Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV 12 dari 72 siswa SMAN 5 Bengkulu yang dikeluarkan dari sekolah tetap bertahan ikut pelajaran di sekolah. Namun, mereka mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari pihak sekolah.

Meski telah dikeluarkan dari sekolah, 12 dari 72 siswa yang dikeluarkan dari SMA Negeri 5 Bengkulu masih menuntut hak mereka untuk kembali bersekolah.

Namun, perjuangan mereka tidaklah mudah. Mereka harus belajar mandiri, dengan berpindah-pindah tempat, seperti di perpustakaan sekolah, kantin sekolah, hingga rumah kuasa hukum mereka.

Di tengah upaya untuk tetap belajar, para siswa juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak sekolah, seperti diusir dari ruang kelas hingga perpustakaan. Padahal, tak banyak yang diinginkan oleh 12 siswa ini hanya ingin bersekolah di tempat mereka mendaftar.

Kepala Sekolah SMAN 5 Bengkulu, Bihanudin, mengaku saat itu ia telah meminta operator SPMB untuk melakukan proses daftar ulang kepada 432 siswa yang diterima, sesuai jumlah data pokok pendidikan.

Namun, permintaan itu tak diindahkan operator SPMB, sehingga 72 siswa yang sejak awal tidak diterima di SMAN 5 Bengkulu tetap lolos.

#kepsek #sman5bengkulu #siswa

Baca Juga Cerita Siswa SMAN 5 Bengkulu Tetap Bertahan Belajar Meski Diusir | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/618284/cerita-siswa-sman-5-bengkulu-tetap-bertahan-belajar-meski-diusir-berut



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/618332/kasus-siswa-yang-dikeluarkan-dari-sekolah-kepsek-saat-daftar-resmi-72-siswa-tak-diterima
Transkrip
00:00Saudara 12 dari 72 siswa SMA N5 Bengkulu yang dikeluarkan dari sekolah tetap bertahan ikut pelajaran di sekolah.
00:08Namun mereka mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari pihak sekolah.
00:18Meski telah dikeluarkan dari sekolah, 12 dari 72 siswa yang dikeluarkan dari SMA Negeri N5 Bengkulu masih menuntut hak mereka untuk kembali bersekolah.
00:27Namun perjuangan mereka tidaklah mudah.
00:30Mereka harus belajar mandiri dengan berpindah-pindah tempat seperti di perpustakaan sekolah, kantin sekolah, hingga rumah kuasa hukum mereka.
00:39Di tengah upaya untuk tetap belajar, para siswa juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak sekolah.
00:45Seperti diusir dari ruang kelas hingga perpustakaan.
00:48Padahal tak banyak yang diinginkan oleh 12 siswa ini hanya ingin bersekolah di tempat mereka mendaftar.
00:54Dan urusan kami di situ hanya belajar.
00:58Setelah itu kami dipermalukan oleh kepala sekolah, di depan umum, di depan teman-teman.
01:05Dan itu hal yang tidak wajar buat kami dipermalukan seperti itu.
01:09Setelah itu kami diusir dari kelas, kami diusir ke perpustakaan untuk belajar di perpustakaan.
01:15Setelah di perpustakaan, kami diusir secara halus oleh pihak perpustakaan.
01:18Dan sehingga kami belajar di kantin.
01:22Kami dipermalukan di halayak ramai.
01:28Kepala SMA Negeri Lima Bengkulu, Bihanudin mengaku saat itu ia telah meminta operator SPMB untuk melakukan proses daftar ulang
01:35kepada 432 siswa yang diterima, sesuai jumlah data pokok pendidikan.
01:41Namun permintaan itu tak diindahkan operator SPBM.
01:44Sehingga 72 siswa yang sejak awal tidak diterima di SMA Negeri Lima Bengkulu tetap lolos.
01:49Jadi, waktu penerimaan mereka mendaftar secara resmi itu, status mereka ini tidak diterima.
01:59Nah, tidak diterima inilah mereka mencari menemui operator ini bagaimana supaya bisa masuk ke SMA Lima.
02:08Nah, mereka menemui ini baik secara langsung ataupun dengan perantara langsung di rumah operator, tidak di sekolah.
02:14Nah, kalau mereka mengatakan bahwasannya mereka itu diterima di secara resmi di SMA Lima itu nonsen.
02:23Ombudsman menemukan adanya maladministrasi berupa penyimpangan prosedur penerimaan siswa
02:28yang dilakukan Kepala Sekolah dan juga Panitia Penerimaan Siswa.
02:32Ombudsman langsung menyerahkan rekomendasi kepada Gubernur Bengkulu
02:35untuk memberikan sanksi kepada sekolah dan juga dinas pendidikan
02:39karena dianggap lalai dalam proses SPMB.
02:44Tim Liputan Kompas TV, Bengkulu
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan