- 2 jam yang lalu
Penetapan Wakil Ketua DPR, Adies Kadir, sebagai hakim konstitusi disebut Komisi III sudah sesuai ketentuan. Tapi sejumlah kalangan meragukan hal itu. Penetapan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Hakil Ketua DPR Adhiskadir sebagai Hakim Konstitusi disebut Komisi Tiga.
00:05Tiga sudah sesuai dengan ketentuan, tapi sejumlah kalangan meragukan hal itu.
00:10Ex-politisi Golkar ini pun memicu spekulasi.
00:15Terima kasih telah menonton!
00:20Terima kasih telah menonton!
00:25Terima kasih telah menonton!
00:30Terima kasih telah menonton!
00:35Terima kasih telah menonton!
00:40Terima kasih telah menonton!
00:45Terima kasih telah menonton!
00:50Terima kasih telah menonton!
00:55Terima kasih telah menonton!
01:00Terima kasih telah menonton!
01:05Golkar telah mewakafkan Adis untuk menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi.
01:10Kami hari ini mewakafkan...
01:15salah satu kader terbaik Pakai Golkar yang dulunya adalah pimpinan DPR namanya Pak Adhiskadir.
01:20mewakafkan ke negara untuk menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi.
01:25atau menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi sebelum diputuskan...
01:30kita sudah melakukan pengunduran diri...
01:32baik dari keurusan maupun keanggotaan.
01:34karena Hakim itu kan harus independen...
01:37karena...
01:38Golkar ini...
01:39gudangnya...
01:40para kader jadi kita wakafkanlah yang terbaik.
01:44sementara itu pengamat hukum Tata Negara menilai...
01:46penunjukan Adhiskadir sebagai Hakim MK tidak...
01:49transparan.
01:50Pasalnya Fit and Properties yang dinilai singkat...
01:53serta minim tajemen...
01:54menyejawab.
01:55Selain itu...
01:56keterkaitan yang terlalu dekat dengan partai politik...
01:58dinilai dapat...
01:59mengganggu persepsi independensi.
02:01Apalagi...
02:02MK sering menangani perkara yang...
02:04berkaitan langsung dengan kepentingan partai politik.
02:07Tidak ada transparan.
02:09kita tidak ada yang tahu...
02:10tiba-tiba sudah langsung dilakukan...
02:12fit and proper testnya itu.
02:14dan kemudian ditetapkan.
02:16Jadi itu juga bermasalah.
02:18Ada masalah...
02:19besar karena...
02:21walaupun kita belum punya aturan main...
02:23dan sekarang kita punya...
02:24mantan politikus yang ada juga...
02:26di Mahkamah Konstitusi saat ini.
02:28Tapi...
02:29dalam kasusnya Adis Kadir...
02:32lebih nyata ya...
02:33karena baru...
02:34baru sekali...
02:35dan juga...
02:36keterkaitan dengan...
02:37partai Golkar.
02:39dan apalagi dia sebagai...
02:41salah satu pimpinan DPR...
02:43itu...
02:44juga sangat terkait erat...
02:46dan masih berlangsung sebenarnya.
02:49penetapan Adis Kadir sebagai...
02:51Hakim MK dalam rapat paripurna...
02:53selasa lalu...
02:54sekaligus membatalkan...
02:55pencalonan Innocentius Samsul...
02:57sebagai calon Hakim MK Usul...
02:59penaturan DPR...
03:00yang pernah ditetapkan...
03:01pada 21 Agustus 2025 silam.
03:04Batal menjadi Hakim MK...
03:06Innocentius yang saat ini...
03:08menjabat sebagai kepala...
03:09badan keahlian DPR...
03:10akan mendapat...
03:11penugasan baru.
03:14terkait dengan Pak Sensi...
03:16Pak Sensi mendapatkan...
03:17penugasan lain.
03:19ya jadi...
03:20tempat penugasan lain...
03:21dan...
03:22ini juga sedang dalam...
03:23proses juga.
03:25Nama Adis Kadir mencuat pada...
03:27Agustus 2025...
03:28karena ucapan...
03:29mengenai tunjangan...
03:30perumahan DPR...
03:31yang memicu...
03:32kemarahan publik.
03:33Meski...
03:34yang mengklarifikasi...
03:35tunjangan tersebut...
03:36tidak naik...
03:37sejak 2010...
03:38tapi tak mampu meredam...
03:39arus kritik publik.
03:40Sebagai respons...
03:41Partai Golkar...
03:42kemudian menonaktifkannya...
03:43sebagai...
03:44anggota DPR...
03:45sejak 1 September...
03:462025.
03:47Namun...
03:48pada November...
03:492025...
03:50Mahkamah Kehormatan Dewan...
03:51memutuskan dirinya...
03:52tidak terbukti...
03:53melanggar kode etik...
03:54sehingga diaktifkan...
03:55kembali...
03:56sebagai...
03:57anggota Dewan.
03:59Ting Liputan Kompas TV.
04:04Sudara Penunjukan Hadis Kadir...
04:07yang seakan...
04:09tidak tiga...
04:09Tiba-tiba menggantikan Inosensius Samsul jadi hakim MK.
04:14Sebagai kalangan sebagai sebuah proses yang tidak transparan.
04:19Pernahkah penetapan hadis kadir, syarat muatan politis.
04:22Kita bahas bersama anggota.
04:24DPR fraksi Golkar Nurdin Halid dan juga peneliti POSDEM Bang Ferry.
04:29Selamat petang Bang Ferry, selamat petang Pak Nurdin.
04:34Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:39Sudah menetapkan Inosensius Samsul sebelumnya dalam rapat paripurna pada Agustus 2020.
04:4425 lalu untuk menjadi hakim MK.
04:47Kok bisa orang yang sudah ditetapkan?
04:49Dalam rapat paripurna ini mendapat penugasan lain dan langsung digantikan.
04:54oleh Pak Adi Skadir.
04:57Jadi...
04:59Saya tidak terlalu memahami latar belakang daripada berdasarkan telah ditetapkan itu.
05:04Kemudian tidak jadi.
05:05Itu saya tidak paham situasi itu.
05:07Tapi yang saya paham adalah bahwa...
05:09Jabatan dan karir itu kan pilihan dan takdir.
05:12Jadi Pak Adi Skadir itu bukan...
05:14Bukan merupakan penunjukan.
05:17Bukan merupakan...
05:19Perwakilan itu.
05:21Itu yang saya paham ya.
05:22Dan kalau kita lihat dari sisi kapas...
05:24Ya Pak Adi Skadir itu kan dokter hukum, master hukum, dokter hukum...
05:28Sekarang sudah...
05:29Di bidang hukum.
05:30Dan si kapasitas tidak perlu kita ragukan...
05:34Kompetensinya Pak Adi Skadir dalam menyalakan itu adalah sebagai hakim mahkamah konstitusi.
05:39Sisi prosedur semua dilalui dengan...
05:42Sesuai dengan...
05:44Sisi prosedur yang ada di Dewan Purwakilan.
05:49Persuaran ada yang beranggapan bahwa itu tidak transparan.
05:54Itu adalah sebuah peradugaan dan itu wajar saja.
05:57Di era demokrasi sekarang apa saja.
05:59Itu pasti akan mendapatkan respon.
06:00Ada positif, ada negatif.
06:02Nah bagi Pertengolkar...
06:04Sangat senang karena ada kadernya yang terbaik yang sekarang sudah tidak menjadi kader lagi.
06:07Tapi sebelum kita ke sana...
06:09Sebelum kita ke sana, Pak Nurdin ini kan...
06:14Kalau kita melihat prosesnya, seakan begitu cepat, seakan begitu terdesak...
06:19Ketika sudah ditentukan dalam rapat paripurna, Pak Inosensius tapi langsung digantikan.
06:24Apa yang sebenarnya terjadi?
06:26Apa sebenarnya yang melatar belakangnya hal itu?
06:29Cepat atau lambat?
06:34Itu kan proses teknis saja.
06:35Yang penting bahwa proses itu dilalui sesuai dengan peraturan yang berlaku.
06:39Sesuai dengan undang-undang, sesuai dengan tata DPR, sesuai dengan mekanisme yang telah ditapkan.
06:44Dalam pemilihan setiap hakim konstitusi, sesuai dengan konstitusi.
06:47Itu yang paling penting, yang sangat.
06:49Oke, kalau kita sebut itu sah secara hukum dan juga legal.
06:53Tapi apakah secara etik?
06:54Ketika itu cukup benar?
06:57Nah sekarang kalau saya tanya, apakah ada pelanjutnya?
06:59Ketika Pak Edis Kadir itu ya, sebelumnya kan dinaktifkan oleh partai.
07:04Situasi pada saat itu, tapi kemudian ketika disidak oleh MKD, itu tidak ada pelanjutnya.
07:09Tidak pelanggaran etika, sehingga tidak ada.
07:12Nah kalau soalnya sekarang ini, itu tidak ada.
07:14Nah kita lihat dulu kapasitasnya, apakah Adis Kadir itu punya kemampuan?
07:19punya kapasitas, punya kompetensi untuk jabatan itu?
07:22Semenurut saya, dari sisi keilmuan...
07:24kemudian pengalaman.
07:25Pak Adis Kadir itu kalau tidak salah sudah tiga periode PR.
07:28Jadi sebagai legislator...
07:29kemudian sebagai praktisi hukum, juga beliau sudah memiliki kompetensi yang sangat...
07:34bisa diandalkan untuk menjadi hukum konstitusi gitu.
07:36Oke, saya ke Bang Ferry.
07:38Bang Ferry bagaimana Anda?
07:39Anda melihat pemilihan, penunjukan, dan juga dipilihnya Pak Adis Kadir sebagai...
07:44Hakim MK di saat Agustus lalu, nama Innocentius...
07:49sudah ditetapkan.
07:53Ya, pertama...
07:54ada dua problematika serius.
07:56Satu, cacat prosedural...
07:58sesuai dengan...
07:59ketentuan undang-undang MK bermasalah.
08:02Yang kedua, nir-etika baik...
08:04yang memilih maupun yang dipilih.
08:07Melanggar undang-undang karena...
08:09melanggar prinsip-prinsip dalam seleksi...
08:12begini konstitusi.
08:13Misalnya...
08:14kita ambil contoh prinsip keterbukaan.
08:18Praktik...
08:19sebelum ini, sebelum kasus Pak Aswanto dan Kuntur Hamzah...
08:23lalu dilanjutkan...
08:24Pak Innocentius dan...
08:26Pak Adis Kadir.
08:28DPR...
08:29melakukan proses terbuka dengan...
08:31pengumuman terlebih dahulu...
08:33di berbagai media...
08:34masa.
08:36Rauf Nurdin Halim bisa...
08:38lihat itu...
08:39peralihan perubahan itu.
08:41Di...
08:42pengumuman itu...
08:43dibuka kesempatan...
08:44orang yang punya...
08:46syarat atau memenuhi syarat...
08:48untuk...
08:49mendaftarkan dirinya sebagai calon hakim MK...
08:52lalu akan di fit and proper...
08:54di tes di DPR.
08:55Lalu dilakukan pemilihan.
08:57Jadi itu prinsip keterbukaan.
08:59dibaca di penjelasan undang-undang MK...
09:02salah satunya pengumuman...
09:03kepada publik.
09:04bahkan setelah pengumuman...
09:06lalu...
09:07ada orang yang mendaftar...
09:09DPR membuka ruang...
09:11bagi publik untuk memberikan masukan.
09:14aneh sekali...
09:15proses ini tidak ada.
09:17yang sesuai dengan prinsip...
09:20kedua...
09:21syarat jadi hakim konstitusi itu...
09:23kan...
09:24berdasarkan...
09:24masyaratan konstitusi...
09:25empat.
09:26satu...
09:27integritas...
09:28ya...
09:29lalu kemudian negarawan...
09:32oke...
09:33paham...
09:34ketatan negara...
09:34dan konstitusi...
09:35saya mau ke poin itu Mbak...
09:36sebentar...
09:37poin itu menjelaskan begini...
09:39bagaimana seorang negarawan...
09:41oke...
09:42kami tangkap Bang Ferry...
09:43untuk...
09:44belum-belum...
09:45ini belum menangkap...
09:46oke...
09:47silahkan...
09:48singkat dulu...
09:49bukan dirinya sendiri...
09:51bagaimana orang...
09:52yang bicara soal gaji...
09:54DPR lebih penting...
09:56lalu ingin DPR naik...
09:57sementara...
09:58gaji honorer...
09:59belum...
10:00lalu orang ini...
10:01yang menibulkan keributan...
10:02di bulan Agustus...
10:03saya...
10:04sekarang...
10:05dia...
10:06menjadi...
10:07wasik konstitusional...
10:09kita...
10:10harusnya...
10:11statement itu...
10:12negarawan itu...
10:13lebih...
10:14dahulukan diri...
10:15diri orang banyak...
10:16dibandingkan dirinya sendiri...
10:17nah...
10:18bagi saya...
10:19aneh...
10:19pilihan...
10:20kedua...
10:21yang bermasalah itu...
10:22adalah...
10:23soal...
10:24apa yang kita sebut...
10:25near etika...
10:26bayangkan DPR...
10:27sudah milih orang...
10:29baru memberikan akat...
10:30bahwa ini adalah...
10:32hakim yang terpilih...
10:33tiba-tiba...
10:34hakim itu...
10:35ditarik kembali...
10:36oke...
10:37near etika...
10:38berbahaya...
10:39orang...
10:39saya gak terbayang perasaan...
10:41Pak...
10:42Pak...
10:43Inosensius...
10:44oke...
10:44near etika...
10:45cacat prosedural...
10:46kalau tadi...
10:47Mbak Fitri juga sempat...
10:48menyatakan tidak...
10:49ada transparansi...
10:50karena ada...
10:51keterkaitan dengan partai...
10:52dan juga merupakan pimpinan DPR...
10:54bagaimana...
10:55Pak Nurdin menjawab ini...
10:56kalau memang...
10:57dilihat dari kacamata publik...
10:59bisa...
10:59dikatakan sangat...
11:00near...
11:01empati juga...
11:03ya jadi...
11:04kalau...
11:05berpendapat begitu...
11:06itu...
11:07normal saja...
11:08wajar saja...
11:09karena itu juga...
11:09tidak sebuah fakta...
11:10tapi kita harus lihat bahwa...
11:11apakah misalnya...
11:12kurang keterbukaan...
11:13kemudian...
11:14itu sudah bisa dikategorikan...
11:16sebagai cacat prosedural...
11:17saya kira itu...
11:18tidak seperti itu juga...
11:19nah kemudian...
11:20kenapa...
11:21tiba-tiba Pak Sensi...
11:22tidak dilanjutkan...
11:23itu...
11:24bisa saja...
11:25tapi saya...
11:26sekali lagi...
11:27saya tidak terlalu paham...
11:28tetapi...
11:29perundukan saya...
11:30bahwa pasien sendiri...
11:31mungkin tidak bersedia lagi...
11:32karena mungkin...
11:33ada penugasan baru...
11:34penugasan barunya apa...
11:36Pak Nurdin?
11:37saya tidak paham...
11:38saya tidak paham...
11:39tapi itu...
11:40yang saya pahami...
11:41bahwa dia ada penugasan baru...
11:42dan mungkin...
11:43Pak Sensi lebih...
11:44memilih penugasan baru...
11:45daripada menjadi...
11:46anggota Hakim Konstitusi...
11:47nah...
11:48karena kan ketika sudah...
11:49secara paripurna...
11:50biasanya sudah settle...
11:51sudah pasti gitu loh...
11:52Pak Nurdin?
11:54jangan dipotong dulu...
11:55kita tidak bisa ngomong...
11:56kalau kami mempotong terus...
11:57itu...
11:58ya bufian tadi itu...
11:59masih harusnya...
11:59dia perjelas dulu...
12:00soal-soal negarawan tadi itu...
12:02jadi tolong jangan dipotong dulu...
12:04jadi...
12:05kenapa kemudian ini...
12:06cepat prosesnya?
12:07karena kebutuhan...
12:08karena Agustus ini kan Pak...
12:09apa namanya Pak Arief...
12:10sudah posisi...
12:11sementara Pak Sensi...
12:12ada penugasan baru...
12:13dan dia lebih memilih...
12:14penugasan baru itu...
12:14menjadi konstitusi...
12:15itu yang membuat salah satu faktor...
12:16sehingga ada percepatan...
12:17dalam pemilihan itu...
12:18tapi yang paling...
12:19penting bahwa...
12:20seluruh prosedur...
12:21itu kemudian...
12:22dilanui oleh...
12:23oleh DPR...
12:24yang paling paling penting...
12:26di sini...
12:27di sini...
12:28kita sudah memilih...
12:29Sekarang saya katakan bahwa tidak ada penerbangan soal kompetensi daripada Pak Adh Skadir.
12:34Ya, beliau sudah berpengalaman sebagai Dengan Selatur.
12:36Saya secara penerbangan sangat baik ya.
12:38Bukan karena beliau juga sebagai...
12:39Saya orang Bugis, tapi kerek-kerekonya itu saya paham betul, saya kutip betul.
12:44Dan dia punya kompetensi kapasitas untuk itu.
12:46Tapi kalau dikatakan nir-etika...
12:49Persolong kemarin yang dikatakan bahwa tadi bukan satu-satunya pernyataan atau...
12:54Komentar Pak Adh Skadir tentang gaji DPR yang membuat memicu terjadinya kerusuhan.
12:59Tidak ada ekstrasi masa yang begitu besar.
13:01Bukan hanya itu, banyak faktor lain.
13:04Itu sebetulnya hanya menjadi pemicu saja yang dibuat-buat sehingga...
13:09Mengorbankan orang yang sebetulnya...
13:11Apakah orang tidak bisa berbuat...
13:13Apa namanya, apakah tidak...
13:14Mencipta kesalahan.
13:16Saya saja seperti ini sekarang berkomentar, bisa saja saya ada...
13:19Keliru berkomentar.
13:20Nah Pak Adh Skadir itu kan hanya keliru berkomentar terhadap satu pernyataan tentang...
13:24Penggaji DPR.
13:25Hmm.
13:26Nah, gitu.
13:27Hmm.
13:28Nah, sehingga oleh MKD menyatakan bahwa...
13:29Sekarang itu tidak...
13:30Tidak terbukti...
13:34Tidak terbukti...
13:35Tidak terbukti...
13:36Tidak terbukti...
13:37Tidak terbukti...
13:38Iya.
13:39Saya ke...
13:39Bang Ferry, sinyal Anda sedikit terganggu, Pak Nurdin.
13:44Bang Ferry, kita tahu bahwa Mahkamah Konstitusi memiliki peran yang cukup besar.
13:49Pengawal Konstitusi. Lalu apa yang akan terjadi ke depannya jika...
13:54...saat ini Hakim Mahkamah Konstitusi diisi oleh politisi.
13:59Kalau sebelumnya kita sudah tahu ada nama Arsul Sani dan saat ini ada nama Adi Skadir.
14:04Ya sebenarnya bahasa pasal 24C undang-undang dasar...
14:09...1945 itu kan Hakim Konstitusi diajukan oleh.
14:14DPR, Presiden, dan Mahkamah Agung.
14:17Jadi tidak...
14:19...diseleksi oleh DPR sebenarnya.
14:21Kenapa tidak diseleksi oleh DPR?
14:23Karena DPR...
14:24...mereka kan salah satu pihak di Mahkamah Konstitusi.
14:28Aneh saja...
14:29...di dalam sepak bola sekali pun juga aneh.
14:32Kalau penentuan...
14:34...wasit itu ditentukan oleh pemain gitu ya.
14:36Jadi tidak mungkin di beliau pengalaman...
14:39...soal sepak bola ya.
14:41Tidak mungkin itu.
14:42Pasti FIFA atau PSS...
14:44PSI yang buat aturan.
14:45Wasitnya dari FIFA dan PSSI juga.
14:49Nah sekarang bayangkan wasitnya dari pemain...
14:51...yang salah satunya adalah para FIFA.
14:54Dan itu menurut saya tidak bijak.
14:56Karena wasit mestinya bisa membangun...
14:59Dampak paling nyatanya apa sih Bang Ferry...
15:01...kalau memang ini terus...
15:04...terjadi dan memang akan terjadi...
15:05...kalau memang nama Adis Padir akan menjadi hakim MK?
15:09Kan sudah disampaikan DPR pesan-pesan khusus bagi hakim...
15:14...institusi terpilih ya.
15:15Bahwa tolong jangan lupa Anda bagian dari kami...
15:19...yang Anda dulu pernah buat undang-undang.
15:21Jangan pula undang-undang ini yang kemudian Anda permasalahkan.
15:24Itu sudah menunjukkan keberpihakan dan kepentingan dalam pemilihan.
15:29Masa DPR terbuka seperti itu ya, berkolusi...
15:34...terhadap hakim ya.
15:35Itu mau wasitnya...
15:37...wasit utama...
15:39...maupun wasit hakim garis itu Pak Nurdin sudah tidak fair itu.
15:42Karena disini...
15:44...misiknya sudah terdengar secara terbuka.
15:46Jadi dampaknya ya adalah kepentingan publik.
15:49...melalui undang-undang dan segala macamnya.
15:52Oke.
15:52Bagaimana Pak...
15:54Pak Nurdin menjawab kekhawatiran publik ini sendiri...
15:57...dan juga menjawab independen...
15:59...dan kekuatan dari MK?
16:01Ya, jadi...
16:02...apa yang disampaikan...
16:04...duker itu...
16:05...itu adalah...
16:06...itu kan pedugaan ya...
16:08...buah dibisikkan...
16:09...bisa kita buktikan secara fakta...
16:10...pas urusan itu...
16:11...itu sudah DPR...
16:13...ketika menjadi...
16:14...pada...
16:15...disi sedang...
16:17...disi sedang...
16:19...silahkan Bang Ferry...
16:21...di sidang DPR itu disadir...
16:24...saya sampaikan...
16:25...itu disampaikan di dalam sidang DPR...
16:26...secara terbuka.
16:27...
16:29...baik itu...
16:31...di tekat terpilihan...
16:33...Pak Adis tadi.
16:34...maupun Pak Innocentius.
16:36Dan hakim-hakim konstitusi lainnya...
16:38...di DPR...
16:39...juga dititipkan pesan itu.
16:41Jadi itu bukan...
16:42...apa...
16:43...dugaan...
16:44...tapi fakta yang disampaikan...
16:45...dalam sidang DPR.
16:47Tidak perlu dibuka...
16:49...buktikan sesuatu...
16:50...yang sudah terlalu lihat...
16:51...di depan publik.
16:52Terus saja seperti itu...
16:54...itu kan bukan semacam...
16:56...sebuah pernyataan...
16:57...yang bersifat instruktif...
16:58...atau...
16:59...perintah atau harapan ya.
17:00Kenapa?
17:00Karena independensi seorang hakim-hakim itu sangat tinggi.
17:04...MK itu sangat menunjukkan...
17:05...namanya kode etik di MK.
17:07Oleh karena itu...
17:08...maka saya yakin...
17:08...Bapak Adis...
17:09...bisa independen.
17:10Dia akan pasti...
17:11...berbuat sesuatu di MK itu...
17:12...sesuai dengan jati diri MK.
17:14Sesuai dengan kode etik di MK.
17:15Sesuai dengan harapan masyarakat...
17:17...di mana MK sebagai penjaga konstitusi.
17:19Tapi saya juga menyatakan sama Bu Ferry.
17:20Sekarang ini, mohon maaf ya.
17:22Saya termasuk orang yang menurut saya...
17:24...saya juga MK banyak ke pusat-pusatnya juga yang...
17:26...yang apa namanya tidak konsisten.
17:28Ya, Bu Ferry pasti...
17:29...bapak kena asli tata negara itu.
17:31Ya, alihukum itu.
17:32Itu...
17:34...ikosisi misalnya.
17:35Dulu berkali kan...
17:36...termasuk Bu Ferry...
17:36...ikut mengajukan...
17:38...Udi Servio...
17:39...tentang Presiden Sertresol...
17:41...tidak pernah dipenuhi.
17:43Kemudian...
17:44...tiba-tiba dipenuhi.
17:45Nah, pertanyaannya...
17:45...apakah kemudian tidak ada...
17:46...retara program politik?
17:48Jadi semua...
17:49...indih dengan demokrasi, Bu Ferry...
17:51...itu pasti ada unsur politiknya.
17:52Nah, sekarang politik...
17:54...itu apakah merupakan politik yang berke...
17:56...berke...
17:56...apa namanya...
17:57...yang berkepentingan untuk ke...
17:59...kepentingan negara...
17:59...atau kepentingan mereka...
18:00...atau kepentingan perompok.
18:01Yang tidak benar lah...
18:02...kalau...
18:02...bersentuhan dengan pentingan perompok.
18:04...tapi sepanjang pentingan negara...
18:06...kepentingan bangsa...
18:07...maka unsur politik itu...
18:08...membagi daripada...
18:09...terus demokrasi itu.
18:10Ada jaminan untuk itu, Pak Nurdin?
18:14...ada kode etik.
18:14Ada kode kisimbasis.
18:15Jadi kalau kode etiknya diterapkan...
18:17...tidak mungkin seorang hakim agung itu.
18:19Bang Ferry, ada kode etik Bang Ferry.
18:21Sudah dijamin oleh Pak Nurdin.
18:23Saya, Pak.
18:24Saya setuju dengan poin bahwa...
18:26...banyak masalah di Mahkamah Konstitusi.
18:29Tetapi kan kalau mobilnya, bannya bocor...
18:32...kita tidak mengganti bannya dengan...
18:34...bahan bocor lainnya, kan.
18:35Jadi bagi saya, yang diperbaiki...
18:39...adalah hukum acara Mahkamah Konstitusi...
18:41...agar segala putusan MK bisa...
18:44...dikawal.
18:45Nah ini sayang juga nih teman-teman...
18:46...di DPR, Pak Nurdin.
18:48Masalahnya...
18:49...di Undang-Undang Hukum acaranya...
18:51...yang diperbaiki Undang-Undang Mahkamah Konstitusinya.
18:54Padahal hukum acara penting...
18:56...untuk membangun proses peradilan yang...
18:59...pasti terbuka dan jauh lebih baik.
19:02Tetapi jangan kemudian...
19:04...akhirnya yang punya masalah.
19:06Kita harus membangun proses...
19:09...permainan politik ketatanegaraan kita...
19:11...di Mahkamah Konstitusi.
19:14Sebagai wasit mereka harusnya...
19:16...orang-orang yang kredibel...
19:17...yang bisa terpercaya...
19:19...yang tidak memiliki pertanyaan publik...
19:21...itu paling bagus ya.
19:23Dan kalau bisa...
19:24...yang kalau ini bukan apa ya...
19:27...kan harus dibaca...
19:29...dulusannya, track record-nya...
19:32...dia menulis ilmiah di mana.
19:34Bagaimana penulisan itu kredibel atau tidak.
19:38Saya paham juga.
19:39Teman-teman politik itu akan selalu kesal dengan MK...
19:41...ketika mereka merasakan...
19:44...mereka diputus secara tidak adil.
19:46Ngesal juga mereka milih orang-orang yang...
19:49...kemudian...
19:50Oke, Bang Ferry jika kondisinya memang sudah seperti ini.
19:54...mereka berkuasa...
19:55...mereka melakukan hal yang sama gitu ya.
19:57Bang Ferry jika memang kondisinya...
19:59...sudah seperti ini.
20:00Lalu apakah...
20:00...makamah konstitusi...
20:02...tetap bisa menjadi...
20:04...pengawas konstitusi...
20:06...dan juga tempat rakyat melakukan...
20:09...atau pun menggugat kekuasaan...
20:11...yang dinilai dalam tanda kutip tidak.
20:14...benar?
20:17Ya, tentu sebanyak...
20:19...sebagai peradilan konstitusional ya.
20:20Semua orang akan merasakan dampak konstitusionalnya.
20:23Jika...
20:24...hakim menyimpang itu akan dirasakan.
20:26Dan kalau mereka benar...
20:27...mereka akan bahkan melindungi...
20:29...MK, kita tahu kasus...
20:31...putusan Mahkamah Agung nomor 60...
20:33...yang kemudian...
20:34...disidang di MK...
20:35...dan MK melindungi...
20:36...kepentingan publik.
20:37Publik marah kalau itu...
20:39...mau diganggu oleh DPR.
20:41Nah, apakah kita bisa berharap?
20:43Berharap itu...
20:44...suatu hal penting sebagai orang hidup ya.
20:46Saya meyakini masih banyak...
20:48...putusan-putusan...
20:49...MK yang baik...
20:50...di tengah...
20:51...lautan putusan MK...
20:53...yang dikritik oleh...
20:54...dan saya rasa MK sedang memperbaiki diri...
20:57...olah karena itu...
20:58...politik...
20:59...risi berupaya mengganggu...
21:01...MK saat ini...
21:02...dengan menempatkan...
21:04...wajah-wajah yang dipertanyakan publik.
21:06Baik, terima kasih peneliti posdem...
21:08...Ferry Almsari.
21:09Dan terima kasih juga Pak Nurdin Halid...
21:11...anggota DPR fraksi Partai Golkar.
21:14Terima kasih, selamat sore.
Komentar