00:00Indonesia Imam Teguh Sabtono mengatakan penguatan sinergi antara Badan Pengelola Keuangan Haji dan Bank Muamalat Indonesia merupakan fondasi pembentukan bank haji dan bank wakaf di masa depan.
00:20Hal ini karena keduanya menjadi lembaga yang tidak hanya fokus pada layanan finansial jemaah haji, namun juga pengembangan aset dan investasi berbasis wakaf produktif.
00:32Hal itu disampaikan Imam Teguh saat menghadiri dialog publik dengan tema bank haji dan wakaf, amanah aset cita, prospek, dan tantangan di Jakarta pada 23 Oktober 2025.
00:45Imam menyebut tantangan utama pembentukan bank haji dan wakaf terletak pada pembentukan kelembagaan dan harmonisasi regulasi,
00:56di mana pemerintah perlu memastikan apakah sinergi ini akan diwujudkan melalui pembentukan bank baru atau optimalisasi lembaga yang sudah ada seperti BPKH dan BMI.
01:08Tantangannya ada dua hal, pertama adalah bentuk kelembagaannya, ini yang masih menjadi pertanyaan apakah kita harus membentuk bank khusus atau memodifikasi bank yang sudah ada.
01:20Yang kedua adalah tentang harmonisasi dan kompatibilitas atas regulasi yang ada saat ini, apakah cukup menggunakan regulasi yang ada sekarang atau dibutuhkan adanya regulasi-regulasi tambahan.
01:34Imam Teguh menjelaskan potensi aset wakaf nasional terbilang besar, yakni sekitar 180 triliun rupiah, serta lebih dari 400 ribu hektare tanah wakaf.
01:47Pembentukan bank haji dan wakaf bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan dana haji dan wakaf melalui investasi syariah.
01:55Hasil keuntungannya dapat disalurkan melalui program sosial, ekonomi, dan pembangunan yang bermanfaat bagi umat.
02:04Dari Jakarta, Adonu Groho, Robi Bakhtiar, TV Tempo, mengabarkan.