Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tembok pembatas antara tempat pembuangan sampah Pasar Induk Kramat Jati dengan permukiman warga belum juga diperbaiki.

Hujan deras yang mengguyur semakin memperparah bau busuk sampah.

Bahkan, warga mengaku ada sampah yang mengalir ke permukiman akibat hujan.

Berikut liputan jurnalis KompasTV, Renata Panggallo, dan juru kamera, Bimo Wicaksana.

Baca Juga Harga Pangan 14 Januari 2026: Cabai Turun Tajam, Beras dan Minyak Goreng Masih Naik di https://www.kompas.tv/info-publik/643739/harga-pangan-14-januari-2026-cabai-turun-tajam-beras-dan-minyak-goreng-masih-naik

#tembokjebol #tps #pasarinduk #hujan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/643745/tembok-pembatas-tps-di-pasar-induk-kramat-jati-jebol-warga-keluhkan-bau-sampah-kompas-siang
Transkrip
00:00Kita beralih ke sorotan lain saudara, tembok membatas antar tempat pembongongan sampah Pasar Induk Ramadjati
00:05dengan permukiman warga belum juga diperbaiki.
00:08Hujan deras yang mengguyur semakin memperparah bau pusuk sampah.
00:12Bahkan warga mengaku ada sampah yang mengalir ke permukiman akibat hujan.
00:16Berikut liputan Jurnalis Kompas TV Renata Panggalo dan jurur kamera Bimo Wicaksana.
00:21Saudara hujan yang terus mengguyur kota Jakarta belakangan ini memperparah aroma busuk dari sampah yang menumpuk di tempat pembongan sampah Pasar Induk Ramadjati di Jakarta Timur.
00:36Dan sampai saat ini tembok yang memisahkan antara TPS dengan permukiman warga belum juga diperbaiki.
00:45Dan tentunya ini makin memperparah aroma busuk yang mengarah ke permukiman.
00:50Karena fungsi dari tembok ini selain tentunya membatasi sampah yang ada namun juga bisa menahan angin yang berhembus yang kemudian beraroma busuk karena sampah.
01:04Dari informasi yang kami dapatkan dari Kepala Satuan Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Pasar Induk Ramadjati Dwi Firman Syah mengatakan bahwa sejak hari Selasa kemarin
01:16Saudara memang untuk pengangkutan sampah di TPS Pasar Induk Ramadjati ini sudah masuk ke pengangkutan rutin.
01:24Dan untuk rutinnya sendiri ini ditargetkan sebanyak 10 rit yang melayani pengangkutan sampah setiap harinya.
01:32Dan yang paling penting saudara memang adalah perbaikan dari tembok pemisah antara permukiman dan TPS.
01:38Saya ingin bertanya-tanya langsung dengan warga karena memang dampak dari kerusakan tembok ini cukup parah untuk masyarakat karena jadinya aromanya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
01:51Langsung saja kita tanyakan kepada salah satu warga.
01:53Ibu permisi Ibu.
01:55Boleh tanya-tanya sedikit ya Ibu.
01:57Boleh diperkenalkan namanya?
01:58Ibu Masna.
01:59Ibu Masna.
02:00Gini Ibu, jadi Ibu sudah berapa lama Ibu melihat kondisi seperti ini?
02:05Ini aromanya makin busuk gak sih Ibu sejak?
02:08Iya, makin busuk.
02:10Bau.
02:10Makin bau ya?
02:11Iya.
02:12Oke.
02:13Dari warga sendiri sudah pernah ngobrol gak sih Ibu sama pengelola terkait dengan perbaikan ini?
02:18Belum sih.
02:19Belum ya?
02:20Iya.
02:20Kenapa Ibu? Belum ada yang kesini juga?
02:22Iya, belum ada yang ngajuin juga sih.
02:25Belum ada yang ngajuin?
02:25Iya.
02:26Oke.
02:27Kalau misalnya saat hujan kemarin, Ibu ini kan lumayan deras ya?
02:33Iya.
02:33Sampah-sampahnya ini ada yang ngalir sampai rumah warga atau sejauhnya?
02:37Pernah.
02:38Pernah.
02:38Iya.
02:39Banjiran.
02:40Banjiran.
02:41Iya.
02:41Dan makin bau ya?
02:42Iya.
02:43Makin bau.
02:44Kalau boleh tahu itu berapa lama Ibu itu banjir yang akhirnya membawa sampah?
02:47Yang gak sih paling kalau udah surut udah ini gitu.
02:51Itu kemarin?
02:52Udah iya.
02:53Kalau hujannya ini pasti banjir.
02:57Kalau hujannya deras, hujan terus, banjir.
03:01Oke.
03:01Jadi memang yang diinginkan warga sekarang supaya setidaknya ini bisa diperbagi segera?
03:06Iya.
03:07Pengennya sih.
03:09Tutup.
03:10Biar gak banjir gitu kalau hujan.
03:13Oke.
03:13Dari pengelola sendiri kan ini mengatakan bahwa sekarang sudah masuk ke pengangkutan rutin ya Bu.
03:18Jadi kalau untuk gunungan sampahnya itu bisa dikatakan sudah berangsur, berkurang gitu.
03:24Tapi kalau untuk aromanya sendiri sampai sekarang gimana?
03:26Iya masih, masih.
03:28Masih bau.
03:31Jadi memang temboknya ini ngaruh banget kayaknya?
03:33Iya, iya ngaruh.
03:35Mungkin terakhir harapannya Ibu terkait dengan pengelolaan sampah di sini seperti apa?
03:39Ya pengennya mah bersih, rapi gitu.
03:42Biar gak terlalu inilah baunya gitu.
03:45Biar enak juga dilihatnya.
03:46Terima kasih banyak ya Bu Masna.
03:50Itu dia saudara harapan dari para penduduk yang ada di sini agar segera diperbaiki temboknya.
03:59Karena tidak hanya masalah gunung sampah saudara, tetapi tembok pemisah antara rumah warga, permukiman warga dengan TPS.
04:06Karena tidak hanya soal bau saudara, tapi concern mengenai kesehatan ini juga menjadi salah satu yang penting untuk diperhatikan agar pengelola bisa segera memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan tentunya untuk tembok pemisah antara rumah warga dan TPS.
04:23Rana Tapanggalo, Bimaui Caksana, Kompas TV Jakarta.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan