Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
Banyak kata unik masuk KBBI, kenapa?
Transkrip
00:00Yuhuuu, ketemu lagi bareng Om Syolah di RTBN Lens dalam Jadi Lebih Paham Bahasa Indonesia.
00:05Di dua episode sebelumnya, kita sudah ulik kata-kata unik di Bahasa Indonesia.
00:10Sekarang, kita akan ulik penyebab banyak kata-kata unik di Bahasa Indonesia.
00:15Banyak kata-kata unik masuk dalam kamus besar Bahasa Indonesia.
00:19Kenapa? Karena Bahasa Indonesia adalah bahasa yang adaptif penuh penyesuaian.
00:24Ada yang baru dan cocok versi.
00:26Lalu, kita lanjut lagi.
00:28Bahasa Indonesia juga sangat dinamik mengikuti perkembangan zaman, perkembangan teknologi, perkembangan linguistik, atau perkembangan-perkembangan lain.
00:36Termasuk penciptaan bahasa baru dari bahasa gaul, atau yang sering disebut neologisme.
00:42Banyaknya kata-kata unik juga termasuk dalam rangka pengisian kekosongan atau leksikal.
00:48Misal, seperti jabut, geji buta.
00:51Sebelumnya, nggak ada tuh padanan Bahasa Indonesia yang menggambarkan kata-kata itu.
00:55Proses masuknya kata-kata unik ke Kamus Besar Bahasa Indonesia juga melibatkan beberapa kriteria.
01:01Pertama, soal kekerapan dipakai atau enggaknya.
01:04Jadi, semakin sering bahasa-bahasa baru dipakai, kan dicatat oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai kata yang bisa diterapkan sehari-hari.
01:12Kemudian, KBBI juga mencatat kata-kata unik berdasarkan dengan maknanya.
01:17Maknanya seperti apa.
01:18Kalau memang tidak ada padanannya sebelumnya, kemungkinan besar akan diadopsi.
01:21Kemudahan, pelafalannya atau eufonik itu juga menjadi salah satu kriteria kata-kata unik masuk ke KBBI.
01:27Selanjutnya adalah, kaidah bahasa.
01:29Jadi, dalam masuknya kata-kata unik itu melibatkan kaidah bahasa Indonesia yang terangyar seperti apa.
01:35Itu berdasarkan pada sifat bahasa Indonesia yang adaptif.
01:38Sekian dari Om Salah Dalam, jadi lebih paham bahasa Indonesia di TVN Land.
01:42Selanjutnya, kita akan bahas banyak hal lain terkait dengan bahasa Indonesia.
01:46Stay tuned.
Komentar

Dianjurkan