Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis Kompascom, Firzie Idris melihat kekalahan Indonesia melawan Arab Saudi dengan skor 2-3 tidak terlalu buruk, sebab hanya selisih satu gol.

Di sisi lain menurut pengamat sepak bola Ronny Pangemanan, ada beberapa skenario yang bisa dilakukan jika Timnas Indonesia ingin lolos Piala Dunia 2026. Misalnya, Indonesia menang 2-1 melawan Irak, kemudian Irak menang lawan Arab 1-0.

"Kita memasukkan 4, kemasukan 4. Iraq memasukkan 2, kemasukan 2. Arab memasukkan 3, kemasukan 3. Maka kita yang melenggang menuju ke Amerika," katanya.

"ini kalo terjadi. Tapi kalo gak menang lawan Iraq. Ya kita pulang, kita jemput di bandara, kasih kalungan bunga..," katanya lagi.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/HLVrSQc1SQc?si=uUxbT2QI2VzB4hUz

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/622223/jika-timnas-indonesia-ingin-lolos-piala-dunia-2026-ini-skenarionya-rosi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Berikutnya kan kalau kita mau lolos ke piala dunia, skenario-nya harus gimana Fir?
00:05Ya pertama tentu saja menang ya, karena menang juga masih tergantung dari hasil Arab Saudi Irak.
00:10Tapi yang pasti kalaupun kita kalah ya, kayak kemarin sebenarnya kita kalah gak jelek-jelek banget kalau menurut gue.
00:15Karena kita kalah dengan selisih gol paling minim, minus satu.
00:19Dan salah satu tiebreaker utama itu adalah gol skor.
00:23Jadi kita kalah dengan mencetak lebih dari satu gol itu menurut saya yaudah itu udah bagus.
00:27Dan ini nanti akan bermain di perhitungan terakhir dari round 4 ini.
00:33Memang kita akan menunggu beberapa hari lagi nih sebelum tahu kita lolos apa enggak.
00:38Makanya format tiga tim ini aneh sebenarnya, gak enak.
00:42Kayak SSB di Indonesia sih.
00:44Lu bener ada sistem seperti itu kan?
00:46Tapi yang dihitung gol kan nanti setelah sama selisih gol.
00:49Selisih gol dulu baru itu gol skor.
00:52Itulah kenapa kita masih harus nunggu dulu tuh ya buat tahu.
00:54Jadi begini, kalau itu yang ditentukan begini.
00:57Kita menang 2-1 melawan Irak.
01:01Kemudian Irak menang lawan Arab 1-0.
01:04Ya itu paling ideal ya.
01:05Itu paling ideal.
01:06Kita memasukkan 4 kemasukan 4.
01:08Irak memasukkan 2 kemasukan 2.
01:11Arab memasukkan 3 kemasukan 3.
01:14Maka kita yang melenggang menuju ke Amerika.
01:16Amin banget amin.
01:18Perhitungan yang bagus.
01:19Begitu kan?
01:20Ya harusnya begitu.
01:20Kan mereka bilang selisih 2 gol, selisih 2 gol, 3 gol.
01:24Mereka bilang kan gak perlu terlalu banyak-banyak.
01:26Cukup dengan begitu.
01:27Kalau ini kalau terjadi.
01:29Tapi kalau gak menang lawan Irak?
01:31Ya kita pulang, kita jemput di bandara.
01:33Kita jemput di bandara.
01:34Kasihkan bunga kan?
01:36Tetap support.
01:38Mereka sudah berjuang.
01:39Sudah berjuang apapun itu.
01:40Tapi kan yang diaspora langsung ke luar.
01:42Oh iya balik.
01:43Kita gak kasih kesini mereka, gak boleh.
01:46Jadi yang orang sini aja lokal.
01:48Iya, kita harus sini.
01:49Tapi untuk kesana ya, Coach Indri.
01:51Kalau kita harus menang, kan gak gampang ya.
01:53Dengan satu mental kita yang lawan Arab kemarin aja tuh pasti berat sekali.
01:57Recovery-nya juga waktunya kita gak banyak.
01:59Apalagi Irak sudah lama gak main nih.
02:02Maksudnya jedanya lebih lama Irak kan gitu.
02:05Dari itu kita gak pernah menang lagi dalam 3-3 terakhir.
02:07Lama Arab, bukan Irak.
02:08Jedanya kan Arab.
02:10Oh jeda Arab Saudi ya.
02:12Maksudnya begitu.
02:13Ya, terus silahkan.
02:16Paling gak jeda-jeda Irak ini kan lama.
02:20Mereka ini istirahat main lawan, kita lawan Arab.
02:24Terus baru Irak lawan Indonesia.
02:27Ini cuma 3 hari.
02:28Makanya recovery harus bagus.
02:30Kalau gak bagus yaudah.
02:32Kita harus realistis lah.
02:35Dengan kondisi pemain.
02:36Tapi kalau Afif di Medsos itu sekarang gimana sih?
02:40Yang dilihat ya harapan orang tuh masih seoptimis apa sih?
02:44Optimis dalam artian ya di mulut aja mau gak mau orang optimis.
02:47Atau ya masih ada harapan dengan.
02:49Jadi kalau hasil kemarin kan itu sebenarnya kita memang kalah.
02:53Cuma kita belum gagal.
02:54Jadi kita belum gagal sebenarnya.
02:57Setelah pur tactical awareness sekarang kalah tapi belum gagal.
03:00Kita belum gagal.
03:01Jadi istilahnya apa tuh?
03:03Istilahnya masih berharap.
03:05Oh saya ingin berharap.
03:06Yang seperti tadi dong?
03:07Belum, belum dapat.
03:08Belum dapat.
03:09Tunggu.
03:10Maleman dikit telepon lagi.
03:11Pak Peropan baru.
03:12Jadi kalau dijaga sosial media memang lebih rame itu orang-orang pertama nyerang Bung Toel.
03:19Sudah pasti lebih rame.
03:21Nyerang juga yang kemarin narik ya Yaakob.
03:23Itu lebih rame.
03:24Ada hashtag Klaivert juga lagi bingung.
03:28Itu juga lagi rame gitu.
03:29Cuma gak apa-apa ditahan dulu aja, ditahan dulu.
03:31Jangan dihabisin luapkan emosinya sekarang.
03:34Tapi kita tunggu nih hasil lawan Irak gitu.
03:36Nah kalau lawan Irak secara fisik mungkin kita kayak kalah ya.
03:40Dia lebih muscle dari kita gitu.
03:42Dia lebih bisa hantam-menghantam, menabrak-menabrak.
03:44Tapi kita bisa main di psikologis kayaknya.
03:47Kita bisa main di mental gitu.
03:48Kita bisa say war di lapangan.
03:50Misalnya gimana tuh?
03:51Misalnya kalau lagi di lapangan gitu kan.
03:53Ini kan negara Irak kan lagi banyak masalah juga kan.
03:56Kita bisikin aja ya lagi ada konflik apa gitu.
03:58Dia bingung tuh.
03:59Provokator jangan.
04:00Itu gak boleh.
04:01Panik tuh dia tuh akhirnya kekumpulan.
04:03Kayak gitu.
04:04Tapi ya itulah kalau lagi di media sosial sebenernya belum gagal.
04:08Kita belum gagal.
04:09Jangan berantem dulu.
04:10Kita kan udah siap-siap kayak.
04:12Tahan dulu bentar lah ya.
04:13Jangan sekarang.
04:14Iya.
04:14Jadi kita lihat sampai Irak.
04:16Ya mudah-mudahan kita menang lawan Irak.
04:18Terus Irak kalah lagi lawan Arab gitu.
04:20Arabnya kalah.
04:21Arabnya kalah.
04:22Itu yang enak buat kita kan.
04:24Iya, iya.
04:25Tapi kalau lihat dari konsekuensi logisial sekarang dengan kita pasca lawan Arab Saudi.
04:31Apa yang bisa disiapkan lebih baik lah oleh Patrick Leifert?
04:36Ya itu tadi bagaimana closing lubang-lubang di lini tengah kita.
04:40Karena kita ini berlubang banget lah istilahnya tim ini.
04:42Seperti formasi dari mantan yang gak usah.
04:46Sebenernya sih.
04:47Dari mantan pacar gitu.
04:48Ya jangan dong.
04:49Mantan pelatihan dulu.
04:50Iya.
04:51Ya banyak yang minta kayak gitu.
04:52Percayalah di media sosial banyak yang minta kita balik seperti itu.
04:56Tapi kan kita akan lihat bagaimana ke depannya Coach Patrick dan tim kepelatihan.
05:00Mereka analisis kekuatan Irak.
05:02Dan mereka analisis kesalahan-kesalahan yang terjadi.
05:05Mereka bisa mengulang setiap replay.
05:06Setiap kejadian.
05:07Setiap minit laga secara detail.
05:11Dari data pemain larinya berapa, kalah duel berapa kali.
05:14Kalau seperti Apif bilang berapa kali kita kalah duel di pertandingan itu.
05:17Pasti ada datanya bisa dilihat dan itu yang harus dipersiapkan.
05:20Emang turnover waktunya dikit banget.
05:22Om Indri sebagai mantan pemain timnas tahu persis betapa susahnya menyiapkan mental dari suatu kekalahan yang menyakitkan.
05:30Dan mengatapkan.
05:30Di laga yang krusial pula.
05:32Ya di laga krusial untuk kita terus memacu diri menuju pertandingan berikutnya.
05:36Tapi kalau menurut teman saya yang ada di Jeddah.
05:38Setidaknya timnas akan terbantu nih.
05:41Karena menurut dia ada lebih banyak, jauh lebih banyak orang Indonesia di Jeddah dan kota-kota sekitar.
05:47Ketimbang orang-orang Irak sebenarnya.
05:49Ketimbang padahal mereka ada di region situ.
05:51Jadi dia mengatakan bahwa bisa jadi laga lawan Irak ini.
05:54Akan jadi laga kandang bagi Garuda.
05:57Bagi tim kamu.
05:58Dia mengatakan seperti itu.
05:59Jadi menurut saya itu suatu boost yang sangat bagus bagi para pemain kita.
06:05Karena kita lihat di pertandingan pertama kemarin supporter Arab Saudi juga memberikan dukungan yang luar biasa.
06:10Jadi harapannya memang dukungan dari para supporter ini akan memberikan, menjadi pemain ke-12 lah bagi teman-teman kita di lapangan.
06:17Lebih enak buat kita ya karena kita tidak punya tekanan seperti lawan Arab Saudi.
06:20Betul, kesatuan rumah kan.
06:21Kalau ada kesatuan rumah.
06:22Lawan Irak ini 50-50 jadi lebih enak.
06:25Yang wasit juga dari Cina.
06:27Intinya buat saya begini sih.
06:28Lawan Irak ya.
06:29Hanya simple aja.
06:30Yang pertama mengembalikan kepercayaan diri mereka.
06:32Betul.
06:33Yang kemarin itu.
06:34Kedua mental itu harus lebih kuat.
06:37Dan fokus.
06:38Itu aja.
06:38Enjoy aja menikmati permainan ini.
06:41Nggak usah perlu tegang.
06:42Ya kan?
06:43Main dengan...
06:43Tapi sebenarnya yang penting main dengan baik, strategi yang benar.
06:47Karena Coach Indri kalau kita lihat kemarin aja lawan Arab Saudi kan ekspektasi pendukung timnas itu tidak harus kayak menang berapa.
06:54Tapi yang penting mainnya yang bagus aja gitu kan.
06:56Kalau sepak bola ya seperti itu.
06:58Kalau udah timnas ya bagaimana menang dan ya gimana kita bisa berjalan ke depan gitu loh.
07:04Karena ekspektasi yang selama ini masyarakat Indonesia lo harus menang dengan apapun.
07:11Ya itu yang benar sebenarnya.
07:12Yang penting main dengan hati, main dengan apa ya semangat, kerja keras.
07:18Ya ke depan kita bisa lebih baik lagi gitu.
07:20Dan support dari di media sosial itu apa sih Viv?
07:23Kalau dari dirimu content creator dengan kondisi Indonesia yang sulit sekarang ya timnas.
07:28Timnas ya.
07:29Timnas kita yang sulit sekarang itu apa sih?
07:30Ya kalau sepak bola Indonesia ya kita mungkin belum bisa gitu.
07:35Belum ada di level kita jadi negara pemain bola.
07:38Kita masih ada di negara penonton bola.
07:41Jadi semangat itu yang kita bikin.
07:43Semangat itu yang ini sisa 90 menit ya kita bisa masuk ke pilihan dunia gitu.
07:49Kalau gue ngerasa ya Afif ngerasa ini kalau misalkan mumpung masih hidup,
07:54mumpung masih hidup, saya tuh sebenarnya pengen banget ya sebelum mengembuskan nafas terakhir.
07:58Ush jangan dong.
07:59Kita lihat Indonesia ada di pilihan dunia gitu loh.
08:02Iya iya.
08:02Kalau udah kayak selangkah lagi nih kita udah mau masuk.
08:04Lagi kapan lagi ntar dia spora udah mulai susah atau liga grassroot atau apa.
08:09Kalau agak masih ribet lagi bangun fondasinya.
08:13Kayak sebenarnya momennya sekarang gitu.
08:15Skenario tadi kan pasti lolos yang saya bilang tadi tuh kan.
08:17Kita udah pernah masuk pilihan dunia loh.
08:19Tapi U17 kan.
08:21Oh iya U17 kan U17 kan U17.
08:23Tahun ini juga ada U17.
08:25Nah berarti kan sebenarnya kesempatan itu ada.
08:28Ya sebelum saya mengungguskan nafas terakhir.
08:31Tentunya harus ada kita nonton pilihan dunia.
08:33Kita lawan Argentina, kita lawan Jerman, kita lawan Portugal.
08:36Itu.
08:37Amin.
08:37Fir, terakhir.
08:38So apa yang bisa kita persiapkan lebih baik lagi.
08:43Ya kita di satu langkah terakhir.
08:45Kalau bisa maksimal lagi.
08:46Ya kita penonton dan juga timnas.
08:48Ya timnas.
08:49Seperti yang saya tanyakan ke Coach Patrick ya.
08:51Pada hari pertama dia datang ke Indonesia.
08:53Apa yang kamu siapkan untuk merebut hati supporter Indonesia.
08:58Karena tadi udah diomongin kan kita lagi sayang-sayangnya memantan terus akhirnya harus keluar gitu.
09:03Nah dia bilang adalah mendapatkan hasil dan bermain bagus.
09:08Kalau dua-duanya itu dapat ya harapannya adalah para penonton menikmati.
09:12Tapi kan sekarang kita belum ketemu nih.
09:13Hasil belum dapat, bermain bagus juga belum dapat.
09:15Nah semoga di laga lawan Irak kita bisa melihat keduanya nanti.
09:19Ya itu dua poin itu bermain bagus dan hasil yang bagus juga.
09:22Diharapkan bisa diambil oleh timnas yang dekat banget itu ke Piala Dunia.
09:28Semoga betul-betul bisa masuk Piala Dunia.
09:29Karena kita nge-ubar di sana ya.
09:32Terima kasih banyak.
09:33Afif, terima kasih.
09:34Bung Ropan, terima kasih.
09:35Terima kasih juga.
09:37Terima kasih Anda, saudara, telah menyaksikan Terosih.
09:39Kita jumpa lagi ke habis depan.
09:40Tetap lagi di Kompas TV, independen dan terpercaya.
09:43Saya Friska Kelarisa.
09:44Sampai jumpa.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan