00:00Polemik utang kereta cepat WUS yang memicu perdebatan terbuka antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa
00:06dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Lohut Bin Sarpan Jaitan
00:10kini meredah pasca Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung.
00:15Dia menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab penuh atas mega proyek ini.
00:20Pertanyaannya bagaimana mekanismenya?
00:23Simak informasi selengkapnya di FOI hari ini.
00:30Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB atau WUS yang nilainya mencapai sekitar Rp120,38 triliun
00:46menjadi pusat perdebatan tajam di Kabinet Merah Putih sepanjang bulan Oktober 2025.
00:52Persoalan ini memunca ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa menolak keras usulan danantara
00:58sebagai pengelola holding BUMN untuk menggunakan APBN dalam menanggung utang WUS.
01:03Langkah Purbaya ini diambil sebagai prinsip disiplin fiskal
01:08dan memisahkan risiko BUMN dari kas negara.
01:11Lalu pada 17 Oktober, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Lohut Bin Sarpan Jaitan
01:16menepis adanya permintaan pembayaran utang WUS menggunakan APBN.
01:20Lohut menegaskan utang WUS hanya masalah restrukturisasi pinjaman dengan Cina yang sudah disetujui.
01:26Meskipun faktanya, struktur pembiayaan WUS yang didominasi pinjaman CDB dan pembekakan biaya atau cost of run
01:33menjadi beban besar bagi PT KAI.
01:36Pada 29 Oktober, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas.
01:40Dilansir dari keterangan Mensesnek Prasetyo Hadi,
01:43Presiden Prabowo memintakan Menko Perekonomian Erlangga Hartarto,
01:47Menko Purbaya Yudhisa Dewa, dan CEO danantara Rosan Roslani
01:51untuk menghitung ulang detail utang WUS.
01:55Serta mencari skema terbaik untuk melunasi utang,
01:58termasuk opsi meminta perpanjangan masa pinjaman dari Cina.
02:01Setelah memerintahkan jajarannya mencari solusi,
02:04Presiden Prabowo membuat pernyataan tegas yang mengakhiri polemik.
02:09Pada selasa 4 November, saat meresmikan stasiun Tanah Abang Baru,
02:13Presiden Prabowo menegaskan bahwa WUS bukan sekadar proyek komersial,
02:17melainkan kewajiban pelayanan publik.
02:20Gak usah khawatir apa itu ribut-ribut WUS.
02:23Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah.
02:26Saya tanggung jawab nanti WUS itu semuanya.
02:32Indonesia bukan negara sembarangan.
02:37Kita hitung, gak ada masalah itu.
02:40Jadi PT KAI gak usah khawatir, semuanya gak usah khawatir.
02:45Kita rakyat, kita layani rakyat kita.
02:50Kita berjuang untuk rakyat kita.
02:53Teknologi, semua sarana itu tanggung jawab bersama.
02:57Dan itu di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia.
03:02Jadi saya sekarang tanggung jawab WUS.
03:03WUS itu semua public transport di seluruh dunia.
03:11Itu jangan dihitung untung-untung rugi-rugi enggak.
03:17Hitung manfaat enggak untuk rakyat.
03:23Di seluruh dunia begitu.
03:25Ini namanya public service obligation.
03:27Ada yang menyarankan.
03:33Tadi disampaikan oleh Menteri Perhubungan.
03:37Semua kereta api kita,
03:40pemerintah subsidi 60%.
03:43Rakyat bayar 20%.
03:47Ya ini kehadiran negara.
03:54Ini kehadiran negara.
03:58Dari mana uang itu?
04:00Uang itu?
04:01Dari uang rakyat.
04:03Uang itu dari pajak.
04:05Uang itu dari kekayaan negara.
04:07Makanya kita harus mencegah semua kebocoran.
04:18Kita sungguh-sungguh harus hentikan penyelewangan dan korupsi.
04:25Prabowo juga membenarkan ucapan mantan Presiden Joko Widodo
04:29yang menyebut WUS adalah investasi sosial
04:32untuk mengatasi kerugian triliunan akibat kemacetan
04:35dan bukan sekadar mencari laba.
04:37Lantas bagaimana respon DPR?
04:40Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Banggar DPR Said Abdullah
04:43menyambut baik keputusan pemerintah
04:45untuk membahas penyelesaian utang WUS di komisi terkait.
04:49Said Abdullah mengingatkan,
04:51utang WUS seharusnya ditanggung oleh danantara.
04:53Namun, DPR akan mendukung kebijakan Presiden
04:56selama itu bukan prioritas fiskal utama.
04:59Kalau dengan berbagai program Pak Prabowo,
05:02apakah sanggup, Pak,
05:03menggai untuk utang-utang WUS itu?
05:05Ini bukan soal sanggup tidak sanggup,
05:08karena fiskal kita masih baik.
05:12Walaupun baik dalam pemertian,
05:16ya cadangan ada,
05:18cadangan anggarannya ada,
05:23DDA pun ada,
05:24tapi itu memang harus dipergunakan
05:26bagaimana menjalankan sektor liu,
05:31agar berikutnya tetap terus menulis.
05:35Bu, ya ini kan juga rencana menambah
05:37penyakatan Surabaya, ya Bu, ya.
05:38Apakah sebaiknya diselesaikan dulu
05:40permasalahan utang-utangnya,
05:41baru langkah selanjutnya,
05:42karena juga dari KPK,
05:43juga PCMP ini juga diusupkan,
05:47kalau sudah cukup.
05:47KPK segera melakukan penyelidikan-penyelidikan,
05:53itu akan lebih baik.
05:55Kami juga jangan sampai menghidupkan program
05:59yang dalam tanda kutip sangat baik.
06:03Sementara itu,
06:04Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur
06:06dan Pembangunan Kewilayahan,
06:08Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY,
06:11juga memastikan pemerintah akan hadir
06:13dalam restrukturisasi utang.
06:14Presiden Prabowo bahkan menyatakan harapannya
06:17agar rute WUSH dapat diperluas
06:19hingga ke Surabaya dan Banyuwangi
06:21sebagai wujud pemerataan pembangunan.
06:23Putusan Presiden Prabowo
06:25untuk menanggung penuh utang WUSH
06:26mengakhiri polemik internal.
06:28Namun, juga mementahkan prinsip B2B
06:31yang dikadang-kadang Cina di awal proyek.
06:33Pertanyaannya,
06:34apakah janji tanggung jawab Presiden ini
06:36realistis di tengah krisis fiskal
06:39dan pinjaman CDB yang berbunga tinggi?
06:41Ya, yang pertama seperti ini, Mbak Riva.
06:44Jadi, memang seperti yang sudah saya sampaikan
06:48di beberapa media,
06:50untuk pernyataan Prabowo kemarin,
06:55itu memang terkesan patriotik.
06:57Tapi, kalau kita lihat,
07:00sebagai seorang Presiden
07:02yang memang diambil sumpahnya
07:04untuk mengelola negara ini,
07:06tentu sudah sewajarnya
07:10ketika ada permasalahan WUSH,
07:13ada hutang WUSH yang memang harusnya
07:15dijadikan beban
07:17bagi Pak Presiden.
07:21Jadi, memang
07:22pernyataan tersebut
07:23terkesan patriotik,
07:25tapi sewajarnya itu adalah
07:27sudah menjadi tanggung jawabnya Pak Presiden.
07:29Nah, yang kedua adalah
07:32kita masih belum melihat
07:34pernyataan secara clear
07:36bahwa untuk hutangnya
07:38ataupun bunga hutang
07:40dan juga potongan,
07:42sorry, untuk pokok cicilannya
07:44itu akan dibayarkan
07:45melalui APBN
07:48atau melalui Danantara.
07:50Ini masih sangat
07:51sangat terbuka sekali
07:53opsi-opsinya.
07:55Kalau kemarin
07:56kita cuma mendengar
07:59bahwa
07:59Prabowo
08:00akan bertanggung jawab
08:03dan negara punya uangnya.
08:06Nah, tentu yang kita harapkan
08:08ini hutang dari WUSH ini
08:11bisa dibayarkan
08:13oleh Danantara,
08:15uang dari Danantara
08:16yang memang
08:17sewajarnya
08:18sudah jadi beban
08:21dari Danantara
08:22bukan
08:22beban
08:23APBN.
08:25Karena
08:25kalau kita lihat
08:26ketika
08:27awal penunjukan
08:29Cina
08:30alasan
08:31pemerintah kala itu
08:32adalah
08:33skemanya yang
08:34B2B
08:35tidak membebani
08:36APBN.
08:37Nah, kita tagih
08:38janji itu
08:39kita
08:40tagih
08:41ke pemerintah
08:42bahwa
08:43ini tidak boleh
08:44ada APBN
08:45yang masuk
08:46untuk membayar
08:48dijilan hutang
08:49ataupun
08:49bunga hutang
08:51dari WUSH ini.
08:52Jadi, kita harapkan
08:53sebenarnya
08:54tetap
08:55untuk uangnya
08:56berasal dari Danantara
08:57karena skema
08:58yang diampu
09:00ataupun diambil
09:01oleh pemerintah
09:02itu adalah
09:03skema
09:04B2B
09:05bukan
09:05G2G
09:07ataupun
09:08G2B
09:08yang pasti
09:09seharusnya
09:11tidak boleh
09:11ada
09:12uang dari
09:13APBN
09:13yang dialokasikan
09:14untuk
09:15membiayai
09:16hutang
09:17KCIC.
09:18Yang pertama
09:19adalah
09:19kita harus
09:20menjelaskan
09:20terkait
09:21dengan
09:22apa itu
09:22public service
09:23obligation.
09:24Bahwa
09:25public service
09:26application
09:26itu adalah
09:27public service
09:29atau layanan publik
09:30yang dibangun
09:31oleh uang negara
09:32secara langsung.
09:34Khususnya
09:35melalui
09:35APBN
09:36yang digunakan
09:37untuk kepentingan
09:38masyarakat secara luas
09:39dan
09:40ketika
09:41ada
09:42harga
09:43di situ
09:44maka
09:44muncul
09:45intervensi
09:46dari pemerintah
09:46agar
09:47membuat
09:48masyarakat
09:49yang
09:49tidak bisa
09:50menjangkau
09:51jadi bisa
09:52menjangkau
09:53dari harga
09:54layanan tersebut.
09:55Nah,
09:55kalau kita lihat
09:56dari awal
09:57memang
09:58bus ini
09:59tidak diperuntukkan
10:01untuk
10:01masyarakat
10:02yang
10:02berpendapatan
10:04menengah ke bawah.
10:05Karena apa?
10:06Karena di situ
10:07masih ada
10:08substitusi
10:09dari layanan
10:10yang
10:11menghantarkan
10:12individu
10:13dari Jakarta
10:14ke Bandung
10:14baik itu
10:15melalui
10:15bus,
10:16travel,
10:17ataupun
10:17kereta secara
10:18reguler.
10:19Nah,
10:19tentu
10:20memasukkan
10:22suatu
10:23layanan
10:23negara
10:25ke dalam
10:26public service
10:27obligation
10:27itu
10:28tidak
10:28semata-mata
10:30hanya
10:31ini untuk
10:32layanan publik
10:32dan sebagainya
10:33tapi
10:33ada kriteria
10:34tertentu.
10:36Nah,
10:36yang
10:36kedua adalah
10:38ketika kita
10:39bicara
10:39mengenai
10:40bisnis
10:41to bisnis
10:41tentu
10:42uang yang
10:43dibangun
10:43untuk
10:44membangun
10:45bus
10:45data cepat ini
10:46bukan dari
10:47uang negara
10:48melainkan
10:49uang korporasi
10:50dalam hal ini
10:51BUMN
10:52di situ
10:53ada
10:53PTKI
10:54dan
10:55dan
10:56berman lainnya
10:57sebesar
10:5860%
10:59dan 40%
11:00dari konsorsium
11:01dari
11:01China.
11:02Nah,
11:03artinya
11:03ketika kita
11:04bicara bisnis
11:05to bisnis
11:05ini
11:06ada
11:07keuntungan
11:08keuntungan bagi siapa?
11:09Keuntungan bagi
11:10korporasinya
11:11baik itu
11:11korporasi yang
11:12dari China
11:13maupun korporasi
11:14yang
11:14berasal dari
11:15Indonesia.
11:16Nah,
11:17ketika
11:17mereka
11:18menetapkan
11:19bisnis-bisnis
11:20tentu harus ada
11:21labah yang harus
11:22dikejar.
11:23Labah ini
11:24diperuntukkan
11:26untuk apa?
11:27Untuk
11:27membayar hutang
11:28membayar
11:29biaya
11:30awal
11:31ataupun
11:32sekitin bilang
11:32APEX-nya
11:33dan juga
11:35pembelian
11:36untuk
11:37operasional
11:38expenditure
11:38atau APEX-nya
11:39jadi
11:40memang
11:40ini diperlukan
11:42penajemen
11:45keuangan
11:46yang baik
11:46tidak
11:47hanya
11:48dibangun
11:48terus
11:49merugi
11:49tidak masalah
11:50bukan seperti itu
11:51tapi
11:52karena ini
11:53dibangun oleh
11:54korporasi
11:54contoh
11:55ini bukan
11:56public service
11:57obligation
11:57yang
11:58memang
11:58tujuannya
12:00untuk memayani
12:00masyarakat yang
12:01lebih luas
12:02jadi
12:02kalau saya
12:03pribadi
12:04pernyataan
12:05Pak Parbobo
12:06dengan
12:06mengatakan
12:07bahwa
12:09kereta cepat
12:09ini masuk
12:10public service
12:10obligation
12:11itu
12:12keliru
12:12jadi
12:13bisa saya
12:14jelaskan
12:14disini
12:15bahwa
12:16pernyataan
12:16itu
12:16keliru
12:17dan
12:17memang
12:18kalau kita
12:19lihat
12:20seharusnya
12:21pihak
12:22dari KCEC
12:23ataupun
12:23operator
12:24dari WUS
12:25itu
12:26sudah harus
12:26memiliki
12:27keuntungan
12:28bukan
12:29hanya
12:30jadi saja
12:31tapi
12:32bisa untung
12:33bisa untuk
12:33operasional
12:34bisa untuk
12:35membayar hutang
12:35jangan sampai
12:37kejadian-kejadian
12:39pembangunan
12:40infrastruktur
12:42seperti
12:43misalkan
12:43LRT
12:44di Palembang
12:45kemudian
12:46juga
12:47beberapa
12:48bandara
12:49yang dibangun oleh
12:50BUMN
12:51itu merugi
12:52yang pada akhirnya
12:53tidak ada
12:55memasukan
12:56tidak ada
12:57uang untuk
12:58operasional
12:58yang pada akhirnya
13:00ini
13:00membebani
13:01membebani
13:02dari
13:02pihak
13:03korporasinya
13:07atau
13:07BUMN-nya
13:08dan juga
13:09bisa jadi
13:09akan
13:10membebani
13:11dari
13:11pemerintah
13:13ke depan
13:14apabila
13:15hutang yang
13:16ditanggung oleh
13:16korporasi
13:17itu sudah
13:18tidak sampai lagi
13:19dibayar oleh
13:20korporasi tersebut
13:21atau BUMN tersebut
13:22jadi
13:23kita harus
13:24meluruskan
13:25apa yang
13:25sampaikan oleh
13:26Pak Prabowo
13:27bahwa
13:28BUS ini
13:29data cepat ini
13:29tidak hanya
13:31menghitung
13:32manfaat
13:33sosial saja
13:34tapi juga
13:34harus
13:35menghitung
13:36manfaat
13:36ekonomi
13:37dan juga
13:37keuntungan
13:38bagi korporasi
13:39melihat tanggung jawab
13:40BUS kini
13:41di tangan
13:42Presiden
13:42apakah ini
13:43menjamin
13:44keberlanjutan
13:45proyek
13:45tanpa
13:45mengganggu
13:46prioritas
13:47APBN
13:47lainnya
13:59selamat menikmati
Comments