1
Cukup Sekali Ucapkan Selamat Tinggal (Sulih Suara)
#EnglishMovie #cdrama #drama #engsub #chinesedramaengsub #movieshortfull
#EnglishMovie #cdrama #drama #engsub #chinesedramaengsub #movieshortfull
Categoría
🎥
CortometrajesTranscripción
00:00:00Pahusen, pelan-pelan.
00:00:14Karena menyukainya, aku jadi asistennya selama satu tahun.
00:00:19Sudah tahu di hatinya masih ada cinta pertamanya, tapi aku masih berharap dia bisa melihatku.
00:00:25Pahusen, aku pergi siapkan air mandi untukmu.
00:00:30Aku akan bertanggung jawab.
00:00:43Aku kira impianku akan terwujud, sampai anakku lahir.
00:00:49Aku baru tahu, gak ada gunanya paksa orang yang gak menyukainya.
00:00:56Sudah tujuh tahun, aku mimpikan ini lagi.
00:00:58Tapi, semua kesalahan dimulai dari mimpi ini.
00:01:05Ibu, ibu mimpi buruk.
00:01:08Enggak.
00:01:09Ibu, kita beneran mau pindah, tapi paman tadi masih peluk aku.
00:01:19Apa dia sudah mulai suka aku?
00:01:22Leo, orang yang disukai paman sudah mau pulang.
00:01:25Kita gak boleh tinggal di sini lagi.
00:01:27Tapi, ibu, paman tadi masih bawa pesawat ini pulang.
00:01:33Kalau dia gak suka aku, kenapa kasih aku hadiah?
00:01:38Kasih tahu dia, Husein senang karena cinta pertamanya sudah mau pulang.
00:01:43Atau kasih tahu, dia bisa mendapatkan hadiah ini berkat bibi lain.
00:01:48Ayah, sudah pulang ya?
00:01:59Apa dia yang gak paham, atau kamu yang gak paham?
00:02:02Aku sudah bilang, gak boleh panggil aku ayah.
00:02:05Maaf, paman.
00:02:12Gak apa-apa kalau kau gak suka aku.
00:02:14Tapi, Leo adalah putramu.
00:02:16Kau jadi ayah, apa mau sakitnya dia begini?
00:02:19Kau yang sudah mendekati aku duluan.
00:02:22Manfaatkan anak buat nikah sama aku.
00:02:24Apa ini cara kau buat melindungi anak?
00:02:26Aku sudah bilang pada mau berulang kali.
00:02:29Waktu itu kau dalam kondisi mabuk.
00:02:30Cukup.
00:02:31Aku gak mau dengar kau bahas ini.
00:02:33Ini semua salahku.
00:02:37Ibu, paman, jangan bertengkar lagi.
00:02:45Siapa suruh kau sentuhin?
00:02:51Jaga baik-baik putramu.
00:02:54Jangan sentuh barang orang lain.
00:03:01Jadi, dia pulang.
00:03:03Ambil pesawat ini.
00:03:05Buat kasih putra cinta pertamanya.
00:03:08Apa Leo sama sekali bukan apa-apa baginya?
00:03:14Leo, jangan menangis.
00:03:16Leo, kalau ibu bawa Leo pergi dari dia,
00:03:20Leo mau gak?
00:03:22Harus pergi, ya.
00:03:25Dia masih belum izinkan aku panggil dia ayah.
00:03:29Leo.
00:03:30Leo, dia gak izinkan kita tinggal di rumahnya.
00:03:33Ibu bawa Leo pergi.
00:03:34Mau ya?
00:03:37Ibu, kasih paman tiga kesempatan lagi boleh gak?
00:03:42Kalau dia beneran gak suka kita,
00:03:47kita selamanya tinggalkan dia.
00:03:53Baik.
00:03:53Husein, kami kasih kau tiga kesempatan lagi.
00:03:59Setelah itu, keluarga ini gak akan ada posisimu lagi.
00:04:04Yessie, kau beneran mau mengundurkan diri.
00:04:14Ayah anakku di luar negeri.
00:04:16Aku mau bawa anakku pergi.
00:04:18Kumpul sekeluarga.
00:04:20Bagus juga.
00:04:21Kau membesarkan anak sendirian juga sangat susah.
00:04:25Yessie, lihat gak?
00:04:27Pak Husein sudah punya pacar.
00:04:28Rizka memang cantik.
00:04:44Pantas Husein gak bisa melupakan dia.
00:04:47Bahkan saat mabuk pun,
00:04:49memanggil nama dia.
00:04:50Eh, siapa itu?
00:04:52Kayaknya dekat sekali sama Pak Husein.
00:04:54Jangan-jangan calon istrinya.
00:04:56Mulai hari ini,
00:04:59Rizka resmi masuk kantor kita.
00:05:01Jadi asisten pribadiku.
00:05:03Yessie,
00:05:04kalau dia jadi asisten pribadi,
00:05:05kau gimana?
00:05:07Aku sebentar lagi mengundurkan diri.
00:05:08Pas dia datang,
00:05:10gak nyangka bisa mendadak masuk.
00:05:13Orang lain gak bisa.
00:05:14Tapi dia bisa.
00:05:16Bukannya Yessie asisten pribadi Pak Husein.
00:05:19Sekarang Rizka datang.
00:05:20Berarti Yessie gak ada tempat lagi.
00:05:22Aku sudah lama di sini,
00:05:23baru pertama kali ada yang datang mendadak.
00:05:25Semua mulai dari tingkat rendah,
00:05:26naik pelan-pelan.
00:05:28Kalian gak merasa wanita itu agak familiar?
00:05:30Kayaknya pernah ketemu.
00:05:32Dia kayaknya cinta pertama Pak Husein.
00:05:34Katanya dulu,
00:05:35mereka hampir mau menikah.
00:05:37Tapi sejak dia menghilang,
00:05:39Pak Husein mabuk terus karena dia.
00:05:41Wow.
00:05:43Halo semuanya.
00:05:44Senang sekali bisa bergabung di kantor ini,
00:05:45bergabung di grup Gunawan.
00:05:47Mohon bantuan kalian semua ya.
00:05:49Kenapa?
00:05:50Yessie sudah dapatkan banyak proyek mahal,
00:05:52baru jadi asisten pribadi.
00:05:54Semua tahu kinerja Bu Yessie.
00:05:56Sekarang tiba-tiba dia rebut.
00:05:58Kasian sekali.
00:05:59Bu Yessie kasian sekali.
00:06:02Kau baru datang,
00:06:04masih gak tahu apa-apa.
00:06:05Aku akan bawa kau keliling.
00:06:07Ah, Husein.
00:06:08Kau punya banyak kerjaan.
00:06:10Aku gak boleh ganggu kau.
00:06:12Bagaimana kalau suruh Bu Yessie yang bawa?
00:06:14Aku masih banyak pekerjaan.
00:06:22Gak ada waktu.
00:06:25Sudahlah.
00:06:27Bawa dia melihat pekerjaan dan suasana kantor.
00:06:30Gak akan buang banyak waktu.
00:06:35Baik.
00:06:35Ini tempat terakhir.
00:06:42Ruang rapat.
00:06:44Lihat gak, Bu Yessie?
00:06:46Kau kerja keras kayak apapun,
00:06:49orang terpenting.
00:06:50Dalam hati Husein tetap aku.
00:06:53Eh, kenapa?
00:06:56Gak mau dengar lagi.
00:06:57Aku tetap mau bilang.
00:06:59Dia cari kau cuma buat bersenang-senang.
00:07:01Asal aku telepon.
00:07:03Dia akan langsung keluar negeri temui aku.
00:07:05Aku doakan kalian bahagia selamanya.
00:07:09Orang bermuka dua.
00:07:11Kau kira aku gak tahu?
00:07:13Kalau enggak,
00:07:14kau bagaimana bisa hamil?
00:07:15Aku kasian sekali sama anakmu.
00:07:18Dia putra kandung Husein.
00:07:20Tapi Husein malah anggap putraku
00:07:22kayak anak kandungnya.
00:07:24Kau tahu gak kenapa?
00:07:26Kau begitu hebat.
00:07:28Harusnya cari cara suruh Pak Husein
00:07:30untuk menikahimu.
00:07:31Takut begini.
00:07:33Apa yang kau takuti?
00:07:35Takut apa?
00:07:37Kau yang seharusnya takut.
00:07:47Yessie!
00:07:58Kau tidak apa-apa?
00:08:04Gak apa-apa Husein.
00:08:11Cepat minta maaf.
00:08:16Mungkin harus sadar.
00:08:18Baru bisa tahu,
00:08:19matamu sudah buta.
00:08:21Husein,
00:08:22Bu Yessie bukan sengaja.
00:08:24Jangan salahkan dia.
00:08:25Di sini ada CCTV.
00:08:27Tolong lihat dengan jelas dulu,
00:08:28baru bicara.
00:08:31Tinggal dua kesempatan lagi.
00:08:34Husein,
00:08:35aku gak apa-apa.
00:08:36Mungkin Bu Yessie merasa gak senang
00:08:38karena aku rebut posisinya.
00:08:41Cuma ditampar saja.
00:08:43Kalian jangan bertengkar karena aku.
00:08:44Sekarang saja dia sudah berani memukulmu.
00:08:49Bagaimana seterusnya?
00:08:51Jadi,
00:08:51aku harus kasih dia pelajaran.
00:08:55Kalian acting pelan-pelan saja.
00:08:57Aku pergi dulu.
00:08:58Tunggu, Yessie!
00:09:02Kalau kau berani pergi,
00:09:04kuturunkan kau jadi asisten biasa.
00:09:07Terserah.
00:09:08Yessie kenapa hari ini?
00:09:16Gak kayak biasanya.
00:09:18Husein,
00:09:19kau jangan mempersulit Bu Yessie.
00:09:22Malam ini,
00:09:23temani aku di rumah ya.
00:09:33Kuikuti kemauanmu.
00:09:34Husein,
00:09:39kau baik sekali.
00:09:43Sudah menikah,
00:09:44masih tinggal di rumah wanita lain.
00:09:52Leo?
00:09:53Ibu,
00:09:55besok ada rapat orang tua.
00:09:57Boleh suruh ayah datang gak?
00:10:00Nikah tujuh tahun.
00:10:02Dia gak pernah datang ikut rapat orang tua.
00:10:03Mana mungkin kali ini bisa datang?
00:10:07Leo?
00:10:08Ibu?
00:10:08Ibu,
00:10:09semuanya bilang,
00:10:11kalau aku gak ada ayah.
00:10:14Suruh ayah datang,
00:10:16ikut rapat sekali saja.
00:10:20Baik,
00:10:21ibu kasih tau dia.
00:10:24Leo,
00:10:25besok ada rapat orang tua.
00:10:27Kok ada waktu gak?
00:10:27Ibu,
00:10:28ibu,
00:10:29ibu,
00:10:34ayah gak mau datang ya?
00:10:41Gak apa,
00:10:43ayah sibuk.
00:10:44Aku memahaminya.
00:10:49Leo?
00:10:50Baiklah,
00:10:54aku akan datang.
00:10:55Leo,
00:10:56ayah bilang akan datang.
00:10:58Baguslah,
00:10:59akhirnya,
00:11:00ayah mau datang ikut rapat juga.
00:11:03Ibu,
00:11:04bu guru bilang,
00:11:05aku sangat pandai.
00:11:06Suruh aku jadi ketua kelas semester ini.
00:11:09Kalau ayah tahu,
00:11:10pasti akan makin suka aku, kan?
00:11:14Semoga,
00:11:15dia gak ingkar janji.
00:11:16Ibu,
00:11:22ayah beneran datang.
00:11:36Ibu,
00:11:37ayah beneran datang.
00:11:38Dia beneran datang.
00:11:42Iya,
00:11:43ayah pergi temui ayah.
00:11:46Halo,
00:11:47ayah.
00:11:50Kau panggil apa?
00:11:53Paman,
00:11:54duduk salah tempat.
00:11:56Tempat dudukku di depan.
00:11:59Ini pertama kali ayah tepati janji.
00:12:02Baguslah.
00:12:03Ini adalah tempatku.
00:12:09Minggir,
00:12:10ini ayahku.
00:12:13Jadi,
00:12:14dia bilang ada waktu saat itu.
00:12:17Buat datang ikut rapat anak Rizka.
00:12:19Yoga bukan sengaja.
00:12:20Aku mewakil dia minta maaf.
00:12:22Bu Yesli,
00:12:23kau datang ikut rapat anakmu juga.
00:12:26Kenapa gak lihat ayahnya?
00:12:30Ayahku di luar negeri.
00:12:32Dia sibuk.
00:12:33Aku gak mau ganggu dia.
00:12:36Paman,
00:12:37kami pergi dulu ya.
00:12:42Leo biasa gak bisa diusir.
00:12:45Hari ini malah jaga jarak sendiri.
00:12:52Ibu,
00:12:53pertama kali,
00:12:55dia bawa bibi itu
00:12:56ke kantor
00:12:57buat rebut posisi ibu.
00:12:59Kedua kali,
00:13:00dia malah ikut rapat
00:13:02untuk anak lain.
00:13:04Ayah tinggal satu kesempatan lagi.
00:13:06Apa yang sudah aku lakukan
00:13:09sudah buat Leo sedih begini.
00:13:13Tapi,
00:13:13aku malah gak bisa apa-apa.
00:13:18Maaf,
00:13:18sudah merepotkan bapak dan ibu
00:13:20buat luangkan waktu ikut rapat ini.
00:13:22Tapi,
00:13:22kalian pasti sangat penasaran
00:13:23sama kondisi anak kalian di sekolah.
00:13:26Kita mulai sekarang.
00:13:27Bu,
00:13:28aku mau tanya.
00:13:29Iya, bu.
00:13:29Gimana?
00:13:30Bagaimana?
00:13:30Leo di sekolah
00:13:33mendengarkan ibu guru
00:13:34dengan baik enggak?
00:13:38Mohon tenang.
00:13:40Melalui prestasi semester ini,
00:13:42kami pilih Leo
00:13:43jadi ketua kelas.
00:13:48Leo,
00:13:49kamu mau bicara di depan?
00:13:51Bu guru,
00:13:58aku gak pandai bicara.
00:14:01Gak usah saja.
00:14:02Baiklah,
00:14:03kalau kamu malu.
00:14:04Kita lanjutkan saja.
00:14:18Leo,
00:14:19ada ibu.
00:14:20Ibu akan temani Leo terus.
00:14:22Jangan sedih.
00:14:24Kenapa kalian baru keluar?
00:14:28Ayo kita pulang bareng.
00:14:35Oh iya,
00:14:36anak Rizka baru pindah ke sekolah ini.
00:14:38Dia gak ikut seleksi pengurus kelas.
00:14:40Begini saja.
00:14:41Suruh Leo kasih tahu
00:14:42wali kelasnya,
00:14:43dia gak mau jadi ketua kelas.
00:14:45Kasih yoga saja.
00:14:48Pernyata benar.
00:14:49Semua hadiah sudah ada harganya.
00:14:52Kayak permen ini.
00:14:54Ada pengorbanannya juga.
00:14:57Baik,
00:14:57paman.
00:15:10Hussein,
00:15:11yoga gak enak badan.
00:15:13Bisa datang temui kami gak?
00:15:18Ayah!
00:15:18Hati-hati di jalan, ya.
00:15:35Kali ini,
00:15:48Hussein gak suruh Leo ganti panggilan.
00:15:51Tapi,
00:15:53ini terakhir kali Leo panggil dia ayah.
00:15:55Hussein,
00:16:17ruang tamu gak akan ada lampu terang,
00:16:19yang tunggu kau pulang lagi.
00:16:20Ibu,
00:16:23kita sudah mau naik pesawat.
00:16:27Baik.
00:16:31Semoga kau bahagia.
00:16:34Ayah.
00:16:35Tidak.
00:16:46Terima kasih.
00:16:47E...,
00:16:49Yesi, please.
00:17:06Why?
00:17:07Before you go, there was a project with Pak Lucas.
00:17:10Now we have two more steps.
00:17:11Do you want to go?
00:17:13He doesn't want to work together again.
00:17:15If Pak Hussein knows this problem, I will probably be broken.
00:17:18Yesi, please.
00:17:19I will help you.
00:17:20Sisa kerjaanku.
00:17:22Memang gak seharusnya suruh orang lain yang urus.
00:17:25Baik, aku ke sana sekarang.
00:17:27Terima kasih, Yesi.
00:17:28Terima kasih banyak.
00:17:33Leo, ibu masih mau selesaikan satu hal.
00:17:36Besok saja kita perginya ya.
00:17:38Baik.
00:17:40Ayo.
00:17:46Selesai bahas sama Pak Lucas.
00:17:48Aku bisa langsung pergi nanti.
00:17:55Itu adalah tempatku.
00:17:57Tolong minggir, Bu Rizka.
00:18:01Ini tempat paling dekat dengan Hussein.
00:18:04Aku asisten pribadinya.
00:18:05Tentu saja ini tempat yang paling cocok sama aku.
00:18:08Maaf ya.
00:18:09Kalau kau suka, boleh ujukan sama dia.
00:18:11Tapi sekarang, ini adalah tempatku.
00:18:13Maaf ya, Bu Yesi.
00:18:18Hussein sudah izinkan aku untuk duduk di sini.
00:18:21Dia juga bilang, kau cuma asisten biasa.
00:18:24Gak pantas duduk di sini.
00:18:25Barangmu.
00:18:27Di sana.
00:18:28Kau sangat iri ya?
00:18:38Lihat tampangmu sekarang.
00:18:40Masih pura-pura gak peduli.
00:18:42Lihat Hussein datang ikut rapat putraku.
00:18:45Kau pasti sangat sedih kan?
00:18:46Jangan pura-pura lagi.
00:18:59Kalau aku nangis, Hussein akan lakukan apapun demi aku.
00:19:03Posisi ketua kelas putramu pun harus diserahkan buat puteraku.
00:19:08Bagaimana?
00:19:08Sedih gak waktu?
00:19:10Hussein mencari kau.
00:19:11Kalau Hussein tahu sifat asrimu ini,
00:19:16menurutmu dia akan muaklah sama kau.
00:19:18Kau?
00:19:21Aku bicara begini cuma mau buat kau sadar sama posisimu.
00:19:24Cepat bawa putramu pergi.
00:19:26Jangan muncul di hadapan Hussein lagi.
00:19:28Kalau enggak, aku akan buat kau makin menderita.
00:19:30Paham gak?
00:19:33Aku tahu kotong sampah.
00:19:35Kasih kau saja kalau kau suka sampai ini.
00:19:38Kau?
00:19:39Jangan kira aku gak tahu niatmu.
00:19:42Apa yang bisa kau tandingi sama aku?
00:19:45Aku gak peduli.
00:19:47Tapi aku mau ingatkan kau.
00:19:48Nasib selalu berputar.
00:19:50Hati-hati saja.
00:19:50Suatu hari nanti kena usir.
00:20:00Sedang apa kalian?
00:20:04Rizka.
00:20:06Hussein, kau datang ngapain?
00:20:09Yesi.
00:20:10Sampai kapan kau mau bersulit, Rizka?
00:20:14Hussein, kau salah paham.
00:20:16Kami tadi lagi main kok.
00:20:20Aku sudah lihat semuanya.
00:20:21Kau itu selalu baik hati begini.
00:20:23Bantu dia cari alasan.
00:20:23Aku beneran gak mau kalian bertengkar karena aku.
00:20:27Ini salahku.
00:20:28Aku harusnya gak kerja di sini.
00:20:31Kau jangan salahkan diri sendiri terus.
00:20:33Yesi, kau mau bilang apa lagi?
00:20:41Hussein, kau beneran bodoh dan buta.
00:20:46Yesi, beraninya kau marahi aku.
00:20:49Aku terlalu baik sama kau ya.
00:20:50Makanya kau jadi lupa statusmu.
00:20:52Aku tadi pagi telepon dan kau berani menolak panggilanku.
00:20:55Sebenarnya kau tahu tidak, apa tugas seorang asisten itu?
00:20:58Kalau gak ada Rizka, aku pasti akan rugi triliunan.
00:21:02Mulai hari ini, kau akan diturunkan jadi karyawan biasa.
00:21:11Jadi, dia gak lihat pesanku karena ada kerjaan.
00:21:18Hussein, Bu Yesi begitu hebat.
00:21:20Mana bisa diturunkan jabatan karena hal kecil begini?
00:21:23Aku pergi dari sini saja.
00:21:25Seberapa hebat kinerjanya.
00:21:27Gak akan bisa selamatkan sifat buruknya.
00:21:30Tapi, kalau beneran turunkan jabatannya,
00:21:33aku akan merasa aku ini orang jahat.
00:21:36Jangan berpikir begitu.
00:21:37Kalau bukan kau, aku juga gak akan tahu dia begitu jahat.
00:21:42Tapi...
00:21:42Rizka, kau selalu pikirkan orang lain.
00:21:46Bisa gak pikirkan diri sendiri?
00:21:48Kenapa diam saja?
00:21:50Cepat minta maaf.
00:21:51Apakah selalu setiap hari?
00:21:54Akting begini?
00:21:57Yesi, aku tahu kau gak suka aku.
00:22:00Kalau kau merasa kesal marahi aku saja,
00:22:03aku gak akan salahkan kau.
00:22:08Ada aku, tenang.
00:22:10Kau gak perlu tunduk sama siapapun.
00:22:12Tapi dia buyah sih.
00:22:14Dia mau pukul atau marah pun,
00:22:15aku gak akan bilang apa-apa.
00:22:17Ah, Husein.
00:22:19Kau anggap saja hari ini gak terjadi apapun ya.
00:22:22Kau biarkan Bu Yesi tetap di sini saja.
00:22:25Gak pecat dia saja.
00:22:26Itu sudah berbelas kasih sama dia.
00:22:30Jangan eking lagi.
00:22:32Aku mengundurkan diri buat kasih kalian tempat.
00:22:35Ah, Bu Yesi.
00:22:36Kau sudah lama kerja di sini.
00:22:38Mana bisa pergi begitu saja.
00:22:40Kalau kau masih gak puas,
00:22:41pukul aku saja.
00:22:43Dia gak akan berani.
00:22:43Berani pukul aku?
00:22:49Hei Yesi, kau sudah gila ya.
00:22:51Berani tampar Rizka di depanku.
00:22:54Aku mewakil puteraku kasih dua tamparan ini.
00:22:57Kau mengaktifkan bagaimanapun gak ada hubungannya sama aku.
00:22:59Tapi kau buat puteraku sedih di rapat orang tua
00:23:01dan rebut posisi kelasnya.
00:23:03Kau pantas ditampar.
00:23:06Yesi, kau...
00:23:09Tamparan ini buat diriku sendiri.
00:23:12Kau tahu dia sudah menikah,
00:23:14tapi masih mau menggoda dia.
00:23:15Aku paling benci tukang selingkuh
00:23:17yang merusak keluarga orang.
00:23:19Kenapa kau bilang aku begini?
00:23:21Memangnya bukan.
00:23:22Orang lain gak tahu dia sudah menikah.
00:23:24Tapi kau tahu.
00:23:25Masih suruh dia datang tengah malam ke rumahmu.
00:23:28Rizka, kau memuahkan sekali.
00:23:31Bukan begitu.
00:23:33Aku dan Hussein gak ada apa-apa.
00:23:35Bu Yesi, aku tahu kau benci aku.
00:23:38Aku pergi saja.
00:23:39Aku gak akan...
00:23:39Jangan sengaja cari masalah.
00:23:40Aku sudah bilang.
00:23:41Aku kasih kau sampah ini.
00:23:44Sampah apa?
00:23:45Hussein, kayaknya Bu Yesi ada salah paham.
00:23:49Dia tadi menghampiri aku dengan kesal.
00:23:52Dia bilang aku tukang selingkuh.
00:23:53Bilang aku tong sampah juga.
00:23:54Dia bilang kau...
00:23:56Dia bilang kasih sampah kayak kau buat aku.
00:24:00Yesi, aku terlalu baik sama kau.
00:24:03Aku juga merasa tujuh tahun ini.
00:24:06Terlalu baik sama kau.
00:24:07Aku juga merasa tujuh tahun ini terlalu baik sama kau.
00:24:20Terpikir pengorbananku selama tujuh tahun ini urus berbagi bisnis demimu.
00:24:23Rasanya aku bodoh sekali.
00:24:24Kenapa aku gak teman-teman puterku saja?
00:24:27Hussein, aku gak akan begitu lagi.
00:24:30Bu Yesi, kau pukul aku saja.
00:24:32Jangan lukai Hussein.
00:24:33Dengar Yesi, jangan kira kau dapatkan proyek besar buat perusahaan.
00:24:38Bisa berbuat seenaknya.
00:24:39Gak patuhi peraturan.
00:24:42Hussein, Bu Yesi begini karena aku.
00:24:45Jangan salahkan dia.
00:24:47Orang kayak dia ini.
00:24:48Kalau gak dikasih pelajar, gak akan pernah paham apa itu artinya patuh.
00:24:54Kalian berdua memang memuahkan.
00:24:57Dua tamparan ini gak sia-sia.
00:25:06Yesi, Yesi.
00:25:09Kau sok sekali.
00:25:10Gak nyangka malah buat masalah sama aku kan?
00:25:13Rasain.
00:25:14Kasih tahu tim proyek.
00:25:19Semua data proyek kasih pada Yesi.
00:25:20Biar dia yang mengerjakannya.
00:25:22Siapapun gak boleh ikut campur.
00:25:24Kalau malam ini gak selesai,
00:25:25suruh dia pergi dari kantor ini.
00:25:28Bausen, data proyek ini sangat besar.
00:25:30Bu Yesi gak bisa selesaikan dalam semalam.
00:25:34Kalau begitu suruh dia lembur.
00:25:36Karena dia terlalu santai.
00:25:37Sudah jam segini,
00:25:46Yesi pasti masih lembur.
00:25:49Pak, ini kopi yang Anda minta.
00:25:52Apa Yesi,
00:25:54sekarang dia masih lembur?
00:25:56Dia patuh gak?
00:25:57Bu Yesi gak kembali lagi, Pak.
00:25:59Sejak pergi tadi siang.
00:26:02Apa katamu?
00:26:04Dia gak kembali.
00:26:05Pak, apa perlu aku pergi cari Bu Yesi?
00:26:09Gak perlu.
00:26:15Baiklah.
00:26:16Yesi ternyata,
00:26:18kau itu pandai sekali.
00:26:22Sudah siap belum, Leo?
00:26:24Kita sudah mau pergi.
00:26:25Iya, sudah.
00:26:27Ibu, kita ke depannya
00:26:29akan jadi lebih baik.
00:26:31Iya, kita akan jadi lebih baik.
00:26:46Ayah.
00:26:47Suruh Yesi antarkan kopi.
00:27:04Bu Yesi hari ini juga gak datang kerja.
00:27:09Yesi sudah semakin lancang sekarang.
00:27:11Aku harus kasih dia pelajaran.
00:27:14Masuk.
00:27:15Husein, ini kopi kesukaanmu.
00:27:27Kenapa kau yang antar?
00:27:31Husein, kau kenapa?
00:27:33Aku sekarang asisten pribadimu.
00:27:36Taruh di sana dan pergilah.
00:27:38Husein, aku tahu ada satu restoran bagus.
00:27:44Malam nanti kita bawa Yoga pergi coba ya.
00:27:48Aku masih ada pekerjaan.
00:27:51Tapi Yoga ingin sekali pergi makan sama kita.
00:27:57Husein.
00:27:58Husein.
00:27:59Kau gak enak badan ya?
00:28:02Mau ke rumah sakit gak?
00:28:11Semoga kau bahagia.
00:28:17Husein, ada apa?
00:28:19Ada masalah kerjaan.
00:28:21Yesi, apa maksudmu?
00:28:23Kau sudah gila ya?
00:28:25Siapa yang izinkan kau bicara begini?
00:28:34Maaf, nomor yang ada tujuh.
00:28:39Maaf, nomor yang ada tujuh.
00:28:42Dia jelas-jelas menyukaiku.
00:28:44Yesi cuma hilang satu hari, dia sudah panik.
00:28:46Maaf, nomor yang ada tujuh.
00:28:47Husein, jangan begini.
00:28:54Aku takut.
00:28:56Kembalilah bekerja.
00:29:07Yesi.
00:29:09Kalau kau gak mati, aku gak akan tenang.
00:29:12Maaf, nomor yang ada tujuh.
00:29:17Tidak bisa dihubungi.
00:29:19Sial.
00:29:22Jadi Yesi.
00:29:24Kau cemburu ya?
00:29:26Lagi kesal sama aku.
00:29:27Yesi.
00:29:52Aku sudah pulang.
00:29:53Sudah puas apa belum?
00:29:54Jangan pura-pura lagi.
00:30:00Dengar, Yesi.
00:30:01Kalau kau gak turun sekarang, aku gak akan tunggu lagi.
00:30:08Yesi.
00:30:10Yesi.
00:30:12Kesabaranku ada batasnya.
00:30:20Dia benar-benar gak pulang.
00:30:22Aku kayaknya gak pernah menemani Leo.
00:30:46Eh, eh, eh, eh, eh, eh, eh, eh.
00:30:51Transcription by CastingWords
00:31:21Transcription by CastingWords
00:31:51Aku kira kau sangat keras kepala
00:31:52Yesi, jangan pura-pura lagi kalau gak bisa tahan
00:31:58Kau senang melakukan ini
00:31:59Hussein, ini aku
00:32:02Malam-malam begini untuk apa mencariku?
00:32:10Hussein, aku tadi mimpi buruk
00:32:12Jadi aku agak takut
00:32:14Bisa datang temani aku gak?
00:32:16Kau cari yoga saja kalau takut
00:32:17Suruh dia menemanimu
00:32:19Tapi yoga masih kecil
00:32:21Aku...
00:32:23Hussein, aku mau kau datang temani aku
00:32:26Boleh gak?
00:32:29Aku gak ada waktu
00:32:29Cari orang lain saja
00:32:30Tapi aku cuma kenal kau
00:32:33Aku...
00:32:35Sudahlah
00:32:37Yesi
00:32:38Kau yang mau tinggalkan aku
00:32:41Baiklah
00:32:42Aku kesana sekarang
00:32:44Aku tunggu kau
00:32:47Yesi
00:32:52Kau mau tanding aku pakai apa?
00:32:55Apa?
00:32:55Leo, capek gak?
00:33:06Ibu, aku gak capek
00:33:08Ibu capek
00:33:09Ibu juga gak capek
00:33:10Kita makan dulu baru istirahat ya
00:33:12Baik
00:33:13Iya sih, apa maksudmu?
00:33:23Kau sudah gila ya?
00:33:24Siapa yang izinkan kau bicara begini?
00:33:26Yesi
00:33:27Aku kasih kau 10 menit
00:33:29Kalau kau sampai gak menelpon balik
00:33:30Kita bercerai sekarang juga
00:33:32Yesi
00:33:34Kau kira bisa kabur
00:33:36Kalau gak angkat telepon
00:33:37Hussein sebentar lagi datang temani aku
00:33:39Iri gak?
00:33:43Kalau aku jadi kau
00:33:44Aku akan menghilang selamanya
00:33:46Bukan pancing dia
00:33:48Buat berubah pikiran
00:33:49Ada aku cinta pertamanya
00:33:52Kau jangan mimpi lagi
00:33:54Terima kasih sekali kau sudah tampar aku
00:33:57Hussein khawatir sekali
00:33:59Leo, lihat mau makan apa
00:34:10Leo, lihat mau makan apa
00:34:10Cuma gak temani dia ikut rapat orang tua saja
00:34:24Sampai seperti ini
00:34:25Ayah
00:34:29Ayah
00:34:30Hati-hati di jalan ya
00:34:38Apa?
00:34:52Karena
00:34:52Aduh, makan pelan-pelan
00:34:56Waktu itu
00:34:56Aku pergi buru-buru
00:34:58Yoga gak enak badan
00:34:59Itu karena dia lapar
00:35:00Ribut mau makan ayam goreng
00:35:02Hussein
00:35:03Husein
00:35:03Maafkan aku ya
00:35:05Tadinya kau mau pulang bareng sama Bu Yesi
00:35:08Tapi demi aku
00:35:09Begini saja
00:35:11Aku besok minta maaf sama dia
00:35:12Gak perlu
00:35:13Yang penting kau senang
00:35:15Terima kasih
00:35:16Kau penyelamatku
00:35:18Kalau bawa Leo pergi makan ayam goreng
00:35:21Dia pasti akan sangat senang
00:35:23Masuk
00:35:30Postur tubuh Yesi lebih bagus dari dia
00:35:42Tapi dia selalu pakai baju tertutup
00:35:45Hussein
00:35:49Klien sudah sampai
00:35:51Para investor juga sudah datang
00:35:53Kali ini aku temani kau saja
00:35:54Ayo
00:35:57Iya
00:35:58Kawat
00:36:02Dokumen buat klien
00:36:04Kemarin dimainkan yoga
00:36:05Apa akan
00:36:06Gak akan
00:36:09Gak akan
00:36:10Aku sudah bereskan
00:36:11Kau kenapa?
00:36:18Mungkin
00:36:18Karena semalam
00:36:20Gak tidur nyenyak
00:36:21Kau hari ini tidur lebih awal saja
00:36:22Iya
00:36:23Apa Hussein?
00:36:27Lama gak ketemu
00:36:27Pak Surdi
00:36:28Silahkan duduk
00:36:29Silahkan
00:36:30Kerjasama kali ini
00:36:34Aku sangat menantikannya
00:36:35Aku juga tahu
00:36:36Pak Hussein
00:36:37Sangat berbakat
00:36:38Bukannya Bu Yesi
00:36:42Yang selalu ikut kau
00:36:44Apa
00:36:45Masih ada yang lebih hebat dari Bu Yesi?
00:36:48Dia lagi urus hal lainnya
00:36:50Pantas saja
00:36:53Selama ini
00:36:55Bu Yesi yang paling hebat
00:36:56Kalau dia gak jadi asistenmu
00:36:58Aku mau rekrut dia
00:37:00Pak Surdi
00:37:02Kalau gak ada masalah lain
00:37:04Tanda tangan saja
00:37:06Ah
00:37:06Baik
00:37:07Potion
00:37:14Apa maksudmu?
00:37:22Yoga beneran gambar
00:37:24Aku harusnya periksa dulu
00:37:26Aduh
00:37:27Anak ini
00:37:27Siapa yang siapkan kontrak ini?
00:37:31Kemampuan kerja paling dasar pun gak ada
00:37:33Kenapa jadi begini?
00:37:34Dia marah-marah
00:37:35Gawatnya
00:37:35Mungkin lo kerjasama dengan dia
00:37:37Suruh Bu Yesi datang
00:37:38Mbak Bu Yesi
00:37:40Pak Hussein
00:37:40Kalau sikap kalian begini
00:37:43Menurutku gak perlu kerjasama lagi
00:37:45Aku begitu percaya sama mereka
00:37:47Dia malah membuat masalah begini
00:37:50Maaf
00:37:50Aku benaran
00:37:52Kau ini siapa?
00:37:53Aku lagi bicara sama Pak Hussein
00:37:54Pak Surdi
00:37:55Maaf
00:37:57Aku yang sudah lalai
00:37:58Aku akan siapkan kontrak baru sekarang juga
00:38:00Sebagai permintaan maaf
00:38:01Kami turunkan harganya sampai 3%
00:38:04Paussein
00:38:12Cantik itu
00:38:13Cuma nilai tambahan
00:38:15Paling penting itu kemampuan kerja
00:38:17Kalau mau cari asisten
00:38:18Yang bagus
00:38:19Ya
00:38:20Kalau mau cari asisten
00:38:23Yang bagus
00:38:24Ya
00:38:25Gak tahu apa yang Paussein pikirkan
00:38:27Gak mau Bu Yesi
00:38:28Malah kasih wanita ini
00:38:30Ikut sama dia
00:38:31Iya
00:38:32Iya benar
00:38:32Iya
00:38:33Paussein
00:38:35Gak nyangka ya
00:38:36Kau hina orang pakai cara begini
00:38:37Kita gak perlu kerjasama lagi
00:38:39Pak Surdi
00:38:40Pak Surdi
00:38:40Ini cuma salah paham saja Pak
00:38:43Salah paham?
00:38:44Dari hal ini sudah bisa dilihat
00:38:46Paussein sama sekali gak hargai grup Surdi
00:38:48Bahkan tolak pun
00:38:50Harus hina aku
00:38:51Malah aku berhasil lihat
00:38:53Di atas namaku ada kura-kura hijau
00:38:54Kalian hebat sekali
00:38:56Kita gak mungkin kerjasama lagi
00:38:58Bagaimana ini?
00:39:03Pas Surdi ini kliat penting kita
00:39:04Kalau gak ada dia
00:39:06Kita setahun akan rugi triliunan
00:39:08Husein
00:39:10Maaf
00:39:11Aku beneran gak tahu
00:39:12Akan terjadi hal begini
00:39:14Aku harus bagaimana?
00:39:19Yesi gak pernah lihat
00:39:20Aku pakai pandangan begini
00:39:21Dia sangat bangga
00:39:23Dia selalu kerja dengan sempurna
00:39:24Bahkan
00:39:25Yang sangat sulit pun
00:39:26Bisa dia atasi
00:39:27Gak kayak Rizka
00:39:28Cuma bisa menangis
00:39:29Dan menyerahkan semua masalahnya padaku
00:39:32Kalau hari ini Yesi
00:39:36Enggak
00:39:37Enggak mungkin
00:39:38Dia itu sangat teliti
00:39:39Dan Leo juga sangat patuh
00:39:41Ada dimana Bu Yesi?
00:39:44Kemana dia sebenarnya?
00:39:45Husein
00:39:48Kau keluar dulu
00:39:49Jangan ikut campur urusan ini
00:39:51Husein
00:39:53Keluar
00:39:53Kayaknya nadanya agak aku
00:40:17Kayaknya nadanya agak aku
00:40:22Husein
00:40:50Ini semua yang harus kau tanda tangani
00:40:53Taruh saja dan keluarnya
00:40:56Husein
00:40:58Jangan marah lagi
00:40:59Masalah hari ini salahku
00:41:01Aku pasti akan jaga yoga dengan baik
00:41:03Aku janji gak akan biarkan
00:41:04Di kantor panggil aku Pak Husein
00:41:06Meski aku yang bawa kau ke sini
00:41:08Kau harus jaga jarak juga
00:41:10Jaga jarak?
00:41:12Semua orang tahu
00:41:13Aku cinta pertamanya
00:41:15Dia cuma suka aku
00:41:16Bahkan Yesi pun cuma pacaran diam-diam
00:41:18Dia malah suruh aku jaga jarak
00:41:20Husein
00:41:23Bukannya kau bilang kau suka aku
00:41:25Kau kenapa?
00:41:32Bu Rizka baru jadi asisten
00:41:34Masih belum terbiasa
00:41:35Kasih dia pekerjaan di bagian lain dulu
00:41:37Selesai masa percobaan
00:41:39Baru kembali ke sini
00:41:40Husein
00:41:41Aku tahu sudah salah
00:41:43Aku janji gak akan buat kesalahan lagi
00:41:44Boleh gak jangan begini sama aku?
00:41:46Urusan kerja dan pribadi
00:41:49Itu berbeda
00:41:50Bu Yesi di kantor gak pernah menangis di depanku
00:41:55Baiklah
00:41:59Yesi
00:42:10Kau sudah pergi masih cari masalah
00:42:16Ini pak
00:42:23Terima kasih
00:42:23Ya
00:42:24Tolong ya
00:42:25Ini uangnya
00:42:26Ya terima kasih
00:42:27Sebentar ya
00:42:29Asal leo makan
00:42:31Aku bisa ingat dia suka rasa apa
00:42:33Leo
00:42:47Ayah bawakan ayam goreng untukmu
00:42:49Ayolah coba
00:42:50Ini gambar keluarga Leo
00:43:04Satupun gak ada aku
00:43:07Paman
00:43:23Mau jadi model aku gak?
00:43:26Aku lagi sibuk
00:43:27Gak ada waktu
00:43:27Iya sih
00:43:43Kemana sebenarnya kau bawa Leo?
00:43:49Aku kira pergi dari dia akan sangat sedih
00:43:51Dan tertekan
00:43:52Tapi aku baru tahu
00:43:54Ternyata
00:43:55Gak tunggu orang yang gak cinta sama kau itu
00:43:57Begitulah luasa
00:43:58Aku gak perlu pagi-pagi buatkan Hussein sarapan
00:44:02Gak perlu dicuekin dia
00:44:05Ternyata pisah dari dia sangat nyaman
00:44:09Ibu
00:44:15Coba saja kita lebih awal tinggalkan paman
00:44:18Dulu bagi Hussein
00:44:20Main di taman hiburan itu gak ada gunanya
00:44:22Gak membolehkan Leo main
00:44:24Sekarang
00:44:24Aku cuma mau putraku bahagia
00:44:27Enak gak?
00:44:39Paussein
00:44:42Gawat
00:44:43Kenapa panik seperti itu?
00:44:46Kerjaan yang dulu Bu Yesi urus
00:44:48Kliennya ingkar janji
00:44:49Sekarang proyeknya tertunda
00:44:50Hal begini cari Bu Yesi saja
00:44:53Untuk apa mencariku?
00:44:55Ini
00:44:55Telepon Bu Yesi sekarang
00:44:57Suruh dia atasi
00:44:58Aku mau lihat kau kali ini
00:45:00Masih ada alasan gak buat sembunyi?
00:45:05Sudahlah
00:45:05Suruh dia ke ruangan
00:45:07Bilang saja
00:45:08Aku suruh dia urus masalah ini
00:45:11Iya pak
00:45:11Bu Yesi sudah undurkan diri
00:45:14Kami sekarang juga gak bisa hubungi dia
00:45:15Mengundurkan diri?
00:45:19Siapa yang setuju?
00:45:20Kenapa aku gak tau?
00:45:21Bu Yesi bilang suaminya kerja di Auerka
00:45:23Mau bawa anaknya pergi kumpul sama keluarga
00:45:25Jadi ajukan surat undur diri
00:45:27Kenapa hal seperti ini gak kasih tau aku?
00:45:31Kenapa hal seperti ini gak kasih tau aku?
00:45:34Ini
00:45:34Pak
00:45:36Bapak sudah turunkan Bu Yesi
00:45:37Jadi karyawan biasa
00:45:38Semua prosesnya sesuai aturan perusahaan
00:45:41Jadi
00:45:41Prosedur keunduran dirinya gak perlu setuju anda
00:45:44Pak Usen
00:45:48Masalah ini mau bagaimana?
00:45:50Leo dimana?
00:45:59Ketemu dia gak?
00:46:00Enggak
00:46:00Dia masih gak bisa tinggalkan aku
00:46:04Sampai datang jemput yoga
00:46:06Mungkin dia tau
00:46:08Dia anak bibi jahat
00:46:09Gak berani datang ke sekolah lagi
00:46:11Apa kau bilang?
00:46:15Apa kau bilang?
00:46:16Leo anak bibi jahat
00:46:18Kau harusnya ayahku
00:46:19Siapa suruh bicara begitu?
00:46:20Selesai rapat orang tua waktu itu
00:46:22Semua teman di sekolah bilang begitu
00:46:24Rumahnya
00:46:25Ayahnya
00:46:26Harusnya punya aku dan ibu
00:46:28Lepatkan aku
00:46:31Usen
00:46:34Yoga cuma anak kecil
00:46:36Ada masalah apapun lawan aku
00:46:38Kau
00:46:38Aku memang harus ajar kau
00:46:40Anak kecil begini bisa bicara begitu
00:46:43Kau yang mengajari
00:46:44Waktu itu Leo panggil kau ayah
00:46:48Di depan banyak orang tua
00:46:49Banyak yang bisa menebak
00:46:51Halo ayah
00:46:55Kau panggil apa?
00:46:59Paman
00:47:00Jadi
00:47:01Leo ditertawakan terus
00:47:03Aku ayah kandungnya
00:47:05Tapi malah ikut rapat anak orang lain
00:47:07Kau salahkan aku kayak apapun boleh
00:47:11Tapi yoga masih kecil
00:47:14Dia gak bersalah
00:47:15Bisa gak kasih dia cinta seorang ayah
00:47:17Husen
00:47:20Husen
00:47:21Ibu
00:47:24Ayah Husen kau berubah
00:47:27Dia gak payah dulu lagi
00:47:28Apa gunanya aku besarkan kau?
00:47:32Kau gak bisa buat dia senang
00:47:33Nasib kita berdua
00:47:35Semuanya mengandalkan dia
00:47:36Tapi apa yang kau lakukan, hah?
00:47:39Kasih tau aku
00:47:39Tapi dia dulu gak pernah begini sama aku
00:47:42Ibu marah
00:47:43Tapi dia masih melindungiku
00:47:44Masih berani dilang
00:47:46Kalau waktu itu kau gak asal gambar di surat kontrak pentingnya
00:47:49Dia gak akan begini sama kita
00:47:50Anak gak berguna
00:47:55Memalukan saja
00:47:56Cepat pergi
00:47:57Anak-anak sudah pulang
00:48:03Dan kau
00:48:04Ah
00:48:05Bu Lydia
00:48:06Aku mau tanya
00:48:08Leo beberapa hari ini gak masuk sekolah
00:48:11Aku baru ingat
00:48:13Kau ayahnya Leo
00:48:14Terus datang ikut rapat
00:48:16Untuk anak orang lain itu kan
00:48:18Leo
00:48:21Leo
00:48:22Anak paling pintar di kelasnya
00:48:24Tapi karena kau
00:48:26Semua orang membicarakannya di belakang
00:48:28Buat dia gak berani datang ke sekolah lagi
00:48:30Yoga itu bukan anakku
00:48:33Gak ada gunanya kasih tau aku
00:48:35Ibunya sudah urus prosedur berhenti sekolahnya
00:48:38Kapan buli dia?
00:48:40Hari kedua habis rapat orang tua
00:48:42Jadi
00:48:43Rapat hari itu
00:48:44Buat dia memutuskan untuk pergi
00:48:47Kenapa dia begitu tegas sekali?
00:48:52Selain piagam yang gak dia bawa pergi
00:48:55Aku gak ada info lain lagi
00:48:56Pergilah
00:48:57Ayah
00:49:09Sudah pulang ya?
00:49:12Aku sudah bilang
00:49:13Jangan panggil aku ayah
00:49:14Maaf ya
00:49:16Paman
00:49:17Gak apa-apa kau gak suka aku
00:49:19Tapi Leo adalah putramu
00:49:21Kau jadi ayah apa?
00:49:22Harus takitin dia begini
00:49:23Pak
00:49:38Sudah ketemu
00:49:39Bu Yashi sudah bawa Leo
00:49:40Pergi tiga hari
00:49:41Dimana posisinya sekarang?
00:49:45Dimana posisinya sekarang?
00:49:47Lagi diperiksa
00:49:48Kasih aku sedikit waktu lagi
00:49:49Bu Yashi sudah hapus semua kontaknya pak
00:49:51Sama sekali gak bisa hubungi dia
00:49:53Cepatlah
00:49:54Maaf
00:50:06Nomor yang anda tuju
00:50:08Sedang tidak aktif
00:50:09Berani blokir aku
00:50:11Halo
00:50:29Yashi
00:50:30Beraninya kau blokir aku
00:50:32Kau pergi sendiri
00:50:34Itu gak masalah buatku
00:50:35Kau malah kasih Leo
00:50:36Berhenti sekolah
00:50:38Kau boleh menolak teleponku
00:50:40Boleh mengabaikan aku
00:50:42Kenapa aku gak boleh
00:50:42Mblokirmu
00:50:43Husein
00:50:49Kau ini siapa?
00:50:51Dengar Yashi
00:50:52Aku beri kau satu kesempatan lagi
00:50:54Cepat pulang sekarang
00:50:55Maaf
00:50:56Aku dan Leo sudah kasih kau
00:50:59Waktu tujuh tahun
00:51:00Tapi gak kau hargai
00:51:01Hubungan kita
00:51:02Sampai disini saja
00:51:04Yashi
00:51:06Ini niatmu sebenarnya ya kan?
00:51:08Kau cuma ingin aku memohon padamu kan?
00:51:10Dia sudah gila ya?
00:51:12Bicara
00:51:12Kau pergi sendiri
00:51:20Tidak masalah
00:51:20Tapi kau malah bawa Leo juga
00:51:22Kau itu
00:51:23Husein
00:51:23Aku bagaimana sama Leo?
00:51:26Kau bagaimana sama dia?
00:51:29Aku bagaimana sama Leo?
00:51:30Kau bagaimana sama dia?
00:51:33Apa dia harus ikut sama orang
00:51:35Yang gak bolehkan dia panggil ayah?
00:51:36Gak ikut tinganku?
00:51:38Masa kecilnya sudah sangat suram
00:51:39Karena kau
00:51:40Aku gak mau dia seumur hidup hancur
00:51:42Karena kau
00:51:43Sikapku sama Leo
00:51:46Itu sebuahnya karena kau
00:51:47Kalau dulu kau gak manfaatkan aku
00:51:49Leo gak perlu hidup
00:51:50Di tengah tekanan ini
00:51:52Kau sudah janji sama Leo
00:51:54Buat ikut rapat orang tua
00:51:56Tapi kau mulai pergi
00:51:57Demi putra Rizka
00:51:58Husein
00:52:00Sebelum Rizka kembali
00:52:02Aku masih bisa tutupi sikap dinginmu pada Leo
00:52:05Tapi dia gak bodoh
00:52:07Kau kira Leo gak tahu
00:52:09Apa yang kau perbuat
00:52:09Dengar jasih
00:52:11Pulang Scar
00:52:13Ada masalah apapun
00:52:14Kita diskusikan langsung
00:52:15Diskusi?
00:52:18Husein
00:52:19Kau gak pantas lagi
00:52:21Kau selamanya kehilangan kami berdua
00:52:23Yesy
00:52:28Apa maksudmu?
00:52:30Kau kira aku lagi memohon padamu?
00:52:32Aku tahu
00:52:33Kau gak akan memohon sopaku
00:52:35Kau lagi memerintahku
00:52:37Kau selama ini selalu begini
00:52:39Selera apa itu?
00:52:48Janti
00:52:48Cepat
00:52:59Minopsu penawar mabuk
00:53:00Aku suruh apa?
00:53:13Kau lakukan apa?
00:53:14Gak ada perintah dariku
00:53:17Tau
00:53:19Jangan asal menebak kemauanku
00:53:22Jangan ikut campur kehidupanku juga
00:53:24Husein
00:53:38Aku gak harus mendengarkanmu
00:53:40Husein
00:53:42Aku gak harus mendengarkanmu
00:53:44Yesy
00:53:45Kau bawa anakku pergi
00:53:47Apa-apaan sikapmu ini?
00:53:49Bukankah dengan aku dan dia pergi
00:53:50Bisa kasih tempat buat kau dan Rizka?
00:53:53Sejak dia kembali membawa anaknya
00:53:54Kau gak pulang ke rumah
00:53:55Kau pentingkan dia terus
00:53:57Husein
00:53:58Kalau kau begitu peduli sama Rizka
00:54:01Gak pahing cari aku
00:54:02Yesy
00:54:03Aku mau peduli
00:54:05Dengan siapapun kau gak berhak bertanya
00:54:07Aku tahu kau suka Rizka
00:54:11Kebetulan aku dan dia pergi
00:54:12Kalian sekeluarga bisa hidup baik-baik
00:54:14Aku doakan kalian
00:54:15Kapan aku bilang aku mau sama Rizka?
00:54:19Iya sih dengar ya
00:54:20Kau makin membuat onar
00:54:21Aku makin membencimu
00:54:24Benar
00:54:26Aku marah bisa dibandingkan sama Rizka yang begitu kau sukai
00:54:29Kau begitu benci aku
00:54:31Ngapain kau masih cari aku?
00:54:34Husein
00:54:34Kau mau dua-duanya ya?
00:54:38Enggak
00:54:39Bisa gak jangan bahas hal gak penting ini?
00:54:42Pulang sekarang juga
00:54:43Kita bicara kan baik-baik
00:54:45Dengar Yesy
00:54:48Aku kasih waktu kamu satu jam
00:54:50Aku gak akan pulang
00:54:51Kau tahu kan sifatku
00:54:53Jangan memaksaku
00:54:55Husein
00:54:59Jangan batahku dan dia yang membenci
00:55:01Yesy
00:55:03Kau harus pulang sekarang juga
00:55:06Kau berani membantahku
00:55:07Kau lari ke ujung dunia pun
00:55:08Aku bisa menemukanmu
00:55:10Coba saja kalau gak percaya
00:55:12Mulai sekarang
00:55:13Jangan hubungi aku lagi
00:55:15Kau berani datang
00:55:16Aku akan lapor poli
00:55:17Aku siap melawan
00:55:19Sampai akhir
00:55:20Kau
00:55:50Go with a empty hand.
00:56:02Don't cry.
00:56:05Yes, you will never be able to go from you.
00:56:20What is this?
00:56:28I don't have a phone call. Why Hussein is like this with me?
00:56:33What is it because I work for a small child? What is it that I don't have to do wrong?
00:56:38I don't understand that.
00:56:40Don't be sad like this.
00:56:41The guy is like this.
00:56:43The more you can't get it, the more you can get it.
00:56:45The more you want to get it, the more you think it's just you.
00:56:47The more you want to get it, the more you think it's just you.
00:56:50Bagaimana ini? Aku nggak mungkin diam saja, kan?
00:56:56Bagaimana kalau buat Yesi menghilang?
00:56:59Hefi, ini melanggar hukum. Nanti polisi datang. Aku bisa di penjara.
00:57:06Hefi, ini melanggar hukum. Nanti polisi datang. Aku bisa di penjara.
00:57:12Asal kerjakan dengan baik, siapapun nggak akan tahu siapa yang akan cari kau.
00:57:18Lagian, Yesi kan bawa anaknya pergi.
00:57:21Siapapun nggak akan tahu akan terjadi apa.
00:57:24Mati di luar negeri, bukan mati di dalam negeri.
00:57:30Tapi...
00:57:30Ini waktu penting. Kau jangan berbelas kasih.
00:57:36Apa kau nggak mau sama Hussein?
00:57:38Apa kau nggak mau jadi kaya?
00:57:40Tentu saja mau.
00:57:43Aku sudah susah payah sampai di langkah ini.
00:57:45Itu benar.
00:57:47Wanita kalau nggak jahat, posisinya akan goyah.
00:57:49Kalau Yesi nggak hancurkan kau dan Hussein,
00:57:52kalian berdua sudah bersama dari awal.
00:57:54Pak, sangat wajar kau musnahkan Yesi penghalangmu ini.
00:57:58Pasti ragukan apa?
00:58:04Pak, aku menemukan posisi Bu Yesi.
00:58:08Di mana?
00:58:08Ini tempat yang ditinggali Bu Yesi dan Leo.
00:58:12Mereka di dekat perbatasan.
00:58:21Halo?
00:58:22Gawat Pak Hussein.
00:58:23Rizka bunuh diri.
00:58:25Apa?
00:58:25Aku ke sana sekarang.
00:58:29Pak, Bu Yesi bagaimana?
00:58:33Nyawa itu lebih penting.
00:58:40Aku beneran nggak paham sama kau.
00:58:42Jelas-jelas bisa diselesaikan dengan mudah.
00:58:44Kau malah buat rumut begini.
00:58:46Intinya, kau sekarang harus siap-siap.
00:58:49Nanti jangan ketahuan di depan Hussein.
00:58:51Hussein itu bukan Yesi.
00:58:53Dia nggak begitu bodoh.
00:58:56Aku tahu.
00:58:58Tapi aku tetap agak takut.
00:59:01Aku masih ada anak.
00:59:02Aku harus pikirkan yoga.
00:59:04Dia nggak boleh punya ibu yang melakukan tindak kriminal.
00:59:09Omong-omong, anakmu ini kapan lahirnya?
00:59:12Sebelum lahir, kok ada tidur sama Hussein nggak?
00:59:14Bisa minta tang jawabnya nggak?
00:59:19Ayo bicara.
00:59:20Aku sama sekali nggak pernah tidur sama Hussein.
00:59:26Nggak pernah?
00:59:28Nggak mungkin.
00:59:29Bukannya kau bilang Hussein sangat mencintaimu?
00:59:32Cuma mencintaimu?
00:59:34Dia memang bilang sangat cinta sama aku.
00:59:36Dia mau momen bahagia ini dilakukan pas malam pernikahan.
00:59:39Kau ini, kau nggak seharusnya kabur waktu sebulan sebelum nikah.
00:59:44Sekarang menyesalkan?
00:59:46Siapa yang tahu grup gunawan yang lagi kritis masih bisa berkembang lagi.
00:59:49Kalau tahu begini jadinya, aku nggak akan pergi.
00:59:53Sudahlah.
00:59:54Jangan pikirkan masa lalu.
00:59:55Kau sekarang harus bangkit kembali.
00:59:57Tapi, keuntunganmu sekarang ini, kau adalah cinta pertamanya.
01:00:07Tapi, dia tujuh tahun nikah sama wanita itu.
01:00:12Ada satu anak juga.
01:00:13Hubungannya sama mereka pasti nggak biasa, kan?
01:00:17Hefi, aku harus bagaimana sekarang?
01:00:19Rizka, kau sekarang pasien yang membunuh diri.
01:00:25Tapi, Hussein pasti masih nggak tahu kalau cintanya sudah hilang.
01:00:30Kalau nggak, kau sudah buat, dia kesal terus.
01:00:34Dia harusnya sudah muak denganmu, sekarang membunuh diri.
01:00:37Dia datang mungkin cuma karena pernah menyukaimu.
01:00:40Iya, aku harus bagaimana sekarang?
01:00:49Husein, sudah datang ya?
01:00:55Husein, sudah datang ya?
01:00:59Kenapa kau mau bunuh diri?
01:01:01Menurutku, aku pantas mati.
01:01:04Husein, aku yang salah.
01:01:07Kalau bukan karena aku,
01:01:08Yesi juga nggak akan bawa anaknya pergi.
01:01:11Aku ini orang jahat.
01:01:14Aku sudah bersalah sama kalian.
01:01:17Aku cuma bisa bunuh diri saja.
01:01:19Jangan menangis.
01:01:24Ini bukan salahmu.
01:01:27Ini salahku.
01:01:30Kalau bukan karena aku,
01:01:32Yesi nggak akan bawa anaknya pergi.
01:01:38Istirahatlah.
01:01:39Jangan banyak pikiran.
01:01:40Rizka, aku harus pergi.
01:01:51Dengar kata dokternya.
01:01:52Hah?
01:01:53Baru datang sudah pergi?
01:01:54Husein, kau pergi.
01:02:01Kau benci aku ya?
01:02:05Aku masih ada pekerjaan.
01:02:07Baguslah kau sekarang nggak apa-apa.
01:02:09Jangan pikir yang aneh-aneh lagi ya.
01:02:10Sekarang istirahatlah.
01:02:11Aku pergi.
01:02:12Dia kayaknya beneran nggak suka kau lagi.
01:02:22Rizka, cepat pikirkan cara.
01:02:26Habisi Yesi.
01:02:27Pergi ke sana secepat mungkin.
01:02:39Pak, cuaca kota ini nggak stabil.
01:02:42Jalan di depan sudah diterjang longsor.
01:02:44Hari ini nggak bisa pergi, Pak.
01:02:45Hei, jarang bisa ajak keluar orang sibuk kayak kau.
01:02:57Katanya istri dan anakmu kabur.
01:03:00Dia itu sekarang sudah hebat.
01:03:03Dia sudah berani kabur.
01:03:06Dia kira kalau dia itu kabur.
01:03:08Aku akan memohon dia untuk pulang.
01:03:11Mimpi saja.
01:03:14Masih sombong ya?
01:03:16Kau ini nggak pernah berpikir.
01:03:18Ini salahmu.
01:03:24Dia yang salah.
01:03:27Bukan aku.
01:03:28Dia memang pantas jadi seperti ini.
01:03:36Jangan keras kepala lagi.
01:03:39Coba pikir.
01:03:41Sejak dia pergi, kau senang nggak?
01:03:45Dengar, Pak CEO.
01:03:48Tuh, banyak hal itu susah dinilai.
01:03:52Hidup bersama selama tujuh tahun, mana mungkin nggak ada perasaan.
01:03:56Jangan sampai dia pergi sama orang lain.
01:03:56Jangan sampai dia pergi sama orang lain.
01:03:59Kau baru tahu menyesal.
01:04:02Eh, Pusin.
01:04:04Coba pikir baik-baik.
01:04:06Rizka tabur sebulan sebelum nikah.
01:04:08Itu karena tahu kau bangkrut.
01:04:11Nggak ada uang.
01:04:12Coba pikir lagi.
01:04:14Dia menghubungimu lagi.
01:04:16Waktu kau berjaya lagi, bukan?
01:04:23Coba pikir lagi.
01:04:24Dia menghubungimu lagi.
01:04:27Waktu kau berjaya lagi, bukan?
01:04:28Hushen, bisa jadi suami istri.
01:04:43Itu nggak mudah.
01:04:45Yesi selalu terus menemanimu.
01:04:47Sejak kau dalam masa sulit.
01:04:50Dia yang terus mencintaimu.
01:04:52Jangan kecewakan orang yang terus sama kau.
01:04:55Pak, sudah bisa ke bandara?
01:05:23Maaf.
01:05:25Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
01:05:34Ya, ada Pak Nona Rizka.
01:05:36Mana Hushen?
01:05:37Kenapa dia nggak angkat telepon?
01:05:38Pak Hushen, pergi cari Bu Yesi.
01:05:40Kalau Nona Rizka ada urusan,
01:05:41aku bisa sampaikan nanti.
01:05:43Nggak perlu.
01:05:47Sekarang kau lihat,
01:05:48benarkan apa aku bilang.
01:05:50Dia sudah mulai tahu perasaannya sama Yesi.
01:05:5415 kurang 4 berapa?
01:06:0611.
01:06:06Yakin?
01:06:10Coba pikir lagi.
01:06:11Ibu.
01:06:22Ibu.
01:06:23Jangan takut.
01:06:25Kala pun ciri nggak berani keras begini.
01:06:27Kau kerjakan PR di sini,
01:06:28ibu pergi lihatnya.
01:06:30Yesi!
01:06:31Aku tahu kau di dalam.
01:06:33Buka pintunya!
01:06:33Itu Paman.
01:06:38Ganggu orang terus.
01:06:40Ibu, kita jangan buka pintunya ya.
01:06:43Dia akan pergi kalau sudah capek mengetuk.
01:06:45Nggak boleh.
01:06:48Sudah malam, bisa ganggu tetangga.
01:06:50Kau diam di sini ya.
01:06:51Jangan keluar.
01:06:52Ibu yang akan atasi.
01:06:53Dengar nggak?
01:06:54Hmm.
01:06:55Hmm.
01:06:56Hmm.
01:06:57Yesi.
01:07:10Kau sudah berani ya?
01:07:12Beraninya pergi diam-diam.
01:07:15Aku datang mencarimu.
01:07:17Puas atau nggak?
01:07:18Apa aku pergi juga resmuhan padamu?
01:07:22Pergi dariku.
01:07:24Kau coba bisa tinggal di tempat begini.
01:07:26Nggak perlu urus mantan ayah-anakku.
01:07:28Nggak perlu tanggung beban keluarga.
01:07:30Sudah cukup untuk kami tinggal.
01:07:35Kau benar-benar...
01:07:37cemburu.
01:07:39Cemburu?
01:07:41Pergi ke rumah sakit untuk periksa otakmu.
01:07:45Sudahlah.
01:07:47Jangan pura-pura lagi.
01:07:47Kau sudah tujuh tahun bersamaku.
01:07:51Aku beri kau kesempatan.
01:07:53Ikut aku pulang sekarang.
01:07:54Dan kita lupakan.
01:07:56Semua masa lalu.
01:08:03Ikut aku pulang sekarang.
01:08:05Dan kita lupakan.
01:08:06Semua masa lalu.
01:08:10Beraninya Yesi.
01:08:11Nggak ada habisnya ya?
01:08:13Aku memang nggak perlu menjelaskan apapun sama pria egois sepertimu.
01:08:17Kau sudah tanda tangan di surat cerai yang aku tinggalkan di rumah itu belum?
01:08:20Kau berani cerai sama aku.
01:08:23Jangan mimpi.
01:08:25Seumur hidup.
01:08:27Kau nggak akan bisa pergi dari ku.
01:08:30Aku sekarang kasih kalian kesempatan bersama.
01:08:32Masih nggak cukup.
01:08:33Kau serius?
01:08:34Menurutmu?
01:08:35Jangan buat onar lagi.
01:08:38Aku tahu.
01:08:39Kau cuma kesal sama Rizka.
01:08:42Tenang saja.
01:08:44Asal kau ikut aku pulang,
01:08:45aku janji.
01:08:46Nggak akan hubungi dia lagi.
01:08:47Kayaknya aku nggak lihat surat perjanjian itu.
01:08:53Kebetulan aku masih menyimpannya.
01:08:56Aku ambilkan.
01:09:05Aku sudah tanda tangan di surat cerai ini.
01:09:08Aku cuma ambil hartaku sendiri.
01:09:11Tanda tangan.
01:09:11Apa maksudmu?
01:09:25Aku nggak mau bercerai.
01:09:28Dengar, Yese.
01:09:30Jangan harap kau bisa pergi dari ku.
01:09:41Kau nggak merenahkan aku.
01:09:49Jangan bilang kau nggak merenahkan aku.
01:09:54Kau suka aku?
01:09:59Hussein.
01:10:02Kau suka aku?
01:10:08Hussein suka padaku.
01:10:11Jangan sentuh aku.
01:10:16Yese.
01:10:16Kau memuahkan.
01:10:18Kau sudah gila, ya?
01:10:20Berani bicara seperti itu padaku.
01:10:21Kau jelas.
01:10:22Sangat mencintaimu?
01:10:24Iya.
01:10:25Aku dulu sangat mencintaimu.
01:10:27Tapi aku manusia, bukan mainanmu.
01:10:30Kenapa kau merasa bisa berulang kali melukai perasaanku seenaknya?
01:10:34Karena aku mencintaimu.
01:10:36Kenapa kau merasa sesudah sakiti aku,
01:10:38bilang satu kata cinta?
01:10:39Lalu aku akan memaafkanmu dan kembali padamu.
01:10:43Kenapa kau merasa?
01:10:44Aku masih mencintaimu.
01:10:49Kenapa?
01:10:51Leo bagaimana?
01:10:53Apa menurutmu?
01:10:55Leo juga akan mau kembali padamu.
01:10:58Baiklah.
01:11:01Kalau kau ingin bercerai denganku,
01:11:04aku nggak akan memberikanmu hak asuhan.
01:11:06Dan kau juga jangan berharap bisa ketemu dia lagi.
01:11:12Apa kau sudah yakin?
01:11:19Dan kau juga jangan berharap bisa ketemu dia lagi.
01:11:23Apa kau sudah yakin?
01:11:25Kau memang licik.
01:11:27Kau nggak menganggap dia ada gandung.
01:11:29Tapi kau masih mau mengambil dia.
01:11:32Kenapa kau begitu kejam?
01:11:36Karena dia adalah puteraku.
01:11:38Bah, jangan!
01:11:40Ikut aku pulang.
01:11:42Dan aku akan baik sama kalian.
01:11:44Dan kita juga akan punya keluarga bahagia.
01:11:48Iya sih.
01:11:50Apa kau mau?
01:11:51Leo nggak punya ibu lagi.
01:11:53Mimpi!
01:11:59Aku cuma punya ibu.
01:12:01Nggak ada ayah sepertimu.
01:12:03Kau nggak ada hak untuk memilih.
01:12:07Ibu, jangan pedulikan aku.
01:12:10Cerai saja sama ayah.
01:12:11Aku akan jaga diriku sendiri.
01:12:13Jangan khawatirkan aku.
01:12:15Tunggu aku besar.
01:12:17Aku lindungi ibu.
01:12:23Hussein, aku benci kau.
01:12:27Aku benci kau!
01:12:29Benci juga lebih bagus daripada dilupakan.
01:12:33Aku akan ikut kau pulang.
01:12:39Dengar Hussein.
01:12:41Kau begitu berharap agar aku ikut kau pulang.
01:12:44Jangan menyesal.
01:12:46Iya, tentu saja.
01:12:48Aku akan baik sama kalian.
01:12:52Ibu.
01:12:53Leo.
01:12:55Kapanpun,
01:12:57ibu akan selalu menemani ibu.
01:12:58Sampai kau besar.
01:13:11Aduh, aku nggak bisa diam di sini lagi.
01:13:15Keluar dari rumah sakit pun,
01:13:16dia nggak akan kasihani kau lagi.
01:13:17Tapi, wanita itu sudah dibawa pulang Hussein.
01:13:21Aku sekarang kesal.
01:13:23Kenapa harus bunuh diri?
01:13:25Aku harusnya keluar negeri.
01:13:26Di sana lebih mudah bergerak.
01:13:28Sudahlah.
01:13:30Nggak ada obat buat penyesalan.
01:13:32Kau sekarang cuma bisa bergerak di sini saja.
01:13:35Tapi,
01:13:36Yesi ini
01:13:37lebih hebat dari kau.
01:13:40Kau yang nggak pandai.
01:13:41Aku sudah pulang setengah bulan.
01:13:54Aku kembali ke perusahaannya lagi.
01:13:57Beberapa waktu ini,
01:13:58dia memang nggak menghubungi Rizka lagi.
01:14:00Bahkan sudah memecat dia.
01:14:02Tapi aku tahu,
01:14:03orang akan berubah semudah itu.
01:14:05Aku lagi menunggu satu kesempatan.
01:14:09Hussein,
01:14:11kau seramahnya nggak pantas.
01:14:18Pak Hussein,
01:14:20ini dokumen yang mau ditandatangani hari ini.
01:14:22Panggil aku Hussein saja.
01:14:24Ini kantor.
01:14:25Pak Hussein,
01:14:26tolong jaga jarak.
01:14:28Ini adalah kantor.
01:14:30Jangan panggil namaku.
01:14:32Panggil aku Pak Hussein.
01:14:32Aku...
01:14:38Aku sudah umumkan,
01:14:40kau adalah istriku.
01:14:42Nggak perlu disembunyikan.
01:14:44Teratangkanlah dulu.
01:14:45Aku masih ada kerjaan lain.
01:15:02Yesi...
01:15:06Aku mau menghabisimu.
01:15:13Sudah siap belum?
01:15:16Ini sudah satu minggu.
01:15:18Mau berapa lama lagi?
01:15:20Sudah siap.
01:15:21Bisa mulai hari ini.
01:15:22Yesi...
01:15:29Kali ini kau akan mati.
01:15:39Hari ini aku saja yang bawa mobil.
01:15:40Aku masih ada kerjaan.
01:15:42Kau...
01:15:42Bawa mobilku saja.
01:15:44Jemput Leo.
01:15:46Baiklah.
01:15:49Hussein.
01:15:52Kenapa?
01:15:53Kalau Rizka mau membunuh aku,
01:15:55kau akan bagaimana?
01:15:56Rizka begitu baik hati,
01:15:58mana mungkin membunuhmu.
01:15:59Aku juga sudah bilang,
01:16:00aku nggak akan berhubungan lagi sama dia.
01:16:02Bisa nggak?
01:16:03Jangan fitnah dia.
01:16:04Kayaknya memang nggak perlu bilang.
01:16:20Dia akan tahu kalau merasakannya sendiri.
01:16:22Kenapa dengan remnya?
01:16:52Kalau Rizka mau membunuh aku,
01:17:05kau akan bagaimana?
01:17:06Rizka begitu baik hati,
01:17:08mana mungkin membunuhmu.
01:17:09Aku juga sudah bilang,
01:17:10aku nggak akan berhubungan lagi sama dia.
01:17:12Bisa nggak?
01:17:13Jangan fitnah dia.
01:17:22Maaf.
01:17:33Dokter bilang,
01:17:35kondisi vegetatif nggak bisa diobati lagi.
01:17:38Sekarang Rizka dan pelakunya
01:17:39sudah dipenjara.
01:17:42Seumur hidup.
01:17:44Anaknya juga dibawa ke panti asuhan.
01:17:47Sudah mendapat hukuman.
01:17:48Manusia memang nggak boleh terlalu seraka.
01:17:59Sudah punya keluarga masih memikirkan cinta pertama.
01:18:02Bahkan menyiksa aku.
01:18:05Kau harusnya tahu dari awal.
01:18:08Kau pasti akan dapat karmanya.
01:18:10Karmamu sekarang...
01:18:11Sudah sampai.
01:18:23Aku akan buat kau hidup.
01:18:26Datang menjunggukmu kalau ada waktu.
01:18:29Kasih tahu kondisiko dan Leo.
01:18:31Tapi cuma itu saja.
01:18:34Dengar Husein.
01:18:35Kita berpisah saja.
01:18:36Sejak kembali ke kantor,
01:18:54aku sudah menguasai semua klien.
01:18:56Aku jadi inti kantor ini.
01:18:58Sekarang,
01:18:59aku bisa besarkan puteraku
01:19:01dengan bahagia.
01:19:06Terima kasih telah menonton!
Comentarios