00:00Halo semua, kembali lagi sama aku Kelvin di MTVN Lens.
00:04Kali ini kita akan mengupas arti dan sejarah singkat Hari Pahlawan.
00:11Setiap 10 November, kita merayakan Hari Pahlawan.
00:15Ini bukan cuma tanggal merah, tapi momentum refleksi nasional yang super penting.
00:20Kenapa tanggal ini dipilih?
00:22Karena di hari inilah rakyat Surabaya kasih bukti
00:25kalau kemerdekaan kita itu dibayar mahal dengan pengorbanan jiwa dan raga rakyat Indonesia.
00:31Sejarahnya dimulai akhir Oktober 1945.
00:35Pasukan sekutu mendarat di Boncengi, Belanda.
00:38Mereka iseng mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato.
00:42Pastinya auto memicu amarah.
00:45Rakyat Surabaya langsung merobek bendera itu menjadikannya merah putih.
00:49Nah, ini memicu ketegangan hebat dari kedua sisi.
00:53Situasi memuncak.
00:54Saat Brigadir Jenderal AWS Malabi, Komandan Sekutu, tewas pada 30 Oktober.
01:00Penggantinya, Mayor Jenderal Manser langsung kasih ultimatum keras.
01:04Yaitu serahkan semua senjata pada 10 November jam 6 pagi atau Surabaya rata dengan tanah.
01:11Tapi, apa respon masyarakat?
01:14Mereka memilih melawan.
01:15Seruan merdeka atau mati dikobarkan oleh tokoh seperti Bung Tomo lewat radio.
01:20Tepat 10 November 1945, sekutu menyerang dari darat, laut, bahkan sampai udara.
01:27Surabaya jadi lautan api selama 3 minggu.
01:31Ribuan rakyat gugur.
01:32Tapi, kita tunjukin tekat yang bulat.
01:35Pertempuran heroik ini menjadi simbol nasional.
01:38Hari Pahlawan ditetapkan melalui keputusan Presiden No. 316 tahun 1959
01:44untuk memberi penghormatan abadi atas jasa pahlawan yang gogor.
01:49Tujuannya untuk menanamkan semangat persatuan, patriotisme, dan rela berkorban ke generasi muda.
01:56Semangat 10 November itu nggak cuma mengingat masa lalu, tapi mengobarkan perjuangan baru.
02:01Perjuangan kita sekarang melawan kemiskinan, kebodohan, dan korupsi.
02:06Saatnya kita wujudkan masa depan yang dicita-citakan para pejuang.
02:10Nah, gitu aja teman-teman untuk pembahasan kita kali ini.
02:13Sampai jumpa di next video ya.
02:16Dadah!
Komentar