Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 16 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkap keuntungan terbesar PT Pertamina (Persero) sepanjang sejarah, saat dia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina 2019-2024.

Ahok mencatat, puncak laba tertinggi ada pada tahun 2023 sebesar USD 4,7 miliar.

"Di masa kami ini, Pertamina mencapai keuntungan terbesar dari sejarahnya, tiap tahun naik puncaknya di 2023, untuk USD 4,7 miliar dolar, itu bisa kami laporkan," kata Ahok saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan sewa kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga Ahok di Sidang Kasus Minyak: Ngaku Tak Kenal Riza Chalid di https://www.kompas.tv/nasional/646914/ahok-di-sidang-kasus-minyak-ngaku-tak-kenal-riza-chalid



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646916/ahok-singgung-keuntungan-terbesar-pertamina-di-sidang-kasus-minyak
Transkrip
00:00Kami selalu mengikuti bersama membuat rencana kerja anggaran perusahaan.
00:05RKAP setiap akhir tahun yang kemudian disahkan oleh...
00:10Pemegang saham diwakili tentu Menteri Keuangan diwakili oleh Menteri BUMN.
00:15Nah disitulah kami setiap bulan melakukan monitoring pelaksanaan...
00:20RKAP tersebut.
00:22Dan kami juga menerima laporan dari...
00:25Wister Blower ataupun D135...
00:28Kalau ada laporan yang masuk...
00:30Kami biasa mendugaskan komite audit untuk memeriksa.
00:35Kalau ada pemeriksaan yang diperasakan ada masalah...
00:38Biasa kami minta BPK.
00:40Wister Blower atau BPK untuk turun, untuk memeriksa.
00:43Jadi prosedurnya seperti...
00:45Tentu kami juga berhak memberikan masukan-masukan saran.
00:50Untuk perbaikan.
00:51Misalnya yang kami lakukan, kami membuat sebuah program optimis...
00:55Kepada seluruh jajaran sampai ke bawah.
01:00Disitu ada pemotongan biaya, ada penambahan pemasukan...
01:05Revenue enhancement.
01:06Dan yang ketiga itu adalah cost avoidance.
01:09Dan perlu...
01:10Pak Jaksa ketahui, Pak Hakim ketahui.
01:13Di masa kami inilah pertanyaan...
01:15Mencapai keuntungan terbesar dalam sejarahnya.
01:19Tiap tahun naik.
01:20Puncaknya di tahun 2023.
01:22Sebelum saya tinggalkan, untung 4,7 miliar dolar.
01:25Itu yang bisa kami laporkan.
01:27Jadi setiap tahun untung.
01:30Oke, salah satu dokumen yang akan dijadikan rujukan Komisi...
01:35Seharis ketika melakukan pengawasan terhadap direksi.
01:37Tadi sudah sebutkan RKAP ya.
01:39Rencana kerja...
01:40...anggaran perusahaan.
01:40Kemudian ada juga dikenal dengan RJPP.
01:43Rencana jangka panjang...
01:45...perusahaan ya.
01:46Apakah tadi kan sudah saksi menjelaskan...
01:49...dimulai di...
01:50...2018, subholding itu terbentuk di PT Petamina ya.
01:53Apakah RJPP dan...
01:55...RKAP di subholding itu...
01:57...berbeda atau terpisah dengan RKAP maupun...
02:00...RKAP di holdingnya sendiri di PT Petamina?
02:042018...
02:052018, kayaknya belum ada subholding ya.
02:07Kayaknya belum.
02:082020...
02:092020...
02:102021 baru ada subholding.
02:13Jadi prinsipnya waktu kami...
02:15...menyusun RKAP...
02:16...itu seluruh subholding...
02:17...sampai cucuk cicit itu harus susun.
02:20Sampai pelita air pun harus susun.
02:22Dan kami biasa itu menghabiskan...
02:25...minggu bersama...
02:26...dari seluruh direkturat untuk menyusun.
02:28Lalu kami tanya.
02:30...targetnya kemana?
02:31Karena itu pedomannya.
02:32Kalau mereka melanggar dari...
02:35RKAP, pemakaian keuangan...
02:37...itu bisa pelanggaran.
02:39Tapi...
02:40...kooperasional kami tentu Dewan Komisaris...
02:42...tidak sampai mengurus kooperasional.
02:45Oke, berarti...
02:47...komisaris itu...
02:50...yang menjadi salah satu pedomannya...
02:52...RKAP dalam pelaksanaan tugas-tugas direksi di bawah.
02:55Itu yang kami monitor dan laporan tiap bulan.
02:58Jadi seluruh subholding...
03:00...sampai cucuk cicit perusahaan harus ikut rapat.
03:03Untuk memonitor kenapa...
03:05...karena patokan kami yang pentingkan untung.
03:07Kalau tidak untung...
03:09...masti kami kejar.
03:10Dasarnya kenapa tidak untung itu?
03:11Oke, terima kasih sudah saksi.
03:14Kemudian keterangan...
03:15...Ibu Nike, saksi sebelum persidangan ini...
03:17...menjelaskan bahwa salah satu misi yang diemben oleh...
03:20...Pertamina selaku BOM Energi Utama...
03:23...yaitu sebagai penjalan...
03:25...public service obligation atau PSO...
03:27...untuk menyediakan BBM.
03:30...baik Pertamang, Pertalet, Mukun Solar.
03:35Saudara selaku Komisaris Utama...
03:37...bagaimana saudara bisa memastikan bahwa...
03:40...direksi-direksi baik di holding maupun sub-holding...
03:43...itu menjalankan fungsi PSO...
03:45...yang diamanatkan oleh pemerintah tadi?
03:47Ya pertama kan...
03:48...gak bisa bohong ya Pak ya.
03:50Kalau di SPBU kosong kan ketahuan mereka gak kerja Pak.
03:54Lalu...
03:55...kami udah bikin sebuah sistem digital...
03:57...untuk memonitor.
03:59Nah zaman saya...
04:00...yaitu kita berhasil membuat monitor...
04:02...dari hulu...
04:03...ngangkat minyak berapa baril perhatian...
04:05...sampai kapal kirim...
04:07...sampai ke SPBU kami bisa kontrol dengan...
04:10...baik.
04:11Jadi semua bisa dikontrol dengan...
04:12...sampai kapal dimana semua dikontrol dengan baik.
04:15...sistem digital.
04:16Maka di situ kami bisa mengurangi...
04:18...dampak kerugian.
04:20...atau pemborosan...
04:22...yang tidak sengaja terjadi.
04:24Jadi sistemnya...
04:25...semua digital bisa kita monitor.
04:28Bisa dilihat di lantai berapa...
04:30...sampai lupa 21 atau 22...
04:31...itu bisa monitor semua.
04:33Semua real time.
04:35Kami monitor.
04:36Sampai SPBU yang macet...
04:37...dia kirim pesanan...
04:40...sampai ada yang ngisi pakai pangki...
04:42...semua kami bisa monitor.
04:45Oke, terima kasih sudah saksi.
04:47Kemudian saya sedikit...
04:50...tadi sudah menyinggung tentang...
04:51...keuntungan yang diraih oleh Pertamina.
04:55...di mana kita ketahui kan pasar Pertamina ini...
04:57...hampir 96 persen lah.
04:59Pasar...
05:00...migas ini dikuasai oleh Pertamina.
05:04Pasti untuk...
05:05...sudah saksikan kan customernya sudah...
05:06...sudah ada ratusan juta masyarakat.
05:10Pertanyaan saya bagaimana Saudara sebagai Komisaris...
05:13...memastikan bahwa keuntungan...
05:15...yang diperoleh Pertamina ini...
05:17...dengan direksi yang menjalankan fungsi operasional itu...
05:20...itu sesuai atau...
05:22...emang seharusnya keuntungan yang di...
05:24...apa di...
05:25...diperoleh Pertamina.
05:26Tidak ada pengurangan keuntungan.
05:28Misalkan ketika ada tadi...
05:30...efesiensi dalam menjalankan operasional tadi.
05:34Ini mohon maaf Pak.
05:35Justru Pertamina itu berdarah-darah...
05:39...sebetulnya tipah.
05:40Ternyaga itu cash flow-nya itu merah.
05:43Rugi.
05:44Berapa kali...
05:45...rugi kenapa?
05:46Karena pemerintah memaksa tanda kutip.
05:50Barang subsidi tidak boleh dinaikkan.
05:53Mungkin di sini perlu saya luruskan.
05:55Banyak orang berpikir...
05:57...Pertamina ini seenaknya menaikkan harga.
06:00Padahal tanpa izin presiden...
06:02...menteri pun tidak berani menaikkan harga.
06:05Lalu apa yang terjadi?
06:06Mungkin Bapak Ibu masih ingat...
06:08...ketika harga minyak...
06:10...dunia naik...
06:11...SPBU swasta sudah menaikkan harga.
06:14Pertama...
06:15...minta kok tidak naik.
06:16Kami itu...
06:17...cash flow-nya itu...
06:18...harus kasih itu merah.
06:20Milyaran dolar.
Komentar

Dianjurkan