00:00Kami selalu mengikuti bersama membuat rencana kerja anggaran perusahaan.
00:05RKAP setiap akhir tahun yang kemudian disahkan oleh...
00:10Pemegang saham diwakili tentu Menteri Keuangan diwakili oleh Menteri BUMN.
00:15Nah disitulah kami setiap bulan melakukan monitoring pelaksanaan...
00:20RKAP tersebut.
00:22Dan kami juga menerima laporan dari...
00:25Wister Blower ataupun D135...
00:28Kalau ada laporan yang masuk...
00:30Kami biasa mendugaskan komite audit untuk memeriksa.
00:35Kalau ada pemeriksaan yang diperasakan ada masalah...
00:38Biasa kami minta BPK.
00:40Wister Blower atau BPK untuk turun, untuk memeriksa.
00:43Jadi prosedurnya seperti...
00:45Tentu kami juga berhak memberikan masukan-masukan saran.
00:50Untuk perbaikan.
00:51Misalnya yang kami lakukan, kami membuat sebuah program optimis...
00:55Kepada seluruh jajaran sampai ke bawah.
01:00Disitu ada pemotongan biaya, ada penambahan pemasukan...
01:05Revenue enhancement.
01:06Dan yang ketiga itu adalah cost avoidance.
01:09Dan perlu...
01:10Pak Jaksa ketahui, Pak Hakim ketahui.
01:13Di masa kami inilah pertanyaan...
01:15Mencapai keuntungan terbesar dalam sejarahnya.
01:19Tiap tahun naik.
01:20Puncaknya di tahun 2023.
01:22Sebelum saya tinggalkan, untung 4,7 miliar dolar.
01:25Itu yang bisa kami laporkan.
01:27Jadi setiap tahun untung.
01:30Oke, salah satu dokumen yang akan dijadikan rujukan Komisi...
01:35Seharis ketika melakukan pengawasan terhadap direksi.
01:37Tadi sudah sebutkan RKAP ya.
01:39Rencana kerja...
01:40...anggaran perusahaan.
01:40Kemudian ada juga dikenal dengan RJPP.
01:43Rencana jangka panjang...
01:45...perusahaan ya.
01:46Apakah tadi kan sudah saksi menjelaskan...
01:49...dimulai di...
01:50...2018, subholding itu terbentuk di PT Petamina ya.
01:53Apakah RJPP dan...
01:55...RKAP di subholding itu...
01:57...berbeda atau terpisah dengan RKAP maupun...
02:00...RKAP di holdingnya sendiri di PT Petamina?
02:042018...
02:052018, kayaknya belum ada subholding ya.
02:07Kayaknya belum.
02:082020...
02:092020...
02:102021 baru ada subholding.
02:13Jadi prinsipnya waktu kami...
02:15...menyusun RKAP...
02:16...itu seluruh subholding...
02:17...sampai cucuk cicit itu harus susun.
02:20Sampai pelita air pun harus susun.
02:22Dan kami biasa itu menghabiskan...
02:25...minggu bersama...
02:26...dari seluruh direkturat untuk menyusun.
02:28Lalu kami tanya.
02:30...targetnya kemana?
02:31Karena itu pedomannya.
02:32Kalau mereka melanggar dari...
02:35RKAP, pemakaian keuangan...
02:37...itu bisa pelanggaran.
02:39Tapi...
02:40...kooperasional kami tentu Dewan Komisaris...
02:42...tidak sampai mengurus kooperasional.
02:45Oke, berarti...
02:47...komisaris itu...
02:50...yang menjadi salah satu pedomannya...
02:52...RKAP dalam pelaksanaan tugas-tugas direksi di bawah.
02:55Itu yang kami monitor dan laporan tiap bulan.
02:58Jadi seluruh subholding...
03:00...sampai cucuk cicit perusahaan harus ikut rapat.
03:03Untuk memonitor kenapa...
03:05...karena patokan kami yang pentingkan untung.
03:07Kalau tidak untung...
03:09...masti kami kejar.
03:10Dasarnya kenapa tidak untung itu?
03:11Oke, terima kasih sudah saksi.
03:14Kemudian keterangan...
03:15...Ibu Nike, saksi sebelum persidangan ini...
03:17...menjelaskan bahwa salah satu misi yang diemben oleh...
03:20...Pertamina selaku BOM Energi Utama...
03:23...yaitu sebagai penjalan...
03:25...public service obligation atau PSO...
03:27...untuk menyediakan BBM.
03:30...baik Pertamang, Pertalet, Mukun Solar.
03:35Saudara selaku Komisaris Utama...
03:37...bagaimana saudara bisa memastikan bahwa...
03:40...direksi-direksi baik di holding maupun sub-holding...
03:43...itu menjalankan fungsi PSO...
03:45...yang diamanatkan oleh pemerintah tadi?
03:47Ya pertama kan...
03:48...gak bisa bohong ya Pak ya.
03:50Kalau di SPBU kosong kan ketahuan mereka gak kerja Pak.
03:54Lalu...
03:55...kami udah bikin sebuah sistem digital...
03:57...untuk memonitor.
03:59Nah zaman saya...
04:00...yaitu kita berhasil membuat monitor...
04:02...dari hulu...
04:03...ngangkat minyak berapa baril perhatian...
04:05...sampai kapal kirim...
04:07...sampai ke SPBU kami bisa kontrol dengan...
04:10...baik.
04:11Jadi semua bisa dikontrol dengan...
04:12...sampai kapal dimana semua dikontrol dengan baik.
04:15...sistem digital.
04:16Maka di situ kami bisa mengurangi...
04:18...dampak kerugian.
04:20...atau pemborosan...
04:22...yang tidak sengaja terjadi.
04:24Jadi sistemnya...
04:25...semua digital bisa kita monitor.
04:28Bisa dilihat di lantai berapa...
04:30...sampai lupa 21 atau 22...
04:31...itu bisa monitor semua.
04:33Semua real time.
04:35Kami monitor.
04:36Sampai SPBU yang macet...
04:37...dia kirim pesanan...
04:40...sampai ada yang ngisi pakai pangki...
04:42...semua kami bisa monitor.
04:45Oke, terima kasih sudah saksi.
04:47Kemudian saya sedikit...
04:50...tadi sudah menyinggung tentang...
04:51...keuntungan yang diraih oleh Pertamina.
04:55...di mana kita ketahui kan pasar Pertamina ini...
04:57...hampir 96 persen lah.
04:59Pasar...
05:00...migas ini dikuasai oleh Pertamina.
05:04Pasti untuk...
05:05...sudah saksikan kan customernya sudah...
05:06...sudah ada ratusan juta masyarakat.
05:10Pertanyaan saya bagaimana Saudara sebagai Komisaris...
05:13...memastikan bahwa keuntungan...
05:15...yang diperoleh Pertamina ini...
05:17...dengan direksi yang menjalankan fungsi operasional itu...
05:20...itu sesuai atau...
05:22...emang seharusnya keuntungan yang di...
05:24...apa di...
05:25...diperoleh Pertamina.
05:26Tidak ada pengurangan keuntungan.
05:28Misalkan ketika ada tadi...
05:30...efesiensi dalam menjalankan operasional tadi.
05:34Ini mohon maaf Pak.
05:35Justru Pertamina itu berdarah-darah...
05:39...sebetulnya tipah.
05:40Ternyaga itu cash flow-nya itu merah.
05:43Rugi.
05:44Berapa kali...
05:45...rugi kenapa?
05:46Karena pemerintah memaksa tanda kutip.
05:50Barang subsidi tidak boleh dinaikkan.
05:53Mungkin di sini perlu saya luruskan.
05:55Banyak orang berpikir...
05:57...Pertamina ini seenaknya menaikkan harga.
06:00Padahal tanpa izin presiden...
06:02...menteri pun tidak berani menaikkan harga.
06:05Lalu apa yang terjadi?
06:06Mungkin Bapak Ibu masih ingat...
06:08...ketika harga minyak...
06:10...dunia naik...
06:11...SPBU swasta sudah menaikkan harga.
06:14Pertama...
06:15...minta kok tidak naik.
06:16Kami itu...
06:17...cash flow-nya itu...
06:18...harus kasih itu merah.
06:20Milyaran dolar.
Komentar