Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV- Bupati Sudewo terjerat dua kasus korupsi di KPK. Satu kasus suap jual beli jabatan perangkat desa di Pati dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus lain yang baru naik penyidikan ialah suap proyek jalur kereta api DJKA.

KPK menyebut OTT Bupati Sudewo sebagai jalan untuk membuka kasus korupsi lainnya.

Lantas apakah dua kasus korupsi yang menjeratnya bisa memperberat hukuman? Kita bahas bersama Guru Besar Fakultas Hukum Unsoed, Profesor Hibnu Nugroho.

Baca Juga OTT KPK Bupati Pati Sudewo, ICW Soroti Suap di Pemerintahan Desa: Patut Dipertanyakan Parpolnya di https://www.kompas.tv/nasional/647111/ott-kpk-bupati-pati-sudewo-icw-soroti-suap-di-pemerintahan-desa-patut-dipertanyakan-parpolnya

#kpk #korupsi #bupatipati #sudewo #kuhap

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/647113/bupati-pati-sudewo-kena-2-kasus-korupsi-pakar-ungkap-proses-peradilan-harap-kuhap-tak-ringankan
Transkrip
00:00Bupati Sudewa terjerat 2 kasus korupsi di KPK, 1 kasus suap jelasan,
00:05beli jawatan perangkat desa di Bupati dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
00:10Yang juga sudah jadi tersangka, saudara, dalam suap proyek jalur kereta api.
00:15KPK menyebut OTT Bupati Sudewa.
00:20Sebagai jalan untuk membuka kasus korupsi lainnya.
00:23Lantas apakah 2 kasus korupsi yang...
00:25...menjaratnya bisa memperberat hukuman?
00:27Kita bahas bersama guru besar fakultas.
00:30Hukum unsur Prof. Hipnu Nugroho.
00:32Selamat petang Prof.
00:35Selamat petang, Mbak.
00:37Ya, 1 orang, 2 kasus prof.
00:391 jual...
00:40Di jabatan, 1 keterlibatan di proyek jalur kereta api.
00:44Jadi sejauh...
00:45Nah, nanti KPK bisa mengusur keterlibatan Sudewa dalam kasus dugaan suap proyek jalur...
00:50...kelur kereta api.
00:52Ya, ini sesuatu yang menarik, Mbak.
00:55Jadi kalau kasus OTT itu sesuatu yang...
00:58...fum...
00:59...karena...
01:00...bukti-bukti akurat perencanaan pengungkapan perkara sudah...
01:05...berbulan-bulan.
01:06Jadi sudah...
01:07...ibarat orang Jawa sudah diinjenkan itulah.
01:09Oleh karena itu...
01:10...dalam hal dua perkara ini akan kita lihat apakah...
01:15...dibarankan dengan konkursus atau berdiri sendiri...
01:19...dengan...
01:20...kembikian kalau memang itu ada dua perkara terhadap OTT...
01:24...dan...
01:25...kait dengan jalan kereta api bisa digabungkan...
01:29...digabungkan dengan...
01:30...kongkursus...
01:31...kongkursus idealis...
01:33...atau konkursus realis.
01:35Nanti hukumannya terberat tambah sepertiga.
01:39Kan itu, Mbak.
01:40...tidak mungkin hukuman DCKI tersendiri...
01:42...terberat tambah tiga.
01:43Nah ini saya kira suatu yang...
01:45...yang sangat memberikan asas efisiensi...
01:48...di dalam suatu pengunggapan...
01:50...sehingga asas cepat dan memberikan deteksi...
01:54...kepada semua...
01:55...pejabat daerah...
01:56...kepada semua pejabat pelaksana proyek-proyek...
02:00...untuk dapat melakukan hati-hati...
02:03...pensegahan.
02:04Mitigasi.
02:05...terhadap tindakan-tindakan...
02:07...yang dimungkinkan adanya sifat.
02:10...korup.
02:10Itu, Mbak.
02:11Ini tampak bukan hal yang biasa, Prof.
02:13Selain memang dia...
02:15...kena OTT dalam jual beli jabatan...
02:18...tapi satu sisi untuk...
02:20...korupsi DJKA saat itu kan...
02:22...dia masih dalam posisi anggota DPR...
02:24...dan sekarang...
02:25...ditetapkan bersamaan status tersangkanya.
02:30Ya, kan...
02:32...kita tidak melihat suatu...
02:34...jabatan, tapi...
02:35...melihat suatu sikap perbuatannya...
02:37...sikap menisriannya...
02:39...yang diketemukan...
02:40...oleh penegak hukum...
02:41...akhirnya menjadi suatu...
02:43...dua kesatuan...
02:44...jadikan satu.
02:45...itu, Mbak.
02:46Ini yang akan dijadikan suatu...
02:49...seperti halnya...
02:50...ke kasus-kasus yang lain.
02:51Jadi, sebagai bentuk asas efisiensi...
02:53...dalam pengungkapan perkara...
02:55...yaitu saya kira efektif...
02:56...dirakukan suatu...
02:57...berbarengan...
02:58...suatu tindak pidana.
02:59Dengan...
03:00...demikian asas cepat...
03:01...pembuktian akurat...
03:03...dan...
03:03...cepat untuk memberikan suatu...
03:05...satu pencegahan-pencegahan...
03:06...terhadap tindakan-tindakan lainnya.
03:08Oke, Prof...
03:08...kalau kita ke kasus...
03:10...beli jabatan.
03:11Tadi kan Prof juga mendengar...
03:12...bahwa Sudweo mengatakan...
03:13...saya dikorban.
03:15...merasa tidak tahu menau.
03:16Sementara dekat tangan KPK...
03:17...justru dia memberikan...
03:19...angka jual beli...
03:20...lalu kemudian dinaikkan...
03:22...oleh dua tersangka yang lain.
03:25Ya, gini Mbak...
03:26...namanya dalam suatu pemeriksaan...
03:29...keterangan...
03:30...tersangka itu...
03:30...hanya untuk dirinya sendiri.
03:32Tidak ada tersangka mengakui.
03:35Dalam istilah hukumnya adalah...
03:37...asas non-incrimination.
03:40...non-incrimination.
03:41Itu asas yang menyerahkan...
03:43...bahwa keterangan...
03:45...seorang terdakwa...
03:46...hanya untuk dirinya sendiri.
03:48Kan gitu.
03:48Makanya dalam...
03:50...dalam keterangan suatu pembuktian...
03:52...yang baru pun...
03:52...masti menggunakan keterang-serangka.
03:54Keterangan...
03:55...yang itu bisa pengakuan...
03:56...bisa pengingkaran.
03:57Nah, dalam kasus...
03:59...pak Sadewo...
04:00...sudewo itu adalah pengingkaran...
04:02...sas-sas saja.
04:03Nanti akan dibuktikan.
04:05Ini loh kasus pemerasanya.
04:07Ini loh kasus kaitan pemberiannya.
04:10Ini loh kasus...
04:11...permufakatannya.
04:13Karena itu paling tidak ada permufakatan.
04:15Ini yang menjadi catatan Mbak Isha.
04:17Karena sejak dibubarkannya...
04:20...komisi aparatur AS negara.
04:22Jadi ketika komisi pengawas...
04:25...aturnya negara...
04:26...tampaknya kepala daerah...
04:27...yang punya kebijakan...
04:29...itu...
04:30...kaitannya mutasi...
04:31...sakar PDW.
04:32Padahal kalau dulu ada ASN...
04:34...itu...
04:35...saratnya...
04:36...itu jelas sekali.
04:37Sarat...
04:38...kelamaan...
04:39...kemudian...
04:40...jabatannya kriteria...
04:41...jelas sekali.
04:42Sehingga ketika ASK...
04:44...komisi pengawas itu...
04:45...dikatakan...
04:45...okey...
04:45...baru jalan.
04:46Nah sekarang komisi aparat negara...
04:48...dihapuskan.
04:49Ini...
04:50...saya kira...
04:50...suatu evaluasi...
04:51...bagi pemerintah daerah...
04:53...untuk melihat seperti itu.
04:54Iya.
04:55Meskipun status...
04:56...sudewa sudah bupati...
04:58...berarti tidak menghapus...
04:59...kasusnya...
05:00...yang lama.
05:00Karena waktu itu kan juga sudah bolak-balik...
05:02...diperiksa tapi tidak ditapkan sebagai tersangka.
05:05Dan kalau memang dua kasus ini dijalankan...
05:08...bagaimana jerat hukumnya terhadap Sudewo?
05:10Singkat saja, Prof.
05:12Iya, jerat hukumnya...
05:14...karena...
05:15...ada suatu berbarengan tindak pidana.
05:17Pertanyaannya berbarengan atau berdiri sendiri?
05:20Bukan itu.
05:20Tapi kalau nanti sebagai bentuk asas efektivitas...
05:23...digabung menjadi satu...
05:25...itu suatu asas efisien.
05:26Karena nanti hukumannya tidak...
05:28...terhadap kereta api tersendiri, terhadap...
05:30...tapi digabung menjadi yang terberat...
05:32...ditambah sepertiga.
05:35...kalau kita lihat aspek pemidanaannya.
05:37Nah mudah-mudahan ini juga dalam KUAP baru...
05:40...tidak menjadikan meringankan...
05:41...tapi juga suatu pemberatan...
05:43...dari asas korupsi yang bersangkutan.
05:45Ini yang saya kira juga menjadi titik...
05:47...titik suatu krusial dengan perubahan undang-undang ini...
05:50...sama yang dipakai nanti, gitu loh.
05:51Terhadap perubahan sekarang.
05:52Mudah-mudahan APH semua konfirm...
05:55...dalam hal seperti ini ada suatu penyamaan persepsi...
05:58...terhadap kasus-kasus yang sangat...
06:00...merugikan masyarakat sehingga betul-betul...
06:02...mendirikan efek jerah dalam suatu penanganan korupsi.
06:05Ya harapan kita bersama.
06:06Terima kasih Propto bergabung di Kompas Petang.
06:10Kompas Petang.
Komentar

Dianjurkan