Skip to playerSkip to main content
  • 6 weeks ago
Tim Mitigasi Bencana Gunung Api Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan risiko erupsi sekunder yang berpotensi menyusul letusan Gunung Semeru.
Transcript
00:00Ketua Tim Mitigasi Bencana Gunung Api Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau SDM,
00:06Heru Ningthias, menjelaskan resiko eropsi sekunder yang berpotensi menyusul letusan Gunung Semeru.
00:13Letusan sekunder biasanya terjadi di luar pusat aktivitas Gunung Api,
00:17contohnya di aliran Sungai Kobokaan yang kini menampung tumpukan material awan panas yang suhunya sedang tinggi,
00:24katanya saat dihubungi Tempo Selasa 25 November 2025.
00:29Asap dari eropsi sekunder terkadang tidak kalah tebalnya dengan aliran awan panas yang mengalir dari letusan gunung.
00:36Selain berbahaya untuk area di sekitar pusat erupsi,
00:40kepulan asap juga kerap mengganggu visual atau pengamatan tim pemantau.
00:45Badan geologi melarang masyarakat dan pengunjung mendekati area dalam jarak 500 meter di Sempadan Sungai Kobokaan,
00:52setidaknya untuk aliran sepanjang 20 kilometer.
00:54Lembaga ini juga sebelumnya menaikkan status Gunung Semeru menjadi level 4 atau awas sejak Rabu sore 19 November 2025.
01:04Menurut Heronung Tias, Sempadan Sungai Kobokaan merupakan salah satu lokasi yang beresiko ditumpahi material awan panas Gunung Semeru.
01:13Ia mengatakan suhu masih tinggi dan di sana hujan terus-menerus.
01:16Di areal tersebut juga terdapat banyak titik-titik kepulan asap.
01:20Pengamatan selama sepekan terakhir mengindikasikan erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 tidak sebesar letusan pada 2021.
01:29Kala itu, letusan Gunung Semeru sudah bisa diprediksi 5 bulan sebelum terjadi.
01:34Adapun pada November tahun ini, Heronung Tias meneruskan peningkatan aktivitas vulkanik baru terpantau 3 pekan menjelang letusan.
01:42Intensitas energi letusan Gunung Semeru kali ini juga jauh lebih kecil dibanding 4 tahun lalu.
01:48Pada 2021, kata Heronung Tias, aliran awan panas menjangkau geladak perak dan membuat sejumlah jembatan rusak.
01:56Kali ini, erupsi dan lontaran awan panas guguran tak mengganggu kondisi wilayah tersebut.
02:01Terima kasih telah menonton!
Be the first to comment
Add your comment

Recommended