Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengapresiasi langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menemuinya di Solo.

Jokowi menyebut pertemuan itu sebagai bentuk silaturahmi yang patut dihargai.

"Itu adalah kehadiran untuk silaturahmi. Saya sangat menghargai keduanya," kata Jokowi, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi Polda Metro Jaya dan penyidik untuk membuka peluang penyelesaian perkara melalui restorative justice (RJ).

"Dari pertemuan silaturahmi itu, semoga bisa dijadikan pertimbangan bagi Polda Metro Jaya dan bagi penyidik untuk kemungkinan restorative justice," lanjut Jokowi.

Namun, saat ditanya apakah dalam pertemuan tersebut terdapat permintaan maaf dari Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, Jokowi memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.

Sementara itu, Eggi Sudjana memuji akhlak Jokowi setelah bertemu langsung dengan mantan presiden tersebut.

Tak lama setelah pertemuan itu, Jokowi mengirimkan permohonan restorative justice ke Polda Metro Jaya.

Di sisi lain, tersangka lain dalam perkara yang sama, Roy Suryo, menegaskan tidak akan menempuh langkah serupa dengan menemui Jokowi.

"Enggak, enggak, enggak (bertemu Jokowi)," ujar Roy singkat.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Video Editor: Vila

#ijazahjokowi #roysuryo #eggisudjana

Baca Juga Update Korban Pesawat ATR 42-500, Satu Jenazah Ditemukan di https://www.kompas.tv/nasional/644615/update-korban-pesawat-atr-42-500-satu-jenazah-ditemukan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/644623/jokowi-eggi-blak-blakan-usai-pertemuan-di-solo-roy-suryo-respons-begini-parasot
Transkrip
00:00Kehadiran untuk silaturahmi saya sangat menghargai dan tidak benar kalau saya mengajukan RJ lebih dulu tidak benar
00:11Dan Bapak Damai Hari Lupis, kekadiaman seperti apa Pak? Apa yang dibahas Pak?
00:16Ya, telah hadir bersilaturahmi Bapak Profesor Egi Sujana dan Bapak Damai Hari Lupis Eja ke rumah saya
00:39Benar, beliau-beliau hadir, didampingi oleh pengacara Bu Elida Neti
00:51Dan itu adalah kehadiran untuk silaturahmi saya sangat menghargai
01:02Dan saya sangat menghormati silaturahmi beliau berdua
01:15Kemudian yang kedua dari pertemuan silaturahmi itu
01:27Semoga bisa dijadikan pertimbangan bagi Bolda Metro Jaya dan bagi penyidik untuk kemungkinan restoratif justice
01:46Karena itu adalah kemenangan dari penyidik dan Bolda Metro Jaya
01:57Ada permintaan maaf enggak Pak datang dari mereka?
02:01Menurut saya ada atau tidak itu tidak perlu diperdebatkan
02:09Karena menurut saya niat baik silaturahmi itu harus saya hormati dan saya hargai
02:23Tapi mereka juga memberikan permintaan untuk menghentikan kasus itu atau enggak?
02:28Saya kira nanti akan ditindaklanjuti oleh pengacara Bu Elida
02:33Dalam konstruk ajaran Islam kebatilan ini kebatilan pasti lenyap apabila kebenaran datang
02:43Pertanyaan seriusnya bagaimana datangkan kebenarannya dulu baru kebatilan lenyap
02:50Ini kita normatif saja bahwa kebatilan pasti lenyap
02:55Ya pasti lenyap karena apa? Karena datangnya kebenaran
02:58Nah ini enggak pernah ditempuh selama ini
03:00Oleh karena itu tidak bermaksud saya merasa lebih dari siapapun
03:06Apalagi melampai Presiden Jokowi Dodo
03:09Kita ini RJ
03:11RJ itu kesepakatan
03:14Enggak bisa saya mohon
03:16Enggak bisa Jokowi juga mohon
03:18Kalau dia mohon saya enggak setuju
03:21Saya mohon dia enggak setuju
03:22Kan enggak jadi
03:23Itu teori
03:24Dan tidak benar kalau saya mengajukan RJ lebih dulu
03:28Tidak benar
03:30Yang benar begini
03:31Dalam dialog saya dengan Jokowi
03:34Dalam perspektif dua sisi tadi
03:37Pertanyaannya bagaimana konflik batil dan benar ini
03:44Bisa selesai dengan kedamaian
03:48Itu perlu cara
03:49Itu perlu metode
03:51Enggak bisa kebatilan selamanya terus berjaya
03:55Kalau tidak kebenarannya ditampilkan
03:59Nah itu juga perlu cara
04:00Jadi caranya adalah dalam Islam itu dialog
04:04Dalam Islam itu tabayun
04:06Dalam Islam itu ada channel-channel yang untuk ditempuh
04:11Untuk kebersamaan itu
04:13Yang menarik adalah surat Toha itu
04:16Surat ke-20 ayatnya 41-46
04:20Ada dua ayat 43-44 menyatakan
04:23Allah perintah kepada Musa
04:26Datangilah Fir'aun
04:28Tapi
04:29Untuk dengan kalimat yang lemah lembut
04:33Karena Fir'aun sudah melampaui batas
04:35Barangkali dengan begitu dia ingat
04:36Itu kan menarik
04:38Kejahatan yang begitu dasar
04:40Tapi dihadapi dengan kelembutan
04:43Sementara
04:44Musa
04:45Punya karakter keras
04:47Sampai dia bilang tidak sanggup
04:49Nah apa cerita ini
04:51Saya tidak mengklaim saya Musa
04:53Saya tidak nuduh Jokowi
04:55Ini logikanya harus dipahami gitu
04:58Oleh karena itu dalam perspektif gerakan
05:01Saya hanya merenungi
05:05Sepanjang ayat ini
05:06Untuk Indonesia ya
05:081447 tahun
05:10Konteksnya Indonesia
05:12Siapa yang bisa negakin ayat ini
05:14Padahal ini kan
05:15Kalau kamu bertakwa
05:20Takwalah sampai kamu kematian
05:23Menimpah kamu
05:24Pertanyaannya
05:25Sampai kita mati
05:27Dalam perspektif ini
05:29Adalah
05:29Konteksnya adalah
05:31Satu hal yang mendasar
05:33Yaitu
05:34Konteksnya
05:36Saya ingin menegakkan kebenaran
05:38Apa kebenaran yang dimaksud
05:42Saya dituduh tersangka
05:44Bahkan ditersangkakan
05:46Dan kemudian kita
05:49Menjadi
05:50Dicekal
05:51Dan kemudian kita
05:53Akan menghadapi proses
05:54Saya tidak terima
05:56Saya datang
05:57Pak Jokowi
05:58Yang saya hormati
06:00Saya panggilnya
06:01Mas bukan Jokowi
06:02Walaupun saya lebih tua
06:03Saya bilang
06:04Bapak 61 saya 59
06:05Tapi saya panggil mas
06:07Penghormatan
06:08Bapak punya
06:10Kapasitas presiden
06:11Dan lain sebagainya
06:12Sekarang mantan
06:13Nah untuk itulah
06:15Di dalam pengertian ini
06:17Saya berharap
06:19Jangan salah info
06:21Saya kesini
06:24Mungkin Bapak terima
06:25Mungkin
06:26Pembisik-pembisiknya
06:28Menyatakan
06:28Egi datang
06:29Meminta maaf
06:30No way
06:31Jelas ya
06:32Saya datang
06:33Bukan untuk minta maaf
06:35Itu saya sampaikan
06:35Depan beliau
06:36Saya ingin
06:38Mendegakkan kebenaran
06:40Kenapa
06:40Karena saya tidak pantas
06:42Ditorsangkakan
06:43Satu
06:44Saya advokat
06:45Advokat itu punya undang-undang
06:47Namanya undang-undang
06:48Tentang advokat
06:49Nomor 18
06:51Tahun 2003
06:52Pasal 16
06:53Kedua
06:54Saya melapor lebih dulu
06:56Tapi kenapa
06:57Dilapor balik
06:58Ini bertentangan
06:59Dengan undang-undang
07:00Nomor 31
07:01Tahun 2014
07:04Pasal 10
07:04Ya
07:05Tentang
07:06Undang-undang
07:07Perlindungan
07:08Saksi dan korban
07:08Yang ketiga
07:10Saya belum pernah
07:11Disidik
07:12Bertentangan
07:13Peraturan Kapolri
07:14Ya
07:15Yang berkaitan
07:16Dengan penyidikan
07:17Harus
07:18Disidik dulu
07:19Baru jadi tersangka
07:20Kenapa
07:21Saya ditersangkakan
07:22Kemudian yang keempat
07:24Saya
07:24Punya
07:25Legal standing
07:26Ilmiah
07:27Dari
07:28Dokter
07:28Muzakir
07:29Dari
07:30Guru besar
07:32Atau apa
07:33Dia di
07:33Khabidana
07:33Di
07:35UII
07:36Yogyakarta
07:37Nah
07:38Dia menyatakan
07:39Dalam LO nya
07:40Legal opinion
07:41Egi Sujana
07:42Tidak pantas
07:43Detersangkakan
07:44Pertanyaan seriusnya
07:45Mas Jakowi
07:46Bapak pernah
07:47Sumpah
07:48Demi Allah
07:49Sebagai presiden
07:50Dan wakil presiden
07:51Untuk menjalankan
07:52Undang-undang
07:53Sebaik-baiknya
07:53Dan seluruh
07:54Hulusnya
07:55Demi Allah
07:56Pasal 9
07:58UUD 45
07:59Kenapa
08:00Undang-undang
08:01Yang ada
08:01Undang-undang
08:03Yang ada
08:04Lalu menjadi
08:05Satu situasi
08:06Yang
08:06Dilanggar begitu
08:08Mungkin
08:09Itu saya senang
08:10Dengan
08:11Kebaikan
08:11Beliau luar biasa
08:12Dalam
08:13Akhlak
08:14Kalah saya
08:16Nah
08:16Lalu yang saya menarik lagi
08:18Bapak Jakowi
08:19Yang terhormat
08:20Dia menyatakan
08:21Saya harus bagaimana
08:21Nah disitulah
08:23Baru ada RJ
08:24Saya minta
08:26Perintah Kapolri
08:27Kepada Kapolda
08:28Kapolda kepada
08:29Diri Keribong
08:30Cabut cekal saya
08:32Dan
08:33SP3-kan saya
08:35Itu yang saya bilang
08:36Dia langsung reaksi
08:38Pasarip
08:39Ajudannya
08:40Panggil polisi
08:41Nah saya baru tahu
08:42Disada polisi
08:42Bukan saya didampingi polisi
08:44Bapak
08:45Berarti
08:45Berkait dengan ijazah
08:46Jadi
08:47Dengan itu
08:49Karena saya sudah
08:50Mencekir intinya ya
08:51Soal ijazah
08:53Bukan
08:55Tentang
08:55Begini dong
08:56Tidak ada
08:57Pembicaraan itu
08:58Sudah understanding
08:59Lanjutnya oleh
09:01Sorry ya
09:02Tidak bermaksud
09:03Tapi intinya itu
09:04Saya tidak pernah
09:05Minta maaf
09:06Yang bagus
09:22Pak Jokowi
09:22Akhlak ini bagus
09:23Dia terima kita dengan baik
09:25Padahal dia merasa
09:27Tidak ada soal itu
09:34Tidak penting
09:35Itu kata Jokowi
09:36Tidak penting
09:37Jadi soal kasus ini
09:40Kan ada
09:41Dan jawan-jawan
09:42Yang merasa jagoan
09:43Dia lawan aja tuh
09:44Saya tambahkan di luar ini sedikit
09:47Sekali lagi
09:48Jangan percaya dengan foto ini ya
09:49Foto ini adalah hoax
09:51Ini rekayasa
09:53AI generated
09:54Ya dibuat dengan menggunakan artificial intelligence
09:57Ya ini
09:58Mesrah sekali tapi gak ada
09:59Dan orang yang bersangkutan
10:01Sudah menyatakan
10:02Gak ada minta maaf
10:03Minta maaf itu
10:04Nah
10:04Jadi makanya kita tunggu saja
10:05Kenapa dia
10:06Oh ya sekarang
10:07Gak ada minta maaf
10:09Ini palsu ya
10:10Palsu
10:10Palsu ya
10:11Gak ada minta
10:12Jadi statement dari
10:14Apa
10:14ES
10:16Egi Sudjana
10:17Dan kemudian
10:18Apa
10:19Damai Harulibis itu
10:20Akan membuat
10:21Akan membuat orang-orang itu bertanya-tanya
10:24Dan sekaligus orang-orang itu akan
10:26Membuat
10:27Suatu pemikiran di kepala
10:29Dan pemikirannya adalah
10:30Budrek mereka
10:32Ya
10:32Budrek itu pusing
10:34Jadi silahkan orang-orang pusing
10:36Budrek ya
10:38Budrek lah
10:39Bukan
10:39Budrek
10:40Ini pakai
10:40Uh ini
10:40Uh
10:41Ini
10:42Tidak ada
10:44Tidak ada
10:45Itu
10:45Iya berdatang aja
10:47Makanya tanyakan ke
10:48Pak Egi Sudjana
10:49Dan
10:49Dan Damai Harulibis
10:50Saya ketemu Pak Damai Harulibis
10:52Di salah satu TV
10:53Kemarin
10:54Kemarin sore
10:55Saya mendengar suara langsung
10:56Dari Pak Egi Sudjana
10:57Di TV yang lain
10:59Dalam acara live juga
11:00Pak Egi Sudjana mengatakan
11:02Gak ada maaf-maafan
11:03Bahkan dia mengibaratkan
11:04Kedatangan saya dan Damai Harulibis
11:06Itu bagaikan
11:07Nabi Musa
11:08Dan Nabi satu lagi
11:09Nabi Harun
11:10Mendatangi
11:11Firaun
11:12Wah
11:13Meri banget
11:13Mendatangi
11:14Firaun
11:15Jadi biarkan
11:15Orang-orang yang berbincangkan itu
11:17Silahkan Budrek
11:18Kami tidak ambil pusing
11:19Kami tidak ambil Budrek
11:21Kami RRT tetap solid
11:22Bahkan RRT tetap solid
11:24Dengan
11:24Lima yang lain
11:25Bahkan dengan empat yang lain
11:27Dua belasnya
11:28Jangan coba dipecah-pecah
11:29Dengan politik
11:30David Eta Emperor
11:31Gaya Komponi dulu
11:32Ya terima kasih
11:33Ya biasa
11:35Kalau buku
11:36Respon juga kasih buku
11:37Siapa-siapa
11:38Dokter Tifa
11:38Saya
11:39Dan
11:39Dan juga kasih buku
11:40Ke Pak Prabowo
11:41Juga
11:41Ya
11:42Gak apa-apa
11:43Kritikan
11:43Ya harus
11:44CBM
11:45Jangan
11:46Jangan cemen
11:47Dan juga memalukan
11:52Nah
11:52Sekian terima kasih
11:53Masalah
11:54Ya
11:55Ya tanyakan
11:57Makanya
11:57Pak Egi
11:58Ya
11:59Tapi Pak
12:00Dari
12:00Gak apa-apa
12:03Gak apa-apa
12:04Silahkan
12:05Diajukan RG
12:05Dan kemarin
12:06Kuasa-kuasa hukumnya
12:07Juga bingung
12:08Mendengar statementnya
12:09Pak DHL
12:10Sama Egi
12:11Ini gak minta maaf
12:12Kok kasih RG
12:13Ya udah
12:14Makanya
12:14Sudah mengajukan RG
12:17Katanya
12:18Semenjak dua minggu yang lalu
12:19Mending tanyakan langsung
12:21Pak
12:21Ya
12:21Jangan kita
12:23Nanti
12:24Nanti
12:24Buker kita
12:25Gak
12:27Gak
12:27Gak
12:27Gak
12:28Udah
12:28Di luar itu ya
12:28Terima kasih
12:29Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
12:31Silahkan
12:32Jadi soal
12:33Egi Sujana itu
12:34Tanyakan kepada Egi Sujana
12:36Jangan tanyakan kepada kita
12:37Tapi
12:39Dari
12:39Acara langsung
12:41Di sebuah TV
12:42Dia sendiri mengatakan
12:43Tidak minta maaf
12:43Itu aja
12:44Yang bisa kita sampaikan
12:45Dokter Tifa silahkan
12:46Ya
12:46Buker
12:47Buker
12:49Saya
12:54Rizka Klarissa
12:55Saksikan program-program
12:57Kompas TV
12:58Melalui siaran digital
12:59Pay TV
13:00Dan media streaming
13:02Lainnya
13:02Kompas TV
13:03Independent
13:04Terpercaya
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan