Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PEKALONGAN, KOMPAS.TV - Seorang buruh jahit di Pekalongan, Jawa Tengah, kaget saat dimintai klarifikasi oleh Kantor Pelayanan Pajak atas transaksi bisnis senilai Rp2,9 miliar.

Pihak KPP Pratama Pekalongan menduga ada penyalahgunaan NIK KTP.

Ismanto warga Desa Coprayan, Buaran, Pekalongan, syok saat didatangi empat petugas Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekalongan.

Ia tak menyangka saat disodori surat permintaan klarifikasi atas transaksi bisnis senilai Rp2,9 miliar dengan rincian belanja kain dari sebuah perusahaan di Boyolali.

Dalam surat itu tercantum nama, alamat dan NIK KTP Ismanto namun beda RT dan RW.

Ismanto, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh jahit harian, mengaku tidak punya usaha, apalagi membeli barang miliaran rupiah. Ia sempat ketakutan hingga mengurung diri di kamar selama dua hari.

Ismanto mendatangi KPP Pratama Pekalongan untuk klarifikasi, Jumat (8/8/2025) lalu. Hasilnya, diduga terjadi penyalahgunaan data diri oleh orang yang tidak dikenal.

Kepala KPP Pratama Pekalongan, Subandi, bilang sering terjadi kasus NIK dipinjam atau disalahgunakan orang lain untuk keperluan bisnis.

Pihak Kantor Pelayanan Pajak mengimbau masyarakat tidak sembarangan membagikan NIK kepada pihak lain karena merupakan data pribadi bersifat rahasia.

Baca Juga Buka Suara! Kantor Pajak Pekalongan Usut Transaksi Rp2,9 Miliar oleh Buruh Jahit, Ungkap Fakta ini di https://www.kompas.tv/nasional/610673/buka-suara-kantor-pajak-pekalongan-usut-transaksi-rp2-9-miliar-oleh-buruh-jahit-ungkap-fakta-ini

#buruhjahit #transaksi #pajak

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal peristiwa ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/610745/cerita-buruh-jahit-pekalongan-syok-ditanyai-transaksi-rp2-9-miliar-oleh-petugas-pajak

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kita beralih ke informasi selanjutnya
00:02Saudara seorang buruh jahit di Pekalongan Jawa
00:04Tengah kaget saat dimintai klarifikasi oleh kantor pelayanan pajak
00:09atas transaksi bisnis senilai 2,9 miliar rupiah
00:13Pihak KPP Pratama Pekalongan menduga
00:16ada penyalahgunaan Nik KTP
00:20Ismanto, warga desa Coprayan Buaran Pekalongan
00:28Syok saat didatangi empat petugas kantor pelayanan pajak Pratama Pekalongan
00:32Ia tak menyangka saat disodori surat permintaan klarifikasi
00:37atas transaksi bisnis senilai 2,9 miliar rupiah
00:41dengan rincian belanja kain dari sebuah perusahaan di Boyolali
00:45Dalam surat itu tercantum nama, alamat, dan Nik KTP Ismanto
00:53namun beda RT dan RW
00:55Ismanto yang sehari-hari bekerja sebagai buru jahit harian
00:59mengaku tidak punya usaha apalagi membeli barang miliaran rupiah
01:04Ismanto sempat ketakutan hingga mengurung diri di kamar selama 2 hari
01:09Saya awalnya pas bilang kayak gitu kan saya, hah transaksi kain?
01:15Saya sih kayak gini pak keadaan nih, rumah saya aja kayak gini
01:19Emang bapak percaya kalau saya punya transaksi sebesar itu
01:22Terus saya minta surat keterangan dari balik desa
01:25saya bawa ke kantor pajak dan kantor pajak juga
01:29Ismanto mendatangi KPP Pratama Pekalongan untuk klarifikasi Jumat 8 Agustus lalu
01:35Hasilnya diduga terjadi penyalahgunaan data diri oleh orang tidak dikenal
01:41Kepala KPP Pratama Pekalongan Subandi bilang
01:45Sering terjadi kasus NIC dipinjam atau disalahgunakan orang lain untuk keperluan bisnis
01:51Karena dari secara tersebut rumah ada respon
01:54Kami ini mendatangi, hanya menanyakan sebenarnya kalau masih bener nggak sih?
01:58Pak, Bu, Anda ini melakukan transaksi nilai 2,9
02:03Sekali itu nilai transaksi ya, bukan pajaknya, bukan
02:07Jadi ini pun nilai transaksi 2,9
02:10Kalau misalnya nanti bisa dijelaskan
02:12Sebenarnya kami ingin klarifikasi
02:14Kantor pelayanan pajak mengimbau masyarakat tidak sembarangan
02:19Membagikan NIC kepada pihak lain karena merupakan data pribadi bersifat rahasia
02:24Ari Himawan, Kompas TV Pekalongan, Jawa Tengah
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan