00:00Natal tidak sekedar lampu-lampu gemerlap, kado bertumpuk atau liburan panjang di hujung tahun.
00:06Natal adalah pengingat tentang kerendahan hati.
00:09Saya bersama seorang mantan pebasket, artis, podcaster Denny Sumargo.
00:14Saya membuka bagian ini, Den, karena ternyata saya ngobrol dengan Denny Sumargo melihat sisi lain dari seorang Densu.
00:23Kamu tidak saja bisa berakting sombong ketika menjadi seorang atlet pebasket.
00:30Kamu bisa nanya yang tanpa beban di podcast Curhat Bank.
00:37Tapi kamu juga ternyata punya prinsip yang kuat.
00:41Mengapa kamu mau bikin podcast ini?
00:45Dan aku senang banget karena Densu mengatakan bahwa bagaimanapun juga harus ada pertanggung jawaban.
00:51Denny mau podcast ini lama.
00:54Podcast itu kan juga menjadi bagian dari media ya.
00:57Media orang mencari informasi.
00:59Dan kita tadi sepakat di penghujung di bagian yang lalu itu kalau mau panjang ya kuncinya adalah di integritas.
01:08Tapi seberapa besar seorang Denny Sumargo bisa bertahan ketika tawaran itu begitu besar.
01:17Tawaran kekuasaan, tawaran miliar-miliaran, seberapa besar kamu bisa menolak?
01:28Menolak ya.
01:29Tawaran yang menggiurkan itu.
01:31Sejauh ini saya pernah ditawari dengan angka yang cukup besar.
01:35Seberapa besar?
01:36Ya ratusan lah ya.
01:38Ratusan ribu, juta.
01:43Ratusan lah ya.
01:45Ratusan apa?
01:46Ya nanti lah habis ini baru kita ngobrol.
01:48Ya kalau cuma ratusan aja ya.
01:50Ratusan miliar.
01:53Pokoknya gitulah ya.
01:54Serius Dan.
01:55Kamu jangan macam-macam cik saya ya.
01:57Pokoknya saya pernah ditawari.
01:58Sampai ratusan M.
01:59Ya nominal yang besar.
02:01Di mana nomin.
02:02Ya lu jangan bertele-tele ratusan M.
02:04Jangan eksplisit ya.
02:06Tapi gak usah sampai angka depannya.
02:08Tapi pernah ditawarin ratusan M.
02:10Ya miliaran lah.
02:12Biar kelihatan rendah hati lah ya.
02:13Jadi kan lu bilang ratusan.
02:15Iya ratusan ya miliaran.
02:16Udah lah ya jangan dibahas ke situ ya.
02:18Kalian di wartawan sekali ya.
02:20Jadi saya pernah ditawarin.
02:21Dan lu tolak?
02:22Saya menolak bukan karena.
02:24Ah kenapa lu gak nanya gue?
02:26Oh mau ya.
02:28Lu masih perlu manajer gak?
02:29Perlu sih.
02:3030 persen ya.
02:3235 lah.
02:33Jadi waktu itu saya tolak karena kurang.
02:36Mas gini doang lu.
02:37Harusnya satu te.
02:38Iya lah lah.
02:40Ini mah sono.
02:42Jadi aku ngerasa bahwa.
02:45Nilai yang aku dapat.
02:46Itu pasti bagus untuk.
02:50Kenyamanan dan kelangsungan hidup.
02:52Tapi aku suka berpikir bahwa gini.
02:54Dan sebenarnya hidup itu butuh apa sih?
02:57Oke.
02:57Hidup itu butuh makan, minum, tempat tinggal.
03:01Oke.
03:02Seberapa mewah?
03:04Sebenarnya sih kalau kita pikir realistis ya.
03:06Gak perlu semewah itu kok gitu.
03:08Kenapa sih akhirnya orang berbono-bono.
03:10Ingin mencapai kemewahan.
03:13Karena simbol yang ingin mereka capai.
03:16Sebagai validasi di masyarakat.
03:18Dalam kehidupan mereka.
03:20Coba kalau gak ada masyarakat sebagai cerminan itu.
03:22Gak akan mereka kejar itu bareng gitu.
03:24Atau mereka cuman sendirian.
03:26Dia gak akan kejar itu.
03:27Tapi aktualisasi atau validasi itu bagian dari kebutuhan hidup juga.
03:31Atau ketika ratusan M itu ditawari ke Densu.
03:35Apa yang, kan harus ada kontra prestasi ya dong.
03:39Densu harus bikin A, B, C.
03:41Itu berlawanan dengan Nuranimu.
03:43Enggak sih.
03:44Sebenarnya saat itu tidak ada narasi-narasi penawaran untuk scoop of work-nya sejauh apa.
03:49Lebih kepada penawaran untuk jump in dan kemudian nilai yang bisa didapatkan.
03:54Setelah itu mungkin baru ada scoop of work and so on.
03:58Cuman sebelum scoop of work itu di awal aja saya sudah bilang mohon maaf sekali gitu.
04:02Bukan saya tidak menghargai gitu.
04:05Cuman saya pribadi belum pengen ke situ.
04:10Dan saya masih pengen berjalan di jalan yang ini.
04:13Saya gak tahu sampai kapan tapi saya juga merasa bahwa Denny Sumargo itu harus bisa di-define.
04:20Kata pertama integritas.
04:22Kata kedua mungkin kejujuran.
04:24Dan kata ketiga loyalitas dan yang terakhir mungkin tanggung jawab.
04:27Jadi saya ingin mati dengan kalimat-kalimat itu.
04:30Saya tidak ingin mati dengan Denny Sumargo orang kaya ya.
04:33No, that's too cheap.
04:36Denny Sumargo orang kaya, banyak orang kaya.
04:38Denny Sumargo orang hebat, banyak orang hebat gitu loh.
04:41Tapi what is the value, define you.
04:44Itu menurut saya itu worth it untuk diperjuangkan.
04:48Karena yang saya perjuangkan itu bukan hanya sekedar materi.
04:50Ya saya cari uang.
04:52Tapi uang ini ingin saya ubah menjadi sebuah value.
04:54What is the value?
04:56Yang akhirnya saya bawa pulang ya itu tadi.
04:58Dan itu value yang akan saya legesikan kepada anak-anak saya.
05:01One day anak-anak saya akan melihat saya mungkin di syarat ini.
05:04Mereka akan mengerti semua pola asa, pola asu yang saya berikan kepada mereka.
05:09Tujuan papa itu apa sih sebenarnya gitu loh.
05:11Semua yang saya lakukan ini ya untuk anak-anak saya dan untuk orang yang mengenal saya.
05:17Bahwa hidup di dunia itu memang kita butuh kebutuhan materi.
05:20Tapi ada hal yang kalian lupa.
05:22Bahwa materi itu kalian gak bawa pulang ke akhirat.
05:25Iya gak dibawa mati.
05:26Gak bawa mati.
05:27Mungkin banyak yang mengerti hal itu.
05:28Tapi apa yang kamu bawa mati itu yang orang masih banyak belum paham.
05:32Banyak kan orang sibuk dengan amal ibadah, amal ibadah.
05:34Ya amal ibadah adalah the bottom line.
05:37Dari sebuah keyakinan untuk dibawa pulang.
05:40Tapi apa yang sebenarnya terlewatkan daripada orang.
05:43What is your value yang lu bawa pulang ke akhirat itu.
05:47Kalau melidahmu bisa saya beli.
05:49Iya kan?
05:51Kalau hatimu bisa saya tuker dengan sesuatu.
05:54Sudah kelar hidup loh.
05:54Bagaimana kita mau ngobrol sama malaikatnya nanti.
05:57Bagaimana cara kita mau ngobrol gitu.
05:59Kamu bisa manipulasi dia.
06:01Ya gak bisa lah gitu.
06:03Jadi ibaratnya saya mungkin saya tidak punya banyak hal di dalam hidup saya.
06:08Yang bisa saya bawa pulang kepada Tuhan saya.
06:11Tapi saya bisa bawa pulang value itu.
06:14Hallelujah.
06:16Gila.
06:17Ya mungkin ya.
06:18Tim lu sampai tepuk tangan tuh.
06:19Dia gini gak?
06:20Atau cuman di layar dong begini?
06:22Oh emang begitu katanya.
06:23Wah hebat panggung depan sama panggung belakang sama.
06:26Jujur nih Kak Rosy.
06:29Saya punya cita-cita terakhir yang ingin saya capek.
06:32Jangan.
06:33Ini mungkin agak naif ya.
06:34Ini terakhir ya terakhir.
06:35The end of everything.
06:36Saya pengen sujud di kaki Tuhanku.
06:40Kemudian saya bilang.
06:41Mission accomplished my Lord.
06:44This is all the things yang saya sacrifice.
06:46Dengan darah hidup saya.
06:48Dengan semua prinsip yang saya pegang kuat.
06:50Saya berdarah-darah di belakang.
06:52This is for you.
06:53This is integrity.
06:54This is kejujuran.
06:55Ini tanggung jawab.
06:56This is the failure yang saya bawa di hadapanmu.
06:59Ini untuk kerajaan surgamu.
07:01Itu yang ingin saya bawa pulang.
07:02Wow.
07:05Ya itu aja sih.
07:06Dan itu susah loh.
07:08Susah.
07:09Susah banget.
07:10Ya gue gak nyangka lu Dan.
07:11Apa itu?
07:12Gue gak nyangka lu.
07:14Maksudnya.
07:14Ya gue pikir kan.
07:15Seorang Densu.
07:16Ya.
07:17Kita udah pernah ketemu satu dua kali.
07:19Waktu itu kamu lagi promo film gitu.
07:21Ya aku pikir.
07:22I mean.
07:23Ya.
07:25Densu is the Densu gitu.
07:26Tapi gue malam ini ngobrol makin dalam sama lu.
07:31Gue merasa.
07:31Wow ternyata lu pribadi yang unik ya.
07:33Unik ya.
07:34Dan gue gak tau.
07:36Baru lihat sekarang.
07:38Lu begitu memegang teguh prinsip integritas.
07:43Nilai.
07:44Dan itulah yang ingin lu wariskan buat anak-anak lu.
07:48And on top of that.
07:50Lu ternyata seorang yang sangat spiritualis.
07:53Mungkin ya.
07:54Karena saya merasa bahwa segala sesuatu itu akan kembali kepada satu nama.
08:02Yaitu Tuhan itu sendiri.
08:04Dimana buat saya pribadi apa yang kita kerjakan semua ini.
08:08Tidak akan punya arti.
08:09Kalau tidak ada esensi di dalamnya.
08:12Esensi of spiritual buat saya itu suatu hal yang penting.
08:14Karena kalau kita terlalu sibuk dengan merasa diri kita benar.
08:18Keyakinan kita paling benar.
08:20Tapi kita melupakan esensi yang tersirat di dalam ini untuk kita bawa pulang.
08:23Apa esensi itu?
08:25Namanya kasih.
08:28Dunia ini akan menjadi lebih baik.
08:30Bukan karena orang yang punya kekuatan.
08:33Atau power.
08:34Atau uang yang banyak.
08:35Tapi orang yang punya kasih.
08:38Maka dunia ini akan menjadi lebih baik.
08:40Terima kasih pendeta Denny Sumargo.
08:43Terima kasih ya.
08:44Atas kotbahnya di episode Natal program Rosi ini.
08:49Bagus ya pencitra saya.
08:53Dan keren.
08:54Thank you.
08:55Dan terima kasih.
08:57Selalu menjadi bagian yang saling melengkapi dengan jurnalisme.
09:02Sama-sama semoga kita berhasil.
09:03Aku sangat, aku respect sekali dengan para podcaster yang juga memberikan wancara-wancara berkualitas.
09:11Rasanya kita saling melengkapi saib kiri, saib kanan.
09:13Untuk bisa menyuarakan apa yang menjadi rosonya publik.
09:18Dan keep up good works.
09:20Selamat Natal ya Dan Su.
09:21Selamat Natal.
09:23Tuhan memberkatimu.
09:24Dan selamat tahun baru 2026.
09:27Tahun yang juga semoga penuh berkat untuk kamu.
09:31Untuk bangsa Indonesia.
09:33Amin.
09:33Kita doakan semuanya mendapat berkat di 2026.
09:36Selamat Natal.
09:37Damai selalu ada di hati.
09:38Dan lahir dari sebuah harapan.
09:40Di tempat yang sederhana.
09:42Kita jaga dengan kerendahan hati.
09:43Dan penuh kasih.
09:45Selamat Natal.
09:46Thank you.
09:47Selamat Natal bagi Anda semua.
09:49Selamat berlibur dan berkumpul bersama keluarga.
09:52Dan juga selamat menyongsong tahun baru.
09:54Tetaplah di Kompas TV independen terpercaya.
Komentar