Aceh - Prajurit TNI bersama masyarakat terus bergotong royong membangun jembatan perintis di berbagai desa terpencil di Provinsi Aceh. Pembangunan jembatan gantung, Armco, hingga Bailey ini sebagai upaya mempercepat penyediaan akses vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Pantauan di lapangan, Selasa (3/2), di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Timur, hingga Bener Meriah, prajurit TNI terlibat langsung dalam setiap tahapan pembangunan jembatan.
Mulai dari penggalian lubang pondasi, pengangkutan material batu dan pasir, pengelasan tiang baja, pengecoran beton, hingga pemasangan rangka jembatan dilakukan secara bergotong royong bersama masyarakat setempat. Aktivitas ini mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah pedesaan.
Pada pembangunan jembatan gantung, TNI bersama warga tampak mengerjakan pondasi dan pemasangan tiang jembatan di sejumlah desa, antara lain Emping–Tiba Mesjid (Kabupaten Pidie), Lhok Sandeng (Pidie Jaya), Burni Bius dan Burlah (Aceh Tengah), Meunasah Krueng dan Ara Bungong (Bireuen), Setul serta Pasir (Gayo Lues), hingga Sekrak Kiri–Sekrak Kanan (Aceh Tamiang). Jembatan gantung ini menjadi penghubung utama bagi warga yang selama ini harus menempuh jalur sulit atau memutar jauh untuk beraktivitas.
Sementara itu, pembangunan jembatan Armco dilaksanakan di sejumlah titik rawan banjir dan alur sungai kecil, seperti di Desa Sala Sirung dan Salah Sirong Jaya (Bireuen), serta Desa Suka Mulia (Aceh Tamiang). Prajurit TNI terlihat memasang gorong-gorong baja Armco, melakukan pengurukan, serta melapisi dinding dengan beton guna memastikan konstruksi jembatan kuat dan aman dilalui.
Pro TV - Televisi Digital Berjaringan
Pro TV (@protv_id) bagian dari ekosistem Promedia Teknologi Indonesia (@promediateknologi) - SUBSCRIBE OFFICIAL CHANNEL YOUTUBE : @protv_official | PROMEDIA TV www.protv.id
Komentar