Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Lisa Mariana dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Jawa Barat Banten (BJB) pada Jumat (22/08/2025).

Lisa diperiksa soal aliran dana non-budgeter.

Lisa diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dana iklan BJB dalam periode 2021 hingga 2023. KPK menyebut kasus korupsi ini merugikan keuangan negara hingga Rp222 miliar.

Baca Juga Terkini! Fakta Baru Aliran Dana Korupsi BJB dari Pemeriksaan Lisa Mariana di KPK | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/613067/terkini-fakta-baru-aliran-dana-korupsi-bjb-dari-pemeriksaan-lisa-mariana-di-kpk-kompas-petang

#lisamariana #kpk #korupsibjb #bjb

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/613126/sederet-fakta-pemeriksaan-lisa-di-kpk-bawa-dokumen-soal-aliran-dana-korupsi-bjb-sapa-malam
Transkrip
00:00Kita masuk ke menu pertama diskusi malam ini, Saudara.
00:03Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Lisa Mariana
00:06dalam dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Jawa Barat Banten atau BJB.
00:11Lisa diperiksa soal aliran dana non-budgeter.
00:19Selegram Lisa Mariana diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi
00:24proyek pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau BJB.
00:29KPK menyebut sangat membutuhkan keterangan Lisa
00:32untuk mengetahui aliran dana non-budgeter di Bank BJB.
00:36Tentunya keterangan ataupun informasi yang nanti disampaikan oleh Saudari LM
00:44dalam pemeriksaan dengan penyidik tentu sangat dibutuhkan.
00:49Sehingga keterangan-keterangan itu nanti akan membantu KPK
00:53dalam mengungkap perkara ini.
00:57Di mana dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan iklan di BJB.
01:04Ini kan kita ketahui bersama sebagian anggaran digunakan
01:09dalam dana non-budgeter di BJB.
01:16Yang kemudian penyidik terus menelusuri
01:18apa sih penggunaan dari dana non-budgeter tersebut.
01:23Untuk apa, untuk siapa, nah itu kan sedang didalami.
01:27Oleh karena itu, dalam penyidikan perkara ini
01:30KPK terus melakukan pemanggilan terhadap para saksi,
01:35para pihak yang tentunya keterangannya sangat dibutuhkan.
01:40Ya, termasuk kegiatan-kegiatan penggeledahan yang sebelumnya telah dilakukan.
01:45Semua puzzle-puzzle informasi dan keterangan itu nanti akan didalami,
01:50dianalisis sehingga membuat terang dari perkara ini.
01:54Dalam penyidikan kasus dugaan korupsi Bank BJB,
01:57KPK pernah menggeledah rumah mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
02:02Saat itu KPK menyatakan penggeledahan dilakukan berdasarkan keterangan saksi.
02:07KPK dalam ini telah melakukan selakian upaya paksa
02:11yang telah kami laksanakan setelah surat penyidikan dikeluarkan,
02:17yaitu diantaranya terhadap kelima tersangka tersebut
02:21telah kami lakukan pencegahan atau pencegahan larangan pepergian ke luar negeri.
02:27Kemudian kami juga telah melakukan penggeledahan di beberapa tempat
02:32yang kami duga terdapat barang bukti terkait dengan perkara dimaksud.
02:39Kemudian tentunya kami melakukan penyitaan barang bukti
02:42dalam rangkaian proses penggeledahan yang telah kami laksanakan.
02:48Dalam kasus ini KPK telah menetapkan lima tersangka.
02:52Kelimanya adalah Direktur Utama Bank BJB Yudi Renaldi,
02:57Pimpinan Divisi Korsek Bank BJB Widi Hartoto,
03:01dan tiga orang pihak swasta pemilik agensi iklan,
03:04yakni Ikin Asikin, Su Hendrik, serta Sopan Jayakusuma.
03:10Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB pada 2021 hingga 2023
03:15diduga merugikan negara hingga 222 miliar rupiah.
03:19Kerugian dihitung dari selisih uang yang diterima perusahaan agensi
03:23dengan yang dibayarkan ke media masa.
03:26Selisih itu digunakan sebagai dana non-budgeter oleh Bank BJB.
03:31KPK masih menelusuri siapa saja yang menerima aliran dana ini.
03:36Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan