Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MAROS, KOMPAS.TV - Pesawat ATR 42-500 yang alami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, merupakan pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT.

Puing pesawat ATR 42-500, milik Indonesia Air Transport. Ditemukan berserakan di sekitar puncak Gunung Bulu Saraung, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kondisi medan yang terjal dan berkabut menjadi kendala pencarian korban.

Medan yang terjal, berkabut dengan kemiringan 90 derajat di ketinggian seribu 3 ratus 53 meter dari permukaan laut, jadi kendala dalam pencarian korban.

Tim SAR gabungan telah menyiapkan skenario evakuasi korban.

Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, pesawat yang dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport, diketahui sedang menjalankan misi resmi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia. Menteri KP pun membenarkan ada 3 pengawainya yang jadi penumpang pesawat ini.

Tak hanya 3 pegawai KKP yang jadi penum, ang, pesawat ATR 42-500 ini juga mengangkut 7 kru.

Direktur Utama Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, bilang, 7 kru tersebut adalah, Pilot Capt. Andy Dahananto, Co Pilot Yudha Mahardika, awak kabin Florencia Lolita, dan Esther Aprilita, dan kru teknis Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi.

Pesawat ATR 42-500 adalah buatan tahun 2000. Pengamat penerbangan Alvin Lie bilang, usia usia pesawat bukan tolak tolak ukur soal kelaikan terbangnya. Semua tergantung bagaimana perawat berkala yang dilakukan.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, termasuk pesawat komersial, namun tidak melakukan penerbangan terjadwal karena disewa khusus oleh KKP. Alvin Lie menambahkan, dalam penggunaan pesawat ini, harus dilakukan perawatan manual secara berkala, dan inspeksi penetbitan setifikat kelaikan terbang yang dilakukan setiap tahun.

#pesawathilangkontak #pesawatatr42500 #timsar #maros

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/644628/puing-pesawat-atr-42-500-ditemukan-tim-sar-prioritaskan-evakuasi-korban-kompas-petang
Transkrip
00:00Pesawat ATR-42500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, merupakan pesawat milik Maskapai Indonesia Air Transport.
00:11Pesawat ini sedang menjalankan misi resmi, yaitu pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance.
00:19Pesawat ATR-42500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, merupakan pesawat milik Maskapai Indonesia Air Transport, IAT, dengan nomor registrasi PKTHT.
00:35Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, pesawat yang dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport diketahui sedang menjalankan misi resmi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.
00:53Menteri KP pun membenarkan ada tiga pegawainya yang jadi penumpang pesawat ini.
00:58Air surveillance, nah air surveillance itu kita kerjasama dengan IAT, jadi selalu kita gunakan untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, khususnya untuk pengawasan di daerah-daerah perbatasan.
01:12Jadi laut kita berbatasan dengan laut tetangga, sehingga kita selalu akan melakukan itu, tapi tidak terbatas, hampir di seluruh WP kita melakukan pengawasan.
01:21Tak hanya tiga pegawai KKP yang jadi penumpang, pesawat ATR 42500 ini juga mengangkut tujuh kru.
01:29Direktur Utama Indonesia Air Transport Tri Adiwibowo bilang, tujuh kru tersebut adalah pilot Kapten Andi Dhananto,
01:36co-pilot Yuda Mahardika, awak kabin Florencia Lolita, dan Esther Aprilita, serta kru teknis Haryadi, Franky Detanamal, dan Junaidi.
01:45Kita klarifikasi bahwa kru yang on board ada tujuh, ada Kapten Andi Dhananto, Pak Muhammad Farhan Gunawan, Bapak Risto Adi,
02:00kemudian Bapak Di Mordiono, dan kabin kami ada Lorencia Lolita, dan Mbak Esther Aprilia.
02:08Jadi ada air beredar, ada delapan, dari kami komponen revisi, kami kamekan hanya tujuh orang saja, demikian.
02:17Pesawat ATR 42500 adalah buatan tahun 2000.
02:20Pengamat penerbangan Alvin Li bilang, usia pesawat bukan tolak ukur soal kelayakan terbangnya.
02:26Semua tergantung bagaimana perawatan berkala yang dilakukan.
02:30Pesawat komersial hanya tidak melakukan penerbangan berjadwal, dia disewa jangka panjang oleh KKP dengan status charter.
02:40Itu ada persyaratannya yaitu perawatan sesuai dengan manual, kemudian setahun sekali juga melalui inspeksi
02:50untuk penerbitan sertifikat kelayakan terbang dari Kementerian Perhubungan, dari pihak asuransi pun pasti juga melakukan pengawasan terhadap kelayakan terbangan pesawat tersebut.
03:08Pesawat ATR 42500 milik Indonesia Air Transport termasuk pesawat komersial, namun tidak melakukan penerbangan terjadwal karena disewa khusus oleh KKP.
03:18Alvin Li menambahkan, dalam penggunaan pesawat ini harus dilakukan perawatan manual secara berkala dan inspeksi penerbitan sertifikat kelayakan terbang yang dilakukan setiap tahun.
03:29Tim Liputan, Kompas TV
03:31Puing pesawat ATR 42500 milik Indonesia Air Transport ditemukan berserekan di sekitar puncak Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
03:45Kondisi medan yang terjal dan berkabut menjadi kendala pencarian korban.
03:50Medan yang terjal berkabut dengan kemiringan 90 derajat di ketinggian 1.353 meter dari permukaan laut jadi kendala.
04:01Tim Sargabungan telah menyiapkan skenario evakuasi korban.
04:04Tetap fokus untuk mengenvasi korban dulu. Jadi kita mencari korban manusianya, baru nanti kita pikirkan untuk evakuasi dari pesawat itu sendiri.
04:20Untuk evakuasinya, ini kita buat dua alternatif ya.
04:25Yang pertama apabila korban ini berada pada ketinggian Bulusaraung, otomatis jalan satu-satunya harus dievakuasi ke posko Tompo Bulu.
04:34Tapi apabila mendekati ke jalan Poros ini, maka evakuasinya bisa dilaksanakan di kejamatan Balocie. Kita arahkan ke arah bawah.
04:41Pihak Bandara Sultan Hasanuddin Makassar terus berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura untuk menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan.
04:50Khususnya untuk keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42500.
04:54Selain koordinasi, juga dilakukan dengan KNKT terkait dengan proses investigasi penyebab kecelakaan tersebut.
05:11Untuk mengetahui perkembangan pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42500 di Gunung Bulusaraung,
05:41Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
05:43Kita sapa jurnalis Kompas TV, Gufron Lamataha dan juru kamera Rama Pratama di posko Induk Timsar Gabungan Desa Tompo Bulu.
05:51Gufron, satu jenazah sudah ditemukan, rencananya juga akan dibawa ke posko begitu cuaca membaik.
05:57Seperti apa skenario-nya? Dan langkah selanjutnya identifikasi akan seperti apa?
06:00Ya betul sekali tadi memang konfirmasi soal jenazah telah ditemukan di kurang lebih berjarak 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
06:13Dengan tinggi Gunung Bulusaraung ini puncaknya berada di sekitar 1.300-an di atas permutukan laut atau 1.300-an MDPL.
06:22Dengan nanti rencananya sebenarnya kalau melihat cuaca membaik, proses atau skenario evakuasi terbaiknya adalah dengan menggunakan kopter ataupun juga melalui jalur udara.
06:34Tapi skenario terburuknya jika memang kalau udara ataupun juga cuaca tidak terlalu bagus, rencananya akan dilakukan evakuasi menggunakan jalur darat dan juga nanti akan melalui posko yang tempat saya berdiri saat ini.
06:50Yang berada di kaki gunung Puncak Bulusaraung, tepatnya di desa Tombolo, Tompobulu, yang berada di kecamatan Balocik Kabupaten Pangke Provinsi Sulawesi Selatan.
07:05Namun memang hujan dan juga kabut yang mengguyur daerah Bulusaraung maupun juga di daerah desa Tombolo ini memang sudah mulai terjadi sejak sore tadi
07:18sehingga memang skenario terbaiknya adalah para tim yang sudah berada di puncak ini sudah diminta untuk turun mencari tempat yang lebih aman
07:26dan sudah berada di pos 9 puncak gunung Bulusaraung.
07:31Kalau memang hingga malam nanti cuaca tidak hendak membaik, nanti proses evakuasi akan dilanjutkan esok hari dengan skenario terbaik yaitu tadi menggunakan jalur udara.
07:41Itu pun kalau memang cuaca di sekitar Bulusaraung ini baik dan juga mendukung karena memang sejak kemarin hujan dan juga kabut begitu ya
07:53yang berada di puncak gunung Bulusaraung ini juga cukup menyulitkan tim yang berada di puncak untuk bisa melakukan proses evakuasi
08:03maupun juga mencari serpian-serpian pesawat lainnya tadi.
08:07Serpian-serpian pesawat sebenarnya sudah mulai dievakuasi dan sudah dibawa ke poskol yang berada di kecamatan Balocci,
08:17keupatan tempat saya melaporkan saat ini.
08:20Namun untuk evakuasi jenazah sendiri tentu saja bergantung pada cuaca.
08:26Nanti pun kalau memang berhasil evakuasi pada malam hari ini atau sore hari ini maka selanjutnya adalah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bayanggaran Makassar
08:35untuk proses identifikasi dan juga pencocokan sampel-sampel DNA untuk bisa langsung menghubungi keluarga yang punya hubungan
08:45ataupun juga relasi kerabat dekat dengan korban.
08:48Kembalikan Anda.
08:49Jurnalis Kompas TV Govron Lamataha dan Rama Pratama terima kasih atas laporan Anda.
08:54Tetap jaga kesehatan, berhati-hati.
08:56Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan