00:00Silahkan duduk saudaraku.
00:06Saudara sekalian, kita akan terus berjuang ya saudara.
00:15Mencari wajah Tuhan dalam doa dan puasa.
00:21Saya tidak tahu hari apa saya akan puasa karena saya melihat jadwal saya harus tepat.
00:26Ada hari-hari dimana saya puasa sendiri saudara.
00:33Dan saya bisa menikmati Tuhan luar biasa.
00:38Dalam tubuh yang lemah, fisik yang lemah.
00:41Dalam kesendirian dan kesepian.
00:44Saya bisa menikmati Tuhan luar biasa.
00:48Saudaraku sekalian, kita tetap harus berjuang untuk menghadirkan realitas Allah di dalam hidup kita.
01:04Realitas ilahi.
01:07Realitas ilahi dalam hidup kita.
01:09Apa yang dikisahkan di dalam Alkitab, mungkin tidak semua saudara.
01:16Tapi juga bisa sebagian besar atau kiranya semuanya.
01:22Bisa kita alami secara real di dalam kehidupan kita.
01:27Karena Allah bukan mitos.
01:30Allah bukan dongeng.
01:33Allah bukan fantasi.
01:34Dia Allah yang hidup, yang berpribadi, yang nyata.
01:41Yang kita harus alami.
01:44Oleh sebab itu kita harus benar-benar mempercayai dia.
01:50Dan sebagai jembatan untuk menjangkau Allah dan mengalami Allah.
01:54Mari saya beritahu.
01:56Sebab Tuhan yang mengajarkan ini kepada saya.
01:58Untuk mempercayai Allah itu hidup dan mengalaminya.
02:03Saudara harus berani mempercayai bahwa dia memiliki perasaan dan pikiran.
02:13Bahwa dia memiliki perasaan dan pikiran.
02:17Kita akan berusaha untuk selalu mempertimbangkan apakah yang kita lakukan melukai perasaannya atau tidak.
02:37Mengapa orang tidak bisa mempercayai Allah dan sulit mempercayai keberadaannya.
02:48Karena tidak mau mempertimbangkan apakah tindakannya ini sesuai dengan kehendaknya.
02:59Menyakiti hatinya atau menyenangkan dia.
03:01Memang dia tidak kelihatan.
03:06Memang dia seakan-akan tidak ada.
03:09Memang seakan-akan dia tidak nyata.
03:16Tetapi kita harus berani mengambil langkah untuk mempercayai yang tidak kelihatan itu.
03:23Dan sebagai jembatan untuk meraih Allah dan mengalaminya.
03:30Mempertimbangkan setiap perbuatan kita.
03:34Saudaraku sekalian.
03:37Dengan perasaan Tuhan.
03:40Lakukan ini saudara.
03:43Yang kedua.
03:45Kalau kita yakin Allah itu ada.
03:48Ya tentu iman saudara tidak atau belum kokoh.
03:53Tetapi untuk menjadi kuat dan kokoh.
03:57Pertimbangkan apakah yang kita lakukan sesuai dengan rencana dia.
04:07Apakah yang kita lakukan sesuai dengan rencananya.
04:15Kalau dulu kita suka-suka kita sendiri.
04:18Itu seperti Petrus muda.
04:23Jadi sebelum Tuhan Yesus naik ke surga.
04:26Setelah menunjukkan mujizat dengan hadir di pantai Tiberias.
04:36Ya.
04:36Menunjukkan mujizat dengan menyuruh murid-muridnya melemparkan jala di sisi perahu dan memperoleh banyak ikan.
04:44Dan mereka mulai tahu dan sadar bahwa itu Yesus.
04:48Karena pengalaman yang sama pernah terjadi sebelum mereka menjadi murid.
04:53Yesus berkata kepada Petrus.
04:57Petrus ketika engkau muda.
05:00Engkau ikat pinggangmu dan engkau pergi kemanapun engkau suka.
05:05Tapi ketika engkau tua.
05:07Engkau ulurkan tanganmu.
05:10Dan engkau dibawa ke tempat yang kamu tidak suka.
05:13Tapi dengan cara demikian engkau memuliakan Allah.
05:16Kalau kita masih punya keinginan, cita-cita, ambisi pribadi.
05:22Tidak akan pernah memuliakan Allah.
05:26Bagaimana membuat Allah hidup nyata di dalam hidup kita.
05:33Pertama pertimbangkan perasaannya.
05:36Segala sesuatu yang kita lakukan harus dipertimbangkan dengan perasaannya.
05:41Yang kedua, segala sesuatu yang kita pikirkan, kita rencanakan, kita ingini harus dikaitkan dengan rencana Allah.
05:55Apakah ini sesuai kehendak Allah atau tidak.
06:03Orang bisa berkata masa bodoh dia tidak kelihatan.
06:08Kita mau menghidupkan Tuhan dalam hidup kita.
06:11Kita pikirkan ini sesuai rencana Allah atau tidak.
06:22Karenanya kita datang kepada Tuhan dan berkata Tuhan, ini sesuai kehendakmu atau tidak.
06:30Setengah yakin Allah mendengar atau tidak, Anda lakukan saja.
06:35Setengah yakin Anda peduli atau tidak, lakukan saja.
06:38Ini sesuai kehendakmu atau tidak, Tuhan.
06:42Aku minta petunjukmu.
06:46Setengah yakin Allah menjawab atau tidak, lakukan.
06:49Yang pertama tadi, pertimbangkan apakah yang kita lakukan menyenangkan Tuhan atau menyakitinya.
06:58Dan saudara akan terbiasa dengan irama hidup.
07:05Dimana kita mempertimbangkan yang kita lakukan ini menyenangkan dia atau tidak.
07:11Dimana pun, kapan pun, setiap kata yang kita ucapkan saudara, setiap kata yang kita tulis di media sosial,
07:23pertimbangkan, pikir, ini menyenangkan Tuhan atau tidak.
07:29Lalu apa yang kita rencanakan, kita ingini, sesuai tidak dengan pikiran Tuhan, sesuai tidak dengan rencananya.
07:38Coba lakukan.
07:40Setelah akan mulai mengalami Tuhan tahap demi tahap.
07:45Memang Tuhan akan membawa kita kepada keadaan-keadaan yang sulit.
07:49Sebab tanpa keadaan sulit, Tuhan tidak bisa menunjukkan kemuliaannya.
07:55Kalau bangsa Israel tidak dituntun Tuhan ke satu jalan sempit yang kanan bukit, kiri bukit,
08:04hanya depan laut, mereka tidak lihat laut terbelah.
08:08Kalau Sadra Mesa Betnego tidak mendapat ancaman api, dapur api, dia tidak melihat kemuliaan Allah.
08:22Nah ini masalahnya, sering kita juga, aduh sedap-sedap ngeri gitu saudara.
08:31Apa?
08:32Ngeri-ngeri sedap, sedap-sedap ngeri.
08:35Ngeri-ngeri sedap, bolehlah sedap-sedap.
08:37Sedapnya yang tiga ngerinya satu, atau ngeri-ngeri sedap.
08:43Itu masalahnya, sedap-sedap ngeri atau ngeri-ngeri sedap.
08:49Ngeri dulu saya kira ya, ngeri baru sedap.
08:52Jangan sedap-sedap tapi ngeri.
08:53Oke, saya setuju bu, ngedap apa ngedap?
08:57Kenapa?
08:59Ngeri-ngeri sedap, ngeri dulu sedap belakangan.
09:02Jangan, sedap-sedap ngeri.
09:04Kita ngeri-ngeri sedap.
09:07Kita akan dibawa Tuhan kepada keadaan-keadaan seperti itu.
09:14Tapi Tuhan itu luar biasa kalau memberikan, apa namanya, akan memberikan soal.
09:20Aduh luar biasa.
09:22Tahapan-tahapan itu luar biasa.
09:24Tahapan-tahapan.
09:25Saudara pasti pernah menghayati, entah itu matematik, entah itu bahasa Inggris.
09:33Bagaimana soal yang diberikan itu bertahap begitu cerdas.
09:36Paham ya?
09:37Mengerti maksudnya?
09:38Mengerti?
09:39Kita bisa melihat, wah cerdas banget ini yang membuat soal ini.
09:43Cerdas banget ini ya.
09:46Tahap-tahapannya itu loh, saudara.
09:48Wah hebat sekali.
09:50Yang kalau saudara-saudara melihat cerdasnya orang juga di lingkungan musik ya.
09:57Bagaimana musik klasik ya.
09:59Dari do-do-do-do-do-do, mi-mi-mi-mi-mi, lalu do-re-mi-fa-sol, lalu do-re-mi-fa-sol.
10:07Do-re-mi-fa-sol, la-si-do, si-la-sol, fa-mi-re-do.
10:10Nanti do-mi-mi-fa-mi-sol, coba tangan ini diajar, pinter loh.
10:18Dari do-do-do-do-do, ini-ini-ini, sampai do-re-mi-fa-sol.
10:24Ya bisa.
10:25Cerdas tahapan, Allah lebih cerdas.
10:30Allah lebih cerdas.
10:32Cerdas sekali bagaimana membuat tahapan-tahapan saudara bertumbuh.
10:36Bagaimana kita menarik Allah hadir di dalam kehidupan kita.
10:44Di tengah-tengah dunia yang skeptis terhadap agama dan Tuhan.
10:48Kita mempercayai Allah kita tidak berubah.
10:58Allah kita tidak berubah.
11:02Karenanya saudaraku sekalian, jangan sibuk dengan diri sendiri.
11:06Sibuklah dengan Tuhan.
11:08Orang yang sibuk dengan diri sendiri tidak akan pernah disibukkan dengan Tuhan.
11:15Dan orang yang sibuk dengan diri sendiri tidak akan pernah mengalami Tuhan.
11:22Dia harus belajar sibuk dengan Tuhan.
11:25Supaya Allah bisa mempercayakan pekerjaan-pekerjaannya.
11:28Dan kita sibuk di dalam pekerjaannya.
11:30Jadi dari mempertimbangkan setiap perbuatan kita dengan perasaannya.
11:40Kita mulai tidak sibuk dengan diri sendiri.
11:44Kita sibuk dengan Tuhan.
11:45Sudah, lakukan saja.
11:50Apa sih ruginya?
11:52Asya tidak ada yang melihat.
11:54Apa sih susahnya?
11:56Ada yang melihat.
11:58Ini masalah.
11:59Masalahku dengan dia.
12:00Amin.
12:01Dagingmu mengatakan ingini, ingini apa sih susahnya.
12:08Kamu kan manusia juga berapunya keinginan dan cita-cita.
12:11Tidak.
12:12Ini masalahnya dia.
12:14Sesuai tidak dengan pikiran dan perasaannya.
12:17Anda tidak sibuk dengan diri sendiri.
12:19Kalau kita membiasakan hal itu.
12:22Maka Allah akan mempercayakan kita pekerjaan-pekerjaannya.
12:25Tepuk tangan boleh.
12:26Dari pekerjaan kecil sampai pekerjaan besar.
12:32Pekerjaan yang kurang beresiko.
12:35Sampai pekerjaan yang beresiko tinggi.
12:38Jadi ngeri-ngeri sedap lagi.
12:41Pekerjaan besar membutuhkan keyakinan besar.
12:46Resiko besar.
12:48Wah luar biasa saudaraku.
12:53Saya khawatir saudara masih sibuk dengan diri sendiri.
12:56Ngurus perasaan sendiri.
12:58Ngurus pikiran sendiri.
13:00Sibuk.
13:02Sampai mati anda akan terus dalam keadaan bodoh.
13:06Sibuk dengan diri sendiri dan tidak pernah menerit kemuliaan Allah dinyatakan.
13:12Saudara bisa menjadi saluran berkat Tuhan.
13:15Mereka orang-orang yang luar biasa.
13:18Jadi setiap tindakan dan perbuatanmu.
13:21Pikirkan perasaan Tuhan.
13:22Setiap rencana dan cita-citamu.
13:26Pikirkan rencana Tuhan dalam hidupmu.
13:29Dari perkara kecil.
13:31Tuhan akan mempercayakan kita perkara besar.
13:34Boleh tepuk tangan saudaraku.
13:35Memang bagi orang-orang tua kadang-kadang kita berpikir nyaris terlambat ini.
13:44Aduh.
13:46Tapi bagi orang muda masih punya kesempatan banyak.
13:49Tetapi Bapak Ibu yang sudah berumur.
13:52Kalau kita masih bisa datang ke tempat ini berdoa seperti sekarang.
13:57Saudara tahu Tuhan masih beri kesempatan.
13:59Masih ada kesempatan.
14:03Beri kemuliaan.
14:06Di sisa umurku, di sisa waktuku.
14:09Tuhan apa yang harus ku lakukan.
14:11Aku telah melewati tahun-tahun dimana aku sibuk dengan diri sendiri.
14:16Sekarang aku mau belajar sibuk dengan engkau.
14:18Serigala punya liang, burung punya sarang.
14:22Anak manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepalanya.
14:27Bekerja, bekerja, bekerja.
14:29Sibuk, sibuk, sibuk untuk Bapak di surga.
14:32Amin.
14:33Jangan takut anakku.
14:35Tuhan akan menyertai kamu.
14:39Tepuk tangan.
14:40Haleluya.
14:40Haleluya.
14:45Kita menjadi komunitas.
14:48Yang sungguh-sungguh mencari Allah.
14:52Baik kita yang on-site maupun yang online.
14:55Semua pecinta suara kebenaran.
14:58Saya berkata kepada saudara-saudara orang di sekitar saya.
15:01Nanti ini sudah mulai naik lagi.
15:04Atau sekarang masih mau turun.
15:05Nanti suara kebenaran akan mulai turun.
15:11Ada masa kejenuhan.
15:14Tapi nanti akan naik.
15:15Dan mungkin akan tidak pernah turun lagi.
15:18Pasti ada orang-orang yang mulai meragukan jenuh dengan berbagai faktor yang terjadi di sekitar kita.
15:30Tapi suatu saat akan naik dan tidak pernah turun lagi.
15:34Di abam nomor 400 berapa itu?
15:4080 sekian ya.
15:44Ada yang menulis.
15:46Karena semua akan mendengar.
15:49Jadi saya terpaksa ngomong di sini.
15:53Ada orang bertanya.
15:54Pak, Ibu, gembala saya mendoakan Bapak.
15:56Oh.
15:57Berdoa untuk Pak Erastus.
15:59Tapi ternyata dibalik doa itu ada maksud.
16:06Cumaat ini ada yang pecinta suara kebenaran.
16:09Jadi nanya.
16:10Untuk apa doa untuk Pak Erastus?
16:12Ya Pak Erastus ada masalah besar.
16:15Sebenarnya dia dipecat dari GBI.
16:19Ini akan juga pasti didengar semua orang.
16:23Jadi saya ngomong di sini.
16:24Itu akan didengar soalnya.
16:25Di abang.
16:27Dipecat dari GBI.
16:28Bukan masalah ajaran.
16:29Tapi masalah moral.
16:31Dia punya anak-anak gelap.
16:33Gitu kira-kira gitu.
16:34Dan punya banyak wanita.
16:36Simpanan.
16:41Lalu saya jawab.
16:43Saya tidak pernah dipecat.
16:45Saya keluar dengan baik-baik.
16:47Saya didoakan.
16:49Saya didoakan oleh ketua BPH.
16:55Waktu Bapak Pendeta Jafarin Marbun.
16:56Pak Paul.
16:58Ini salah satu pengurus inti dari Pak Niko.
17:03Pak Benderat Supit.
17:05Pak Yaptok.
17:06Pak Yaptok.
17:08Kalau pendeta-pendeta senior seperti Pak Andreas Hani dari Sumba.
17:11Kebetulan ada 27 atau berapa atau 30 ya.
17:15Perwakilan BPDs Badan Pekerja Darah Se-Indonesia.
17:20Hadir pada waktu itu.
17:22Jadi saya tidak ditumpangkan tangan.
17:23Saya didoakan.
17:24Saya kira di Youtube pernah muncul itu.
17:26Sehingga saya dilepas dalam damai sejahtera.
17:29Saya tidak pernah dipecat.
17:32Apalagi dengan alasan moral.
17:34Tidak pernah.
17:35Nah ini kan merambat sampai Banyuwangi Pak.
17:39Jauh.
17:40Ujung timur.
17:42Pulau Jawa.
17:43Pasti sudah menyebar kemana-mana.
17:45Yang kita tidak tahu.
17:47Cerita-cerita ini.
17:49Sampai ada pendeta empat datang ke sini mengatakan.
17:52Pak Eras itu homosek.
17:54Uduh homo.
17:56Mama bulu-bulu.
18:01Homo.
18:02Sejantan ini kok masih ada gaya.
18:10Ya kita tidak tahu di luar ada cerita apa lagi.
18:13Tapi saudara.
18:14Bukan karena saya.
18:16Ini kan baru minggu ini.
18:17Abam ini.
18:18Tapi sebelum abam.
18:19Saya kira Pak.
18:21Saya mendengar.
18:23Saya bicara dengan Pak Gustinus.
18:24Mungkin yang saya berkata.
18:25Kita akan turun itu.
18:27Itu saya katakan tiga minggu yang lalu.
18:30Tapi kita akan naik.
18:31Kita pasti mendapat tantangan.
18:33Tapi tidak apa-apa saudara.
18:35Saya bukan bela diri.
18:36Bahkan saya mengatakan.
18:37Seandainya aku punya perbuatan dosa masa lalu.
18:41Hari ini aku bersih sempurna.
18:43Kita mau terbang tinggi.
18:44Seandainya kita berurusan dengan Tuhan hari ini.
18:50Dan bisa menjadi apa kita nanti.
18:55Seandainya ada perbuatan salah.
18:57Tidak pernah ada orang yang tidak bersalah.
18:59Apakah karena Petrus telah menyangkal Yesus.
19:02Dia tidak pernah jadi rasul.
19:05Saya bukan bela diri.
19:06Ini kebetulan ada di abam.
19:08Jadi saya menjawabnya di sini.
19:10Kalau tidak saudara.
19:11Saya tidak mau cerita.
19:12Sebab di abang harus menjawab.
19:16Di abang saya harus menjawab.
19:19Tidak bisa tidak menjawab.
19:21Jangan wah ini membahayakan pertanyaan.
19:23Tidak saya jawab.
19:25Ada lagi pertanyaan.
19:27Saya tidak setuju dengan korpus delikti.
19:29Saya tidak setuju.
19:31Terus saya tidak suka Pak Eras kawin dengan roh kudus.
19:36Saya baca juga.
19:37Saya tidak pernah kawin dengan roh kudus.
19:40Malah ada yang mengatakan.
19:41Pak Eras mimpi basah dengan roh kudus.
19:44Sudah tidak pernah mimpi basah.
19:46Basah kuyub lagi.
19:49Tidak.
19:50Oke.
19:51Kita mengampuni.
19:52Amin.
19:53Kita tidak mau persoalkan.
19:55Kita tidak mau persoalkan.
19:57Sebenarnya kami sudah sering dengar macam-macam.
19:59Saya tidak pernah menyinggung sedikit pun.
20:02Nanti dikira membela diri atau klarifikasi.
20:04Kita diam salah ngomong klarifikasi.
20:08Maka kita diam-diam.
20:09Tapi karena ada pertanyaan di abam.
20:12Saya menjawab.
20:14Seburuk apapun.
20:16Gembala saudara.
20:18Kita sudah jadi gembala.
20:20Kita mau terbang bersama.
20:21Kita mau menjadi kelompok yang disisakan.
20:29Kita berjanji untuk tidak mencintai dunia.
20:32Kita berjanji hidup suci.
20:34Tak bercacat.
20:35Tak bercelah.
20:36Waktu akan membuktikan.
20:36Dan terutama nanti di langit baru.
20:39Bumi baru.
20:43Ini berhubung ditanya di abam.
20:46Jadi saya kemukakan Pak.
20:48Kalau enggak saya tidak perlu kemukakan.
20:50Dan selama ini kita juga diam saja.
20:52Nanti dikira kita klarifikasi.
20:54Orang tanya.
20:54Ini dari daerah Banyuwangi yang bertanya.
20:58Wah kalau daerah Banyuwangi sudah mendengar.
21:00Betapa menyebar di seluruh dunia.
21:03Tapi memang Pak Wiknyo juga pernah ditelepon dari Taiwan.
21:06Taiwan.
21:07Dari Taiwan.
21:08Jadi suka dukacita saya diam dalam.
21:10Enggak apa-apa.
21:12Nah Bapak Ibu secara sekalian.
21:15Kita maju terus.
21:16Amin.
21:17Jangan persoalkan apa yang terjadi di media sosial.
21:20Amin.
21:21Kita tutup mata, tutup telinga.
21:23Setuju?
21:24Amin.
21:25Oke tepuk tangan boleh.
21:28Kita mau terus mencari Tuhan dan terbang.
21:30Besok kita doa di doa pagi on site di GSKI Kebon Celuk.
21:38Saudaraku sekali.