Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pernyataan Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo di Komisi III DPR, Senin (26/1/2026) dengan tegas menolak berada di bawah kementerian.

Benarkah ada unsur politis di balik penolakan Kapolri berada di bawah kementerian? Apakah masih relevan posisi Polri berada langsung di bawah presiden?



Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:

Aryanto Sutadi - Staf Ahli Kapolri

Abdullah - Anggota Komisi III DPR RI F-PKB

Ambar Wulan - Sejarawan Kepolisian

Bambang Rukminto - Pengamat Kepolisian (ISESS)



Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode Kapolri: Saya Menolak Polisi di Bawah Kementerian! Tayang Rabu, 28 Januari 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.



#kapolri #kementerian #polisi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/646940/full-kapolri-tolak-polisi-di-bawah-kementerian-mengapa-satu-meja
Transkrip
00:00Intro
00:05Intro
00:10Intro
00:15Intro
00:20Dalam hal ini saya tegaskan bahwa di hadapan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian
00:25dan seluruh jajaran bahwa saya menolak
00:30Terima kasih
00:35Dan kalaupun saya yang menjadi Menteri Pemolisian
00:40Saya lebih baik menjadi petani saja
00:42Oh iya iya iya
00:43Menyala ini
00:44Menyala ini
00:45Terima kasih
00:47Karena itu saya anggap meletakkan
00:50Melemahkan Bori di bawah Kementerian
00:52Sama saja melemahkan institusi Bori
00:54Melemahkan
00:55Melemahkan Negara dan Melemahkan Presiden
00:57Oh
01:00Oleh karena itu
01:01Apabila ada pilihan
01:02Apakah
01:03Polisi tetap berada
01:05Tidak ada di bawah Presiden
01:06Atau Polisi tetap di bawah Presiden
01:09Namun ada Menteri Pemolisian
01:10Kapori tetap mimpin
01:12Saya memilih Kapori saja yang dicapak
01:14Saya kira itu
01:15Sebagai
01:16Untuk sikap berada
01:17Dan saya minta
01:18Seluruh jajaran
01:20Laksanakan ini
01:22Perjuangkan sampai di
01:23Tidak darah penghargaan
01:24Terima kasih
01:25Terima kasih
01:27Terima kasih
01:28Terima kasih
01:29Terima kasih
01:30Terima kasih
01:35Terima kasih
01:37Selamat malam
01:38Pernyataan Kapol Ridi
01:40Komisi 3 DPR Senen lalu
01:41Sangat tegas dan menolak
01:43Berada di bawah Kementerian
01:45Malam ini
01:46Satu Meja The Forum
01:47Akan membahasnya
01:48Untuk membahas
01:50Tema ini
01:51Sudah hadir di Studio
01:52Kompas TV
01:53Bapak Aryanto
01:55Selamat malam
01:57Selamat malam
01:58Selamat malam
01:59Selamat malam
02:00Ada Bus Abdullah
02:02Ketemu lagi
02:03Anggota Komisi 3 DPR
02:04Selamat malam
02:05Kemarin bertemu langsung
02:06Dengan Kapolri
02:07Di Rapat Kerja
02:08Ada juga
02:09Ibu
02:10Dokter Ambar Wulan
02:11Sejarawan Kepolisian
02:12Selamat malam
02:13Selamat malam
02:14Terima kasih
02:15Terima kasih
02:17Terima kasih
02:18Terima kasih
02:19Terima kasih
02:20Terima kasih
02:22Terima kasih
02:24Terima kasih
02:25Terima kasih
02:27Terima kasih
02:28Terima kasih
02:29Terima kasih
02:30Terima kasih
02:35Terima kasih
02:37Terima kasih
02:40Terima kasih
02:45Terima kasih
02:50Terima kasih
02:55Terima kasih
03:00Terima kasih
03:02Terima kasih
03:03Terima kasih
03:04Terima kasih
03:05Terima kasih
03:07Terima kasih
03:09Terima kasih
03:10Terima kasih
03:15Terima kasih
03:20Terima kasih
03:24Terima kasih
03:25Terima kasih
03:27Terima kasih
03:29Terima kasih
03:30Terima kasih
03:34Terima kasih
03:35Terima kasih
03:40Terima kasih
03:42Terima kasih
03:45Terima kasih
03:50Terima kasih
03:52Terima kasih
03:54Terima kasih
03:55Terima kasih
03:59Terima kasih
04:00Terima kasih
04:02Terima kasih
04:05Terima kasih
04:09Terima kasih
04:10Terima kasih
04:12Terima kasih
04:15Terima kasih
04:17Terima kasih
04:20Terima kasih
04:22Terima kasih
04:24Terima kasih
04:25Terima kasih
04:29Terima kasih
04:30Terima kasih
04:35Terima kasih
04:37Terima kasih
04:40Terima kasih
04:42Terima kasih
04:45Terima kasih
04:47Terima kasih
04:50Terima kasih
04:52Terima kasih
04:55Terima kasih
04:57Terima kasih
05:00Terima kasih
05:02Terima kasih
05:05Terima kasih
05:07Terima kasih
05:09Terima kasih
05:10Terima kasih
05:12Terima kasih
05:15Terima kasih
05:17Terima kasih
05:20Terima kasih
05:22Terima kasih
05:24Terima kasih
05:25Terima kasih
05:27Terima kasih
05:30Terima kasih
05:32Terima kasih
05:34Terima kasih
05:36Terima kasih
05:38Kepolisian yang dibentuk oleh Previsian akan memberikan rekomendasi di
05:43akhir bulan ini kan enggak dari situlah isunya bahwa
05:48ke lembaga Kepolisian ini mau dipindah
05:53ke bawah kementerian sebelum sampai ke sana artinya itu inisiatif dari kapal
05:58bukan ada janjian dulu dengan Komisi 3 nanti akan disampaikan di forum kapal kerja
06:03betul-betul luapan enggak ada sama sekali kekhawatiran kita kan begini memang
06:08Kepolisian sendiri kemarin ketika awal pembentukan panja reformasi
06:13Kepolisian pengadilan dan kejaksaan sudah mengakui kok
06:18kalau kepolisian ini banyak kekurangan bahwa makan statement beliau itu viral
06:23masyarakat lebih milih menghubungi damkar daripada
06:28polisi berarti di internal sendiri sudah mengakui mereka
06:33terbuka untuk berbenah diri itu oleh karena itu eh
06:38kita sebagai DPR fungsinya pengawasan legislasi dan pengangkat
06:43itu yang kita bisa lakukan penguasaan ketika memang perlu untuk
06:48reformasi undang-undang
06:49revisi undang polisian
06:51itu kan lagi
06:53kita coba nih mendengarkan semua keluhan masyarakat bukan hanya di kepolisian
06:58di kejaksaan, di pengadilan
07:00itu yang sedang kita lakukan
07:03kalau apa ada koreksi di internal terkait kultur oke lah dan pengawasan
07:08dari DPR oke lah nggak saya ingin memastikan bahwa apa yang disampaikan Kapolri itu betul-betul spontan dan memang
07:13memang didukung oleh DPR ya kalau tidak ada pertanyaan itu tidak ada pertanyaan
07:18betul-betul inisiatif dari
07:20betul-betul inisiatif dari Pak Kapolri
07:22oke
07:23ya kemarin karena rentetan panjang mungkin tekanan-tekanan-tekanan dan teman-teman DPR
07:28sangat solid untuk mendukung itu karena ada statement
07:33bahwa rekomendasi akan diberikan akhir bulan ini
07:38oke
07:39mas Bambang saya sampai
07:43titik darah penghabisan ikutin ya
07:45artinya
07:46Pak Kapolri disampaikan bahwa semua jajah
07:48perejaan tolong perjuangkan ini
07:50bahwa kedudukan Polri harus tetap di bawah Presiden
07:53sebagai orang yang selalu memberikan masukan kritikan bahkan saya melihat ada
07:58beberapa kalimat yang tegas soal reformasi dimulai dari pucuk pimpinan anda melihat
08:03apa yang disampaikan oleh Kapolri ini
08:05bagian dari antisipasi karena ada
08:07rekomendasi
08:08yang akan dikeluarkan oleh tim bentukan Presiden
08:10ya bisa jadi ya
08:12tapi bernyataan
08:13bernyataan yang saya pengen Kapolri kemarin bagi saya dan kawan-kawan
08:18civil society ini
08:20inggris sedap juga
08:21inggris sedapnya gimana
08:22iya sampai tidik dari
08:23secara penghabisan itu
08:24siapa yang akan menghabisi
08:27seperti itu kan jadi
08:28jadi ini
08:29ungkapan
08:30anda melihatnya lebih dari itu
08:31seorang general
08:32sebelumnya
08:33sebenarnya kan bukan hanya
08:34ini
08:35apa
08:36ini adalah pernyataan Kapolri
08:37yang bisa diterjemahkan
08:38di bawah
08:39berbeda
08:40seperti itu
08:41saya menyadari bahwa itu
08:42ungkapan
08:43emosional
08:44Kapolri lah
08:45bahwa ini adalah
08:46problem yang serius seperti itu
08:47dan
08:48saya mengapresiasi yang disampaikan Kapolri kemarin malahan
08:52karena
08:53baru pertama kali ini Kapolri setegas itu
08:56makanya
08:57saya juga sama melihat
08:58tegas banget
08:59cuma ya
09:00ada yang
09:01kalau orang Jawa bilang
09:02keladuk lah
09:03kelebihan lah
09:05sampai tidik dari penghabisan ini
09:07tadi saya disampaikan Gus
09:09siapa yang menekan
09:11Paul Risi sebenarnya
09:12artinya kan ini sangat-sangat luas sekali ini
09:14jangan-jangan menekan
09:15civil society
09:16dan seperti itu
09:17atau yang lebih lain
09:18sorry kalau civil society
09:19rasanya tidak
09:20ada satu pernyataan dari Kapolri
09:21yang mengatakan bahwa
09:22saya menerima juga pesan WhatsApp
09:24yang intinya menawari saya
09:26posisi
09:27Menteri Kepolisian
09:29dan saya tolak
09:30artinya nggak mungkin dong
09:31nggak mungkin sih
09:32jadi menawarkan posisi
09:34dan ini ada
09:35ada datang dari
09:36struktur kekuasaan
09:37kita melihat
09:38iya
09:39kalau seperti itu
09:40memang berarti ada
09:41ada sinyal-sinyal
09:42yang akan diarahkan ke sana
09:43tapi kalau saya melihat
09:45komisi reformasi yang dibentuk
09:47Presiden kemarin
09:49terlalu jauh lah ke arah sana mas
09:51oh terlalu jauh
09:52terlalu jauh lah
09:53karena posisi Polri di bawah Presiden
09:57itu kan ketetapan MPR
10:00ketetapan MPR 7 tahun 2020
10:02tahun 2000
10:03jadi
10:04mau merubah nggak mungkin
10:05nggak mungkin
10:06terlalu jauh
10:07buat Kak Polri se-emosional itu
10:09apalagi seorang Kak Polri
10:10punya data intelijen yang valid lah
10:12seharusnya
10:13punya bocoran lah
10:14jadi dia menggunakan momentum
10:15betul
10:16kalau saya melihat
10:17ini
10:18apa
10:19panggung politik
10:20panggung politik
10:21kawan-kawannya
10:22bagus ini
10:23nggak pasti
10:24tapi kan tetap ada yang
10:25harus dipertaruhkan kan
10:26nantinya seorang Kak Polri
10:27disampaikan itu
10:28apalagi tadi disampaikan Gus Abduh
10:29tidak ada itu pertanyaan itu
10:30tapi lebih kepada spontanitas
10:32Kak Polri
10:33dan ternyata ada
10:34sasarannya
10:35karena ditawarin itu
10:36ya
10:37prof
10:37sebenarnya kan kalau di dalam
10:38politik kan tidak hanya
10:39sekedar sesuatu yang eksplisif
10:40ada pesan-pesan yang lain gitu
10:42kepada siapa
10:43itu tentu Kak Polri sendiri yang tahu
10:45oke
10:46sekarang saya ke Bu Amri
10:47Bu Ambar dari perspektif sejarah
10:49secara historis
10:50kedudukan kepolisian ini
10:52sepanjang mulai dari
10:54para kemerdekaan
10:55sama dengan kemerdekaan
10:56sebetulnya
10:57yang disampaikan oleh
10:58Pak Alistio bahwa
10:59polisi berada di bawah presiden
11:02itu adalah amanat reformasi
11:04undang-undang
11:05itu dulu secara historical
11:06gimana sih sebetulnya
11:07masalah kedudukan kepolisian
11:10terutama Polri
11:11itu sejak Indonesia
11:12Indonesia Merdeka ini
11:13selalu menjadi permasalahan
11:15oh sejak dulu sudah
11:16ada dinamikanya lah
11:17ada dinamika historisnya
11:20jadi kalau boleh saya
11:22terkait kebelakang ya
11:24Indonesia Merdeka
11:25dari 17 Agustus
11:271945 hingga 1 Juli 1946
11:31ini ada
11:32satu perubahan kedudukan
11:33dimana sebelum 1 Juli
11:36Indonesia Merdeka
11:37sampai 1 Juli itu
11:39kedudukan kepolisian itu
11:40dibagi di dalam beberapa
11:42kemenangan
11:43jadi saat itu
11:45menggunakan sistem
11:47India Belanda
11:48India Belanda
11:49jadi terbagi menjadi
11:50Polri ada
11:51kepolisian ada
11:52di bawah Kementerian Dalam Negeri
11:54oh sempat ada di bawah
11:55Kementerian Dalam Negeri
11:56di jaman India Belanda
11:57ya
11:57dan itu digunakan
11:58dipakai lagi sistem itu
12:02di masa Indonesia Merdeka
12:04sampai 1 Juli
12:05nanti 1 Juli
12:06ada perubahan lagi kan
12:07saya bicara di
12:09durasi itu
12:10periode itu
12:11periode sebelum
12:12jadi dibagi menjadi
12:14tiga kewenangan
12:15ada di bawah Kementerian Dalam Negeri
12:17dengan kewenangannya itu terbatas
12:22dalam konteks administrasi
12:24saja
12:25kemudian
12:26eh
12:27di bawah Kepolisian di bawah
12:29eh
12:30Kejaksaan Agung
12:31kalau di
12:32jaman India Belanda
12:33namanya Prokur General ya
12:35itu membawahi
12:36memimpin
12:37polisi preventif
12:39dan represif
12:40jadi operasional
12:41operasional itu dibawah
12:42kejaksaan Agung
12:43sekali lagi
12:44bahwa
12:45Kepolisian di bawah
12:47Kementerian Dalam Negeri
12:47itu hanya terbatas kewenangannya
12:49pada masalah-masalah administrasi
12:52ya
12:53dan yang ketiga
12:54bahwa
12:55peninggalan jaman Jepang
12:56itu polisi
12:57kan ada di daerah-daerah juga ya
12:59itu di bawah Residen
13:00jadi setiap
13:01pimpinan
13:02di daerah di wilayah itu punya
13:04polisi sendiri
13:05Oh jadi di bawah
13:06pimpinan kepala daerah
13:07laki-laki-laki sempat juga
13:09sendiri memberikan pangkat
13:10itu di jaman pendudukan Jepang
13:12kita bicara sudah masuk
13:14perdeka
13:15oh sudah masuk perdeka
13:16ini
13:17sejarah kepercayaan
13:17Kepolisian itu kan unik ya
13:18jadi beda dengan mungkin TNI
13:20yang memang lahir
13:21setelah Indonesia
13:22jadi Kepolisian Polri itu
13:25merupakan kelanjutan
13:27dari jaman sebelumnya
13:29sebelum pramerdeka
13:30Indonesia merdeka
13:31kenapa
13:33ini merupakan satu
13:34kontinuitas gitu ya
13:36karena polisi di akhir
13:38kita bicara sudah masa akhir
13:39pendudukan Jepang
13:40kemudian Indonesia merdeka
13:41kan
13:42tulis itu kan tidak pernah
13:43dibubarkan
13:44salah satu-satunya
13:45alat keamanan yang
13:46tidak
13:46dibubarkan adalah
13:47polisi
13:48kenapa
13:49karena
13:50polisi ini
13:51ini
13:52menurut perjanjian
13:53jenefa bahwa
13:54dalam situasi
13:55perang polisi itu
13:56tidak boleh dibuat
13:56dibubarkan
13:57dalam situasi perang
13:58polisi ini
13:59seperti itu ya
14:00dalam perang kan
14:01polisi ini kan domainnya
14:02dalam masyarakat
14:03dalam situasi perang
14:04masyarakat itu kan
14:05butuh polisi juga
14:06ada persoalan-persoalan
14:08keamanan yang dibutuhkan
14:10oleh masyarakat
14:11masyarakat itu sendiri
14:12jadi
14:13polisi tidak dibubarkan
14:14sehingga
14:15ketika Indonesia merdeka ini
14:16polisi Indonesia
14:17di era
14:19awal kemerdekaan itu
14:20merupakan
14:21kelanjutan
14:22dari polisi sebelumnya
14:23dari zaman
14:24Hindia Belanda
14:25kemudian dilanjutkan
14:26di zaman Jepang
14:27dan
14:28artinya
14:29pro kontra sekarang ini
14:30polisi
14:31kedudukan polisi
14:32ada di bawah
14:33di bawah menteri
14:34bahkan kepala daerah
14:35itu sebenarnya secara historis
14:36terus pernah terjadi
14:37sudah terjadi
14:38dan semuanya punya referensi
14:39soal itu kan
14:40oke
14:41kita akan membahas lagi
14:43bagaimana polisi
14:44dan tarik-tarikan politik
14:45di Indonesia
14:46saat lagi
14:47tak di satu meja The Forum
14:51selamat menikmati
14:56selamat menikmati
15:01kami
15:03dari
15:05fraksi
15:06BDI Perjuangan
15:07mendukung
15:09Polri
15:10pemilihan
15:12Kapolri
15:13itu
15:14melalui
15:15Komisi 3 DPRR
15:17dan mendukung
15:19dan mendukung
15:20Polri tetap di bawah langsung oleh...
15:25...Bapak Presiden Republik Indonesia.
15:30DPR RI menegaskan bahwa kedudukan Polri berada...
15:35...di bawah Presiden langsung dan tidak berbentuk kementerian yang dipimpin.
15:40Dan dipimpin oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diangkat dan...
15:45...diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
15:50...sebagai mana diatur dalam pasal 7 tab MPR nomor 7 garis...
15:55...semiring MPR tahun 2000 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16:00Terima kasih.
16:05Masih di satu menjadi forum saya...
16:10...ke Gus Abdul.
16:11DPR serempak seragam mendukung makanya pertanyaan...
16:15...dan saya ini janjian sama Pak Kapolri atau memang...
16:18DPR mendengar gak mungkin lah DPRN Kapolri.
16:20...yang mendengar bahwa akan ada rekomendasi mengubah kedudukan polisi.
16:25...indikasi? Enggak ya?
16:26Enggak janjian.
16:27Janjian sih? Enggak.
16:28Tapi kan ada indikasi-indikasi.
16:29Oh ada indikasi.
16:30...memang mencoba, mendelegitasi...
16:33...mendelegitasi...
16:34...seperti.
16:35...seperti.
16:35Institusi Polri.
16:36Jadi kemarin itu kan akhirnya teman-teman jelas.
16:40Ini amanat reformasi.
16:42Oke.
16:43Amanat reformasi bahwa...
16:45...tap MPR tahun 2000 nomor 7 itu...
16:48...memisahkan kepolisian itu...
16:50...dari ABRI.
16:52Karena itu...
16:53...kalau pun harus kembali...
16:55...lagi ke...
16:56...di bawah kementerian-kementerian.
16:58Ya itu...
16:59...malah.
17:00...kemunduran bagi kita.
17:01Hmm.
17:02Oleh karena itu kemarin penegasan...
17:04...bahwa...
17:05DPR...
17:07...sepakat untuk...
17:10...Polri masih...
17:11...dalam...
17:12...bawah koordinasi...
17:13...presiden.
17:14Langsung.
17:15Dia merekam jelas sekali ya...
17:16...semua...
17:17...begitu Pak Kapolini menyampaikan...
17:19...penolakan tiga kali...
17:20...semua tepuk tangan...
17:21...menyala...
17:22...menyala...
17:23...Pak Habib pimpinan langsung...
17:24Jadi...
17:25...kita melihatnya...
17:26...oh ini...
17:27...memang benar bahwa...
17:28...polisi itu...
17:29...kepolisian itu dengan...
17:30...DPR itu memang mesra...
17:31...ini kemesraan yang...
17:33...atau memang ada substansi yang...
17:35...mau dijelaskan...
17:36...enggak mesra juga...
17:37...sepertiap hari kok...
17:38...tadi barusan aja...
17:39...saya manggil...
17:40...ke...
17:41...Kapolres Leman...
17:42...misalkan...
17:43...Sama Kapolres...
17:44...Kapolres juga sering...
17:45...saya kan...
17:47...fungsi pengawasan...
17:49...terus berjalan...
17:50...di DPR...
17:51...apa hari kita...
17:52...mendengarkan keluhan-keluhan...
17:53...terkait...
17:54...lembang...
17:55...sebagai...
17:56...pendekanan hukum...
17:57...tapi soal kedudukan...
17:58...harga mati di bawah Presiden...
18:00...kalau soal kedudukan...
18:01...bagi DPR maksud saya...
18:02...resiko...
18:03...try and error...
18:04...ini kan...
18:05...belum jelas...
18:07...berguna...
18:08...bermanfaat...
18:09...atau malah...
18:10...kebalikan...
18:11...moleh karena itu...
18:12...tadi kan sejarahnya juga sudah...
18:14...pernah juga di bawah...
18:15...kemendagrian...
18:16...apalagi kan...
18:17...menteri itu kan...
18:19...jabatan politis...
18:20...sangat politis...
18:21...sangat politis...
18:22...ok...
18:23...menteri jabatan politis karena itu...
18:25...polisi tidak boleh di bawah...
18:27...kementerian...
18:28...mas Bambang...
18:29...mas Bambang kan...
18:30...pernah menyebut...
18:30...bahwa bahkan pernah mendorong lah...
18:32...bahwa sebaiknya di bawah kementerian...
18:33...apalagi kementerian...
18:34...keamanan dalam negeri...
18:35...betul...
18:36...betul...
18:37...apa sebenarnya substansi yang Anda ingin...
18:38...sampai...
18:39...tapi sepun sudah ada...
18:40...penolakan ini...
18:41...gak ada kaitannya dengan...
18:42...dara penghabisan mas...
18:43...ya saya melihatnya...
18:45...segini...
18:46...problem keamanan itu kan...
18:47...sangat luas...
18:48...sangat ingin sampaikan...
18:49...Ibu dokter tadi...
18:50...sebegitu luasnya...
18:52...jadi tidak bisa direduksi...
18:54...hanya menjadi problem...
18:55...kepolisian saja...
18:56...dan...
18:58...selama ini...
19:00...dalam menjaga kamtip mas...
19:01...kita mengakui...
19:02...kepolisian memang...
19:03...sudah bekerja keras ya...
19:05...dan...
19:06...selama beberapa tahun ini...
19:07...keamanan kita kondusif seperti itu...
19:09...tapi kan...
19:10...tidak hanya itu saja...
19:11...kalau kita kemarin...
19:13...apa...
19:14...muncul...
19:15...perpol 10 tahun 2025...
19:18...yang kemudian...
19:19...mengan...
19:20...menolak...
19:21...keputusan MK 114...
19:25...antaranya kan...
19:26...kawan-kawan kepolisian kan...
19:28...apa...
19:30...dalam perpol itu...
19:31...ada beberapa...
19:32...lembaga...
19:33...yang...
19:34...yang di...
19:35...apa...
19:35...diperintahkan oleh Kapolri...
19:36...melalui israt perintah Kapolri...
19:39...dan itu tidak mencakup...
19:40...semaa bidang keamanan...
19:41...gitu...
19:42...makanya...
19:43...kalaupun kemudian...
19:45...apa...
19:47...muncul...
19:48...muncul...
19:49...kementerian...
19:50...keamanan...
19:51...ini yang mengatur itu semua...
19:52...dan itu akan lebih enak...
19:54...Kapolri cukup fokus...
19:55...fokus di...
19:56...operasional...
19:57...kepolisiannya saja...
19:58...tapi...
19:59...terkait dengan keamanan...
20:00...keamanan lainnya...
20:01...ada koordinator di situ...
20:02...gitu loh...
20:03...jadi...
20:04...ini tidak berarti...
20:05...munculnya kementerian...
20:06...keamanan...
20:07...dalam negeri...
20:08...itu kemudian...
20:09...membawai Kapolri...
20:10...tidak demikian...
20:11...artinya saat...
20:12...situasi sekarang...
20:13...anda melihat bahwa Kapolri...
20:15...tidak bisa fokus...
20:16...karena kan masih di bawah Presiden...
20:17...karena lihat itu...
20:18...faktanya...
20:19...faktanya demikian...
20:20...banyak hal...
20:21...problem-problem keamanan...
20:23...problem-problem kepolisian...
20:24...yang selanjutnya...
20:25...alang beberapa tahun ini...
20:26...terjadi salah satunya...
20:27...seperti itu...
20:28...bagaimana...
20:29...Kak Polri...
20:30...ini...
20:31...diribatkan dalam...
20:32...ketahanan pangan...
20:34...kemudian...
20:35...MBG...
20:36...dan yang lain-lainnya...
20:37...sementara...
20:38...problem-problem...
20:39...pendekaan hukum...
20:40...ketahanan...
20:41...keamanan...
20:42...ini yang dikeluarkan oleh masyarakat...
20:43...seperti itu...
20:44...padahal...
20:45...hadapan masyarakat...
20:46...sari keamanan...
20:47...sari keamanan...
20:48...sari keamanan...
20:49...sari keamanan...
20:50...sari keamanan...
20:51...sari keamanan...
20:52...sari keamanan...
20:53...sari keamanan...
20:54...sari keamanan...
20:55...sari keamanan...
20:56...sari keamanan...
20:57...sari keamanan...
20:58...sari keamanan...
20:59...sari keamanan...
21:00...sari keamanan...
21:01...sari keamanan...
21:02...sari keamanan...
21:03...sari keamanan...
21:04...sari keamanan...
21:05...sari keamanan...
21:06...sari keamanan...
21:07...sari keamanan...
21:08Warli belum profesional, belum baik, itu kan ada dua pendekatannya, satu.
21:13Ya, kultural diubah, diperbaiki, tapi tidak usah ngotak-katik soal kedudukannya.
21:18Benar, mas Yogi. Cuma problemnya kan reformasi, reformasi.
21:23Struktural, instrumental, kultural itu sudah digulirkan sejak 5 tahun lalu.
21:28Cuma problemnya kenapa kulturalnya tidak menuju keperbaikan.
21:33Jangan soal struktur, karena kebanyakan tadi, kalau ngomong soal...
21:38...kepolisian di bawah menteri yang ditarik-tarik politik, di bawah presiden...
21:43...semangnya tidak bisa ditarik-tarik politik. Kan bisa saja seperti itu.
21:47Artinya, ya...
21:48Kita harus mencari opsi-opsi lain untuk mendorong polisiannya lebih baik, seperti itu.
21:53Opsinya apa? Kalau menurut TAP MPR, ya ada lembaga kepolisian nasional.
21:58Yang kemudian juga direduksi menjadi komponas yang tidak berfungsi, yang seperti ini.
22:03Simboli saja, seperti itu.
22:04Bahkan kalau kemarin kita melihat pernyataan dari...
22:08Ketua Komisi Tiga, secara subtantif, komponasi...
22:13...bukan pengawas kepolisian ini kan, ya artinya ya benar kan.
22:16Komponas bebarkan saja kalau tidak bisa.
22:18...bisa mengawasi kepolisian, gitu loh.
22:20Artinya, kembalikan ke TAP...
22:23TAP 8, TAP 7, sampai tahun 2000, seperti itu.
22:25Ya, oke.
22:26Bu Ambar, tadi...
22:28Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:33Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:38Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:40Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:42Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:43Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:48Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:50Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:52Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:54Sampai jumpa di video selanjutnya.
22:56Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:00Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:01Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:03Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:05Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:07Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:09Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:11Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:15Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:16Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:21Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:27Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:30Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:34keputusan DPR pun mengatakan bahwa purple itu nanti akan dimasukkan di dalam Undang-Undang Ketua.
23:39Polisian yang belakangan ini supaya lebih tegas. Polisi itu masih boleh.
23:44Paling tidak ada di luar lembaga, tetapi kalau masih didalam.
23:49Itu boleh, tapi kalau di luar berarti harus pensiun kira-kira.
23:54Yang kedua mengenai masalah polisi tadi dibilang tidak profesional.
23:59Saya mengatakan begini ya Pak, yang ketiga sekaligus dengan...
24:04Yang ketiga. Tadi unsur keamanan kan luas sekali gitu ya Pak.
24:07Justru saya ke pandangannya...
24:09Ini berbalik kalau polisi. Tugas polisi itu sangat luas Pak.
24:13Ibu Ambar tadi mengatakan...
24:14Saya mengatakan kan dulu, ketika zaman Belanda dulu polisi dibawah mendagri.
24:18Kalau itu untuk...
24:19Banyak keamanan itu publik.
24:21Kemudian untuk masalah penegahan hukumnya dibawah jaksa...
24:24Sebagai pembantu jaksa kan gitu.
24:26Nah sekarang dengan adanya TAP MPRI...
24:29Kita dikasih di bidang polisi adalah alam negara.
24:34Yang bertugas di dalam keamanan dan ketipir masyarakat...
24:38Yang melayani...
24:39Dan merekankan hukum.
24:40Itu luasnya segitu.
24:42Jadi justru sangat luas.
24:44Maka polisi gak bisa ditakuin dalam satu kementerian yang kecil itu tadi.
24:47Itu ya.
24:49Kemudian tadi dikatakan polisi kan tidak profesional.
24:54Sekarang kita lihat ya...
24:55Dan itu kan banyak.
24:55Bahkan diakui oleh wakil polisi bahwa polisi belum bisa...
24:57Ya memang ada ke...
24:59Kurangan profesional ada.
25:00Tapi kalau dikatakan tidak profesional tidak.
25:02Karena apa?
25:03Kita lihat banyak.
25:03Ya maksudnya...
25:04Mungkin tidak profesional dalam ukuran 1-2.
25:07Hanya citranya ya.
25:08Citranya.
25:09Polisi itu memang belum memenuhi...
25:11Belum memenuhi harapan bagi masyarakat lah.
25:14Belum memenuhi harapan oleh wakil polisi.
25:15Ya saya mengaku itu.
25:16Makanya saya harus bilang ya.
25:18Kalau memperbaiki...
25:19Belum memperbaiki yang kurang-kurang itu...
25:20Apakah harus diganti strukturnya yang tadi masih...
25:23Apa?
25:23Enggak jelas.
25:24Apalagi ini tadi.
25:25Kan hanya di Jepang-Jepang dalam kulturalnya kan gitu kan.
25:29Kembali kepada masalah profesionalitas gitu Pak.
25:31Selama ini polisi di dalam bidang...
25:34Jepang-Jepang bisa melaksanakan buktinya apa?
25:36Pengamanan lebaran sekarang makin baik.
25:39Kemudian setiap kejadian ditanggulangi.
25:41Ada kecelakaan bisa ditanggulangi.
25:42Ada pun ada yang masih...
25:44Di sana sini masih tingkah lakunya ada yang melanggar.
25:47Itu memang itu harus perbaik.
25:49Bahkan lebih jauh lagi ada sempat ada dugaan 2024 keterlibatan polisi dalam...
25:54Pemenangan pemilu dan sebagainya.
25:55Nah kalau dengan politik begini Pak.
25:59Saya yang ikuti polisi itu dulu sejak zaman order baru dulu itu Pak.
26:02Kita dulu saya dulu waktu Pak...
26:04Petroli itu dulu suruh ikut kampanye.
26:06Kampanye Golkar waktu itu.
26:08Ketika zaman bumi...
26:09Mereka polisi juga didekati oleh BDIP kan gitu kan.
26:11Jadi memang polisi itu dari dulu...
26:14Tarih-tarih oleh kekuatan politik yang ada di...
26:16Bukankah untuk melawan itu dibutuhkan...
26:19Tapi sudah ada Pak.
26:20Sudah diketatuan kan ada.
26:21Polisi tidak boleh berpolitik partis.
26:24Tidak menggunakan hak pakai.
26:25Aturannya.
26:26Aturannya ada itu Pak.
26:28Nah dalam praktik.
26:29Itulah yang mesinnya diperbaiki Pak.
26:31Dari pengawasannya yang harus diperbaiki.
26:34Saya sependapat dari pengawasan komponen.
26:37Bahkan saya dulu sejak tahun 2009 saya...
26:39Mengusulkan komponen harusnya diperbesar dalam undang-undang.
26:42Bukan hanya dalam PP itu Pak.
26:44Itu makanya mudah-mudahan ini DPR nanti itu komponen dipasukkan...
26:49Dalam undang-undang dan pengawasannya itu betul-betul kuat gitu Pak.
26:52Bisa dia mengkoreksi polisi yang nakal.
26:54Dijewer gitu.
26:56Itu baru-baru bisa polisi yang profesional.
26:59Bu Ambar.
26:59Namun kita akan jeda dulu setelah yang satu ini.
27:02Tetap bersama satu menjadah polisi.
27:04Terima kasih telah menonton!
27:09Terima kasih telah menonton!
27:14Masih di satu menjadah forum, saya akan lanjutkan...
27:19...dialog yang lumayan panas tadi terakhir saya ke buang.
27:24Bu Ambar, kalau sejarah kepolisian yang sejauh yang saya tahu kan...
27:29...pernah juga mengalami penolakan, public distrust, terutama ketika peralikan...
27:34...dari masa Jepang ke Republik kan, artinya secara kelembagaan pernah juga...
27:39...mengalami ini, pernah juga ada persepsi publik bahwa polisi ini sudah...
27:44...unteknya Jepang dan sebagainya, kalau hari ini kan unteknya masing-masing...
27:47...regime kira-kira gitu.
27:48Gimana?
27:49Bu Ambar melihat apakah itu ada pernah nggak temuan sejarah bahwa...
27:54...polisi berada di bawah langsung presiden itu membuat polisi itu menjadi...
27:57...overpower.
27:59...menjadi...
28:00...superbody.
28:01...superbody.
28:02Jadi kembali ke pertanyaan yang awal.
28:04Bahwa polisi itu pernah mengalami satu resistensi masyarakat gitu ya.
28:09Pernah ya.
28:10Penolakan.
28:11Oke.
28:12Jadi di awal publik yang tadi saya katakan bahwa...
28:14...kepolisian itu merupakan lanjutan daripada masa lalunya kan...
28:18...masa zaman.
28:19...dan Belanda, Jepang dan mereka adalah alat daripada masa...
28:24...pemerintahan Belanda maupun Jepang.
28:27Sehingga ketika polisi itu dilanjutkan...
28:29...ditetapkan polisi yang ada di masa jaman Jepang itu ditetapkan menjadi polisi.
28:34...republik Indonesia.
28:35Ini masyarakat juga masih memori...
28:37...okolektik memorinya kan masih sangat...
28:39...kuat ya bahwa tadinya merupakan...
28:42...mereka ini adalah alat.
28:44Jepang yang membuat sengsara juga kan masyarakat.
28:49Kemudian...
28:50Jadi polisi dianggap antek penjajah.
28:51Ya itu tetap.
28:52Stigma itu masih ada ketika...
28:54...sehingga masyarakat melakukan satu penolakan bahkan...
28:59...penolakan itu ke fisik ya.
29:02Jadi kalau bertemu dengan...
29:04...polisi rakyat ini yang punya senjata itu melakukan penembakan.
29:09Ini artinya masa konteks sejarah.
29:11Konteks sejarah.
29:12Konteks historicalnya ya.
29:13Gitu.
29:14Tetapi...
29:15...distrust daripada publik kepada polisi.
29:19...ini juga segera bisa diatasi gitu.
29:21Bagaimana waktu itu?
29:22Sejarah itu bisa memberikan satu...
29:24...pada saat Sukanto Cokro di Atmojo itu kan...
29:29...seperti yang pertama ya.
29:30Nah itu dilantik Presiden Soekarno pada...
29:34...29 September 1945.
29:37Gitu kan.
29:38Dalam...
29:39...status kedudukan kepolisian yang ada di bawah...
29:41...kementerian dalam negeri tadi.
29:43Nah kemudian...
29:44...ini mengalami Pak Kanto ini yang...
29:47...mendapatkan amanah dari...
29:49...karena ketika dilantik adalah bentuk polisi nasional.
29:52Ini sangat sulit.
29:54...karena satu pertama kedudukan tadi...
29:56...yang berada di bawah kementerian yang terbatas tadi.
29:58Karena...
29:59...operasional ada di bawah Kejaksaan Agung...
30:02...dan juga di daerah masyarakat.
30:04...masing-masing pemerintah daerah itu...
30:07...membawahi polisinya masing-masing.
30:09Itu yang pertama.
30:10Kemudian...
30:11...membangun satu trust tadi adalah...
30:14...Pak Kanto segera menyadari...
30:17...pentingnya merubah watak.
30:19Kepolisian...
30:20...mengubah watak.
30:21Ya ada tiga hal.
30:22Satu...
30:23...merubah...
30:24Satu...
30:25...merubah struktur polisi negara.
30:27Kan tadinya di bawah...
30:29...berbagai kewenangan.
30:30Ada Kementerian Dalam Negeri...
30:31...ada Kejaksaan dan sebagainya.
30:32Mengubah ke...
30:33...struktur.
30:34...menjadi polisi nasional.
30:35Yang kemudian itu dijadikan satu momentum...
30:38...satu Juli itu.
30:39...yang sampai sekarang kan...
30:41...diperingati.
30:42Dan saat itu langsung di bawah presiden?
30:43Di bawah...
30:44...waktu...
30:44...waktu itu kan sistem pemerintahnya...
30:46...parlementer ya.
30:47Jadi di bawah Perdana Menteri.
30:48Perdana Menteri.
30:49Jadi keluar penetapan...
30:51...presiden sih.
30:52Yang kedua.
30:53Nomor 11.
30:54Itu...
30:54...isinya dulu ya.
30:56Isinya bahwa...
30:57...kepolisian dikeluarkan dari link.
30:59Kementerian Dalam Negeri.
31:00Dan langsung berada di bawah...
31:02...tanggung jawab Perdana Menteri.
31:04...saat itu.
31:05Gitu ya.
31:06Poin yang kedua adalah bahwa...
31:07...PP ini...
31:08...PP nomor...
31:09...sebelas tahun 1946...
31:11...yang diperlakukan...
31:12...1 Juli 19...
31:14...itu ditandatangani oleh presiden...
31:16...tanggal 25 Juni.
31:19...sejak itu...
31:20...kedudukan kepolisian...
31:22...itu adalah yang pertama kali.
31:24...merupakan kepolisian nasional...
31:26...yang memang itu menjadi amanah...
31:28...yang...
31:29...diwujudkan oleh Pak Kanto...
31:31...dari presiden...
31:32...dan dalam perjalanannya sampai sekarang?
31:33Iya.
31:34Sampai sekarang tetap mengalami...
31:35...ada dinamika perubahan...
31:37...kedudukan juga.
31:38Dari pelajaran sejarah yang...
31:39...Ibu...
31:40...dalami...
31:41...mana lebih baik sekarang...
31:43...di bawah...
31:44...presiden atau di bawah...
31:45...pementerian?
31:46Ya, saya...
31:47...mendalami secara sejarah ya.
31:49...bahwa...
31:50...dulu pun...
31:51...persoalan...
31:52...kedudukan...
31:53...
31:54...dinamika...
31:55...apa ya...
31:56...tuntutan...
31:57...kemudian...
31:58...
31:59...ada...
32:00...kecenderungan...
32:01...keinginan...
32:02...untuk polisi ada di bawah...
32:03...kementerian...
32:04...dan dalam negeri...
32:05...atau...
32:06...juga...
32:07...membuat sebuah kementerian...
32:08...baru gitu kan.
32:09...itu sudah pernah ada...
32:10...tahun 50-an bahkan.
32:12Catatan sejarahnya mana...
32:13...yang lebih baik politik?
32:14...ketika berada di bawah...
32:15...kementerian...
32:16...atau di bawah...
32:17...kalau saya belajar dari sejarah...
32:18...ketika...
32:19...sejarah...
32:19...orang Sukanto...
32:20...memimpin kepolisian...
32:21...selama 14 tahun...
32:22...dengan kemandirian...
32:24...kepulisian...
32:25...yang pertama di bawah...
32:26...kepala pemerintahan kan...
32:27...tergantung...
32:28...ni bentuk pemerintahan...
32:29...pemerintahnya seperti apa...
32:30...kalau pemerintahan...
32:31...parlamenten kan di bawah...
32:32...Perdara Menteri...
32:33...kemudian...
32:34...terpada lama kan di bawah...
32:35...presiden ya...
32:36...presiden kembali ke...
32:37...presiden...
32:38...ini kan ada satu...
32:39...kemandirian...
32:40...di mana Sukanto itu...
32:42...membawa kepolisian itu...
32:44...bisa...
32:46...14 tahun loh...
32:47...bisa bertahan...
32:49...dalam memimpin kepolisian...
32:51...di tengah perubahan politik...
32:53...yang luar biasa...
32:54...tubulensinya itu kan...
32:56...itu kan luar biasa...
32:57...tetapi...
32:58...seorang Sukanto...
32:59...bisa menjaga...
33:00...kepolisian...
33:02...terutama...
33:03...mengenai...
33:04...independensinya...
33:05...nah ini adalah...
33:06...bahkan Pak Sukanto...
33:07...mengundurkan diri ya...
33:08...ketika...
33:09...ketika...
33:10...polisi di bawah...
33:11...abri ya...
33:12...di bawah...
33:13...ya...
33:14...itu...
33:14...bentuk...
33:15...penolakan...
33:16...penolakan Sukanto...
33:17...itu artinya...
33:18...dari awal bahwa...
33:19...mimpi soal...
33:20...sivilian polis itu...
33:21...sudah ada...
33:22...dari awal Kapolik pertama...
33:23...itu justru...
33:24...yang diwujud...
33:25...sudah diwujudkan loh...
33:26...Sawa Pak Sukanto...
33:27...yang merubah watak tadi...
33:29...dan hari ini...
33:30...kita masih berdiskusi...
33:31...apakah civilian polis itu...
33:32...sudah terbentuk atau belum...
33:33...karena itu kan muncul...
33:34...itu sudah ditanamkan...
33:35...saya mau...
33:36...kita dengerin dulu...
33:37...apa...
33:38...pernyataan Kapolik...
33:39...yang menyebutkan bahwa...
33:40...kalau kepolisian...
33:41...berada di bawah kementerian...
33:42...itu sama dengan...
33:43...melemahkan presiden...
33:44...kita dengarkan dulu...
33:45...kutipan Kapolik...
33:47...yang disampaikan di...
33:48...Gumas 3 DPR...
33:49...per sensations...
33:53...saya anggap...
33:54meletakkan BORI di bawah Kementerian sama saja melemahkan institusi.
33:59BORI melemahkan negara dan melemahkan Presiden.
34:04Arianto melemahkan BORI.
34:09Kalau menurut keyakinan saya sepertinya...
34:14...pesan itu sampai ke Presiden yang disampaikan.
34:17Nggak salah juga, karena saat ini...
34:19...jenderalistik berada di bawah Presiden.
34:23Iya.
34:24Beliau kan sebagai pembantunya Presiden, anytime bisa dipanggil...
34:29...disuruh, dan sebagainya itu kan.
34:31Makanya beliau kalau seandainya beliau tidak langsung...
34:34Presiden pasti bisa merasa dong, pasti akan mengurangi kebebasan...
34:39...kecepatan Presiden mengambil suatu tindakan.
34:42Itulah yang mungkin ya melepaskan.
34:44penafsiran saya itulah yang dianggap itu melamahkan Presiden.
34:47Karena dengan adanya pulih...
34:49...sisi di bawah langsung Presiden itu.
34:50Dia siap, kan tidak ada jalur komando yang dilewati kan.
34:54langsung begitu.
34:55Beda kalau itu di bawah Kementerian, kan jadi ada step ke bawah lagi.
34:59Tapi bisa juga diartikan bahwa apa yang disampaikan oleh Kapolri di rapat kerja...
35:04...komosi 3 atau ditambah tadi keterangan dari Gus Abdu bahwa ya mungkin...
35:09...ada indikasi salah satu rekomendasi dari tim reformasi bentuk...
35:14...kemudukan Presiden adalah mengubah kedudukan polisi di bawah Kementerian.
35:17Sehingga ada proposal...
35:19...sebagai staf Ali Kapolri tentu sudah tahu suasana kebaikannya Pak Kapolri.
35:24Saya hanya melihat apa yang kenyataan yang terjadi ya...
35:29...perintah apa yang disampaikan itu yang dikerjakan itu.
35:31Tapi kalau latar belakang daripada itu kemudian itu saya...
35:34...kalau Pak Arianto sebagai staf Kapolri belum sampai ke sana.
35:36Nah tidak sampai.
35:37Sebagai anggota DPR sudah sampai ke sana.
35:39Karena kemesraannya diwujudkan dalam tepuk tangan, dukungan dan keputusan...
35:44...rapat kan kalau tidak salah.
35:45Bagi kita begini, ngapain sih ributin...
35:49...covernya, ngapain sih ributin cangkangnya.
35:51Apa itu maksudnya?
35:52Ya ngapain ributin...
35:53...apain ributin...
35:54...apa positioningnya atau cangkang atau covernya gitu.
35:58Padahal...
35:59...kalter dan strukturnya yang harus memang dibenahi.
36:04Sekarang kan yang diriputin itu.
36:07Sebetulnya bagi...
36:09Gus Abdu ketika polisi berada di bawah Presiden dan atau di bawah Kementeri.
36:14Kemudian, apa sih bedanya dalam konteks fusi pengawasan DPR?
36:17Sebelum Pak Prabowo...
36:19...kalau bahwa...
36:21...jadi Presiden...
36:22...Maret lihat videonya.
36:24...kalau Polri ini di bawah Kementerian atau di bawah...
36:29...bukan di bawah Presiden...
36:31...ya logikanya beliau mengatakan...
36:33...ada...
36:34...layar-layar yang harus dilewati untuk langsung ke Kapolri misalkan.
36:39Ya bener.
36:40Pasti akan...
36:41...jalur komandonya direct.
36:43Nah ketika jalur kamu...
36:44...yang tidak direct...
36:46...ya ada miss dong nantinya.
36:48Gitu loh.
36:49Kita...
36:50...betul...
36:51...kita bener...
36:52...kita dari Komisi 3 memang...
36:53...memang...
36:54...salah betul.
36:55Perlu pembenahan semuanya.
36:56Kuhap aja...
36:57...udah dari zaman dulu baru kita...
36:59...kemarin selesai.
37:00KUHP...
37:01...UHAP.
37:02Nah disitu sebenarnya banyak...
37:03...poin yang...
37:04...memang...
37:05...mempersempit.
37:06Satu...
37:07...kriminalisasi itu dapat dipersempit.
37:09Kenapa?
37:10Hak...
37:11...masyarakat jadi saksi harus ada.
37:14...advokat.
37:15Ya kan?
37:16Satu...
37:17...dua...
37:18...ada body cam atau CCTV.
37:19...ketika pemeriksaan.
37:20Itu yang memang...
37:22...kita persempit.
37:23Bahkan...
37:24...kalau saya jadi polisi penyintaan sekarang...
37:27...dua hari harus tanggung jawab tuh...
37:28...kalau nggak berhubung.
37:29...kehubungan pidana bisa dibalikin tuh.
37:31Ya.
37:32Itu kan...
37:33...bentuk untuk memper...
37:34...sempit abuse of power dari...
37:36...aparat menegah hukum.
37:38Ya.
37:39Saya...
37:39...kesempatan kita untuk membenahi itu...
37:41...benar-benar dari kulit terjangan.
37:42Misalkan ada statement begini.
37:44...himbauan kepada teman-teman polisi...
37:46...jangan menampakkan gaya head-down.
37:49Ya.
37:50Itu saya nggak setuju.
37:51Kenapa?
37:52Ya.
37:53Kalau cuma tampak luarnya...
37:54...ruang yang dipenahin...
37:55...kalau bahasa gaul jakselnya...
37:56...Sumaker.
37:57Suki.
37:58Macak ere.
37:59Padahal...
37:59...sebelumnya lebih substanti.
38:00Iya.
38:01Saya tahu Mas Bambang mau memberikan...
38:02...perspektif yang berbeda tetapi...
38:04...jawabannya setelah yang satu ini.
38:06Tetaplah bersama kami di Satu Meja The Forum.
38:09Terima kasih telah menonton!
38:14Terima kasih telah menonton!
38:19Terima kasih.
38:24Terima kasih telah menonton!
38:26Masih di Satu Meja The Forum, saya akan lanjutkan...
38:28...Mas Bambang.
38:29...yang tadi memberikan perspektif yang berbeda...
38:31...soal apa disampaikan Dugus Abduh bahwa ini...
38:34...sebetulnya...
38:35...kedudukannya ga usah diotak-katik lah.
38:37Ini kan justru untuk ke...
38:39...kepentingan polisi sendiri, kenapa langsung dibawa presiden...
38:42...supaya ga ada rantai dan sebagainya.
38:44Ya, seperti yang menggarisbawahi yang disampaikan oleh Kapolri tadi ya...
38:48...bahwa...
38:49...kalau Polri ini dibawa...
38:52...tidak dibawa presiden ini akan menemukan.
38:54...memahkan presiden.
38:55Seperti itu.
38:56Problemnya gini.
38:57Dalam kacamata politik...
38:59...presiden ini kan sebagai Kepala Negara, juga Kepala Pemerintah...
39:02...juga satu lagi...
39:04...sebagai regime penguasa.
39:05Seperti itu.
39:06Nah, ini presiden yang mana ini?
39:07Pertanyaannya yang seperti itu.
39:09Kalau kita mengacu kodak undang-undang dasar...
39:11...tentu Polri sebagai alat negara...
39:14Atau alat kekuasaan?
39:15Itu pertanyaan ya.
39:16Iya.
39:17Sebagai alat negara.
39:19...harus tunduk sebagai kepada Kepala Negara.
39:21Seperti itu.
39:22Ini peran-peran-peran saja...
39:24...mindset kepolisian ini masih mengarah ke mana?
39:27Pertanyaannya seperti itu.
39:29Ini yang harus dijadikan solusi.
39:32Jangan sampai...
39:34...seori ini ditarik-tarik menjadi alat kekuasaan.
39:36Seperti itu.
39:37Ini yang menjadi problem juga di masa...
39:39...seori masyarakat gitu loh.
39:40Kalau Polri ditarik-tarik kekuasaan...
39:42...apa...
39:43...dalam politik kekuasaan...
39:44...ya demokrasi kita habislah.
39:45Dan tadi Pak Arianto mengakui juga...
39:47...bahwa polisi dari mulai...
39:49...Presiden ke Presiden selalu ditarik-tarikan...
39:51...Pak Arianto.
39:52Hari ini gimana?
39:53Apakah solusinya...
39:54...apa yang nggak ditarik-tarik...
39:55...menarik diri atau...
39:56Begini Pak.
39:57Itu kan dalam praktek.
39:58Hmm.
39:59Dalam praktek itu begitu.
40:00Tapi secara teorinya kan...
40:01...Polisi kan nggak boleh sudah.
40:03Ya.
40:04Ada larangan.
40:04Itu kan gitu kan.
40:05Tapi nggak ada...
40:06...sekarang ya Pak.
40:07Jangan salahkan Pak Polisinya...
40:09...yang bisa ditarik-tarik.
40:10Yang mengawasi itu mesinnya.
40:12DPR maksudnya?
40:13Ya siapa?
40:14Apapun negaranya mengawasi.
40:15Kenapa nggak bisa begitu?
40:16Tertuduh.
40:17Tertuduh.
40:18Pak Arianto.
40:19Yang mengawasi bagaimana?
40:20Jangan-jangan yang mengawasi juga...
40:22...yang ikut tarik-tarik.
40:23Maksud saya bukan...
40:24Sudah ada kita dilarang untuk itu.
40:27Ya.
40:28Kemudian ada pelanggaran di lapangan.
40:29Kan kalau itu mesinnya kan dipanis kan?
40:31Salahan gitu.
40:32Risikonya apa?
40:33Kan bisa ada...
40:34Ada tiga faktor dari yang memberikan perintah.
40:37Dari yang memang menjalani fungsi.
40:39Polisinya.
40:40Which is itu polisi sendiri.
40:41Atau mungkin dari yang...
40:42Maksud saya bukan...
40:43Saya bukan menyalakan pengawasi.
40:44Oke.
40:45Maksudnya adalah...
40:46Kalau ada pelanggaran seperti itu tuh.
40:48Harusnya ada mekan...
40:49Mekanismenya apa?
40:50Mekanisme bagaimana?
40:51Misalnya ditetapkan risikonya dia langsung...
40:54Ketegasan aturan.
40:55Ketegasan aturan.
40:56Ketegasan aturannya.
40:57Harusnya ada.
40:58Oh ini yang Pak Aryanto...
40:59Atau belum lihat.
41:00Yang harusnya ada gitu.
41:01Itulah yang saya bilang tadi ya.
41:03Bukan kerangkanya.
41:04Hanya yang dibawa.
41:05Tapi hanya pengawasannya yang ditingkatkan.
41:07Mekanisme pengawasan itu.
41:08Bahkan kemarin Pak.
41:09Ya Pak DPR.
41:10Saya menyarankan.
41:11Tambah itu Undang-Undang Kepolisian BCU itu...
41:14Tetap pengalasan polisi Pak.
41:15Eksternal dan internal.
41:16Kompolas eksternal dikuatkan.
41:19internal itu semua harus...
41:20Pengawasannya diperketat.
41:21Itu Pak.
41:22Dan aturannya diperketat.
41:23Itu maksud saya.
41:24Tapi kedudukannya dengan otak atik.
41:26Kalau dari DPR?
41:27Kalau DPR sepakat sekali.
41:29Jadi pengawasannya diperketat.
41:30Pengawasannya diperketat.
41:31Oke.
41:32Wasidiknya.
41:33Propamnya.
41:34Itu.
41:35Yang lagi kita lakukan.
41:36Pelan-pelan.
41:37Ya.
41:38Balik lagi ke WAPS.
41:39Selesai nih.
41:40OHP selesai.
41:42Kita harus benar-benarnya berurut.
41:44Jangan.
41:45Jangan.
41:46Jangan langsung.
41:47Dari sini dipindahin ke sini.
41:48Yang muncul.
41:49Itu.
41:50Kenapa yang diributkan selalu permukaannya.
41:53Padahal permukaannya.
41:54Ya.
41:54Masalahnya di bawah.
41:55Sampai ke tengah dan ke atas.
41:56Gitu loh.
41:57Kita.
41:58Kita sepakat pengawasannya diperketat.
41:59Untuk kebaikan.
41:59Kepolisian.
42:00Tapi juga kita harus ingatkan.
42:01Bahwa.
42:02Partai politik juga jangan suka narik-narik ke polisian.
42:04Betul.
42:05Mending kan itu.
42:06Itu bisa jelas.
42:07Kalau pengawasan semua.
42:09Terutama.
42:09DPR.
42:10Iya.
42:11Itu DPR.
42:12Rumput di partai.
42:13Tapi ketika memang.
42:14Di bawah kementerian.
42:14Jepatan Menteri ini kan jepatan politis.
42:16Lebih gampang di.
42:17Lebih gampang di.
42:18Intervensi.
42:19Teman-teman DPR gitu maksudnya.
42:20Bukan.
42:21Teman-teman DPR.
42:22Ini kan contoh.
42:23Lebih gampang di.
42:24Intervensi ke politik gitu.
42:25Oke.
42:26Oke.
42:27Saya.
42:28Bu Ambar.
42:29Pelajaran apa yang bisa ditarik dari.
42:31Karena gini.
42:32Muncul wacana.
42:34Sebenarnya.
42:35Berada di bawah.
42:36Kementerian atau Presiden.
42:37Itu bukan tanpa sebab.
42:38Pasti masyarakat.
42:40Civil society.
42:41Semua pihak juga melihat ada fenomena-fenomena yang.
42:43yang terjadi di kepolisian.
42:44Sebagian besar diakuin oleh kepolisian.
42:46Bahwa perlu ada pemenahan.
42:48Tapi dari perspektif sejarah.
42:49Apa yang bisa dipelajari dan.
42:51Bu Ambar boleh mengatakan bahwa.
42:53Oke.
42:54Ini kira-kira rumusan yang terbaik lah.
42:55Ya.
42:56Baik.
42:57Ada good lesson.
42:58Ya.
42:59Dari sejarah.
43:00Terutama yang tadi.
43:01Kita salah satu case adalah.
43:03kepemimpinan zaman Pak Sukanto yang 14 tahun.
43:06Ini kan cukup worth it ya.
43:07Ya.
43:08Untuk jadi satu.
43:08Pembelajaran dan tetap aktual sih sampai sekarang.
43:11Bagaimana kepemimpinan itu.
43:13Menjaga polisi secara profesional dalam pengertian.
43:16Tetap on the table.
43:18Restrak terhadap fungsi dan tugasnya.
43:20Satu.
43:21Kemudian menjaga independensinya.
43:23Dan itu bisa dilakukan oleh seorang Sukanto.
43:25Di tengah pergolakan politik yang luar biasa.
43:28Tapi Pak Kanto tetap bisa diterima oleh pimpinan pemerintahan.
43:33Dalam aliran apapun kan gitu ya.
43:35Yang kedua menurut saya adalah.
43:37Goodwill dari Pak Kanto.
43:38Pemerintah.
43:39Goodwill dari pemerintah.
43:40Ya.
43:41Presiden atau Perdana Menteri saat itu saya belajar.
43:43Dari sejarah Pak Kanto ini adalah.
43:45Pak Kanto sendiri jalan dengan komitmennya kan juga.
43:48Masih timpang ya.
43:49Kalau tidak dikuatkan oleh kepala pemerintah.
43:53Yang waktu itu adalah Perdana Menteri.
43:55Dan juga pada saat presidensial adalah presiden.
43:58Itu mendukung.
43:59Mendukung bagaimana kepolisian itu semakin.
44:03Menyempurnakan organisasinya.
44:04Untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya.
44:07Karena.
44:08Pemerintah saat itu.
44:09Siapapun saat itu yang pemerintah.
44:11Menyadari.
44:12Aware.
44:13pentingnya kepolisian itu.
44:15Menjaga stabilitas.
44:17Dan juga menjaga.
44:18Masyarakat kan.
44:19Ya.
44:20Artinya bahwa kalau polisi itu sampai chaos.
44:22Dan tidak mendapatkan.
44:23Perhatian untuk polisi itu dikembangkan.
44:28secara positif ya.
44:29Sebagai satu kekuatan.
44:30Di dalam menjalankan fungsi dan tugas.
44:33Ini kan juga.
44:34Oke.
44:35Akan terjadi chaos lah ya.
44:36Oke.
44:37Jadi secara historis.
44:38Ada dua.
44:39Satu.
44:40Figure kuat dari pimpinan itu.
44:41Leadership.
44:42Yang kedua adalah.
44:43political will dari kepala pemerintah
44:45kita ingin polisi
44:48terus bagus karena bagaimanapun kita butuhkan
44:50lembaga pembesaran yang kredibel terima kasih
44:51Mas Bambang terima kasih Bu Amba
44:53Terima kasih Kusabdu, Pak Arianto
44:54Terima kasih atas diskusinya
Komentar

Dianjurkan