00:00Sobat M.D. Fan Lens, Indonesia resmi dilarang jadi tuan rumah event olahraga internasional gara-gara nolak dua atlet Israel.
00:07Kedengarannya baru ya, tapi sebenarnya sejarah ini udah pernah kejadian 60 tahun lalu,
00:12dan waktu itu Soekarno punya cara luar biasa buat ngelawan dunia lho.
00:16Gimana ya ceritanya? Yuk kita bahas bareng.
00:21Hai Sobat M.D. Fan Lens, kembali lagi bersama aku Zen Zahira.
00:25Kali ini kita bahas yang lagi viral nih, yaitu sang CEOC terhadap Indonesia.
00:30Tapi bukan cuma tentang olahraga, ini juga cerita tentang keberanian, politik, dan semangat melawan ketidakadilan
00:36lewat ajang legendaris bernama Ganevo atau Games of the New Emerging Forces.
00:42Awalnya, sang CEOC yang terbaru ini muncul karena Indonesia menolak visa dua atlet Israel
00:48yang mau ikut kejuaraan dunia senam artistik ke-53 di Jakarta.
00:52Nah, IOC langsung bereaksi keras dengan melarang Indonesia jadi tuan rumah event olahraga internasional
00:58apapun sampai ada jaminan non-diskriminasi.
01:02Artinya, semua pembicaraan soal peluang Indonesia jadi tuan rumah EO Olympiade 2036 juga langsung dihentikan.
01:09Tapi tunggu dulu, hal kayak gini ternyata bukan pertama kalinya lho.
01:13Balik ke tahun 1962, Indonesia juga pernah dijatuhi sanksi serupa waktu jadi tuan rumah Asian Games 4 di Jakarta.
01:21Saat itu, Presiden Soekarno menolak kehadiran atlet dari Israel dan Taiwan.
01:26Lho, alasannya kenapa?
01:28Indonesia menolak penjajahan Israel terhadap Palestina dan hanya mengakui Republik Rakyat Cina atau RRC
01:34sebagai perwakilan sah dari Tiongkok.
01:37Akibatnya, IOC mencabut keanggotaan Indonesia dan menganggap Asian Games Jakarta tidak sah.
01:42Tapi Soekarno nggak gentar.
01:44Ia justru menanggapinya dengan perlawanan luar biasa dengan menciptakan ajang tandingan berskala dunia bernama Ganevo
01:51atau Games of the New Emerging Forces.
01:54Ganevo digagas tahun 1963 berangkat dari ide Soekarno untuk menantang dominasi negara barat
02:00dalam dunia olahraga internasional yang dianggap terlalu politis dan tidak adil.
02:05Soekarno membagi dunia menjadi dua kubu.
02:07Yang pertama ada Olde Vos, yaitu negara-negara Mapan seperti Amerika Serikat dan sekutunya.
02:13Yang kedua ada Nevos, yaitu negara-negara baru yang lepas dari kolonialisme
02:18seperti Indonesia, RRC, Mesir, dan negara Afrika lainnya.
02:23Nah, tujuan Ganevo itu jelas, yaitu mempersatukan bangsa-bangsa berkembang lewat olahraga
02:27tanpa harus tunduk pada aturan politik barat.
02:30Konferensi pendahuluannya digelar di Jakarta pada 27-29 April 1963
02:35yang dihadiri oleh 12 negara, termasuk RRC dan Uni Soviet.
02:40RRC bahkan menyumbang dana sekitar 18 juta dolar Amerika Serikat
02:44untuk membantu biaya transportasi seluruh delegasi.
02:48Akhirnya, Ganevo pertama resmi dibuka 10 November 1963
02:52di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
02:55dengan semboyan Onward No Retreat, maju terus pantang mundur.
02:58Acara ini diikuti 51 negara dari 4 benua mempertandingkan 20 cabang olahraga
03:04seperti atletik, renang, gulat, dan tenis meja.
03:08Hasilnya, RRC keluar sebagai juara umum di susul Uni Soviet
03:11dan Indonesia di posisi ketiga dengan 21 medali emas.
03:15Buat Soekarno, Ganevo bukan cuma soal medali,
03:18tapi simbol kemandirian bangsa-bangsa baru dalam melawan dominasi lama.
03:21Namun setelah pergolakan politik tahun 1965 dan jatuhnya Soekarno,
03:27Ganevo ikut tenggelam bersama ide besarnya.
03:29Pemerintah baru di bawah Soeharto memilih kembali bergabung dengan IOC
03:33dan mengakhiri mimpi Ganevo.
03:35Dan kini, 6 dekade kemudian, Indonesia kembali disangsi IOC
03:39karena alasan yang mirip yaitu menolak atlet Israel.
03:42Sejarah seolah berulang, tapi kali ini di era yang berbeda.
03:45Kalau menurut kamu, Indonesia sebaiknya tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri
03:49yang tegas seperti zaman Soekarno atau lebih baik fokus ke olahraga
03:53supaya nggak kehilangan kesempatan di kacah dunia.
03:55Oke, sampai sini saja dan kita ketemu lagi di topik lain MTV Airlines
03:59hanya ada di metrotvnews.com ya.
04:01See you!
04:02Bye-bye!