Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta belakangan ini mengalami kendala.

Beberapa SPBU dilaporkan kekosongan BBM non-subsidi akibat lonjakan permintaan dari masyarakat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan, meningkatnya permintaan tersebut terjadi karena adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat dari BBM subsidi ke BBM non-subsidi.

Menurutnya, kebijakan penggunaan QR code untuk pembelian Pertalite menjadi salah satu faktor yang mendorong peralihan tersebut.

"Peningkatan itu karena ada shifting. Pertamina mewajibkan menggunakan QR code. Sementara masyarakat perlu mendaftar, kemudian mungkin CC kendaraannya tidak sesuai," ujar Yuliot kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 3 September 2025.

Pro TV - Televisi Digital Berjaringan

Pro TV (@protv_id) bagian dari ekosistem Promedia Teknologi Indonesia (@promediateknologi)
-
SUBSCRIBE OFFICIAL CHANNEL YOUTUBE :
@protv_official | PROMEDIA TV
www.protv.id

#bbm #bbmsubsidi #bbmnonsubsidi #spbu#pertamina #shell #vivo #esdm #viral #fyp #berita

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Ketersediaan BBM di SPBU swasta terganggu akibat lonjakan permintaan non-subsidi karena pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM subsidi.
00:10Wamen E, SDM, Yuliot Tanjung sebut kebijakan QR Code untuk beli pertalai.
00:16Jadi faktor peralihan konsumen ke BBM non-subsidi karena kendala pendaftaran dan sesi kendaraan.
00:21Terjadi shifting dari subsidi pertalai ke non-subsidi.
00:24Jadi ini yang menyebabkan peningkatan, kata Yuliot di gedung DPR RI Jakarta, Rabu 3 September 2025.
00:32Konsumsi BBM non-subsidi melonjak sekitar 1,4 juta kiloliter.
00:36Menurut data Kementerian E, SDM, sehingga permintaan BBM di badan usaha swasta naik signifikan.
00:43Dirjen Migas Laude Sulaiman bilang masyarakat semakin mengurangi ketergantungan pada BBM subsidi
00:48dan lebih memilih BBM dengan RON di atas 90, termasuk di SPBU swasta.
00:53Kementerian E, SDM akan panggil badan usaha penyedia BBM minggu depan
00:58untuk pastikan pasokan cukup dan kebutuhan masyarakat terpenuhi sesuai arahan Presiden Prabowo.
Komentar

Dianjurkan