Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan di balik pelebaran defisit APBN 2026 yang kini ditetapkan sebesar 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Purbaya, kenaikan defisit ini terutama dipicu oleh penambahan belanja negara untuk daerah.

Purbaya menekankan, keputusan itu diambil untuk meredam keresahan masyarakat yang muncul akibat tingginya kenaikan pajak daerah, seperti pajak bumi dan bangunan (PBB).

"Jadi enggak ada gunanya menghemat uang kalau keributan di mana-mana, kita enggak bisa ngebangun. Ini sepertinya rugi tapi sedikit nanti untungnya banyak ketika ekonomi stabil," kata Purbaya usai Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Video editor: Rizal

#menkeu #purbaya #apbn2026

Baca Juga KPK Wanti-Wanti Menkeu Purbaya soal Kucuran Dana Rp 200 Triliun ke Himbara di https://www.kompas.tv/nasional/618500/kpk-wanti-wanti-menkeu-purbaya-soal-kucuran-dana-rp-200-triliun-ke-himbara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/618556/menkeu-purbaya-tak-ada-gunanya-hemat-uang-kalau-keributan-di-mana-mana

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Menarik apakah tidak tergantung bagaimana prospek pertumbuhan di sini.
00:05Jadi biasanya mereka masuk ke sini bukan hanya yield saja, tapi juga mencari stabilitas.
00:11Walaupun yieldnya misalnya seluruhnya lebih dikit dibanding di luar,
00:14tapi kalau betul-betul stabil dan ada potensi penguatan nilai tukar,
00:20kalau ekonominya bagus kan, orang masuk ke sini nilai tukarnya akan membaik.
00:24Jadi ketika kita ciptakan prospek ekonomi yang bagus,
00:27asing akan cenderung masuk ke sini,
00:30walaupun yield dalam nominal term angkanya itu turun dibanding sebelumnya,
00:37tapi ada potensial gain yang lain dari tadi,
00:42harga obligasinya sedikit meningkat ditambah apresiasi nilai tukar.
00:48Itu amat menarik.
00:49Jadi kalau stabil saja mereka suka, apalagi kalau ada ekspektasi rupiah menguat,
00:54jadi Anda tidak usah takut.
00:55Selama kita bisa menciptakan prospek pertemuan ekonomi yang bagus,
00:59mereka akan masuk ke sini.
01:01Pak, Degus kita naik ya Pak yang 2020.
01:03Nah, itu memang kenapa ya Pak alasannya?
01:06Karena belanjanya lebih tinggi.
01:09Tapi begini, itu kan ada aspirasi masyarakat,
01:14yang Anda lihat kan daerah-daerah terpaksa menaikkan pajak PBB dan lainnya
01:19yang amat tinggi sekali, sehingga menimbulkan instability.
01:23Jadi dalam hal itu kita setuju untuk mengurangi kerasaan masyarakat
01:29dengan memberi tambahan ke daerah,
01:32supaya daerah punya cukup uang untuk membangun dan menjalankan programnya,
01:38sehingga tadi kelentaran-kelentaran tadi bisa diredam sedikit.
01:41Jadi kita nggak ada gunanya menghemat uang,
01:44kalau keributan di mana-mana dan kita nggak bisa ngebangun.
01:48Ini sepertinya rugi, tapi sedikit nanti untungnya banyak ketika ekonominya stabil.
01:52Saya bukan orang baik, saya orang pelit ketika saya kasih uang.
01:56Saya orang baik, bukan saya orang pelit.
02:00Jadi kalau saya keluarin uang, saya pengen return yang besar.
02:04Jadi pasti ada alasan yang kuat kenapa saya keluarin itu,
02:06supaya nggak ada keributan di masyarakat,
02:11daerah bisa membangun,
02:12dan pembangunan saya bisa bagus,
02:14yang lain-lain di tempat lain.
02:15Kan pajak saya lebih tinggi kan?
02:17Itu investasi saya kira-kira.
02:18Kan bisa macem-macem.
02:26Bisa menerbitkan surat utang,
02:28bisa juga menggunakan sal.
02:29Jadi nggak ada masalah tentang pembiayaan.
02:32Apalagi kalau saya bilang tadi,
02:34mereka atau semua tahu bahwa prospek ekonomi kita bagus,
02:37mereka akan berebut belanja,
02:40beli surat utang pemerintah Indonesia.
02:42Jadi Anda nggak usah takut.
02:44Anda mau beli juga?
02:44Pas soal subsidi tadi, Pak Bapak kan pas masuk tadi nyebut
02:48mau mengurangi subsidi dengan cari powerpoint yang lebih murah.
02:52Ini maksudnya subsidi listrik ya, Pak?
02:53Waktu di Hambalang kemarin,
02:56ada diskusi tentang program pengurangan subsidi listrik utamanya.
03:01Dengan waktu itu sih dibicarakan tentang penggunaan PLTS Surya ya.
03:09Tapi kita lihat masih agak sedikit terlalu tinggi harga aja.
03:14Nanti sedang dicarikan teknologi yang baru maupun effort-effort
03:18supaya harga produksinya itu mendekati harga yang murah sekarang
03:25atau subsidi yang mengecil atau betul-betul hilang gara-gara itu.
03:29Jadi sedang dicari teknologi PLTS yang bagus.
03:33Dan nggak tetap kemungkinan juga memakai sumber-sumber energi baru terbarukan
03:37yang lebih murah dibanding yang ada sekarang.
03:41Jadi sedang dicari yang ada di tangan PLTS Surya
03:45tapi masih dihitung peningkatan efisiensinya.
03:48Berarti bisa dipastikan subsidi berkurang aja tapi listrik di masyarakat tetap nggak naik juga?
03:55Tujuannya kan itu.
03:58Kalau ya subsidi berkurang bukan di naikin harganya,
04:03dicari sumber-sumber penghasil listrik yang kosnya murah.
04:08Jadi bukan lo pasti mancing ya.
04:10Anda mancing tuh pemerintah naikin harga.
04:11Nggak begitu.
04:13Ini namanya usaha.
04:14Jahil amat.
04:16Ini buat teman jahil nih.
04:19Darimana?
04:19Darimana?
04:22Saya bukan yang ngitung.
04:29Jadi nanti kementerian SDM yang ngitung.
04:32Tapi kalau saya nanti kalau disuruh...
04:35Pasti kan pertama ada pembiayaan sedikit kan.
04:37Awalnya pasti ada investasi.
04:38Kita akan hitung ulang itu.
04:39Kita akan hitung itu.
04:40Kalau investasi besar tapi betul-betul menghasilkan nanti begitu jadi,
04:45listrik yang lebih murah, yang bisa mengurangkan subsidi dalam beberapa puluh tahun ke depan,
04:50itu saya nggak akan ragu untuk membiayainya.
04:54Belum.
04:55Kalau pengurangkan subsidinya, ya maunya yang subsidi itu hilang semua.
04:58Tapi kan nggak segampang itu.
05:00Sedang dikembangkan dan dicari.
05:02Kayaknya dikembangkan teknologinya, dicari supaya lebih murah lagi.
05:06Saya sudah lihat presentasinya sudah ada challenge.
05:10Desain PLTS yang cukup baik.
05:15Yang termasuk pembuatan baterai di sini dan pembuatan solar panel di sini sendiri.
05:19Yang saya lihat sih cuma penjanjikan.
05:21Tapi saya melihat sih hitungannya belum terlalu mantap.
05:27Belum terlalu, bukan terlalu, belum selesai lah.
05:29Masih harus dikerjakan lagi.
05:30Tapi itu pasti kelihatannya ke depan akan bisa dicapai.
05:34Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan