Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan terima kasih usai mendengar sejumlah anggota Komisi III DPR yang menolak wacana Polri berada di bawah kementerian saat rapat kerja pada Senin (26/1/2026).

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan seluruh mitra yang menempatkan Polri tetap di bawah Presiden," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

"Karena ini adalah bagian dari mandat reformasi yang harus ditindaklanjuti. Beberapa TAP MPR sudah dikeluarkan, termasuk pemisahan Polri dari TNI," lanjutnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga menegaskan bahwa pihaknya menolak apabila ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus.

#breakingnews #kapolri #kapolda #dpr

Baca Juga Eks Kapolda Rikwanto Wanti-Wanti Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Soroti Adab Anggota Polisi di https://www.kompas.tv/nasional/646289/eks-kapolda-rikwanto-wanti-wanti-kapolri-jenderal-listyo-sigit-soroti-adab-anggota-polisi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646293/full-riuh-respons-kapolri-jenderal-listyo-dengar-dpr-tolak-wacana-polri-di-bawah-kementerian
Transkrip
00:00Terima kasih yang terhormat Bapak Pimpinan Komisi Tiga.
00:04Kami telah mencatat beberapa penyampaian dan aspirasi,
00:09serta juga tadi mewakili aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh Pak Saprudin, Pak Rehwanto,
00:17kemudian Pak Rahul, Pak Mahfud Arifin, kemudian Pak Abdullah, Pak Nasir Jamil,
00:26Pak Endang, dan seterusnya.
00:30Pada prinsipnya yang pertama, kami berterima kasih bahwa kami mendapatkan kesempatan
00:37untuk bicara pada hari ini untuk menjelaskan terkait dengan beberapa agenda kerja kami
00:46yang selama ini telah kami laksanakan dan bisa kami laporkan secara langsung kepada Komisi Tiga
00:53selaku pengawas dan mitra kami di dalam bidang-bidang pekerjaan kami.
01:00Itu yang pertama.
01:00Yang kedua, tadi secara umum kami mencatat bahwa ada beberapa upaya untuk melakukan perbaikan,
01:11khususnya terhadap masalah pelayanan dan kurtulat, khususnya terkait dengan pelanggaran-pelanggaran
01:17yang juga tentunya berdapat pada pengawasan.
01:21Tadi sudah kami jelaskan bahwa khusus terkait dengan masalah kultural,
01:28Polri tentunya telah melakukan berbagai macam upaya untuk mempersiapkan perubahan
01:34mulai dari perbaikan dari doktrin sampai dengan bagaimana kita meningkatkan pengawasan.
01:43Dan tentunya pengawasan ini tidak hanya sekedar pengawasan yang melekat saja,
01:53namun juga disertai dengan adanya sanksi.
01:56Dan kami tidak pernah ragu untuk memberikan sanksi terhadap anggota,
02:01apakah itu sanksi yang bersifat etik sampai dengan sanksi yang bersifat pidana
02:07demi kebaikan institusi Polri.
02:09Tentunya ini yang menjadi konsen kami untuk terus menerima masukan
02:15dan terus melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih menjadi perbaikan-perbaikan
02:24yang perlu kami laksanakan.
02:25Terkait dengan pelayanan dan memunculkan postur Polri yang tegas dan humanis,
02:33terima kasih tadi kami juga banyak mendapatkan masikan.
02:36Tentunya kami akan terus mencoba untuk bisa mendengar, melayani,
02:43khususnya teman-teman yang menyampaikan pendapat,
02:48menyampaikan tugas-tugasnya selaku aktivis-aktivis,
02:54sehingga kemudian suara itu terdengar, sampai, dan deliver.
02:59Oleh karena itu kami juga membantu, memfasilitasi, untuk menghubungkan,
03:05sehingga kemudian semua dialog tersebut, semua aspirasi itu bisa sampai.
03:11Dan itu yang menjadi salah satu yang kita lakukan tanpa harus terjadi peristiwa rusuh,
03:17karena memang kita ingin bahwa apa yang disampaikan itu bisa tersampaikan dengan baik.
03:22Tindakan penegahan hukum tentu kita lakukan secara terukur terhadap tindakan-tindakan anarkis,
03:33maupun yang bersifat rusuh, dan menerugikan fasilitas publik
03:38ataupun menimbulkan dampak munculnya korban jiwa.
03:41Kemudian terkait dengan Direkturat PPA dan PPPO, kami laporkan bahwa memang saat ini kami baru saja melonsing,
03:50sehingga tentunya perlu banyak upaya-upaya perbaikan terhadap Direkturat PPA dan PPPO.
03:58Namun demikian tadi yang disampaikan oleh Ibu Melty terkait dengan banyaknya penyelundupan
04:05di wilayah-wilayah kontinental, karena di sini semua para kapolda dan pejabat utama hadir
04:11tentunya sudah mendengar langsung, dan saya minta untuk bisa segera ditindaklanjuti,
04:17sehingga apa yang menjadi keluhan, karena sudah didengar oleh para PJU dan para kapolda,
04:21tentunya bisa dilakukan perbaikan.
04:26Terkait dengan beberapa pertanyaan, apakah tadi Pak Beni, kalau tidak salah,
04:36ada beberapa pertanyaan, apakah perlu ada perbaikan terkait dengan penambahan pengawasan eksternal?
04:43Prinsipnya PORI ini terbuka.
04:45Tadi kami sudah sampaikan bahwa kami sampai membuka ruang pengaduan,
04:49baik melalui medsos, QR Code, kalau Bapak-Ibu mungkin masuk ke hotel,
04:54di situ ada QR Code-nya perupang, sehingga masyarakat bisa melapor setiap saat
04:59terkait dengan pelanggaran yang terjadi.
05:03Dan kita ada whistleblower system, artinya orang yang memberikan laporan itu kita lindungi,
05:09itu bagian dari upaya kita untuk terus melakukan perbaikan terhadap institusi PORI.
05:14Tentunya terhadap hal-hal yang masih kurang, kami justru ingin mendapatkan masukan,
05:20dan itu adalah salah satu media yang bisa diberikan masukan untuk kemudian kita bisa lakukan evaluasi.
05:29Pengawasan eksternal kami tetap membuka ruang,
05:32karena memang kita ingin bahwa PORI ini betul-betul menjadi institusi yang tidak anti-kritik,
05:42institusi yang terus melakukan perbaikan, baik di sisi reformasi, di bidang kultural, dan sebagainya.
05:49Terus kemudian tadi ada pertanyaan terkait dengan Komite Internal dan Komite Kecepatan Reformasi
05:57yang dibentuk oleh Pak Presiden.
06:01Sebenarnya ini sudah berkali-kali kami sampaikan, baik oleh kami sendiri maupun oleh Komite Reformasi,
06:07bahwa Komisi Internal ini sifatnya adalah bagian dari respon cepat
06:13untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang ditemukan, yang dikumpulkan pada saat Komisi Reformasi
06:23mengumpulkan partisipasi publik terhadap hal-hal yang bisa langsung dieksekusi,
06:31karena itu menyangkut aspek instrumental, aspek kultural maupun perbaikan-perbaikan,
06:37maka kita langsung melakukan perbaikan, sehingga tidak perlu menunggu waktu yang terlalu lama.
06:44Kemudian yang terakhir, yang menjadi konsen rekan-rekan tentunya terkait dengan posisi institusi PORI.
06:52Tentunya kami sangat berterima kasih atas dukungan dari seluruh mitra yang menempatkan PORI tetap di bawah Presiden,
07:03karena ini adalah bagian dari mandat reformasi yang tentunya harus ditindaklanjuti.
07:14Beberapa tab MPR sudah dikeluarkan sampai dengan memisahkan PORI dari TNI untuk menjelaskan tentang
07:25apa tugas PORI sebagai penjaga keteraturan sosial, penjaga keberadaan sosial,
07:30dan TNI sebagai penjaga kedolatan negara-kesatuan Republik Indonesia.
07:35Tentunya penempatan PORI sebagai alat negara yang kita tahu semua bahwa ada hal-hal khusus
07:46bahwa pada saat situasi genting, maka posisi PORI sebagai alat negara yang bertugas di bidang keteraturan sosial,
07:57di bidang menjaga harga timas, tentu harus selalu dikontrol.
08:01Oleh karena itu, mekanisme check and balances, yaitu oleh persetujuan oleh DPR,
08:07menurut kami itu menjadi sangat penting, karena itu juga untuk mengontrol dan menjaga PORI
08:11agar tetap bisa melaksanakan tugas pokok sesuai dengan amanat dari Undang-Undang Dasar dan amanat Undang-Undang.
08:21Mohon maaf, Bapak-Bapak dan Ibu-ibu sekalian.
08:24Dan kami tentunya institusi PORI menolak, kalau sampai ada usulan PORI berada di bawah Kementerian Khusus.
08:38Karena bagi kami, posisi institusi PORI seperti saat ini adalah posisi yang sangat ideal.
08:48Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkam timas,
08:59di bidang hukum, di bidang pelindungan, pelayanan, dan pelayanan.
09:03Di satu sisi, kita betul-betul bisa berada langsung di bawah Bapak Presiden,
09:10sehingga pada saat Presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian
09:23yang kemudian tidak mau. Ini memeninggulkan potensi matahari kembar menurut saya.
09:28Jadi kalau tadi saya harus memilih, karena beberapa kali ada yang menyampaikan PORI sudah lima tahun-lima tahun,
09:35kalau saya harus memilih, dan kemarin sudah saya sampaikan,
09:40bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA bahwa
09:45mau enggak Pak Kapori jadi Menteri Kepolisian.
09:49Dalam hal ini saya tegaskan bahwa di hadapan Bapak-Bapak dan Ibu-ibu sekalian,
09:53dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian.
10:05Dan kalaupun saya yang menjadi Menteri Kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja.
10:11Oh iya iya, ini menyala ini, menyala ini Pak Kapori, benar.
10:15Oleh karena itu, saya anggap meletakkan PORI di bawah kementerian,
10:23sama saja melemahkan institusi PORI, melemahkan negara, dan melemahkan Presiden.
10:28Oleh karena itu, apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah Presiden,
10:39atau polisi tetap di bawah Presiden, namun ada Menteri Kepolisian,
10:45Kapori tetap memimpin, saya memilih Kapori saja yang dicopot.
10:48Saya kira itu sebagai bentuk sikap bekas.
10:50Dan saya minta seluruh jajaran laksanakan ini,
10:55perjuangkan sampai di titik darah penghasilan.
10:57Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan

KompasTV
12 menit yang lalu