Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kotak hitam atau black box pesawat ATR 42-500 dinilai dapat mengungkap penyebab jatuhnya pesawat, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terulang.

Pembahasan ini akan diulas bersama pengamat penerbangan sekaligus mantan investigator KNKT, Ruth Hanna, Asisten Perencanaan Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Abi Kusnianto dan Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Dody Priyo Hadi.

#atr42500 #blackbox #kecelakaan

Baca Juga BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari, Jawa-Sumatera Diguyur Hujan Kamis 22 Januari di https://www.kompas.tv/info-publik/645438/bmkg-peringatkan-cuaca-ekstrem-jelang-akhir-januari-jawa-sumatera-diguyur-hujan-kamis-22-januari



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645444/full-kotak-hitam-atr-42-500-kunci-ungkap-penyebab-jatuhnya-pesawat-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kotak hitam atau black box pesawat ATR-42500 bisa mengungkap penyebab jatuhnya pesawat dan sebagai bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terulang.
00:11Kita ulas bersama dengan pengamat penerbangan yang juga mantan investigator KNKT, ada Ruth Hanna dan juga ada asisten perencanaan Kodam 14 Hasanuddin, Kolonel Infantri, Abi Kusnianto.
00:24Selamat pagi Bapak-Bapak dan juga Ibu Ruth dengan adis tidis studio.
00:29Selamat pagi Mbak, kami di sini di desa Tompobulu, posko penanganan pencarian dan evakuasi korban pesawat.
00:40Oke, saya bertanya dulu untuk Kolonel Abi. Kolonel Abi ini kan kalau kita lihat ya black box sudah ditemukan, bagaimana kemudian cerita akhirnya black box ini bisa ditemukan dalam kondisi seperti apa?
00:52Dan apakah kondisinya ini masih dalam keadaan bagus atau seperti apa? Bisa dijelaskan kepada kami semua.
00:59Untuk black box ini ditemukan oleh tim kami yang mencari atau mengecek ke lokasi terjadinya bencana ataupun tapakan pesawat ATR tersebut.
01:14Kemudian ditemukan di perengan gunung bulu Sarawung kurang lebih jarak 150 meter dari punca.
01:27Kemudian tim kami pada saat melihat, kemudian mendekati eko pesawat tersebut, mengecek kondisi eko pesawat dan mencari yang dikatakan black box dan tim kami juga sudah diedukasi sama KNKT.
01:45Di mana posisi letaknya black box tersebut dan bagaimana bentuknya dan apa warnanya.
01:54Berdasarkan dari informasi dari KNKT, tim kami melihat benda yang sesuai arah yang disampaikan oleh KNKT.
02:04Dan tim kami langsung laporan kepada kami bahwa terdapat benda yang dimaksudkan oleh KNKT yang diduga black box.
02:16Kemudian tim kami membongkar black box tersebut dari eko pesawat.
02:22Kami informasikan bahwa black box itu masih lengket atau berada di posisinya di eko pesawat dengan kondisi yang masih bagus.
02:32Tidak ada kerusakan, tidak ada hal-hal yang memberatkan atau yang merusak casingnya.
02:40Bisa dikatakan masih sangat utuh.
02:43Setelah dibuka, kemudian dikeluarkan atau dilepaskan dari posisinya, ada dua buah itu satu VCR atau black box yang satunya VCR atau bisa dikatakan VCR.
02:58Kita tidak tahu persis apa namanya, tapi FCR sama VCR.
03:04Dalam kondisi utuh atau kondisi posisi di tempatnya.
03:07Oke, berarti black box itu ditemukan memang masih menempel pada saat di eko pesawat, kemudian masih dalam keadaan bagus, dan ditemukan tidak jauh dari 100 berjarak, 150 meter dari puncak gunung, begitu ya Bapak?
03:25Betul sekali.
03:26Oke, saya ingin ke Ibu Ruth. Ibu Ruth, bisa mendengar suara Adisti Ibu?
03:31Bisa.
03:31Iya, Ibu tadi setelah mendengar penjelasan dari pihak TNI, bahwa memang black box sudah ditemukan dalam kondisi yang cukup baik, begitu.
03:40Nah, langkah selanjutnya seperti apa?
03:42Karena kan kita tahu di black box itu ada dua komponen ya, yang kemudian merekam data penerbangan, flight data recorder, FDR, dan juga CVR, begitu ya.
03:54Nah, ini apa penjelasan yang bisa dikatakan oleh Ibu Ruth, termasuk juga soal investigasi penyebab kecelakaan pesawat ini, Burut?
04:04Ya, memang ini dua box ini yang mencatat dan merekam perjalanan atau penerbangan dari si pesawat,
04:15beserta rekaman suara apa yang dilakukan oleh COVID-19 through, sangat penting untuk KNKT,
04:23karena akan disinkronkan dengan data yang ada di lapangan.
04:28Apakah betul ketika memasuki wilayah yang tirain tadi, yang ada obstacle, ada halangan, mesin-mesin di dalam pesawat itu berfungsi?
04:41Misalnya memberitahukan pull up, pull up, atau tirain, tirain, bisa saja memberikan warning seperti itu.
04:48Sehingga si pilot bisa segera melakukan tindakan yang sesuai dengan warning tadi.
04:57Atau merekam juga arahan dari ATC, apa yang ATC minta untuk si pesawat misalnya jangan melalui jalur tersebut.
05:10Nah, itu terekam semua di dalam cockpit voice recorder atau CVR.
05:15Kemudian FDR itu mencatat heading si pesawat, kecepatan si pesawat, kemudian ketinggian pesawat,
05:25serta apakah ada wind shear, ada angin dari samping, atau ada obstacle lain yang bisa membuat distract dari si cockpit crew.
05:37Jadi dua-duanya ya, antara first officer dan TIC-nya, pilot in charge.
05:43Itu kira-kira yang pentingnya mengapa kita perlu memeriksa dan menemukan black box ini oleh pihak KNKT.
05:53Oke, ini penting menjadi salah satu kunci begitu ya untuk bisa membuka apa sebenarnya penyebab dari jatuhnya pesawat ATR 42500
06:04ketika memang black box sudah ditemukan karena memang ada komponen FDR dan juga CVR begitu.
06:09Nah, kalau kita sebagai orang awam begitu ya, Ibu Ruth, tentu kita akan bertanya,
06:15kapan ini akan dibuka? Apakah punya kewenangan Indonesia untuk membuka dan langsung melakukan investigasi?
06:22Ataukah kemudian black box ini, karena memang pesawat ATR ini buatan Itali atau Perancis begitu,
06:29harus dibuka di pabrikan negara asalnya?
06:31Itu yang kemudian menjadi pertanyaan kita.
06:33Kenapa? Karena kalau di Indonesia tentu kita menginginkan ada kecepatan di sana,
06:38kecepatan investigasi dan pengungkapan.
06:40Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kecelakaan, Ibu Ruth?
06:42Baik. Ya, kalau berdasarkan Annex 13, memang pihak-pihak yang bisa terlibat untuk memeriksa data
06:53dalam black box ini termasuk pabrikan. Jadi dalam hal ini bisa Perancis dan Itali.
06:59Kalau dia menggunakan mesin Pratt & Whitney bisa mengundang Amerika juga untuk ikut di dalam tim investigasi
07:06termasuk Indonesia sebagai locus delictinia, jadi tempat kejadiannya.
07:11Nah, dalam hal ini Indonesia saya kurang tahu ya saat ini karena saya sudah tidak menjadi anggota investigator,
07:21apakah KNKT memiliki peralatan untuk memeriksa black box dengan jenis yang ada saat ini,
07:29yang dimiliki oleh ATR 42500 ini?
07:32Kalau tidak memang harus melibatkan pihak pabrikan untuk membuka dan memberikan rekaman
07:42yang tersimpan di dalam FDR maupun CVR. Demikian, Mbak.
07:47Oke, jadi ini juga masih menjadi pertanyaan begitu ya, tapi dari sepengalaman Anda menjadi investigator KNKT,
07:56untuk case-case semacam ini apakah memang harus dibuka dengan kewenangan pabrikan
08:02atau kemudian ketika locusnya atau lokasinya di Indonesia, pihak Indonesia, negara Indonesia ini bisa membukanya?
08:08Semua bisa, Mbak. Tetapi apakah masalahnya adalah apakah kita punya alatnya untuk membuka dan membaca rekaman tersebut?
08:19Karena rekaman di dalam CVR dan FDR ini memerlukan alat-alat yang khusus, jadi semacam laboratorium forensik lah.
08:27Oke, ini yang perlu harus digali lagi begitu. Apakah Indonesia bisa atau punya alat untuk membuka black box
08:35untuk pesawat jenis ATR ini ya, Ibu Ruth ya?
08:40Oke, saya ingin ke Kolonel Abi. Kolonel Abi, bagaimana dengan setelah kemarin proses penemuan black box sudah ditemukan?
08:49Bagaimana langkah selanjutnya untuk proses pencarian terhadap para korban yang sampai saat ini belum ditemukan?
08:55Setidaknya masih ada tujuh korban lain yang masih belum ditemukan. Bagaimana fokus dari proses pencarian?
09:04Kami sampaikan kemarin memang ada berita yang sedikit simpan sejur, bahwa korban yang ditemukan itu sudah tiga.
09:13Padahal korban yang baru ditemukan itu baru dua.
09:16Yang ketiganya itu belum bisa dikatakan korban, karena kita hanya menemukan potongan tubuh berupa tulang lengan.
09:26Sehingga di tempat kejadian diperkirakan masih terdapat delapan korban lagi yang belum ditemukan.
09:37Sehingga pada hari ini kami mengutimalkan lagi dan terus mencari berusaha semasa mungkin dengan semua stakeholder,
09:46baik itu TNI dari unsur darat laut maupun udara, kemudian dari Basarnas, dari para relawan-relewan,
09:56kemudian juga dari rescue, tim rescue dari perusahaan-perusahaan terdekat yang memiliki kemampuan dan peralatan yang lengkap.
10:05Dan juga pada hari ini relawan-relewan itu semakin banyak untuk membantu evakuasi.
10:15Bahkan kami dapat informasi agama Renjani sudah bergabung di tim evakuasi.
10:24Dan kami TNI mengkhususkan untuk mencari dengan menyebar lebih lebar lagi dengan tim-tim kecil,
10:35sehingga efektivitas pergerakan kami lebih cepat dan juga bergabung atau memanfaatkan pengetahuan masyarakat lokal untuk menjadi penunjuk jalan.
10:48Sehingga target kami pasukan-pasukan yang sudah di dalam apabila menemukan korban langsung diberi tanda dan dikomunikasi dengan tim rescue untuk menjemput dan dievakuasi.
11:03Sehingga tim yang di bawah khusus untuk pencarian bisa lebih leluasa lagi melanjutkan pencarian.
11:10Sehingga kita langsung bagi tugas, kita khusus untuk mencari tim pasarnas maupun tim relawan itu selain untuk mencari dia kita tugaskan untuk mengevakuasi.
11:24Karena mereka memiliki perlengkap montainering, tali temali yang sangat lengkap dan memiliki kemampuan untuk evakuasi menggunakan tali temali.
11:32Karena medannya dari awal sudah kita sampaikan sangat terjang, sangat ekstrim dan juga tertutup serta banyak kabut yang menutupi pemandangan.
11:42Demikian.
11:42Oke itu tadi sempat dikatakan memang cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian terhadap korban yang sampai saat ini masih belum ditemukan.
11:53Ada beberapa itu artinya masih ada delapan begitu.
11:55Karena memang informasi yang terbaru yang saya dapatkan dari Anda adalah yang kemarin ditemukan adalah bagian tubuh begitu ya.
12:02Kita berharap proses pencarian terus dilakukan dan membuahkan hasil.
12:06Saya juga akan bertanya kepada asisten operasi Kodam 14 Sasanudin, Kolonel Infantri Dodi Priohadi.
12:14Selamat pagi Pak Kolonel Dodi.
12:18Selamat pagi Mbak.
12:19Iya Pak Kolonel ini kalau kita lihat ya proses pencarian masih terus dilakukan.
12:23Tadi juga sudah disebutkan ada perluasan untuk metode pencarian untuk bisa menjangkau lebih luas soal proses pencarian.
12:34Seperti apa bisa dijelaskan secara rinci?
12:36Metode pencarian yang diperluas termasuk juga tim yang kemudian dibagi lebih kecil tapi kemudian diperluas.
12:42Termasuk juga adanya pelibatan relawan-relawan begitu ya pencinta alam termasuk juga tadi ada disebutkan Agam Rinjani juga diikut sertakan.
12:54Seperti apa?
12:54Baik, terima kasih Mbak.
12:58Jadi kami perlu sampaikan bahwa perluasan yang kami maksud di sini adalah setiap hari tim yang sudah kembali itu memberi informasi apa yang mereka dapatkan di dalam.
13:15Kemudian kita olah di peta, di situ kita bisa melihat sebaran baik apa yang ditemukan berupa serpihan pecahan dari badan pesawat
13:29ataupun yang bagian-bagian tubuh yang tiga yang sudah kita temukan.
13:37Dari situ kita bisa menganalisa sampai sejauh mana sebaran pecahan atau bodi pesawat yang terhambur.
13:51Kurang lebih sampai dengan dari puncak ke bawah itu kurang lebih sampai dengan 500 meter ke bawah itu paling ujung yang ditemukan.
14:02Kemudian masuk hari ke-6 ini laporan tim yang keluar dari gunung itu melaporkan aroma tidak sedap sudah mulai dicium oleh tim.
14:29Nah laporan itu kita tandai lagi sehingga tim yang masih di dalam itu kita gerakkan menuju ke hal-hal atau tanda-tanda seperti itu.
14:48Kemudian hari ini kita juga sudah akan menggerakkan, ini tadi kita sudah briefing saat ini mereka masuk.
14:59Itu kurang lebih nambah lagi kita delapan tim.
15:04Sehingga yang masih di dalam ini ada 11 tim.
15:12Jadi peluasan ini kemudian penambahan persoalan ini untuk mengisi ruang-ruang yang harus disisir.
15:23Karena kita meyakini dari pola yang tersebar ini, dengan vegetasi yang sangat padat, mungkin jarak 5 meter saja ada sesuatu hal yang penting,
15:44tadi pecah potongan tubuh atau apa, itu mungkin kita tidak terlihat.
15:49Maka dari itu kita perlu personil yang nambah lagi atau ditambah.
15:56Kemudian di dalam kami sudah sampaikan juga tekniknya, begitu ada titik-titik yang dicurigai,
16:03mereka menggunakan kita teknik kalau kita bahasanya itu ulat kilan.
16:11Jadi membuntuk seperti arah jarum jam, mengitari kurang lebih maju sampai dengan 25 meter, kemudian kembali.
16:25Semuanya, sehingga tidak ada titik yang terlepas dari penyisiran ini.
16:31Itu harapan kita.
16:33Oke baik, tentu kita juga berharap memang dengan adanya penambahan tim dan juga personil ini bisa kemudian membuahkan hasil yang lebih cepat
16:43agar keluarga juga bisa mendapatkan kabar baik dengan proses pencarian ini di tengah tantangan luar biasa yang saat ini dihadapi oleh tim SAR gabungan,
16:51baik itu dari Basarnas, kemudian TNI, Polri, bahkan Relawan, Becinta Alam yang juga turut serta untuk melakukan pencarian di sana.
17:01Saya ingin ke Ibu Ruth.
17:02Ibu Ruth, ini kan kalau kita lihat ya ada informasi yang menyebutkan pesawat ini sempat keluar jalur, begitu ya.
17:11Keluar jalur dan sudah di-approach atau sudah dimintakan untuk dari ETC, begitu ya, untuk kembali ke jalurnya.
17:20Karena memang itu bukan jalur yang memang seharusnya untuk bisa landing di Bandara Sultan Hasanuddin.
17:27Bagaimana Anda melihat ini dari kacamata Anda, pengalaman Anda sebagai investigator,
17:32apakah ada potensi memang ada kerusakan alat alert atau seperti apa yang kemudian terjadi pada saat pesawat ingin landing di Makassar?
17:42Baik, Mbak. Ini seharusnya yang menjawab adalah seorang pilot.
17:49Saya bukan pilot nih kebetulan ya, tapi berdasarkan diskusi yang sering kami lakukan dengan para pilot,
17:57biasanya kalau sampai keluar dari arah atau jalur yang sudah mereka tentukan sebelum terbang,
18:03itu ada kemungkinan alat yang rusak.
18:08Contohnya seperti Adam Air yang pernah terjadi ya, sampai keluar sedemikian jauh,
18:15itu tidak diketahui oleh ETC.
18:19Nah, demikian juga kejadian ini.
18:21Bisa saja alatnya tidak menangkap,
18:24karena terus terang di daerah Maros dan sekitarnya atau Makassar,
18:30itu radar gapnya terlalu banyak atau terlalu besar,
18:34sehingga kemungkinan untuk ditangkap oleh pesawat,
18:42arahan-arahan itu tidak terdengar.
18:46Bisa juga karena workload dari COVID-19,
18:50misalnya mereka terlalu lelah atau ada kejadian mendadak yang sehingga tidak bisa
18:58atau tidak dapat dengan cepat merespon arahan dari ETC.
19:03Nah, ini semua nanti bisa terungkap dari rekaman yang ada di FDR dan CVR.
19:11Oke, berarti ada kemungkinan juga,
19:14kita kan ini tanpa mendahului dari investigasi,
19:16hasil investigasi, ada kemungkinan ada kerusakan alat di sana,
19:20ada kemungkinan juga faktor cuaca,
19:22tapi kemudian soal keluar jalur banyak sekali kemungkinan.
19:26Tapi yang kemudian saya ingin tanyakan kembali,
19:28sebagai seorang awam begitu ya,
19:30kecelakaan ini kan diklasifikasikan sebagai kondisi pesawat
19:35dalam kontrol tetapi menabrak sesuatu.
19:38Nah, bagaimana penjelasan soal ini, Ibu Ruth?
19:42Ya, sebenarnya alat yang untuk mengingatkan pilot
19:47untuk supaya mereka tidak masuk ke area yang berbahaya,
19:52itu ada yang namanya Terrain Alertness Warning System.
19:57Jadi, itu alat yang akan memberitahukan CPIC-nya
20:02bahwa Anda memasuki daerah yang berbahaya.
20:07Seperti tadi ya, ada arahan untuk pull up,
20:10artinya untuk naik pada ketinggian tertentu.
20:15Kemudian ada juga teriakan dari alat itu yang menyatakan Terrain,
20:21Terrain artinya ada halangan Terrain di situ,
20:25ada gunung atau bukit atau jalur yang sempit
20:29yang memungkinkan terjadi Civic tadi,
20:32Control Flight into Terrain tadi.
20:34Nah, itu alat-alat itulah yang berteriak.
20:37Tapi bukan dia, dia hanya alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
20:43Tetapi bukan dia yang mengkontrol si pesawat untuk tidak masuk di situ.
20:48Tetap PIC atau pilot yang bekerja untuk mengendalikan si pesawat.
20:55Apakah dia harus melakukan sesuatu atau tidak.
20:58Oke, ini yang kemudian masih harus menunggu hasil investigasi.
21:04Tapi kemudian, saya ingin bertanya,
21:06saya jadi ingat pada saat kecelakaan,
21:09kasus kecelakaan pesawat Sukhoi pada beberapa tahun yang lalu,
21:13yang hampir sama begitu,
21:15karena memang menabrak Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat kala itu.
21:19Apakah ada kesamaan di sini atau seperti apa,
21:22tanpa mendahului hasil investigasi?
21:25Iya, itu beda lagi ya.
21:29Pada waktu itu memang lagi sedang joy flight,
21:32kemudian sedang kemungkinan yang saya dengar adalah alat TOS-nya itu tadi.
21:40Jadi untuk terrain warning sistemnya itu sedang dimatikan.
21:43Sehingga tidak memberitahukan kepada CPIC bahwa dia akan menghadapi suatu kejadian.
21:53Nah, itu yang saya dengar ya.
21:54Tapi kebenarannya saya kurang tahu pasti.
21:58Nah, apakah kasus ini juga sama?
22:02Itu juga kita tidak bisa mengatakan iya.
22:05Karena juga belum ada data untuk menyatakan hal itu.
22:10Tapi arah ke sana, arah ke sifit tadi itu cukup terang beneran.
22:17Oke, jadi ada mengarah ke sifit tadi itu yang kemudian sampai saat ini masih harus terus menunggu hasil investigasi,
22:26termasuk juga soal black box tadi ya, investigasi soal black box.
22:29Nah, terakhir saya ingin ke Ibu Ruth, terakhir singkat saja.
22:33Biasanya dari sepengalaman Anda,
22:34Berapa lama informasi dari black box ini bisa dianalisa,
22:39kemudian akhirnya bisa disampaikan kepada publik?
22:42Wah, ini kalau hasil dari FDR dan CVR tidak untuk dipublikasikan, Pak.
22:50Memang rahasia itu diatur di dalam IKO Annex 13,
22:56memang hanya untuk para investigator dan yang in charge di dalam tim investigasi kasus ini.
23:04Jadi bukan untuk publikasi.
23:07Namun dalam mendownload atau mengunduh data rekaman secara raw data,
23:15itu bisa 3 sampai 10 hari untuk FDR saja.
23:20Jadi belum dibaca ya, hanya read out maksudnya hanya mengunduh apa yang terkam.
23:26Tapi untuk dibaca memerlukan waktu lagi.
23:29Nah, demikian juga dengan CVR, ini akan lebih lama lagi untuk membacanya.
23:35Karena harus ditranskrip setiap bunyi, setiap perkataan,
23:41dan dicocokkan juga dengan waktu, kemudian koordinat, dan sebagainya.
23:46Dan ada tim human factors di situ untuk juga ikut mengkaji.
23:52Apakah betul yang dilakukan dan tepat dengan warning-warning seperti ini ya,
23:59ada seruan-seruan untuk naik atau untuk berubah arah,
24:03dan ada peringatan-peringatan itu apakah pilot dan alat itu sinkron melakukan tindakan pencegahan.
24:12Nah, ini bisa memakan waktu 7 sampai 20 hari untuk men-transkrip saja ya,
24:19belum untuk analisis. Demikian.
24:22Oke, jadi memang ada fasenya, ada mekanismenya mulai dari diunduh,
24:27kemudian ditranskrip, kemudian dibaca begitu ya,
24:30untuk bisa diinvestigasi selanjutnya apa penyebab dari kecelakaan pesawat ATR-42500 ini.
24:37Terakhir, saya ingin ke Kolonel Abi dan juga Kolonel Dodi begitu ya,
24:43soal proses pencarian, apa yang bisa ingin disampaikan?
24:46Tiga poin krusial untuk Kolonel Abi, silahkan.
24:51Untuk proses pencarian, kami berkomitmen bersama tim
24:54untuk terus mencari, kemudian terus berusaha semaksimal mungkin,
24:59memperbesar personil untuk penyebaran,
25:03dan tentu mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia,
25:08supaya kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal,
25:11bisa menemukan seluruh korban yang ada di daerah tersebut.
25:15Silahkan untuk Kolonel Dodi.
25:21Kurang lebih sama, Mbak.
25:23Jadi kita memaksimalkan waktu pencarian yang sudah masuk hari ke-6,
25:32dimana semakin lama waktu,
25:35tentunya semakin sulit dalam mencari,
25:38terutama potongan tubuh.
25:39Ini yang terus kita fokuskan,
25:45dan tentunya sama,
25:46kita doakan apa yang kita lakukan ini,
25:50demi kemanusiaan,
25:52segera bisa tuntas,
25:54dan selesai.
25:55Terima kasih.
25:56Oke, baik.
25:56Tentu kita berharap proses pencarian ini
25:59bisa berjalan secara lancar,
26:02begitu tidak ada halangan.
26:03Terima kasih asisten operasi Kodam 14 Sasanudin,
26:06Kolonel Infantri Dodi Priyohadi,
26:07telah bergabung bersama kami,
26:08dan juga ada asisten perencanaan Kodam 14 Sasanudin,
26:13Kolonel Infantri Abi Kusnianto,
26:15yang juga sudah bergabung bersama kami,
26:17sekaligus juga pengamat penerbangan,
26:20yang juga mantan investigator KNKT,
26:22Ibu Ruth Hana,
26:23juga telah bergabung bersama kami,
26:25dan memberikan pendapat serta perspektifnya.
26:27Terima kasih Ibu,
26:28terima kasih Bapak-Bapak.
26:30Assalamualaikum,
26:30selamat pagi,
26:31sehat selalu.
26:32Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan