Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Banjir setinggi lebih dari satu meter merendam dua desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Banjir merendam pemukiman warga Desa Tanjung Sari dan, Desa Karang Raharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Banjir terjadi akibat luapan Sungai Kali Ulu yang tak mampu menahan debit air, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak Sabtu (17/1/2026) sore.

Warga bilang, ketinggian air mulai meningkat sejak dini hari tadi.

Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat bilang, 80 persen wilayah Jakarta Utara, terendam banjir akibat hujan deras pada Sabtu malam, dan diperparah dengan kenaikan air laut.

Untuk mengatasi banjir, seluruh rumah pompa yang berada di Jakarta Utara difungsikan, dengan tambahan 72 pompa mobile

di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur.

Ruas Jalan Ahmad Yani menuju Gerbang Tol Cempaka Putih terendam banjir, setinggi tiga puluh, hingga lima puluh sentimeter.

Banjir mengganggu perjalanan pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur.

Di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Jalan Boulevard Raya terendam banjir setinggi 60 sentimeter.

Banjir membuat sejumlah kendaraan yang melintas mogok.

Untuk melanjutkan perjalanan, sejumlah pengendara mendorong kendaraan mereka yang mogok.

Banjir yang menerjang Jakarta, berdampak ke perjalanan KRL Commuter Line lintas Tanjung Priok menuju Stasiun Jakarta Kota dan sebaliknya.

Terhambatnya operasional KRL disebabkan genangan banjir di Stasiun Jakarta Kota dan Kampung Bandan.

Akibatnya sejumlah calon penumpang terpaksa beralih ke moda transportasi lain.

Jalur kereta api petak Pekalongan-Sragi di Pekalongan Jawa Tengah, hingga Minggu siang masih terendam banjir.

Hanya satu lajur rel saja yang bisa dilintasi rangkaian kereta.

Lokomotif khusus berwarna merah merupakan penarik rangkaian gerbong kereta api yang melintas di jalur hulu di Pekalongan.

Rangkaian gerbong kereta dibatasi hanya bisa melaju 20 kilometer per jam.

#banjir #jakarta #pekalongan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/644624/banjir-rendam-jakarta-bekasi-hingga-pekalongan-aktivitas-warga-terganggu-kompas-petang
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih menyaksikan Kompas Petang, Saudara.
00:06Banjir setinggi lebih dari 1 meter merendam 2 desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
00:19Banjir merendam permukiman warga desa Tanjung Sari dan juga desa Karang Raja,
00:24Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada minggu pagi, Saudara.
00:27Banjir terjadi akibat luapan sungai Kali Ulu yang tak mampu menahan debit air
00:32setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak Sabtu sore.
00:39Warga bilang ketinggian air mulai meningkat sejak dini hari tadi.
00:46Ini meluap air Kali. Kali apa?
00:49Kali Ulu, kali sini sebutnya, tapi ini kalau nggak salah kiriman air kiriman.
00:55Hujan dari semalam juga ya?
00:56Dari kemarin sore hujan mah.
00:58Deras?
00:58Iya deras, bukan deras.
00:59Ini hampir 100, hampir 200 rumah.
01:06Wali kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat bilang,
01:0980 persen wilayah Jakarta Utara terendam banjir akibat hujan deras pada Sabtu malam
01:15dan diperparah dengan kenaikan air laut.
01:17Untuk mengatasi banjir, seluruh rumah pompa yang berada di Jakarta Utara
01:22difungsikan dengan tambahan 72 pompa mobile.
01:29Malam, hujan turun dengan intensitas yang bisa dikatakan cukup ekstrim.
01:36Dan hampir 80 persen wilayah Jakarta Utara ini semuanya ada genangan.
01:42Dan tadi kami melintas di sepanjang jalan RE Marta Dinata,
01:47itu sudah air setinggi paha orang dewasa, kemudian kali ancol pun sudah rata dengan jalanan.
01:55Di Pulau Mas, Pulau Gadung, Jakarta Timur, ruas Jalan Ahmad Yani menuju gerbang tol Cempaka Putih
02:02terendam banjir setinggi 30 hingga 50 cm.
02:07Banjir mengganggu perjalanan pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur.
02:18Di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jalan Boulevard Raya terendam banjir setinggi 60 cm.
02:24Banjir membuat sejumlah kendaraan yang melintas mogok.
02:28Untuk melanjutkan perjalanan, sejumlah pengendara mendorong kendaraan mereka yang mogok.
02:33Kemudian dari mana bang?
02:42Tadi awalnya dari sini nih.
02:56Sudah mengantar ke sana, balik lagi ke sini.
03:00Berarti tinggi di situ bang ya?
03:01Ya, tinggi siapa hal.
03:07Banjir yang menerjang Jakarta berdampak ke perjalanan KRL komuter lain lintas Tanjung Priok menuju ke stasiun Jakarta Kota dan sebaliknya.
03:18Terhambatnya operasional KRL disebabkan oleh genangan banjir di stasiun Jakarta Kota dan juga Kampung Bandan, Saudara.
03:24Akibatnya, sejumlah calon penumpang terpaksa beralih ke moda transportasi lain.
03:36Jalur kereta api petak Pekalongan Seragi di Pekalongan Jawa Tengah hingga Minggu siang masih terendam banjir.
03:43Hanya satu lajur rel saja yang bisa dilintasi rangkaian kereta.
03:47Lokomotif khusus berwarna merah merupakan penarik rangkaian gerbong kereta api yang melintas di jalur hulu di Pekalongan.
03:55Kecamatan rangkaian gerbong kereta dibatasi hanya bisa melaju 20 km per jam.
04:01Cara stasiun Kalongan Seragi menyebabkan beberapa kereta api mengalami pembatalan perjalanan dan juga perubahan pola operasi kereta api.
04:18Bagaimana 4.915 penumpang yang membatalkan tiket mereka akibat adanya pembatalan dan juga perubahan pola operasi tersebut.
04:27Dan untuk mengetahui situasi terkini di wilayah terdampak banjir kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Niko Anggriawan dan juru kamera Adini Anissa di kawasan Pegangsaan 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
04:40Dan juga dari Pekalongan Jawa Tengah ada jurnalis Kompas TV Ari Himawan. Kita ke Niko dulu yang berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
04:48Niko tampaknya di belakang Anda masih ada genangan begitu. Bagaimana situasi di sana?
04:57Ya Yasir, setidaknya genangan dengan tinggi kurang lebih dari 40 hingga 50 cm ini masih menggenangi jalan Pegangsaan 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
05:08Dan belum ada tanda-tanda surut air yang turun signifikan sejak pukul 2 siang kami ada di lokasi tempat saya melaporkan saat ini.
05:19Dan situasi terkini akan ditunjukkan langsung oleh juru kamera Kompas TV Adini Anissa.
05:24Situasi banjir di Jalan Pegangsaan 2 menuju ke arah Semper ini memiliki ketinggian genangan yang bervariasi ya.
05:36Kalau misalnya kami tadi sempat menyusuri Jalan Pegangsaan 2 ini ketinggian mulai dari 40 hingga 60 cm.
05:45Namun kalau misalnya tempat saya melaporkan saat ini hanya berkisar di antara 40 hingga 50 cm saja.
05:51Dan kalau misalnya bisa dilihat di visual Anda saat ini arus selalu lintas di perempatan Jalan Pegangsaan 2 ini sempat tersendat.
06:01Imbas adanya beberapa pengendara roda 2 yang menuntun kendaraannya karena mereka ini tidak bisa melewati genangan dengan tinggi 40 hingga 50 cm.
06:14Kemudian ada beberapa kendaraan roda 2 juga yang mati.
06:20Imbas nekat mereka menerobos genangan banjir.
06:24Kemudian beberapa mobil juga masih terpantau bisa hilir mudik.
06:30Mulai dari arah Kelapa Gading menuju Cakung.
06:33Kemudian dari arah Semper menuju ke Jalan Pegangsaan 2.
06:36Ini kalau kendaraan roda 4 masih bisa melalui jalan Pegangsaan 2 meskipun dengan ketinggian air yang cukup bervariasi.
06:46Kemudian kalau misalnya dilihat dari petugas.
06:49Ini ada petugas PPSU atau pasukan Orange yang sedari tadi masih melakukan pengaturan arus selalu lintas.
06:58Tentunya ada dibantu dari Babinsa juga.
07:01Kemudian kalau misalnya terkait pompa, Yasir dan juga Saudara tadi sempat dilakukan penyedotan pompa air dengan menggunakan pompa air.
07:11Dan kami juga sempat berbincang dengan petugas.
07:15Setidaknya di kawasan Kelapa Gading ini ada sekitar 5 pompa yang dikerahkan untuk mengurangi ketinggian debit air yang ada di kawasan Kelapa Gading.
07:27Di antaranya 3 pompa portable, kemudian 2 pompa apung yang saat ini difungsikan di Jalan Pegangsaan 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
07:39Sementara kalau misalnya terkait dengan genangan, Yasir dan juga Saudara ini beberapa aktivitas jual beli.
07:45Mulai dari restoran, kemudian ada warteg, ada bengkel juga yang hari ini harus terpaksa tutup karena genangan yang terjadi di kawasan Pegangsaan 2 ini terjadi sejak pukul 11 malam tadi.
07:59Yasir, kembali ke studio.
08:00Niko, tadi seperti yang Anda sampaikan bahwa genangan ini masih sulit surut begitu walaupun sudah ada 5 pompa.
08:07Nah, apa yang Anda pantau terkait dengan penanganan banjir di sana sehingga bisa segera surut sehingga aktivitas warga di sana kembali normal?
08:16Ya, kalau misalnya sejak tadi pukul 2 hingga pukul 16.30 waktu Indonesia Barat saat ini, Yasir dan juga Saudara, banjir yang di kawasan Pegangsaan 2 ini tidak surut-surut sejak tadi.
08:33Ini setidaknya ada beberapa hal yang berdasarkan pantauan kami.
08:37Di antaranya dia adalah beberapa saluran air yang ada di sisi kanan-kiri jalan ini tersumbat, Yasir dan juga Saudara.
08:45Tersumbat oleh plastik, lalu kemudian ada botol kaca yang kemudian menyebabkan air ini sulit masuk ke saluran air untuk akhirnya surut.
08:53Sehingga suku dinas sumber daya air Jakarta Utara ini harus mengerahkan pompa-pompa untuk membantu penurunan debit air atau penurunan muka air yang terjadi
09:04atau genangan yang terjadi di kawasan Pegangsaan 2 ini.
09:08Kita masih nantikan, Yasir dan juga Saudara, kita harapkan genangan yang ada di Pegangsaan 2 ini cepat surut, tentunya masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal.
09:17Jadi perlu adanya penambahan pompa air ya agar genangan di daerah Pegangsaan 2 ini bisa segera surut.
09:22Dari Niko, kita bergeser ke Pekalongan Jawa Tengah, ada Ari Himawan di sana.
09:28Ari, bagaimana perkembangan penanganan banjir di Pekalongan terutama ini terkait dengan perjalanan kereta api?
09:37Dari Niko, kita bergeser ke Pekalongan Jawa Tengah, di Jawa Tengah Mtaim, menyertai dengan perjalanan kereta api?
09:43Kalungan Jawa itu hanya peta kalungan hingga seragi ini masih terendam banjir
09:51Meski begitu kereta yang melintas ini hanya bisa menggunakan satu lajur saja yaitu lajur hulu
09:59Dan rangkaian kereta yang melintas di jalur hulu ini menggunakan lokomotif khusus
10:06Ditarik menggunakan lokomotif yang sudah disiapkan oleh PT KAI
10:12Dan kecepatannya hanya bisa 20 km per jam
10:17Selain jalur hulu juga ada jalur hulu yang masih terendam banjir di atas 10 cm
10:24Sehingga ini tidak bisa dilewati oleh rangkaian kereta api
10:28Dari pantauan kami di lokasi Yasir dan juga Saudara
10:33Sebenarnya sudah banyak upaya yang dilakukan oleh PT KAI untuk menormalkan kembali lajur kereta untuk bisa dilintasi rangkaian kereta api
10:46Seperti menambah kerikil atau balas, kereta balas atau kereta yang membawa kerikil
10:53Terus disini bolak-balik untuk menambah kerikil agar bantalan kereta api lebih stabil
11:01Sehingga kereta yang melintas itu lebih aman
11:03Baik, terima kasih Jurnalis Kompas TV
11:08Ari Mawan atas informasinya dari Pekalongan, Jawa Tengah
11:11Dan sebelumnya ada Niko Arianto dari Kelapa Gading, Jakarta
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan