Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolres Sleman akhirnya meminta maaf. Di bawah sorotan tajam Komisi III DPR RI, Kapolresta Sleman akhirnya mengakui ada pasal yang "salah alamat" dalam penetapan tersangka seorang suami yang membela istrinya dari jambret.

Apakah maaf sudah cukup untuk membayar trauma warga yang dikriminalisasi oleh sistem?

Kasus penetapan tersangka seorang suami yang membela istrinya dari jambret jadi sorotan anggota dewan.

Salah satu anggota Komisi III DPR, Safaruddin mencecar Kapolres Sleman, Kombes Edy Setyanto yang salah dalam menerapkan pasal.

Selain itu, Safarudin juga menyinggung Kejaksaan Negeri Sleman yang menyatakan berkas perkara P21.

Usai rapat, Komisi III DPR RI meminta kasus yang menimpa Hogi Minaya dihentikan.

Penghentian perkara ini bukan melalui mekanisme restorative justice, melainkan dihentikan berdasarkan ketentuan KUHP baru Pasal 65 huruf M.

Komisi III DPR sepakat bahwa Hogi sangat tidak layak menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Hasil kesimpulan dari rapat dengar pendapat Komisi III meminta kasus Hogi dihentikan tanpa restorative justice.

"Bola" kini berada di tangan Kejaksaan Negeri Sleman.

Karena berkas penuntutan kasus Hogi sudah masuk ke kejaksaan dan dinyatakan lengkap.

Usai RDP, Kajari Sleman memang akan melaksanakan hasil kesimpulan RDP tapi Kajari belum menyatakan secara definitif akan langsung menghentikan karena masih menunggu pimpinan.

Kejari sebelumnya sudah pernah melakukan mediasi antara Hogi dan keluarga jambret.

Dalam mediasi itu, kedua pihak saling memaafkan dan sepakat untuk berdamai.

Usai menjalani proses mediasi restorative justice di Kejaksaan Negeri Sleman, gelang pelacak digital yang sebelumnya dipakai oleh tersangka Hogi Minaya langsung dilepas.

Pihak Kejari Sleman menyebut penggunaan gelang pelacak digital karena tersangka dijadikan tahanan kota.

Baca Juga Kompolnas Mengaku Telah Koordinasi dengan Propam terkait Kasus Hogi Minaya di Sleman di https://www.kompas.tv/nasional/647065/kompolnas-mengaku-telah-koordinasi-dengan-propam-terkait-kasus-hogi-minaya-di-sleman

#hogi #kapolressleman #jambret



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/647250/deretan-fakta-kasus-penetapan-tersangka-hogi-minaya-minta-maaf-dari-kapolres-sleman-sudah-cukup
Transkrip
00:00Anda kembali di berita utama bersama saya Asri Gudawat.
00:05Kapolres Sleman akhirnya meminta maaf di bawah sorotan.
00:10Komisi 3 DPR RI, Kapolres Sleman akhirnya mengakui...
00:15...ada pasal yang salah alamat dalam penetapan tersangka seorang suami...
00:20...membelah istrinya dari Jambret.
00:22Lalu apakah maaf sudah cukup untuk membantu...
00:25...layar trauma warga yang dikriminalisasi oleh sistem?
00:30Mau melihat pasien hukum?
00:35Namun rupanya penerapan pasalnya kami mungkin...
00:40...kurang tepat.
00:41Pasal yang sebat ini kami mohon maaf.
00:45Kepada seluruh masyarakat Indonesia dan utamanya kepada...
00:50Mas Pak Yuki dan Ibu Arsita.
00:55Di bawah sorotan tajam Komisi 3 DPR RI, Kapolres Sleman akhirnya...
01:00...mengakui pasal yang salah alamat dalam kasus Hogi Midaya.
01:05Kasus penetapan tersangka seorang suami yang membela istrinya dari Jambret...
01:10...di sorotan anggota Dewan.
01:12Salah satu anggota Komisi 3 DPR, Sofaruddin...
01:15...cecar Kapolres Sleman, Kombes Edis Etianto...
01:18...yang salah dalam menerapkan...
01:20Selain itu, Sofaruddin juga menyinggung...
01:23...kejaksaan Negeri Sleman yang...
01:25...menyatakan berkas perkara P21.
01:30...datang ke sini tentang masalah pasal-pasal...
01:33...tapi Anda tidak bawa KUHP.
01:35Kalau tidak saya pinjemkan, saya bawa nih.
01:37Oh ya, saya kaporda kamu.
01:40Masih kaporda, Anda tidak bakalan sampai Komisi 3...
01:45...dan saya sudah berhentikan Anda.
01:48Pasal 34...
01:50...penjelasannya.
01:52Itu lebih rinci lagi di situ.
01:53Ada penjelasan.
01:55Pasal 34, ini bukan tindak pidana.
02:00Kalau di KUHP Lamu of Verma...
02:03...alasannya...
02:05...pembenar bahwa orang itu membela diri.
02:09Membela diri.
02:10Bukan undang-undang lalu lintas.
02:12Anda salah menerapkan hukum.
02:15Jaksa lagi P21 juga.
02:20Anda koordinasi yang tidak benar itu.
02:23Usai rapat, Komisi...
02:25...tiga DPR RI meminta kasus...
02:27...yang menimpa Hogi Midaya dihentikan.
02:29Penghentian...
02:30...perkara ini bukan melalui mekanisme restoratif justice...
02:33...melainkan dihentikan.
02:35Berdasarkan ketentuan KUHP baru...
02:37...pasal 65 huruf M.
02:40DPR RI sepakat bahwa Hogi...
02:42...sangat tidak layak menjadi tersangka dalam...
02:45...kasus tersebut.
02:47Terhadap Pak Hogi ini...
02:49...tidak layak untuk...
02:50...ditetapkan sebagai tersangka...
02:52...dan terhadap peristiwa tersebut...
02:54...tidak layak untuk...
02:55...dijadikan, dianggap apa...
02:56...dinyatakan sebagai peristiwa pidana.
02:59Karena itu...
03:00...tadi kami membuat kesimpulan...
03:01...meminta agar...
03:02...ya...
03:03...perkara ini di...
03:05...dihentikan.
03:05Jadi bukan RJ ya.
03:07Kejaksaan bisa menghentikan...
03:10...seperkara demi kepentingan hukum.
03:13Alhamdulillah saya...
03:15...simpulan.
03:15Ucapkan terima kasih...
03:17...kepada seluruh masyarakat Indonesia.
03:20...yang sudah memberi atensi kepada kami.
03:21Alhamdulillah saya dan...
03:23...suami mendapatkan...
03:25...keadilan, seadil-adilnya.
03:27Suami saya pada hari ini.
03:30...mendapatkan...
03:31...keadilan, kebebasan yang...
03:35...pertama kami minta...
03:37...alhamdulillah maturnumun...
03:38...untuk Bapak pimpin.
03:40...perkenan GPR yang sudah...
03:42...benar-benar mengayomi kami...
03:43...mendengar kami.
03:45Terima kasih untuk...
03:47...seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
03:49Maturnumun, maturnumun.
03:50Hasil kesimpulan...
03:53...dari rapat dengar pendapat...
03:55...isitiga meminta kasus Hogi...
03:56...dihentikan tanpa restoratif justice.
04:00...kini berada di tangan...
04:01...kejaksaan negeri Sleman...
04:02...karena berkas penuntutan kasus Hogi...
04:05...sudah masuk ke kejaksaan...
04:06...dan dinyatakan lengkap.
04:10...sleman memang akan melaksanakan...
04:11...hasil kesimpulan RDP.
04:13Tapi Kak Jari belum menyatakan...
04:15...sepertihan secara definitif...
04:16...akan langsung menghentikan...
04:18...karena masih menunggu pimpinan.
04:20...intinya...
04:24...kami...
04:25...akan melaksanakan kesimpulan...
04:28...yang sudah disepakati bersama dalam...
04:30...kesempatan rapat siap.
04:35...yang ini tadi.
04:36Dan untuk mekanismenya...
04:39...kami akan segera...
04:40...menunggu...
04:41...petunjuk pimpinan.
04:43Kami akan segera melaporkan ini.
04:45...dan untuk mekanismenya nanti...
04:47...penghentiannya...
04:49...kita...
04:50...menunggu.
04:51...secepatnya.
04:54Kejar.
04:55Sebelumnya sudah pernah melakukan mediasi...
04:57...antara Hogi dan keluarga Jandret.
05:00Dalam mediasi itu...
05:00...kedua pihak saling memaafkan...
05:02...dan sepakat untuk berdamai.
05:04Namun...
05:05...syarat damai yang belum dibicarakan.
05:10...akhirnya secara langsung...
05:14...sudah...
05:15...saling memaafkan,
05:16...saling memberi maaf,
05:18...saling meminta maaf...
05:19...sudah dilaksanakan.
05:20...dan tinggal nanti proses selanjutnya...
05:23...bentuk perdamaiannya.
05:25Kita dalam hal ini...
05:26...itu diserahkan lagi...
05:28...kepada kedua belah pihak.
05:30...antara pihak tersangka...
05:31...dan pihak korban sendiri.
05:34Jadi nanti...
05:35...mereka yang akan...
05:36...melakukan perundingan...
05:38...kami sebagai Jaksafil.
05:40...fasilitator mungkin akan...
05:41...memfasilitasi hal tersebut.
05:44Peristiwa ini bermula pada 26 April 2025.
05:49Arsita mengendarai motor...
05:51...beriringan dengan sang suami...
05:53...yang mengendarai mobil.
05:54...di belakangnya.
05:55Saat itu, keduanya berniat...
05:57...mengambil barang dagangan.
05:59...lalu saat keduanya melintas...
06:03...di jalan layang.
06:04...janti, tiba-tiba motor...
06:06...arsita dipepet oleh...
06:08...dua pelaku berbonceng.
06:09...dengan motor.
06:10Pelaku menjamretas Arsita...
06:12...hingga motor yang dikendarainya...
06:14...sempat...
06:14...saat itu, Arsita juga sempat...
06:17...berteriak jamret.
06:18Namun kondisi jalan...
06:19...saat itu, tak rabai pengendara.
06:24...istrinya di jamret...
06:25...sang suami Hogi Minaya...
06:27...tak tinggal diam.
06:28Ia berusaha membelas...
06:29...sang istri dengan mengejar pelaku.
06:31Sempat terjadi kejar-kejaran...
06:33...hingga beberapa kali.
06:34...mobil Hogi dan motor pelaku bersenggolan.
06:37Pelaku kehilangan kendali...
06:39...lalu menjelaskan...
06:39...menabrak tembok...
06:40...hingga terpental.
06:42Kencangnya benturan...
06:43...membuat kedua pelaku...
06:44...terluka parah...
06:45...dan tewas di tempat.
06:50Terima kasih.
06:49Polisi menyebut...
06:51...ada dua perkara dalam peristiwa ini.
06:53Pertama...
06:54...kasus penjamretan...
06:56...yang kemudian dianggap gugur...
06:57...karena dua pelakunya tewas.
06:59Kedua...
07:00...kasus kecelakaan lalu lintas...
07:02...yang menewaskan dua pelaku jamret.
07:04Dua atau tiga bulan setelah kejadian...
07:07...Polresta Sleman menetapkan suami...
07:09...Arsita sebagai tersangka.
07:12Penyidik menilai...
07:13...suami Arsita...
07:14...sehingga menyebabkan...
07:16...dua nyawa hilang.
07:17Terima kasih.
07:19...usai menjalani proses...
07:22...mediasi restoratif justice...
07:23...di Kejaksaan Negeri...
07:24...Sleman gelang pelacak digital...
07:26...yang sebelumnya dipakai...
07:28...oleh tersangka Hogi Min.
07:29...daya langsung dilepas.
07:31Pihak Kejari Sleman menyebut...
07:33...penggunaan gelang pelacak...
07:34...dijital karena tersangka...
07:36...dijadikan tahanan kota.
07:37Hogi mengaku lega...
07:39...setelah gelang di kakinya dilepas.
07:44...dijadikan harga damas.
07:46...dijadikan restorasi justice seperti ini.
07:48Mungkin tempatnya...
07:49...dijadikan lagi semua.
07:52...dari sini.
07:54Akhirnya saat kecilnya...
07:55...teman tidak terlihat.
07:56Minyaka ya?
07:57Minyaka ya, Mas.
07:59...dan saudara seperti...
08:02...atau kasus seperti Hogi ini...
08:03...bukan sekali ini...
08:04...saya...
08:04...saya terjadi.
08:05Banyak kasus serupa...
08:06...karena berupaya membela diri...
08:08...dari pelaku kejahatan.
08:09...malah berujung jadi tersangka.
08:11Seperti terjadi di tahun 2022 lalu.
08:14Amaksinta, warga dari Nusa Tenggara Barat...
08:18...jadi tersangka setelah...
08:19...membela diri...
08:20...dan menewaskan dua orang begal.
08:23Padahal saat itu...
08:24Amaksinta ingin melarikan diri...
08:26...namun serangan begal...
08:27...membuatnya terpaksa melawan.
08:29Setelah mendapat banyak sorotan...
08:31...dan tekanan publik...
08:33...penyidikan kasus korban...
08:34...mengal jadi tersangka Amaksinta...
08:36...di Lombok Tengah.
08:37Dihentikan.
08:39Di sisi lain...
08:42...kasus yang mirip-mirip...
08:44...namun dengan penanganan yang berbeda.
08:46Lawan pelaku kejahatan...
08:48...tapi mendapat peng...
08:49...penghargaan seperti yang terjadi...
08:51...pada tahun 2017 silam di...
08:54...Purabaya, Jawa Timur.
08:55Seorang anggota Kopas KTNI AL...
08:57...justru menerima penghargaan.
08:59Usai menembak dua pencuri motor...
09:02...yang beraksi di rumahnya.
09:04Selain itu, di tahun 2018...
09:06...dua pemuda di Pekasi...
09:08...justru mendapat...
09:09...penghargaan usai membela diri...
09:11...dari aksi begal.
09:12Meski pelaku begal tewas...
09:14...namun polisi tidak menetapkan...
09:16...keduanya sebagai tersangka.
09:19Nah ini, jadi standar ganda...
09:22...dalam penegakan hukum...
09:23...jadi memicu...
09:24...skeptisme publik terhadap konsistensi Polri...
09:27...mengenai standar keadilan.
09:29...permintaan maaf...
09:33...tanpa perbaikan sistem.
09:34...hanyalah retorika belaka.
09:37Perlu ada evaluasi bagi aparat...
09:39...tegak hukum...
09:40...agar kejadian serupa...
09:41...tidak terulang kembali.
09:43Jangan sampai ada...
09:44...keluarga yang tak berani membela diri...
09:46...karena takut dikriminalisasi.
09:49Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan