Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sidang kasus pemerasan sertifikasi K3 dengan terdakwa mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer (Noel) terus menyita perhatian publik.

Pasalnya, Noel mengungkap adanya partai politik yang memiliki huruf "K" dalam namanya yang disebut ikut menerima aliran dana dari kasus pemerasan di kementeriannya.

Lantas, partai politik apa yang dimaksud, Apa dampaknya terhadap konstelasi politik nasional,
Dan bagaimana aliran dana hasil pemerasan ini dapat terungkap?

Untuk membahasnya, kita akan membahas bersama pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, serta Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW), Almas Sjafrina dalam Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Selasa, (27/1/2026).

#noel #immanuelebenezer #wamenaker #korupsi

Baca Juga Respons Peringatan "Di-Noel-Kan", Purbaya: Gue Kan Gak Terima Duit, Gaji Gue Gede di Sini di https://www.kompas.tv/nasional/646454/respons-peringatan-di-noel-kan-purbaya-gue-kan-gak-terima-duit-gaji-gue-gede-di-sini

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646517/full-eks-wamenaker-noel-beber-parpol-berinisial-huruf-k-terima-dana-icw-pengamat-soroti-ini
Transkrip
00:00Intro
00:00Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang juga terdakwa
00:11Dugaan Pemberasan Pengurusan Sertifikasi K3,
00:14Emmanuel Ebenezer, mengungkap ada keterlibatan partai dan ormas di kasus yang menceratnya.
00:20Hal ini disampaikan Noel sebelum menjalani sidang lanjutan di pengadilan tipikor Jakarta.
00:25Noel memberi clue, partai yang diduga menerima aliran dana dalam permainan kasus pengurusan sertifikasi K3 di Kemenaker
00:33adalah partai yang menggunakan huruf K pada nama parpolnya.
00:55Terlibat di kasus ini atau seperti apa bang, ormas dan partai?
01:00Bukan terlibatnya, alirannya.
01:03Oh berarti masuk ke aliran ormas sama partai ya bang?
01:06Ya.
01:10Terkait kasus tugang pemberasan dan gratifikasi pengurusan sertifikasi K3 di Kemenaker,
01:15salah satu saksi yang dinilai Pratwi Isan sebagai subkoordinator bidang penjaminan mutu lembaga K3 di Kemenaker
01:21dalam persidangan tersebut mengakui telah menerima jatah uang tersebut.
01:26Nila bilang tidak mencatat jumlah yang diterima,
01:28namun dirinya menerima uang non teknis dari pengurusan sertifikasi tersebut.
01:33Bisa saya sejelaskan berapa total uang yang diberikan
01:37Terdakwa Timurila ini atau PT Kemen Indonesia ini ke rekening penampungan saudara?
01:44Bizin Pak, saya tidak mencatat jumlah uang yang tidak pernah.
01:49Nanti kami perlihatkan itu rekening itu ya.
01:52Berarti ada ya ke rekening dari PT Kemen Indonesia terkait dengan sertifikasi lisensi K3.
01:59Untuk proses penerbitan sertifikat, jika ada yang memberikan,
02:05nanti diterima saja, tapi kalau tidak ada tidak usah dipaksa.
02:09Rumah Wati ini?
02:11Rumah Wati ini mengenai uang yang diterima?
02:13Uang yang diterima tiap bulan dari tahun 2021 sampai 2025 itu?
02:19Ya, karena saya hanya menjalankan arahan dan kalaupun nanti saya sampaikan,
02:25itu yang saya khawatirkan akan mempengaruhi hubungan atau relasi dengan atasan ataupun dengan rekan kerja, Pak.
02:33Sebelumnya, Noel didakwa melakukan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 bersama sejumlah ASN di Kemenanggar.
02:39Dalam dakwaan jaksa, Noel disebut meminta jatah senilai 3 miliar rupiah.
02:43Selain itu, dalam dakwaan jaksa, para terdakwa juga memaksa para pemohon sertifikasi dan lisensi K3 memberikan sejumlah uang.
02:51Tim Liputan, Kompas TV
02:55Saudara sidang kasus pemerasan sertifikasi K3 dengan terdakwa mantan Wakil Menteri Ketenagia Kerenjaan Ebenezer menyorot perhatian.
03:12Pasalnya, Noel mengungkap partai yang ada huruf Kannya ikut menerima aliran dana dari kasus pemerasan di Kementeriannya.
03:21Lalu, partai mana yang dimaksud? Apa dampaknya di kancah politik nasional?
03:26Dan bagaimana pula aliran dana pemerasan ini bisa terungkap?
03:30Kita akan bahas bersama dengan dua narasumber saya yang sudah hadir melalui sambungan daring.
03:34Pertama, ada perangamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, ada Mas Agung Baskoro.
03:40Dan juga ada Koordinator Indonesia Corruption Watch atau ICW, Mbak Almas Syafrina.
03:45Selamat pagi, Assalamualaikum Mas Agung dan juga Mbak Almas.
03:49Pagi, Waalaikumsalam Mbak Adis, Mbak Almas.
03:52Waalaikumsalam, Salat pagi Mbak Adisti.
03:54Iya, ini ngeri-ngeri sedap lah ya kalau bisa dikatakan apa yang dikatakan Noel ini.
03:59Ada dugaan partai politik yang menerima aliran dana, begitu yang disebut atau diungkap oleh seorang Noel yang merupakan terdakwa, begitu ya.
04:09Yang ada huruf Kannya. Ini dispil ada huruf Kannya.
04:12Ada huruf Kannya sebenarnya banyak hampir semua partai politik ada huruf Kannya nih, Mas Agung.
04:17Mas Agung, saya ingin tanya dulu, parpol mana yang kemudian bisa dikategorikan ada huruf Kannya nih?
04:24Ya, sebenarnya ada. Saya hitungkan kasar ada empat ya.
04:27Cuman kalau berdasarkan ya keterangan kuasa hukum, proses ini kan terjadi sejak 2019, Mbak Adis ya.
04:35Jadi, sebenarnya bisa dikategorikan sampai sekarang siapa saja yang mengirimkan kader-kader partainya ke posisi sebagai Menteri Tenaga Kerja ataupun fungsionaris di bawah kementerian tersebut.
04:48Jadi, sebenarnya kita tidak perlu terlalu jauh ya, menyudutkan, menunduh siapa-siapa ya tinggal dilacak saja.
04:56Terus, ormasnya apa ya? Tinggal Menteri terkait yang pada waktu itu menjabat supaya juga menjelaskan supaya apa.
05:04Saat wasangka ini tidak lari kemana-mana.
05:06Karena kan ini masih jifatnya tuduhan ya, Mbak Adis ya.
05:09Tidak ada dasar hukum ataupun fakta-fakta yang dijelaskan, ditegaskan oleh Bang Noel untuk menyertai ya pembuktian tersebut.
05:18Jangan sampai ini jadi membuat kegaduhan ya yang tidak perlu karena tidak disertai bukti, saksi yang jelas.
05:25Sehingga saya mengarahkan Bang Noel supaya membuka saja secara transparan, secara eksklusif supaya ini jelas pertanggung jawabannya.
05:33Dan ini juga menjadi persediaan positif bagi demokrasi kita.
05:37Karena kalau partainya diserang terus semacam ini, kader-kadernya juga, ini kan bisa membuat demokrasi kita, partai politik kita, kesannya buruk, kesannya negatif, busuk, seterusnya.
05:49Dan ini kan tidak bagus. Padahal partai adalah instrumen utama kita berdemokrasi.
05:53Seperti itu. Jadi ya saya berharap pihak-pihak yang dituduh, yang dituding oleh Bang Noel juga harus bersiap untuk memberikan pernyataan publiknya.
06:04Supaya apa? Supaya jelas ujung dari semua ini. Seperti itu.
06:08Oke, kalau menurut Mas Agung daripada membuat kegaduhan saja, lebih baik dibuka secara terang-benderang.
06:16Bung Noel sebagai terdakwa, kalau bisa juga membuktikannya di persidangan.
06:21Bagaimana pandangan ICW soal pernyataan Noel ini?
06:25Ya, dua hal yang Mbak Adisti untuk awal.
06:28Pertama, ini kita semacam diminta untuk menebak-nebak ya, berasumsi atau menuding.
06:34Padahal kita publik ini tidak tahu bagaimana transaksional gelap yang terjadi di balik perbuatan korup yang saat ini kasusnya sedang ditangani oleh KPK dan sudah masuk di persidangan.
06:50Kita tidak tahu bagaimana pola korupsi yang terjadi di situ begitu ya.
06:56Jadi sebetulnya keterlibatan itu kan bukan hanya soal siapa, tapi juga bagaimana.
07:03Nah, ini yang penting sebetulnya diungkap oleh terdakwa.
07:08Jadi tidak hanya melemparkan narasi yang masih sangat mentah, apalagi pakai ini ya, apa tidak jelas gitu ya, ada inisial dan sebagainya gitu.
07:21Seorang tersangka atau terdakwa sebetulnya punya ruang itu untuk menyampaikan kepada penegak hukum begitu ya,
07:28soal siapa saja sih yang terlibat dalam proses atau terjadinya tindak pidana korupsi.
07:34Baik itu individu ataupun perusahaan, korporasi dan sebagainya begitu.
07:39Jadi ruangnya ada.
07:40Yang menjadi pertanyaan adalah apakah informasi penting ini, ini juga disampaikan di proses pemeriksaan di KPK misalnya,
07:50atau juga yang sekarang sedang berjalan di persidangan sehingga bisa ditindaklanjuti oleh hakim begitu.
07:58Tidak hanya menimbulkan polemik atau sakwasangka tadi ya bahasanya Mas Agung,
08:04depan publik yang sebetulnya publik juga tidak tahu menau soal bagaimana proses detail terkait dengan kronologi kasus dan sebagainya.
08:13Jadi harapan kami adalah kalau memang tujuan tersangka adalah membongkar korupsi ini secara tuntas begitu ya,
08:22sampaikan itu di dalam persidangan sehingga tudingannya bisa dikejar akuntabilitasnya.
08:29Karena penegakan hukum itu kan berbasis validitas, berbasis dengan bukti ya,
08:34yang juga harus disertai dengan pembuktian dan sebagainya.
08:37Nah ini kan belum terlambat gitu untuk menyampaikan informasi tersebut,
08:42kalau memang kemarin luput untuk disampaikan di pemeriksaan di KPK, ya ruangnya masih ada.
08:48Silahkan disampaikan di persidangan sehingga bisa ditindaklanjuti oleh hakim.
08:52Oke, jadi lebih baik seorang Emanuel Benazer ini ketika kemudian mengungkap ada spill,
08:59ada dugaan aliran dana ke salah satu partai politik begitu,
09:03tolong saja dibuktikan di dalam persidangan.
09:06Tapi yang kemudian menjadi pertanyaan saya selanjutnya,
09:09mungkinkah kemudian seorang Emanuel Benazer ini kemudian mengajukan whistleblower atau seperti apa?
09:20Mbak Alma?
09:22Oke, ya dibungkinkan saja begitu ya Mbak.
09:24Tapi saya rasa ini kalau kita perhatikan dari proses yang sudah berjalan di KPK,
09:31rasanya ini adalah informasi baru yang dibuka oleh terdakwa Emanuel
09:37terkait dengan dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait.
09:41Dan perlu dilihat, narasinya bahkan terbuka disampaikan di muka publik begitu ya,
09:47bagaimana tersangka atau terdakwa ini menyangkal mulai dari keterlibatannya,
09:52adanya korupsi dan sebagainya begitu.
09:54Sehingga memang apa yang keluar dari kesaksiannya di muka umum,
10:00ini betul-betul perlu dikejar soal akuntabilitasnya.
10:04Apakah ini sekedar misalnya untuk menambah gaduh problem korupsi yang sudah menjadi konsumsi publik ini,
10:13atau memang ini adalah satu hal yang ingin serius dibongkar begitu ya oleh pihaknya.
10:19Karena soal keterlibatan partai ataupun pihak-pihak lain di luar nama-nama yang sekarang sudah menjadi terdakwa,
10:28ini juga sangat dimungkinkan mengingat korupsi ini bukan hanya terjadi di waktu yang pendek begitu ya.
10:35Ini kalau berdasarkan dengan keterangan yang sudah banyak terbuka di media,
10:42ini kan kasus korupsi yang sangat ironis ya, sudah sejak pun 2019 disebut.
10:47Artinya ini korupsinya sudah sistemik sekali, sudah bertahan sedemikian lama,
10:54melampaui rezim kementerian atau pergantian pemimpinan di kementerian tersebut begitu.
11:00Sehingga saya rasa memang ada kemungkinan keterlibatan dari pihak-pihak lain,
11:07tidak hanya yang sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
11:10Tapi lagi-lagi ini semestinya tidak hanya menjadi teka-teki publik,
11:15tapi menjadi satu fakta baru di muka persidangan yang seharusnya bisa ditindaklanjuti oleh hakim,
11:23misalnya nanti hakim memerintahkan KPK untuk menelusuri dugaan keterlibatan dari pihak-pihak lain tersebut dan sebagainya.
11:30Oke, ini menjadi kalau betul-betul ingin diungkap secara terang-benderang dan diusut secara tuntas,
11:37ini bisa menjadi fakta baru yang memang harus dibuktikan oleh seorang terdakwa Emmanuel Ebenezer.
11:44Benarkah ada dugaan keterlibatan partai politik di sana?
11:48Saya ingin tanyakan juga ke Mas Agung.
11:51Mas Agung, tentu ini akan menjadi pertanyaan besar bagi kita semua.
11:56Kenapa baru sekarang Noel mengungkap atau men-spill ada dugaan keterlibatan partai politik,
12:03bahkan di-spill inisialnya ada huruf K-nya di sana?
12:08Iya, saya kira kemarin saat pertama kali ditangkapkan,
12:11Bang Noel sempat meminta dalam tanda petik amnesti atau abolisi Badis.
12:16Jadi, ketika ditangkap itu dulu yang beliau ingat,
12:20karena waktu itu Presiden baru saja memberikan kepada Mas Tom Lembong abolisi,
12:25kemudian Pak Hasto amnesti.
12:27Tapi kan kemudian respon dari Pak Presiden waktu itu langsung memecat beliau dari Wamen,
12:33kemudian juga sebagai kader Gerindra.
12:34Nah, saya kira arahan semacam ini, manuver tajam Bang Noel ini sedikit banyak,
12:39ingin meringankan hukuman yang diberikan kepadanya.
12:43Yang pertama dibaca semacam itu.
12:44Yang kedua juga bisa dibaca bahwa dia memang punya niatan untuk membuka tabir gelap ya,
12:51proses transaksi gelap yang selama ini terjadi di Kementerian Tenaga Kerja semacam itu,
12:57dengan pemberian izin K3 semacam itu.
13:00Dan ini memang meregaskan juga satu hal bahwa kader-kader partai,
13:04walaupun kita sering mengatakan oknum,
13:06itu seringkali dijadikan ATM politik Mbak Adis ya.
13:10Dan selama ini kan jelas prosesnya, ketika ada ya kader atau oknum partai di sana,
13:16maka mereka harus berburu rentek.
13:18Apakah soal perizinan, apakah soal proyek, apakah soal jual-beli jabatan, semacam itu.
13:26Dan hal-hal yang memang itu bisa memberikan aliran positif kepada partai untuk mandiri secara logistik.
13:33Dan kita tahu ini nggak benar gitu.
13:35Nah ini momen juga bagi kita bagaimana nanti revisi undang-undang politik termasuk partai,
13:42agar ya semakin baik pendanaannya, semakin independen, semacam itu,
13:46tidak lagi dibebankan oleh urusan-urusan transaksional semacam ini.
13:51Jadi harus jelas itu, semacam itu.
13:53Yang kedua juga, ini kontrol partai lemah terhadap kader-kadernya juga.
13:57Jadi ketika mereka sudah menjabat, ya mereka dibiarkan luasa untuk bertindak tanduk.
14:02Nggak benar gitu.
14:03Jadi ya kalau bisa, misalkan ya tidak ada rangkap jabatan.
14:06Jadi ketika dia sudah mengabdi untuk negara, ya berarti tugas dia ke partai selesai.
14:11Dia harus mengundurkan diri, sehingga peprofesionalitas itu, meritokrasi itu bisa tercapai dengan optimal.
14:17Nah sayangkan proses-proses semacam ini setengah hati digalankan oleh elit politik kita.
14:22Jadi ada jelasnya ya, tajam ke bawah, tipis ke atas, semacam itu.
14:26Jadi kader-kader biasa sangat keras, tapi yang kader strategis, yang sudah punya posisi,
14:31ya proses-proses pendisiplinan itu menjadi minimalis.
14:34Nah saya berharap momen ini bisa menjadi momen ya kebaikan bagi elit, bagi publik
14:41untuk bisa memperbaiki ya partai secara keseluruhan sebagai instrumen utama kita berdemokrasi seperti itu.
14:47Oke ini bisa menjadi momentum bagi elit politik begitu ya,
14:51untuk bisa kemudian berbenah dalam tanda kutip dan juga mengevaluasi diri begitu ya.
14:57Apakah Anda setuju Mbak Alma dengan pernyataan dari Mas Agung soal kalau memang seorang kader
15:05ataupun punya dia jabatan di partai politik ketika sudah menduduki jabatan sebagai menteri atau wakil menteri
15:10ya sudah tidak usah rangkap jabatan, fokus saja profesionalitas.
15:14Iya, sebetulnya memang sulit dielakan ya ketika partai ikut bersusah payah dalam proses dukung-mendukung di pemilu,
15:26misalnya di pemilu presiden begitu memang praktiknya selama ini ya benefit yang diberikan kepada partai politik itu
15:35adalah jatah jabatan menduduki posisi kementerian dan lain-lain begitu.
15:40Dan di sisi lain kita tahu partai politik ini kan punya masalah ya,
15:45salah satu masalahnya adalah terkait dengan pendanaan Mbak Adisti,
15:49di mana partai krisis pendanaan secara legal gitu ya,
15:53karena sumber pendanaan yang sah menurut undang-undang partai politik ini kan sangat terbatas,
15:59sangat sulit dikumpulkan oleh partai politik.
16:01Sehingga memang selama ini partai politik mengumpulkan dana-dana yang salah satunya adalah
16:08menitikberatkan pada peran atau kontribusi dari kadernya.
16:13Nah sehingga kader-kader yang menduduki jabatan-jabatan publik,
16:18baik itu misalnya di DPR, di DPRD, kemudian di kementerian,
16:23ini banyak juga kemudian dibebani iuran atau kontribusi pendanaan yang jumlahnya juga tidak sedikit.
16:31Baik itu untuk operasional keseharian partai politik dalam artian ada iuran rutin,
16:38maupun untuk mendanai kebutuhan-kebutuhan insidental begitu ya.
16:43Nah ini adalah fenomena yang umum dan memang kita upayakan juga di koalisi masyarakat sipil
16:49untuk menjawab problem pendanaan partai politik lewat reformasi partai politik begitu.
16:55Disayangkannya memang itu tadi ya,
16:57karena ada resiko soal korupsi yang cukup besar,
17:03salah satunya dikarenakan ada beban soal kontribusi atau pendanaan partai politik,
17:10memang idealnya ketika seorang kader sudah menduduki posisi sebagai menteri,
17:18ya kader tersebut dinonaktifkan dulu sebagai pengurus strategis di satu partai politik.
17:26Tapi fenomena yang kita lihat kan justru ketua umum partai politik juga merangkap sebagai seorang menteri dan sebagainya.
17:34Nah disini yang kemudian memperbesar resiko itu Mbak Adi Stisinga rasanya memang ketika kementerian itu diisi oleh kader-kader partai politik,
17:46apalagi kader tersebut bukan sekedar kader biasa tetapi mempunyai posisi yang sangat strategis di partai politik.
17:54Memang upaya proteksi atau pencegahan korupsinya itu perlu dikencangkan lagi begitu ya.
18:01Meskipun secara teori memang atau secara banyak kasus yang terungkap,
18:07terungkap ya tidak hanya kementerian yang diisi oleh kader partai,
18:12menterinya adalah kader partai yang punya resiko korupsi tinggi atau terbukti misalnya menterinya tersangkut kasus korupsi.
18:19Ada juga yang berlatar misalnya profesional tapi juga ada potensi korupsi yang cukup tinggi di situ.
18:27Tapi itu tadi setiap kementerian saya rasa kita juga harus melisting ya apa saja resiko-resiko korupsi di dalamnya termasuk misalnya ketika ada dugaan yang kuat terkait dengan capture dari partai politik
18:44yang bisa berdampak ke meninggikan potensi korupsi yang ada di kementerian tersebut.
18:50Oke saya mau ke Mas Agung, Mas Agung potensi apa yang bisa terjadi di partai politik dalam dunia perpolitikan kita ketika memang pernyataan ini,
19:00pernyataan seorang terdakwa Noel ini sudah diungkapkan walaupun memang ini masih menjadi pertanyaan kita semua untuk soal pembuktiannya
19:10dan harus dibuktikan begitu di dalam muka persidangan tapi kemudian di kancah perpolitikan.
19:15Potensi-potensi apa yang kemudian bisa terjadi antara partai politik yang satu ke partai politik yang lain begitu karena kan huruf K ini banyak ya tadi Anda sebutkan bahkan ada empat lah list namanya begitu ya.
19:28Nah apa yang bisa terjadi? Apakah nanti akan ada yang tadi Anda sebutkan soal kegaduhan kemudian harus ada yang kemudian diklarifikasi atau seperti apa?
19:37Ya ya pasti karena memang mau nggak mau partai yang terindikasi punya huruf K ini sedikit banyak akan memberikan sentimen negatif terhadap persepsi dan citra mereka sebagai sebuah partai politik itu di eksternal Mbak Adis ya.
19:52Di internal juga saling ya bisa kita ungkapkan kalau misalkan mereka defensif ya tidak mengakui itu dan tidak terlibat.
20:02Tapi kalau mereka positif ya mereka membuka diri memberikan pernyataan, klarifikasi, menjelaskan ini dari awal sampai akhir bagaimana misalkan kader-kader mereka yang duduk di sana
20:12ya sedari awal bekerja secara profesional semacam itu. Jadi responnya akan dua hal itu yang kita lihat ofensif atau memang positif gitu ya.
20:22Nah yang ketiga memang publik akan ya netizen ini kan punya ya apa ya instinct intelligence yang sangat tinggi Mbak Adis ya.
20:30Dengan sendirinya akan terbuka sendiri di era seperti sekarang ya karena semua informasi itu terpapar dengan baik secara digital.
20:38Jadi ya kita akan menunggu ya detektif-detektif netizen yang luar biasa itu bekerja dan partai akan malu dengan sendirinya.
20:47Dan saya berharap jangan sampai semacam itu ya institusi politik kita, partai politik kita mendapat ya serangan-serangan minor yang itu memang lebih banyak benarnya ketimbang tidak benarnya.
20:58Karena apa? Karena kelakuan mereka sendiri.
21:00Jadi kalau ditanya efek dan ekses dari statement Bang Noel ini ya sangat besar kalau tidak dikelola dengan baik, dikelola dengan bijak oleh partai-partai politik itu sendiri.
21:12Dan nyanyian ini akan terus sumbang kita dengar sepanjang beliau ya ikut persidangan ya sampai dalam konteks nanti hakim juga akan membuka ruang-ruang baru terhadap pembuktian yang baru juga semacam itu.
21:27Jadi maksud saya disini ya lebih baik dimitigasi dari awal, partai-partai langsung responsif, merespon ini supaya apa?
21:35Untuk menyelamatkan partai-partai sendiri, ya untuk menghindari proses delegitimasi terhadap partai politik di mata publik semakin besar.
21:42Karena saya nggak mau juga partai politik kita ya tidak disukai, kemudian selalu mendapat citra minor, dibanyak survei-survei kredibel,
21:51karena selalu berada di posisi buntut soal kepercayaan publik misalkan.
21:55Yang ketiga juga saya juga nggak mau partai kita juga dianggap ya istilahnya orang yang kotor semua misalkan padahal itu hanya oknum-oknum saja dan masih banyak orang-orang yang berdedikasi
22:04yang benar-benar bekerja untuk ya membuat pembangunan positif bagi negara kita seperti itu.
22:10Oke, saya ingin tahu, untuk ruginya untuk partai politik dan juga untuk Noel dengan pernyataan yang sudah diungkapkan oleh Noel ini setelah statusnya dia menjadi terdakwah?
22:23Ya lebih banyak merugikan partai Mbak Adis ya.
22:25Ya karena kan sekarang ketika dia dipecat dari Gerindra, otomatis Bang Noel ini ya istilahnya single factor ya.
22:32Jadi dia mau tidak mau harus bermanuver tajam dalam tanda petik mengkompromikan hukuman yang nanti diberikan supaya lebih ringan.
22:40Yang kedua juga menegosiasikan ya posisi tawar politik dia di mata elit-elit partai semacam ini.
22:46Ini mau sampai mana? Ya apakah dia dibiarkan sendirian seperti ini terus?
22:50Ya kalau demikian ya berarti dia akan membuka semua hal dan praktek-praktek ini yang saya nggak mau.
22:55Jadi Bang Noel karena aktivis ya di masa lalunya sebelum dia akan sebagai wamen ya harus menunjukkan tajinya bagaimana memastikan bahwa ya kementerian tenaga kerja, kementerian-kementerian yang lain bersih dari praktek-praktek para mafia ya di kementerian ya supaya jual-beli izin, jual-beli jabatan, ya jual-beli proyek, jual-beli yang lain itu tidak terulang lagi.
23:16Karena ya mau nggak mau kan proses state capture yang tadi sempat disinggung Mbak Almas itu seringkali terjadi ketika misalkan partai mendapatkan posisi ya pasca kemenangan di Pilpres sebagai menterika, wakil menterika, kepala badan, dan seterusnya gitu.
23:32Jadi proses-proses kebijakan publik yang harusnya transparan, kredibel, mengutamakan publik itu akhirnya dibalik logikanya dengan logika elit sehingga apa?
23:42Sehingga kita dirugikan sebagai publik. Nah Bang Noel karena aktivis membuka tabir itu menjelaskan semua hal, mengungkap praktek-praktek kotor yang selama ini bersemayam di kementerian tenaga kerja maupun kementerian-kementerian lain ya.
23:55Ini momen bersih-bersih yang saya kira Pak Presiden akan mendukung seperti itu.
23:58Kalau dari ICW sendiri, bagaimana penelisikan ICW soal ini, soal hitung-hitungan kerugian negara terkait dengan kasus yang kemudian menjerat Noel termasuk juga soal dugaan adanya aliran dana ke partai politik ataupun ke Ormas yang seperti diungkapkan oleh seorang terdakwa, Emmanuel Ebenezer.
24:20Iya Mbak Adisti, ini kan kasus sebetulnya menunjukkan anomali yang serius ya dalam tata kelola pemerintahan kita.
24:28Pengurusan ketiga yang sebetulnya adalah untuk memastikan fungsi protektif bagi pekerja, ini justru jadi instrumen rente yang diperjual belikan, ada tarif yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya yang sebetulnya.
24:46Dan ini sudah berlangsung lama, dari tahun 2019 dan baru terungkap di tahun 2025.
24:54Ini sudah dua rezim menteri, dua rezim presiden.
24:58Dan yang penting dilihat di sini adalah bukan hanya kerugian negara yang sekarang sudah diungkap juga di proses persidangan, tetapi ada kerugian bagi pekerja itu sendiri.
25:10Padahal kita tahu soal proteksi kerja ini kan seharusnya menjadi prioritas yang harusnya dijamin, harusnya dipantau oleh negara.
25:19Jadi yang penting dilihat dalam kasus ini adalah betapa jahatnya atau besarnya dampak dari korupsi yang sudah menahun di Kementerian Ketenaga Kerjaan.
25:31Dan yang kita harapkan juga ini kasus diikuti dengan satu tadi seperti yang Mas Agus sampaikan ya, ada proses bersih-bersih.
25:40Proses bersih-bersih ini tidak hanya memastikan bahwa orang-orang yang memegang posisi entah itu wakil menteri, menteri, kemudian juga deputi, pemberi layanan dan sebagainya,
25:52ini punya integritas dan punya rekam jejak dan kapasitas yang mumpuni, tetapi juga mekanisme pencegahan yang dibangun efektif di dalam Kementerian tersebut.
26:04Karena ini satu tamparan bagi kami yang melihatnya ini adalah satu tamparan yang keras sekali untuk Kementerian Ketenaga Kerjaan,
26:12terlebih Kementerian ini juga bukan pertama kalinya digoyang dengan atau diguncang oleh isu korupsi gitu.
26:19Di tahun yang sama bahkan ada dua kasus korupsi, bukan hanya korupsi K3.
26:25Mengenai soal dugaan aliran uang, ini sebetulnya bukan satu hal yang sulit diungkap oleh aparat penegak hukum kita.
26:35Karena tersaksi atau aliran uang itu kan bisa dideteksi ya, sudah ada instrumen yang dikembangkan begitu untuk menelusuri siapa pemberi dan siapa penerima aliran uang ini.
26:48Kalau sudah dari 2019 sampai sekarang, ini saya menduga orang-orang yang terlibat di dalamnya,
26:56ini pasti tidak hanya tersangka-tersangka yang sekarang sudah ditetapkan oleh KPK begitu ya,
27:03tapi melibatkan lebih banyak orang lagi.
27:06Bahkan mungkin di dalamnya sudah ada pergantian personil orang yang punya wawenang atau jabatan di Kementerian tersebut dan sebagainya.
27:13Nah ini yang penting untuk diungkap juga oleh KPK.
27:17Jadi kami juga menunggu KPK melakukan, membongkar kasus ini dengan setuntas-setuntasnya,
27:27termasuk juga menelusuri setiap pihak, baik itu individu ataupun misalnya lembaga begitu ya,
27:35yang diduga atau disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi ini.
27:40Dan soal aliran uang, ya balik lagi tadi ya, itu sesuatu yang sangat mudah untuk ditelusuri alirannya.
27:48Oke, di satu sisi memang, di satu sisi ini bisa jadi dikatakan manuver seorang terdakwa,
27:55Ibn Walibad Azhar, untuk bisa mengurangi hukuman dia ketika kemudian bisa membongkar kotak Pandora
28:03yang selama ini belum bisa diungkap sejauh ini, termasuk juga ini menjadi PR tersendiri bagi aparat pendegak hukum,
28:11termasuk juga PPATK di sana untuk bisa menelisik adakah benarkah ada dugaan aliran dana
28:17yang kemudian seperti yang diungkapkan oleh Noel untuk ke partai politik,
28:22bahkan di spil hurufnya inisialnya adalah K, kemudian ini menjadi perhatian kita bersama begitu ya.
28:28Nah, terakhir, saya ingin tahu, untuk tiga poin krusial dari sisi politik, Mas Agung,
28:36apa yang bisa dimitigasi atau bisa dievaluasi dari kejadian Noel ini?
28:43Ya, saya berharap memang ada revisi undang-undang paket politik kita, Mbak Adis, ya,
28:47soal utamanya perdanaan partai politik.
28:50Sehingga ketika seorang kader partai itu diberi jabatan publik, ya, dia memang fokus untuk melaksanakan pelayanan publik,
28:58ya, mengapli kepada masyarakat kita.
29:00Jadi, tidak dibebani untuk mencari, ya, uang, mencari pendanaan untuk memenuhi logistik partai.
29:08Jadi, ini momen yang pas, momen krusial, karena kita kemarin berdebat tidak dengan produktif, ya,
29:14ketika ada pembahasan soal, ya, revisi pilkada melalui DPRD.
29:18Ya, ini lebih pokok, ini.
29:20Pokok masalahnya di partai politik, bukan di rakyat, bukan di mana-mana, semacam itu.
29:24Jadi, ini momen of truth, ya, reformasi partai politik, ya, soal apapun tentang partai,
29:30soal fungsi-fungsinya, dan utamanya soal pendanaannya.
29:33Nah, yang kedua, saya melihat juga, ya, momen ini juga bisa dijadikan, ya, bagi partai untuk, ya, menjelaskan posisinya
29:40ketika, misalkan, dia mengirimkan kader-kader terbaiknya di jabatan-jabatan publik.
29:45Artinya apa? Fungsi kontrol partai itu melekat dan kuat.
29:48Ya, sehingga jelas pemisahannya.
29:50Jadi, bukan berarti ketika partai mendapatkan jatah dari koalisi, dari presiden, itu selesai, tidak ada kontrol lagi, ya.
29:57Kalau memang kadernya diduga bermasalah, ya, ditarik, diganti, gitu.
30:01Jangan dipertahankan, jangan dibiarkan hingga, ya, menahunkan dari 2019 sampai sekarang.
30:06Ya, berarti kan ini, ya, dibiarkan akut, dibiarkan terus terjadi semacam itu.
30:11Jadi, saya berharap fungsi kontrol partai itu terjadi, dan publik, ya, bisa punya harapan walaupun sedikit,
30:17tapi sedikit demi sedikit, lama-lama kan bisa besar, gitu.
30:20Dan harapannya partai bisa menopang, ya, demokrasi kita, politik kita dengan sehat dan optimal.
30:25Yang ketiga, soal perburuan rente state capture ini.
30:28Jadi, saya mengapresiasi kerja-kerja KPK, kerja-kerja polisian, kejaksaan, dan diteruskan.
30:35Dan saya berharap majelis hakim memberikan hukuman setimpal, ya.
30:39Dan ini bisa jadi arahan juga.
30:41Ya, kalau memang ada partai, ataupun dalam tanda petik, ormas yang terlibat dalam kasus ini,
30:47sebagaimana dugaan Bang Noel, ya, ya, maaf, dibubarkan, Mbak Adis.
30:52Sanksinya harus jelas, kalau koruptor dimiskinkan, semacam itu.
30:55Jadi apa? Ini ada efek jerah, gitu.
30:57Ini ada efek pukul yang sangat kuat.
31:00Bagi siapapun yang melakukan kesalahan semacam ini, nggak ada ampun semacam itu.
31:04Oke, terakhir untuk Mbak Alma, apa yang ingin Anda sampaikan soal tiga poin krusial yang bisa dipelajari dari kasus Noel ini?
31:13Ya, satu, kita melihat betapa rentannya satu kementerian itu terkait dengan kasus korupsi.
31:21Kasus korupsi yang polanya sama, begitu ya, target atau objek korupsinya sama, bisa bertahan sampai bertahun-tahun.
31:29Ini kan juga membuat kita publik bertanya-tanya, ya, bagaimana mekanisme kontrol, mekanisme pengawasan internal yang ada di kementerian tersebut.
31:38Padahal kementerian atau setiap, bahkan di pemerintah daerah, ini kan punya pengawas internal, ya.
31:44Ada yang namanya IRJEN.
31:46Sehingga di sini, ya, inspektorat.
31:48Nah, jadi yang kita pertanyakan juga, bagaimana sebetulnya sistem pengawasan internal itu bekerja di kementerian tersebut.
31:56Nah, ini yang seharusnya ke depan diperkuat oleh kementerian ketenaga kerjaan.
32:01Karena publik sudah melihat ada korupsi yang berulang kali dilakukan di kementerian tersebut.
32:08Dan ini adalah satu pukulan telak, begitu.
32:11Kemudian yang kedua, Mbak Adisi, saya setuju sekali dengan tadi yang disampaikan oleh Mas Agung.
32:17Soal pentingnya menjaga agar kementerian atau institusi negara yang kita tahu mengemban pengelolaan anggaran negara yang sangat besar,
32:28punya fungsi pelayanan publik yang besar juga.
32:30Di kementerian ini misalnya terkait dengan pelayanan K3, ini dijaga agar tidak terjadi state capture, gitu ya.
32:39Bagaimana menjaganya?
32:41Satu adalah memastikan bahwa menteri atau wakil menteri, kepala lembaga, begitu ya,
32:47yang memimpin kementerian atau lembaga ini bersih dari segala resiko melakukan korupsi.
32:54Satu tadi itu soal rangkap jabatan, begitu ya.
32:59Kemudian yang kedua adalah memastikan yang mengisi adalah yang punya rekam jejak kualitas yang bagus, begitu.
33:06Nah yang ketiga ini adalah proses penegakan hukum yang sekarang sedang berjalan di persidangan, begitu.
33:12Kami berterak sekali, ini tidak hanya menguap di ruang publik, menjadi polemik, dan jadi tebak-tebakan,
33:20siapa nih partai yang ada huruf K-nya yang kira-kira...
33:23Tapi harus ada pembuktian di sana, di persidangan.
33:25Tapi diungkap.
33:26Karena ini kita juga melihat Immanuel Ebenezer ini menjadi tidak jelas ya, dalam artian ini sebenarnya dia sedang mau berperan sebagai apa?
33:36Pengungkap kasus gitu ya, ingin membongkar...
33:38Atau hanya sekedar nyanyian membuat gaduh saja, begitu ya.
33:41Nanti ini benar-benar harus diungkap dan dibuktikan di persidangan, itu nanti kita akan tunggu bagaimana pengungkapannya di persidangan.
33:47Terima kasih Mbak Alma dari ICW dan juga Mas Agung Baskoro, juga terima kasih sudah memberikan perspektifnya dari sisi politik.
33:54Terima kasih Mas Agung dan juga Mbak Alma.
33:56Sehat selalu.
33:57Assalamualaikum.
33:57Selamat pagi.
Komentar

Dianjurkan