Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 bulan yang lalu
Indonesia resmi mendapat sanksi dari International Olympic Committee (IOC). Sanksi terbaru ini muncul karena Indonesia menolak visa dua atlet Israel yang mau ikut Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta.
Transkrip
00:00Sobat M.D. Fan Lens, Indonesia resmi dilarang jadi tuan rumah event olahraga internasional gara-gara nolak dua atlet Israel.
00:07Kedengarannya baru ya, tapi sebenarnya sejarah ini udah pernah kejadian 60 tahun lalu,
00:12dan waktu itu Soekarno punya cara luar biasa buat ngelawan dunia lho.
00:16Gimana ya ceritanya? Yuk kita bahas bareng.
00:21Hai Sobat M.D. Fan Lens, kembali lagi bersama aku Zen Zahira.
00:25Kali ini kita bahas yang lagi viral nih, yaitu sang CEOC terhadap Indonesia.
00:30Tapi bukan cuma tentang olahraga, ini juga cerita tentang keberanian, politik, dan semangat melawan ketidakadilan
00:36lewat ajang legendaris bernama Ganevo atau Games of the New Emerging Forces.
00:42Awalnya, sang CEOC yang terbaru ini muncul karena Indonesia menolak visa dua atlet Israel
00:48yang mau ikut kejuaraan dunia senam artistik ke-53 di Jakarta.
00:52Nah, IOC langsung bereaksi keras dengan melarang Indonesia jadi tuan rumah event olahraga internasional
00:58apapun sampai ada jaminan non-diskriminasi.
01:02Artinya, semua pembicaraan soal peluang Indonesia jadi tuan rumah EO Olympiade 2036 juga langsung dihentikan.
01:09Tapi tunggu dulu, hal kayak gini ternyata bukan pertama kalinya lho.
01:13Balik ke tahun 1962, Indonesia juga pernah dijatuhi sanksi serupa waktu jadi tuan rumah Asian Games 4 di Jakarta.
01:21Saat itu, Presiden Soekarno menolak kehadiran atlet dari Israel dan Taiwan.
01:26Lho, alasannya kenapa?
01:28Indonesia menolak penjajahan Israel terhadap Palestina dan hanya mengakui Republik Rakyat Cina atau RRC
01:34sebagai perwakilan sah dari Tiongkok.
01:37Akibatnya, IOC mencabut keanggotaan Indonesia dan menganggap Asian Games Jakarta tidak sah.
01:42Tapi Soekarno nggak gentar.
01:44Ia justru menanggapinya dengan perlawanan luar biasa dengan menciptakan ajang tandingan berskala dunia bernama Ganevo
01:51atau Games of the New Emerging Forces.
01:54Ganevo digagas tahun 1963 berangkat dari ide Soekarno untuk menantang dominasi negara barat
02:00dalam dunia olahraga internasional yang dianggap terlalu politis dan tidak adil.
02:05Soekarno membagi dunia menjadi dua kubu.
02:07Yang pertama ada Olde Vos, yaitu negara-negara Mapan seperti Amerika Serikat dan sekutunya.
02:13Yang kedua ada Nevos, yaitu negara-negara baru yang lepas dari kolonialisme
02:18seperti Indonesia, RRC, Mesir, dan negara Afrika lainnya.
02:23Nah, tujuan Ganevo itu jelas, yaitu mempersatukan bangsa-bangsa berkembang lewat olahraga
02:27tanpa harus tunduk pada aturan politik barat.
02:30Konferensi pendahuluannya digelar di Jakarta pada 27-29 April 1963
02:35yang dihadiri oleh 12 negara, termasuk RRC dan Uni Soviet.
02:40RRC bahkan menyumbang dana sekitar 18 juta dolar Amerika Serikat
02:44untuk membantu biaya transportasi seluruh delegasi.
02:48Akhirnya, Ganevo pertama resmi dibuka 10 November 1963
02:52di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
02:55dengan semboyan Onward No Retreat, maju terus pantang mundur.
02:58Acara ini diikuti 51 negara dari 4 benua mempertandingkan 20 cabang olahraga
03:04seperti atletik, renang, gulat, dan tenis meja.
03:08Hasilnya, RRC keluar sebagai juara umum di susul Uni Soviet
03:11dan Indonesia di posisi ketiga dengan 21 medali emas.
03:15Buat Soekarno, Ganevo bukan cuma soal medali,
03:18tapi simbol kemandirian bangsa-bangsa baru dalam melawan dominasi lama.
03:21Namun setelah pergolakan politik tahun 1965 dan jatuhnya Soekarno,
03:27Ganevo ikut tenggelam bersama ide besarnya.
03:29Pemerintah baru di bawah Soeharto memilih kembali bergabung dengan IOC
03:33dan mengakhiri mimpi Ganevo.
03:35Dan kini, 6 dekade kemudian, Indonesia kembali disangsi IOC
03:39karena alasan yang mirip yaitu menolak atlet Israel.
03:42Sejarah seolah berulang, tapi kali ini di era yang berbeda.
03:45Kalau menurut kamu, Indonesia sebaiknya tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri
03:49yang tegas seperti zaman Soekarno atau lebih baik fokus ke olahraga
03:53supaya nggak kehilangan kesempatan di kacah dunia.
03:55Oke, sampai sini saja dan kita ketemu lagi di topik lain MTV Airlines
03:59hanya ada di metrotvnews.com ya.
04:01See you!
04:02Bye-bye!

Dianjurkan