Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Akademisi, Rocky Gerung buka suara jelang menjadi ahli kubu Roy Suryo cs dalam kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Polda Metro Jaya, Selasa (27/1/2026).

"Saya mau membela itu ijazah asli, itu yang saya bela. Ijazahnya asli, orangnya yang palsu," ujar Rocky Gerung.

Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma, Rismon Sianipar, hingga Refly Harun pun tampak mendampingi Rocky di Polda Metro Jaya.

Baca Juga Rocky Gerung Diperiksa sebagai Ahli untuk Roy Suryo Cs: Enggak Ada Urusan Memberatkan, Meringankan di https://www.kompas.tv/nasional/646498/rocky-gerung-diperiksa-sebagai-ahli-untuk-roy-suryo-cs-enggak-ada-urusan-memberatkan-meringankan

#rockygerung #ijazahjokowi #breakingnews #roysuryo #rismon


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646520/full-rocky-gerung-blak-blakan-jelang-jadi-ahli-kubu-roy-suryo-kasus-ijazah-jokowi-di-polda-metro
Transkrip
00:00Tia Nibar, ada Tifa Uziah Tia Suma, ada Roy Suryo, ada Refli Heron juga.
00:08Dan Noroki, Noro Parti.
00:10Jadi hari ini pemeriksaan keterangan ahli ya, pemberian keterangan ahli oleh Roki Gerung.
00:16Khusus untuk Dr. Tifa sesungguhnya, tapi mudah-mudahan keterangan beliau nanti juga bisa kita manfaatkan semua.
00:23Bagi demokrasi, konstitusi, dan hak azazi manusia. Tidak berlama-lama.
00:27Ini Roki Gerung.
00:28Silahkan, Bang.
00:31Ini tanya aja, Bang.
00:36Tidak ada urusan memberatkan, memberingankan.
00:41Saya ingin menerangkan fungsi dari metode di dalam meneliti, di dalam mencurigai itu.
00:47Mencurigai itu bagian yang paling penting dari pengetahuan.
00:50Jadi fokusnya terkait ujian kebencian dan pencembaran nama baik atau seperti apa, Bang?
00:55Hah?
00:56Apa kukusan?
00:57Fokus dari penyampaian apa yang ditanyain?
01:03Nanti kalau saya fokusnya di sini, nanti penyidiknya tidak fokus.
01:08Ya kan?
01:08Berarti hari ini hanya fokus untuk dalam penjelasan metode peningkian, dalam pencerigaan, dan sebagainya?
01:15Ya pasti soal itu.
01:17Karena saya ngajar metodologi bertahun-tahun, membaca bertahun-tahun soal matematik, fisika, biologi, stem cell, fungsi neotransmitter.
01:27Kan gitu, saya duganya begitu yang mau ditanya.
01:30Oke, tapi arahnya kemana?
01:32Apa?
01:33Arahnya metodologi ini kemana?
01:35Ya untuk mau...
01:36Ini kan sudah ada ceritaan-ceritaan metodologi yang bukannya ini itu ada mutu pidana kah atau mutu abang?
01:43Gimana ada pidana dalam metodologi?
01:45Kuriositas manusia itu diberikan supaya timbul pertengkaran.
01:49Itu intinya tuh.
01:51Jadi semua orang yang meneliti pasti akan bertengkar.
01:53Oke, artinya dalam metodologi ini tidak ada unsur pidana?
01:57Ya kalau nggak mau...
01:58Kalau nggak ada unsur pidana, lakukan semacam pseudo-retro...
02:04Apa namanya?
02:05pseudo-retro...
02:07Science.
02:07Bukan, bukan.
02:09Proto-science.
02:10Bukan.
02:12Apa kemarin yang ada kejadian di Solo itu?
02:14Justice-justice apa namanya?
02:16Nesterati.
02:18Nesterati.
02:19Eh gue ingin sebutin kata itu tuh.
02:21Kalau nggak ingin pidana,
02:23Yaitu, lakukan restoratif justice.
02:25Seolah-olah restoratif.
02:28Tapi...
02:29Tidak justice.
02:30Bukan.
02:30Beda antara restoratif dan restoran justice.
02:34Penyelesaiannya.
02:35Penyelesaiannya di restoran.
02:38Oke, Bang Ruki menilai penerjaan...
02:40Lu kenapa sih nanya gue serius banget gitu?
02:44Orang mau lagi bikin.
02:45Karena yang disangkanya serius.
02:47Penelajian terhadap dokumen ijazah ini menurut Bang Ruki seperti apa?
02:50Ya semua riset itu perlu waktu dan tidak mungkin berakhir.
02:55Riset dokter Tiva, risetnya Rizmon, risetnya Roy itu.
02:58Kan semua itu dimungkinkan oleh prosedur.
03:01Nah kalau prosedurnya belum selesai, ya lakukan riset.
03:04Kalau prosedurnya belum selesai, ada data baru, ya riset aja kan.
03:07Kan apa susahnya tuh?
03:09Jadi dimana pidanaannya disitu.
03:10Kan ada pidanaan apa-apa kan?
03:12Gitu.
03:13Berarti hari ini bukan membela dari pihak manapun, tapi di jalur pengal.
03:18Saya mau membela bahwa ijazah itu asli.
03:22Itu yang saya bela.
03:23Namun sampai saat ini?
03:25Ya.
03:26Sampai saat ini asli atau bukan menurut Bang Ruki?
03:28Iya sih asli.
03:29Kalau asli di bela.
03:31Iya.
03:31Tapi kalau palsu bagaimana?
03:33Ya orangnya yang palsu.
03:34Bukan ijazah itu gimana?
03:36Ya semua ijazah pasti asli dong.
03:39Nah kesalahan kalian itu adalah minta Jokowi nunjukin ijazah aslinya.
03:43Salahnya disitu.
03:44Minta tunjukin isiap palsumu.
03:46Nah begitu dong caranya.
03:48Oke.
03:49Tapi ada ijazah asli dan palsu.
03:50Apa?
03:51Ada ijazah asli dan palsu berarti.
03:53Bagaimana?
03:54Ada dua ijazah berarti Maruki.
03:56Iya presidennya ada yang asli dan palsu apalagi ijazah.
04:01Gak dapatkan du poin gue.
04:07Poinnya kurang puas sih sebenarnya.
04:10Apa?
04:10Kurang puas sih sebenarnya.
04:11Apa yang?
04:12Boleh kasih dijelasin lagi?
04:13Kurang puas.
04:15Buka VPN.
04:16Udah.
04:18Gak ada sensor.
04:20Gak ada sensor.
04:23Udah nyantai-nyantai aja lah ini.
04:24Kan ini peristiwa yang sudah dicicil dari dua tahun lalu.
04:29Saya bahkan saksi ahli pertama tuh.
04:31Sidangnya.
04:33Buka bangteri kan tuh.
04:35Jadi sudah hafal itu logika kekuasaan.
04:39Legal reasoningnya saya tahu itu.
04:41Dan yang sebetulnya yang mesti kita jaga.
04:43Jangan sampai Pak Jokowi itu autoimmunnya bertambah tuh.
04:47Kan itu bahaya gitu kan.
04:49Nah cara supaya Pak Jokowi tenang itu.
04:51Mustinya dia lempar semua HPnya dia tuh.
04:54Pak Jokowi itu bermasalah karena tiap hari dia lihat HP.
04:57Tiap kali Pak Jokowi buka HP.
04:58Muka Rizmon.
04:59Muka Tireng.
05:01Itu bikin stres.
05:02Gitu.
05:02Nah bilang pada Pak Jokowi.
05:05Perbanyak produksi oksitosin.
05:09Untuk menenangkan batin itu.
05:11Endorfin.
05:12Apa itu Pak?
05:12Endorfin.
05:13Eksotosin itu hormon yang diproduksi oleh hipotalamus.
05:17Untuk menghasilkan rasa tenang, rasa nyaman.
05:19Seperti orang habis orgasme gitu.
05:21Ini ilmiah aku terangin ya coba.
05:23Dokter Riva bener nggak?
05:25Endorfin.
05:26Eksotosin juga.
05:27Ah eksotosin juga.
05:29Oke.
05:30Kayak tadi kan.
05:32Pokoknya kalian tanya terus sampai dia marah.
05:37Jadi ini bukan khusus untuk betar Riva tapi dua-duanya juga ya.
05:41Gini nih, coba kamu bikin pertanyaan yang muter itu.
05:47Reverse logic.
05:48Sekarang begini-begin ya.
05:49Lu berusaha buat dapat kejawaban gue kan.
05:51Tapi pertanyaan sama buat apa?
05:53Gitu.
05:55Kan kelihatannya kalian lebih cepat dari Pak Jokowi ya.
05:58Karena menunggu statement.
06:01Nah apa lagi?
06:03Beruang puas lagi itu gitu.
06:04Nanti setelah diminta.
06:06Nah iya.
06:06Jadi tetap saya hanya ingin memperlihatkan.
06:10Bahkan memamerkan kealian saya di bidang metodologi.
06:14Itu.
06:18Ya kan warga negara bertanya pada presiden.
06:21Dimana deliknya?
06:24Kan tiga orang ini bertanya.
06:25Eh.
06:26Ijazahmu mana?
06:27Asi apa palsu?
06:28Pertanyaan warga negara pada kepala negara harus dijawab oleh kepala negara.
06:32Kenapa?
06:33Karena kepala negara kacungnya warga negara.
06:35Gitu.
06:36Ya bener aja.
06:36Masa gue tanya sama pembantu gue dia gak mau jawab.
06:38Ya bener aja.
06:39Pake otak dong.
06:41Jangan dungu.
06:43Oke.
06:44Udah ya?
06:44Oke.
06:45Siap.
06:45Dari bangroh aja deh.
06:46Gimana tangkapan kehasilan party?
06:48Bagus.
06:49Udah.
06:50No rocky, no party.
06:51Udah.
06:51Itu aja udah ya.
06:52Udah.
06:53Cukup.
06:53Itu aja ya.
06:54Saya minta ada mungkin dokter Tifa yang lebih spesifik.
06:58Iya.
06:59Jawaban saya sama.
07:00Lanjut ya.
07:01Bahwa sebetulnya yang dibutuhkan di dalam kasus ini itu adalah hormonal.
07:06Hormonal harus bekerja dengan baik.
07:08Kalau Pak Jokowi itu terlalu sering buka HP.
07:11Bener.
07:11Tadi saya diskusi sama beliau itu.
07:13Itu mau ngebangkitkan kortisol terus-terusan.
07:17Sehingga kesehat itu menjadi gelap.
07:19Sekarang ini yang paling penting bagi Pak Jokowi itu bukan soal ijazah.
07:23Ijazah udah jelas.
07:24Udah kami jelaskan dalam buku juga.
07:26Kowis White Paper.
07:27Jelas ijazah yang muncul.
07:29Ya.
07:30Tanggal 1.
07:3230 April.
07:33April 2025 itu jelas ijazah palsu.
07:36Jadi udah gak usah dipertanyakan.
07:37Apalagi dibawa sampai kepada hukum.
07:40Yang lebih penting sekarang adalah bagaimana Pak Jokowi itu sehat.
07:44Karena itu yang lebih berbahaya bagi beliau.
07:47Dan beliau sangat membutuhkan hormon.
07:50Agar autoimunnya bisa decrease.
07:52Ya.
07:54Saya sangat khawatir loh.
07:55Karena apa?
07:56Sudah terjadi DVT.
07:57Deep Vein Trombosis.
07:59Ini orang-orang deketnya beliau sudah mengatakan kakinya makin menghitam.
08:02Badannya makin menghitam.
08:04Kita sedih gak tuh mantan presiden kok dikalahkan sama sakit.
08:07Yang resikonya mematikan.
08:09Sempurna.
08:11Sempurna.
08:12Cukup ya.
08:14Tapi jangan nilai bahwa Roki dan Dr. Tifa sebagai bagian dari Jokowi ya.
08:22Tetap disini tersangka dan kemudian ahli.
08:25Masih.
08:25Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:28Oke.
08:28Tunggu ya jam 13 ya.
08:31Bang Roy ini serbain kemarin.
08:33Oh ada lagi Roy.
08:34Roy Suryo lagi.
08:35Oh ini babak yang lain ya.
08:38Babak yang lain.
08:39Jawaban saya cuma pakai gambar ini aja.
08:42Udah.
08:43Oke.
08:43Terima kasih ya.
08:43Terima kasih ya.
08:44Terima kasih.
08:45Oke.
08:45Dikit aja ya.
08:46Hari ini sebenarnya bintangnya Roki.
08:49Ya.
08:49Saya partai tambahan aja.
08:51Jadi kemarin saya dan Pak Pak Aka dilaporkan.
08:55Jawaban saya cuma ini aja.
08:56Udah.
08:56Gambar ini aja.
08:57Simak gambar ini baik-baik.
08:59Saya hanya menindahlanjuti artikel yang ditulis oleh Pak Lukas Luarto.
09:04Itu adalah jurnalis senior.
09:06Dulu mantan ketua apa?
09:08IJTI apa?
09:10Aliansi Jurnalis Independen Indonesia.
09:11Udah.
09:12Jadi waktu itu di tangga ini saya hanya mengatakan kita kehilangan dua tuyul gitu.
09:17Jadi nanti kalau prosesnya dilanjutkan berarti Pol dan Metro Jaya harus memproses dua tuyul.
09:24Ya gitu.
09:24Itu aja udah.
09:25Jadi kalau tuyul bisa dipidana ya udah tuyulnya aja dipidana.
09:29Tidak menjubkan nama saya hanya mengatakan dua tuyul.
09:32Jadi tulisan dari Pak Lukas Luarto waktu itu adalah dua tuyul menui jen ifrit.
09:38Apa artinya?
09:38Tanyakan pada yang nulis.
09:40Ya.
09:40Udah.
09:40Itu aja.
09:41Jadi saya tanggapi dengan ketawa dan senyum saja.
09:44Cukup.
09:45Ya.
09:45Oke.
09:45Makasih.
09:46Ya kembali ke pas refli.
09:47Oke.
09:48Terima kasih kawan-kawan semua.
09:49Cukup ya.
09:50Kita tunggu pemeriksaan.
09:51Kita.
09:51Hari ini bintangnya Robi.
09:53Ya.
09:54Jangan lupa besok juga ada Rido Rahmadi ya.
09:56Ya.
09:56Oke.
09:56Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:58Terima kasih.
09:58Selamat menikmati.
09:59Selamat menikmati.
10:04Iya.
10:04selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan