengundurkan diri?
03:06Saya harusnya sudah mengundurkan diri di akhir Desember 2023, setelah saya selesai menyusun RKAP 2024.
03:17Sayangnya RKAP 2024, pengesahan RUPS oleh Menteri BUMN terlambat.
03:26Baru dilakukan di Januari.
03:29Nah, begitu dilakukan di Januari, saya mundur.
03:31Tapi disitu saya sudah meninggalkan sebuah catatan, RKAP dengan sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen.
03:42Dan direksi semua sudah tanda tangan.
03:44Nah, saya keluar karena alasan politik.
03:46Beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi.
03:49Oke.
03:50Tadi saudara juga katakan di periode saudara kan ada keuntungan yang signifikan.
03:55Setelah saudara tidak menjabat, apakah saudara pernah memantau?
03:58Saya tidak tahu, saya baca berita, saya tinggalkan untung 4,7 miliar dolar.
04:04Oke.
04:04Nah, 2024-2025 saya tidak tahu keuntungan berapa, tapi saya dengar lebih kecil daripada waktu saya tinggalkan.
04:11Menurun seperti itu.
04:12Iya.
04:13Saran, kalau misalnya direksi menemukan satu pelanggaran atau penyimpangan yang serius nih dilakukan oleh direksi,
04:22atau terkait dengan tata kelola yang ada di holding maupun sub-holding,
04:28outputnya apakah juga saran atau rekomendasi atau dia produknya tertentu gitu dong?
04:35Rekomendasi sekalian ini pecat, Pak.
04:37Iya?
04:38Pecat direksinya.
04:39Direksinya?
04:39Kalau ada kasus.
04:40Kalau misalnya ada pelanggaran serius.
04:41Sayangnya, 2 tahun terakhir, keputusan mengangkat direksi atau bukan itu tidak melalui Dekom sama sekali.
04:50Langsung di-bypass oleh Menteri BUMN.
04:53Makanya disitu saya sampai pada Pak Jaksaya pertama, disitu saya sampai kepada Pak Presiden,
04:57kalau Anda betul-betul mau saya perbaiki Pertamina, kasih saya jabatan dirut atau enggak sama sekali.
05:04Dan ketika usulan saya ditolak, soal subsidi segala macam, program tidak lakukan,
05:10saya nyatakan saya mundur.
05:12Saya bukan kejar gaji, bukan kejar jabatan.
05:14Saya kejar legasi untuk memperbaiki Pertamina, kok.
05:17Kalau Anda enggak sepakat dengan saya, walaupun Anda Presiden, saya berhenti.
05:20Itu yang saya lakukan, Pak.
05:22Sudah saya tangkap itu ya.
05:23Mungkin itu saya jelaskan situasi di dalam, Pak.
05:25Saya pernah waktu baru jadi komut, tiba-tiba ada direktur yang dicopot dari holding.
05:35Saya marah di dalam rapat.
05:38Ini apa-apaan, kok komut enggak tahu ada direktur diganti dari menteri.
05:43Lalu ada bagian kolsek, saya menurut saya kolsek itu, corporate secretary,
05:48dia angkat tangan.
05:50Mohon maaf, Pak Komut.
05:51Pak Komut itu enggak berhak untuk menentukan direksi mana diganti mana enggak.
05:55Itu haknya Menteri BUMN.
05:58Saya waktu itu mau saya lempar pakai botol air minum udah.
06:01Dia gituin saya.
06:02Tapi saat saya jalanin, saya memahami.
06:05Sistem kita memang begitu kayaknya.
06:08Makanya saya terus lapor pada Presiden.
06:10Satu tahun, dua tahun.
06:11Tidak ada reaksi.
06:13Makanya tahun ketiga saya udah putuskan.
06:16Sebetulnya awal tahun kalau saya mau ngomong.
06:18Armahum Pak Kuntoro Mangkusubroto.
06:21Dia teman baik bapak saya.
06:22Dia sudah nasehatin saya.
06:23Dia datang ke Pertamina sama Pak Eri.
06:26Pak Suki.
06:27Kamu percaya sama saya.
06:29Nggak ada guna di sini.
06:31Mendingan berhenti.
06:32Makanya saya berhenti dari Komut di PLN katanya.
06:35Karena semua ada di Menteri BUMN.
06:37Tapi saya bilang, Pak saya mau coba.
06:39Minimal saya mau perbaiki dari dalam.
06:42Sampai bisa berhasil membangun kos optimisasi.
06:45Beliau bilang, ya silahkan coba.
06:46Nah sampai beliau meninggal.
06:48Kemudian ya saya udah coba.
06:50Udah mentok di sini.
06:52Udah capai harga tertinggi.
06:53Saya berhenti.
06:55Karena nggak ada lagi orang yang boleh melanggar peraturan yang saya bikin.
06:59Kalau mau diperiksa bisa.
07:00Untung paling tinggi kok 4,7 miliar dolar.
07:03Kenapa nggak mau contoh.
07:04Sederhana sebetulnya.
07:05Kalau mau tangkap orang main.
07:06Saya bilang, saya lapor ke Jaksa.
07:09Saya punya rapat, saya kasih pada Jaksa.
07:11Silahkan Bapak periksa.
07:12Semua notul yang rapat.
07:13Tinggal ditanya kenapa tidak ikutin saran dari Dekom.
07:17Itu jauh lebih penting buat saya.
07:18Oke, baik.
07:24Saya Sintia Rompas.
07:27Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
07:34Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar

Dianjurkan