00:00Mereka kira anaknya pergi karena malu, tapi mereka salah besar.
00:04Di sebuah kota besar, hiduplah seorang wanita tua miskin.
00:08Setiap hari, dia duduk di pojok pasar, seakan sedang menunggu seseorang yang tak kunjung datang.
00:14Orang-orang sering menghinanya, bahkan ada yang berkata,
00:18lihat dia, anaknya pun meninggalkannya, pasti malu punya ibu seperti itu.
00:23Wanita tua itu hanya diam, lalu menunduk.
00:25Tak ada seorang pun yang tahu, alasan sebenarnya mengapa sang anak pergi.
00:30Setiap malam, ia berdoa dengan suara lirih,
00:33Ya Allah, lindungi anakku dimanapun ia berada.
00:36Hingga suatu hari, sebuah rombongan penunggang kuda memasuki kota.
00:41Bendera kabilah berkibar di tengah debu yang beterbangan.
00:44Pemimpinnya adalah seorang pemuda gagah, dengan wajah tegas dan berwibawa.
00:50Orang-orang berbisik penuh kagum.
00:52Itu dia, panglima yang telah memenangkan banyak pertempuran.
00:56Tanpa menghiraukan kerumunan, pemuda itu turun dari kudanya, dan melangkah lurus ke arah pojok pasar.
01:03Tempat wanita tua itu duduk, dengan suara bergetar ia berkata,
01:07Ibu, aku sudah mencarimu kemana-mana.
01:10Dan hari ini Allah mempertemukan kita kembali.
01:13Henning seketika, orang-orang pun akhirnya sadar, bahwa anaknya bukan pergi karena malu.
01:19Melainkan pergi untuk mengukir kebesaran, demi ibunya.
01:24Dan pada hari itu, semua orang belajar satu hal.
01:27Jangan pernah menghina orang lain.
01:30Karena, bisa jadi orang yang kau hina hari ini, kelak akan membuatmu terkejut.
Komentar